Teacher And Doctors Love Story

Teacher And Doctors Love Story
Acara lamaran


__ADS_3

Setelah jam pelajaran selesai, Fatimah dipanggil oleh kepala sekolah untuk keruangannya.


"Permisi,Bu. apakah ibu memanggil saya?" ucap Fatimah


"Iya, silahkan duduk, Fatimah." Ibu kepsek yang di taksir umurnya empat puluhan itu, mempersilahkan Fatimah untuk duduk.


"Ada apa ya, Bu?"


"Begini, Fa.kamu kan sudah lulus sebagai calon CPNS. jadi dari sekolah kita ini ada sepuluh guru lainnya termasuk kamu yaitu harus mengikuti Diklat, agar lulus menjadi ASN. kalian harus Diklat selama satu Minggu. yaitu tiga hari di luar kota sambil mengadakan seminar. empat hari diadakan di sekolah ini sendiri," ibu kepala sekolah menerangkan


Fatimah bingung. sebenarnya itu adalah kabar yang sangat membahagiakan baginya. karena apa yang dia harap akan menjadi kenyataan. namun dia berada di situasi terdesak. tapi ia juga tak ingin melewatkan kesempatan berharga ini.


Akhirnya Fatimah menyetujui apa yang disampaikan oleh ibu kepala. ia akan bicarakan ini nanti saat keluarga Malik datang. Fatimah ingin minta waktu untuk menyelesaikan semua tugasnya.


"Baiklah,Bu. saya sangat berterima kasih sudah diberi kepercayaan ini," ujar Fatimah dengan senang.


"Sama-sama, Fatimah. semoga kamu dan yang lainnya berhasil lulus dalam ujian ini,"


"Aamiin. sekali lagi saya ucapkan terima kasih,Bu. kalau begitu saya permisi."


***


Setelah pulang sekolah, Fatimah segera membantu ibu dan Bude yang sedang sibuk di dapur untuk menyambut calon pengantin pria dan keluarganya.


Fatimah belum menceritakan tentang ujian yang harus ia ikuti. Fatimah masih fokus dengan persiapan untuk menyambut kedatangan keluarga Malik. ia akan menceritakan ini nanti setelah beres.


Setelah selesai acara masak memasak. Fatimah segera mandi dan sholat ashar. setelah itu dia menemui ibu dan ayahnya untuk meminta pendapat kepada mereka.


"Bu, Ayah. bisa kita bicara sebentar. ada yang ingin aku sampaikan," ujarnya pada ibu dan ayah yang sedang sibuk mengatur posisi sofa agar terasa lebih lapang.


"Apa itu,Nak? ayo duduklah." ujar ayah


Mereka duduk bertiga di ruang tamu dan Fatimah segera menceritakan perihal yang di sampaikan oleh kepala sekolah. tentu saja kedua orangtuanya mengucap syukur atas segala kesempatan yang telah Allah berikan untuk Putri sulungnya.

__ADS_1


Namun mereka memikirkan pernikahan Fatimah dan Dr Yandra juga.


"Jadi menurut kamu bagaimana,Fa?" tanya Ibu.


"Aku akan bicarakan ini nanti dengan Mama dan yang lainnya. kalau bisa tanggal pernikahan di undur sampai aku menyelesaikan semua ujianku,"


"Baiklah, kami sebagai orangtua hanya mendukung segala keputusan yang terbaik kamu,Nak. yang terpenting anak ayah nanti bahagia." ujar ayah sembari mengusap bahu putrinya yang sebentar lagi akan ia serahkan tanggungjawabnya kepada suaminya.


"Terimakasih, Ibu dan ayah selalu mendukung segala keputusanku. Do'akan aku lulus dalam ujian ini ya, Bu,yah. aku juga ingin membahagiakan ayah dan ibu," gadis itu memeluk ayahnya yaitu ialah cinta pertama dalam hidupnya.


Rasa sedih begitu terasa saat mengingat tidak berapa lama lagi dia akan menikah dan tentu saja waktu bersama dengan mereka tidak akan seutuhnya lagi.


Tak Terasa air matanya mengalir begitu saja tanpa diminta. Fatimah adalah seorang putri sulung yang begitu menyayangi keluarganya. gadis itu memang selalu dididik dalam ilmu agama. agar mempunyai akhlak dan moral yang baik pada sesama apalagi keluarga.


"Maaf, aku belum bisa membahagiakan ayah dan ibu, seharusnya aku belum menikah secepatnya ini," Isak gadis itu begitu pilu


"Fatimah, apa yang kamu katakan,Nak. ayah dan ibu tidak pernah meminta balasan atas apa yang telah kami berikan untuk anak-anak kami. jika jodohmu sudah datang, maka tidak baik menundanya. hal yang paling bahagia dalam hidup orangtua adalah saat melihat anak-anaknya bahagia bersama pasangannya. kami akan selalu mendo'akan kebahagiaanmu. jadilah istri yang baik. pandailah dalam menjaga harkat martabat dan ingatlah,Nak. jika kamu sudah menikah maka tanggung jawab kamu seutuhnya dipikul oleh suamimu. pandailah menjaga aib keluarga. jangan pernah membuka aurat karena semua dosamu akan ditanggung oleh suamimu. maka jangan memberatkan hisabnya kelak di Padang Mahsyar."


"Sudah jangan nangis lagi ya,Nak. ibu dan ayah percaya kamu pasti bisa menjadi istri yang baik," ucap sang ibu sembari memeluk putri sulungnya.


"Terimakasih. ibu dan ayah sudah menjadi orangtua yang baik untuk kami anak-anakmu. semoga Allah senantiasa menjaga dan melindungi keluarga kita,"


"Aamiin ya rabbal Alamin..." mereka bersama mengaminkan


***


Sementara itu di kediaman keluarga Malik. Yandra sudah terlihat begitu rapi dan Tampan dengan stelan baju batik lengan panjang slimfit peremium. dan dipadu dengan celana berbahan katun.


Yandra duduk di sofa yang ada di teras rumah sembari menunggu keluarganya yang masih bersiap.


Jantung Pria itu tidak seperti biasanya. debaran demi debaran ia rasakan. ini baru lamaran saja tapi dirinya sudah seperti penderita jantung koroner. nafasnya tak bisa ia atur dengan benar.


"Ehem..." Arman menatap adiknya yang tak bisa duduk tenang. "ngapain kamu gelisah begitu? lagi cacingan?"

__ADS_1


"Ck... apa sih,Bang. mana ada orang segede gini cacingan," jawab Pria itu sensi


"Kenapa nervous ya?"


"Hmm," jawabnya acuh


"Udah bawa santai. kamu itu ingin melamar anak gadis orang, bukan mau nyulik. jadi harus percaya diri bahwa kamu benar bersungguh-sungguh untuk mengambil alih tanggung jawab kedua orangtuanya, tarik nafas dengan dalam lalu buang dengan perlahan, setelah itu kamu pasti lebih rileks,"


"Okey," Yandra menghirup udara sepenuh dada dan membuangnya dengan perlahan "Terimakasih suhu atas tips nya. harus banyak belajar nih sama Abangku yang tampan dan rupawan ini nih!" senyum Yandra sumringah saat merasa lebih tenang setelah mendapatkan tips sang kakak.


***


Kini yang dinantikan sudah tiba. keluarga Malik Saputra dan rombongan Keluarganya sudah datang. Bu Ida dan Pak Eko menyambut mereka dengan ramah.


Sementara Fatimah masih berdiam diri dalam kamarnya. ternyata gadis itu juga merasakan hal yang sama apa yang dirasakan oleh calon suaminya itu.


Mereka duduk di atas tikar yang digelar. karena sofa tidak muat menampung rombongan Keluarga Malik. yaitu yang datang selain keluarga lengkap mereka juga ada adik dari Mama Anggi berserta istri.


Lyra menemui Fatimah didalam kamar. sembari membawa Yanju. sepertinya bayi mungil itu sudah mengantuk karena sedikit rewel,dia sudah terbiasa asi sambil tidur dengan sang ibu hingga terlelap.


"Assalamualaikum..."


"Wa'alaikumsalam... hei, kak Lyra. kapan sampai kak?" tanya Fatimah dengan cepat mengambil alih Yanju dari gendongan Lyra.


"Tadi jam dua siang, Fa. kamu apa kabar? sepertinya sedang bahagia banget. akhirnya kita jadi iparan juga. semoga diberi kelancaran ya, Fa," ucap Lyra.


"Aamiin... terimakasih, kak!"


"Fa, acaranya sudah mau dimulai. ayo keluarlah,"


"Tapi sepertinya Yanju sudah mengantuk kak. aku tidurkan dia sebentar, Kak,"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2