
"Dek, tungguin Abang dong," Yandra mengikuti langkah Fatimah sembari menenteng semua barang belanjaan mereka
"Apa sih bang. aku tidak mau dengar cerita mesum Abang itu lagi!" rungut Fatimah meneruskan jalannya.
"Cerita mesum?"
Mereka berdua terlonjak kaget dan menginjak rem cakram saat mendengar suara ibu negara yang sudah berdiri dihadapan kedua insan yang sedang bahagia itu.
"Eh, Mama," Fatimah menyapa dengan senyum malu
"Siapa yang bicara mesum,Fa? tadi Mama dengar begitu,"
"Ah, Mama. salah dengar kali. benar kan,Dek?" tanya Yandra pada Fatimah
"Adek?" kembali mereka mendapatkan pertanyaan interogasi dari sang Mama.
"Iya, Adek. emang kenapa,Ma? ada yang salah dengan panggilan Sayang aku pada Fatimah?" jawab Pria itu acuh
Mama Anggi mengerutkan keningnya sembari mentelaah ucapan anaknya itu. matanya bergantian menatap Yandra dan Fatimah
"Udah nggak usah kelamaan mama mikirnya! aku sudah mengutarakan perasaanku pada Fatimah seperti yang mama inginkan!" ujar Yandra dengan senyum tertahan
Mama Anggi sedikit syok. dia menutup mulutnya. "Terus bagaimana dengan kamu,Nak?" tanyanya pada Fatimah penuh pengharapan
Dengan malu-malu Fatimah tersenyum sembari mengangguk. "Iya, Ma, aku mau menikah dengan Abang," jawabnya tersipu
"Ya, Allah. Alhamdulillah.... Mama senang sekali,Nak!" Mama Anggi terlonjak bahagia segera memeluk Fatimah dan Yanju bersamaan.
"Terimakasih ya,Nak. kamu sudah mau menerima anak Mama yang sedikit kaku dan dingin. plus sedikit mesum. benar begitu,Sayang?" tanya Mama Anggi yang sudah sangat tahu
"Kok, Mama tahu?" tanya Fatimah dengan malu
"Ya, tahulah,Nak. lah dia ini sangat Papa kamu banget waktu muda. tapi percayalah saat dia sudah melabuhkan hati pada pasangan yang tepat, maka seluruh hidupnya akan dia habiskan bersama pasangannya itu." ujar Mama Anggi berkata jujur mengenai sisi baik dan buruk anaknya itu.
Fatimah hanya tersenyum dan mengangguk mendengar pernyataan calon Mama mertuanya. sekilas dia menatap Yandra dengan wajah merona.
"Tuh,Adek dengar sendiri 'kan? ternyata udah keturunan!" ujar Yandra merasa mendapat pembelaan dari sang Mama bahwa yang patut disalahkan adalah Papa Malik.
"Eh, nggak boleh gitu dong, Bang. ya, walaupun udah keturunan tapi Abang kan bisa merubahnya sendiri," balas Fatimah
"Nggak bisa,Dek. habisnya tingkat kemesuman Papa udah melipir ke Abang,"
"Hush! ngomong Sembarangan! nanti dengar papa baru tahu rasa. Papamu mesum ketika sudah halal. nggak kayak kamu yang suka mengotori otak anak gadis orang!" ujar Mama Anggi menoyor kepala anaknya
"Bener tuh, Ma. kasih pelajaran lagi Abang. habisnya dari tadi dia godain aku. hampir aja otakku terkontaminasi oleh ucapannya yang mesum. rasain!" Fatimah segera naik keatas
"Eh, Dek. kok tega Amad ngadu sama Mama. padahal Abang sedang kasih gambaran dikit biar besok nggak kaku." balas Yandra namun tak dihiraukan oleh Fatimah yang fokus naik ke lantai dua.
Mama Anggi menyorot anaknya dengan tajam. namun sang anak hanya nyengir kuda dengan tentengan yang belum terlepas dari tangannya.
"Bawa kedapur!" titah ibu negara dengan galak
"Eh, i-iya Mama cantik,"
"Nggak usah rayu-rayu. nggak mempan." ucap Mama sembari mengikuti anaknya dari belakang
__ADS_1
Setelah menaruh semua barang belanjaan. Yandra segera beranjak ingin naik keatas. namun langkahnya terhenti.
"Eh, mau kemana kamu?" tanya Mama sinis
"Ya mau keatas lah,Ma, mau lihat Yanju," jawab Yandra berlagak polos.
"Nggak usah modus. sekarang masuk kamar! nanti malam kita akan bicara sama papa. dan setelah selesai acara lamaran. maka Fatimah tidak boleh tinggal bersama kita. sementara waktu dia akan tinggal dirumah orangtuanya, hingga hari pernikahan tiba," jelas Mama Anggi
"Eh tapi nggak bisa gitu dong,Ma. Yanju ASI gimana?"
"Sementara waktu Yanju tinggal bersama Fatimah."
***
Pagi ini Fatimah sudah bersiap untuk pulang kerumah orangtuanya. nanti malam keluarga Malik akan datang kerumahnya untuk melamar Fatimah. kebetulan siang ini Arman dan Lyra akan sampai.
"Bagaimana keadaan Ayah kamu,Fa?" tanya Papa Malik di sela sarapan mereka
"Alhamdulillah, ayah sudah mulai membaik,Pa," jawab Fatimah.
"Bilang sama ayahmu istirahatlah yang cukup. jangan pikirkan pekerjaan,"
"Baik, Pa."
Jawaban gadis itu singkat lengkap dengan senyumnya. Fatimah sangat kaku saat bicara dengan Papa Malik yang mendominan sikap dinginnya. mungkin mereka jarang ngobrol bersama karena Papa yang masih sibuk dengan ilmu pengetahuannya di ruang labor yang ada dirumah itu.
"Fa, ASI untuk Yanju sudah ada stoknya 'kan?" tanya Mama Anggi
"Sudah,Ma. tapi nanti jika habis gimana,Ma?"
"Ah tidak apa-apa,Ma. aku sangat senang sekali jika Yanju di izinkan bersamaku," balas Fatimah dengan senyum senang
"Eh, nggak bisalah, nanti kalau Abang rindu ama Yanju gimana?" Yandra menyela ucapan gadis itu
"Kangen sama Yanju atau sama ibunya?" ledek Papa Malik. menggoda putranya
"Hehe... Papa ngerti banget!"
"Sabar tunggu halal dulu. setelah itu kamu bebas mau ngapain saja," balas papa
Fatimah hanya bisa tersenyum malu mendengar obrolan ayah dan anak itu.
***
"Assalamualaikum..."
"Wa'alaikumsalam... loh,Nak. kamu pulang, kok bawa pakaian? apa yang terjadi. apakah kamu melakukan kesalahan dengan keluarga mereka?" tanya Bu Ida khawatir
Fatimah menatap mata sang ibu,lalu tersenyum bahagia sembari memeluk wanita hebatnya itu sembari berbisik. "Ibu, aku sangat bahagia. terimakasih atas segala Do'a ibu,"
"Apa maksud kamu,Nak. kebahagiaan apa?" tanya Ibu yang masih bingung dengan ucapan anaknya.
"Assalamualaikum..."
Suara itu mengalihkan perhatian ibu dan anak itu. "Wa'alaikumsalam... eh ada Nak Yandra juga," gumam ibu
__ADS_1
Ya, Yandra yang mengantarkan Fatimah pulang. tapi tadi dia tidak ikut masuk karena sedang menerima telepon.
"Ah iya,Bu. saya yang mengantarkan Fatimah. untuk sementara waktu Fatimah akan disini. ah, begini,Bu. nanti malam Mama dan keluarga akan datang melamar Fatimah untuk saya," jelas Yandra terasa gugup menyampaikan niat baiknya kepada calon ibu mertua.
"Ini benaran? aduh kenapa mendadak sekali,Nak? bahkan ibu belum mempersiapkan apapun!" ibu Ida merasa sangat kaget.
"Ibu tidak perlu khawatir, nanti aku suruh orang untuk membantu ibu melakukan persiapan,"
"Ah, tidak usah nak Yandra. ibu masih bisa melakukannya. nggak perlu repot-repot,Nak," tolak wanita baruh baya itu.
"Ibu yakin tidak butuh bantuan?"
"Ya, ibu yakin!"
"Baiklah, kalau begitu aku pamit dulu. Oya, bagaimana keadaan Ayah,Bu?" tanya Pria itu
"Ayah kamu tadi sedang kerumah adiknya, ada keperluan,"
"Yasudah, saya pamit, Bu. sampaikan salam saya pada ayah,"
Fatimah mengantarkan calon suaminya hingga teras rumah.
"Dek, Abang berangkat ya. kamu jangan terlalu capek. habisnya ibu tidak mau Abang kirim orang untuk ngebantuin,"
"Tidak usah,Bang. aku dan ibu masih bisa melakukannya. dan nanti juga ada Bude ikut ngebantuin,"
"Yasudah, kalau begitu kamu gunakan ini untuk membeli segala kebutuhan," Yandra mengeluarkan sebuah kartu kredit dan memberikan pada gadis itu.
"Tidak usah,Bang. aku masih ada simpanan untuk membeli semuanya!" tolak Fatimah
"Ambil ini,Dek. jangan menolak. simpan uang kamu itu. mulai sekarang Adek sudah menjadi tanggung jawab Abang." dengan berat hati Fatimah menerima kartu kredit pemberian Yandra.
"Terimakasih ya,Bang. ini terlalu berlebihan, kita belum menikah Abang tidak perlu lakukan ini,"
"Belum menikah. tapi sebentar lagi adek akan menjadi istri Abang. jadi tidak ada salahnya Abang menafkahi adek mulai sekarang. udah Abang tidak ingin dibantah! Abang pergi dulu!"
Fatimah hanya bisa menuruti keinginan calon suaminya itu. sembari menatap punggung tegap itu pergi menjauh. namun orang yang sedang di perhatikan berhenti dan berbalik kebelakang Kembali menghampirinya.
"Ada apa,Bang? ada yang ketinggalan?"
"Adek, nggak ingin Salim sama Abang?"
"Besok, kalau kita sudah halal!"
"Kalau begitu jika Abang beri kecupan di kening Adek juga nggak boleh?" tanya Pria itu tak pernah berhenti menggoda wanita yang sebentar lagi akan dipersuntingnya.
"Abang!" Fatimah melotot
"Hahaha.... baiklah, baiklah. Abang pergi ya, baik-baik dirumah jangan diladeni jika Yoga datang!" peringatan Yandra sembari mengusap kepala gadis itu dengan lembut.
Bersambung....
NB: author akan coba update dua bab perhari ya😘 jangan lupa kasih dukungan terus agar Author semangat 🙏🤗
Happy reading 🥰
__ADS_1