Tak Seindah Mimpi Nur Laela

Tak Seindah Mimpi Nur Laela
Kolam Renang


__ADS_3

" Mama bahas apaan sih? Ditanya apa, eh malah nanya balik!" Ia bukanlah pria polos yang tak mengerti ke mana arah pembicaraan ibunya.


Ya pasti kesallah jika harus membuka hubungan dengan istrinya, meski itu pada ibu kandungnya sendiri.


" Bilang dulu, kalian belum ngapa-ngapain kan?" Bahkan mata oma sampai memicing memandang putranya.


Sayangnya kedua tangannya tengah sibuk memeluk nampan yang agak besar, jika tidak mungkin ia akan menggunakannya untuk mencekal tangan anaknya yang sepertinya sudah hendak pergi guna menghindarinya.


" Ini memang di dalam rumah, tapi di rumah ini bukan hanya ada kamu yang cowok. Ada pak Doro juga yang bukan mahromnya Lela, jadi dia terus pakai jilbab biar cuma di dalam rumah." Oma Ranti memberi kejelasan sebelum Armand melangkah dengan raut kesalnya.


Pria itu terdiam kala mendengar penjelasan Oma Ranti.


Sejauh itukah pemikiran Laela yang tak ingin terlihat oleh pria selain keluarganya. Dan ia termasuk dalam golongan pria yang Laela ijinkan melihat tubuhnya.


Entah mengapa ada rasa bangga yang tiba-tiba melintas di benak pria itu.


Hah sepertinya ia hendak mengambil satu keputusan lain demi kenyamanan sang istri.


" Ya udah, mama suruh Laela ganti baju. Nanti saya yang suruh Pak Doro untuk tak masuk ke rumah." Ia akan membuat batasan untuk pria itu agar tak masuk lebih jauh lagi dalam rumahnya.


" Kenapa bukan kamu aja yang bilang langsung sama Laela, dia istri kamu loh!"

__ADS_1


" Kita bagi kerjaan mah. Mama ngomong sama Laela, biar nanti saya yang ngomong sama Pak Doro." Alasan saja, karena jelas ia masih belum berani memerintah, meski wanita itu telah berstatus sebagai istrinya.


Namun yang ia anggap sebagai kesepakatan dengan ibunya itu, nyatanya tak berhasil. Saat ia telah berhasil berbicara dengan Pak Doro, Laela justru masih tenang dengan penampilannya yang tertutup itu. Dan nyatanya ia tak sesabar itu, membiarkan kostum Laela.


" Kenapa gak ikut berenang sama anak-anak? Harusnyakan, kamu juga ikut jagain mereka?" Armand mulai berbicara dengan nada pelan meski dengan pandangan yang sedikit mengitimidasi, melirik tajam.


" Hah."


Jelas saja bingung Laelanya.


" Ganti baju sana! Jangain yang cewek itu, biar aku yang jagain yang cowoknya."


" Kok bengong?"


Armand memandang wajah sang istri yang kini melongo memandangnya. " AKu udah bilang sama Pak Doro, dia gak akan masuk ke sini, sebelum dipanggil."


" Udah ganti baju sana. Atau aku langsung buang ke kolam mau?" Matanya hendak melirik ke arah kolam, di mana anak-anak mereka telah sibuk dengan air.


" Makanannya biar mama sama bibi yang urus!" Hanya menebak tentang satu kekhawatiran yang Laela rasa ketika melihat wanita itu melirik ke arah pembakaran.


" Cepetan, aku tunggu!"

__ADS_1


Armandpun tak mengerti kenapa ia tiba-tiba bersikap judes seperti ini. Mungkin hanya ingin menepis sedikit perasaan malu atau sungkannya.


Sepertinya Laela tak punya pilihan lain. Hingga wanita itu kembali bergabung setelah mengganti kostum seperti yang diperintahkan sang suami. Seragam olah raga dari sekolah tempatnya mengajar menjadi pilihannya. Ia tak memiliki kostum untuk berenang.


Emmm, kapan terakhir kali dirinya menggerakkan tubuh di dalam kolam renang yah? Ia pun lupa kapan tepatnya, yang pasti ia masih sempat berlibur bertiga dengan Nizam dan Izzar.


Meski begitu, Armand tak lagi menegurnya.


" Pemanasan dulu." Armand yang sedang duduk di tepi kolam dengan tubuh yang telah kuyup. Nadanya kini telah surut, tak hendak memberikan tekanan pada sang istri.


" Jilbabnya buka aja, Pak Doro udah gak ada kok."


" Tapi,..."


" Dia gak akan masuk kecuali gak dipanggil Laelaaaaaa." Sedikit penekanan ia berikan agar Laela tidak lelet.


Pelan-pelan wanita itu mulai menarik jilbabnya hingga terlepas dari kepalanya. Matanya berkeliling ke seluruh tempat itu. Meski sedikit meragu, wanita itu tetap melangkah masuk ke dalam kolam. kedua tangan menyilang di depan dada, seolah ingin menyembunyikan permatanya.


" Mau lomba?"


pertanyaan itu mampu menolehkan kepalanya pada sang penanya.

__ADS_1


__ADS_2