
Kini hariku benar-benar sibuk dengan segala aktivitas, aku mengambil jam kuliah pagi maka sore harinya mulai dengan tugasku sebagai perawat di RS.
Tiba suatu hari aku mendapat kabar bahwa yayasan panti asuhan tempat tinggalku itu mengalami kebakaran. maka tak ada barang yang bisa terselamatkan, ada beberapa korban tewas namun sisanya anak-anak panti itu sudah di pindahkan ke yayasan panti asuhan lainnya yang berada di luar kota.
Aku benar-benar syok mendengar berita itu. Air mataku seketika menetes. Aku mencoba mencari tahu dimanakah keberadaan gadis kecilku itu, apakah dia sudah meninggal? atau dia masih hidup, tapi dimana dia sekarang?
Merasa tidak menemukan dimana Raraku itu menghilang maka aku memutuskan untuk tetap melanjutkan perjuanganku untuk menggapai cita-citaku.
Tiga tahun setengah aku berhasil menyelesaikan strata satu ku. aku mengucapkan syukur atas kelulusan, dan aku juga kembali mendapatkan beasiswa kedokteran untuk strata duaku yaitu di luar negeri selama dua tahun ditambah masa koas satu setengah tahun, untuk mendapatkan gelar Dokter spesialis yang ku ambil yaitu Sp. A K. Seorang ahli kardiologi yaitu spesialis jantung dan pembuluh darah.
Alhamdulillah aku dapat menyelesaikan pendidikanku dan berhasil mendapatkan gelar seorang dokter ahli jantung. Namun semua itu tak lepas juga dari bantuan pemilik RS tempat aku menjadi perawat.
Dokter Hery pemilik RS itu, dialah orang yang memberiku dukungan hingga akhirnya aku bisa mencapai cita-citaku. Aku sangat berterima kasih atas segala kebaikannya.
Setelah aku resmi menyandang gelar Dokter, aku kembali meneruskan misiku yaitu mencari gadis kecilku. Entah kenapa aku merasa bahwa dia masih hidup. Aku berusaha mencari setiap panti asuhan yang ada di sekitar Sumatra Utara. Namun kembali lagi hasilnya nihil.
Aku merasa putus asa dengan segala usahaku untuk menemukannya. Akhirnya aku serahkan kepada Allah atas apa yang ada dalam hatiku. Semoga suatu saat nanti aku bisa menemukan gadis cantikku itu.
Aku sudah bekerja di RS tempat aku menjadi perawat waktu itu. Dan tentu saja semua teman-teman sejawatku dulu memberiku ucapan selamat.
Belum hitungan bulan aku bekerja sebagai seorang dokter di RS itu. Tiba-tiba suatu hari Dr Hery memintaku untuk bertemu di ruangannya.
Saat aku menemuinya maka beliau mengutarakan keinginannya yaitu untuk memintaku sebagai menantu. Dia menjodohkan aku dengan putrinya yang seorang dokter juga. yaitu dokter umum.
Jujur aku sangat bingung dengan permintaan dokter senior dan sekaligus pemilik RS itu. Beliau orang yang sudah banyak berjasa dalam membantu untuk mencapai cita-citaku.
Hingga akhirnya aku berlapang dada untuk menerima tawaran menikah dengan putrinya.
Akhirnya pernikahan dilangsungkan meskipun belum ada rasa cinta dihatiku namun aku berusaha untuk belajar mencintainya. Dr Alda dialah istriku anak dari Dr Hery.
__ADS_1
Ada rasa bersalah dalam hatiku karena telah mengingkari janjiku pada Rara gadis kecilku. Namun aku tidak punya pilihan lain, aku merasa berhutang Budi dengan Dr Hery.
Maafkan Kakak Dek, Dimanapun kamu berada sekarang, semoga menemukan kebahagiaan hakiki dalam hidupmu.
Aku memulai kehidupan baru dengan menyandang status sebagai seorang suami. Aku berusaha untuk mencurahkan perhatian dan kasih sayang pada Alda.
Tahun pertama pernikahan kami berjalan baik-baik saja. Aku sudah mulai bisa membuka hatiku untuk Alda, lain halnya. Ternyata Alda sudah menaruh perasaan cinta padaku saat pertama aku bekerja di RS orangtuanya itu.
Alda tidak berani mengutarakan perasaannya karena aku masih seorang perawat, dan setelah tahu aku sudah menjadi seorang dokter maka dia mengutarakan perasaannya kepada Papanya dan meminta sang Papa bicara padaku untuk menikahinya.
Setahun berumah tangga kami belum di karuniai seorang anak. Maka kami memutuskan untuk promil, dan Alhamdulillah ternyata bulan berikutnya istriku positif Hamil. namun dari hasil pemeriksaan medis, janin di rahim Alda tumbuh tidak sempurna dikarenakan Gen UBE3A mengalami kerusakan bahkan tidak berpungsi di dalam kromosom15.
Saat itu juga Alda merasa syok, dia mengikuti arahan dokter untuk mengeluarkan janin itu sebelum membesar. Tetapi aku sama sekali tidak setuju, aku tetap menginginkan anak itu terlahir kedunia ini walau seperti apapun kondisinya.
Dengan kegigihanku untuk mempertahankan janin itu maka konsekuensinya harus aku terima yaitu jika anak itu sudah lahir dia ingin bercerai denganku karena dia tidak mau menanggung malu seumur hidup karena mempunyai seorang anak cacat tidak sempurna.
Dengan pemikiran bulat aku memutuskan memilih bayi itu tetap terlahir, dan berpisah denganya, karena menurutku lebih baik aku berpisah dengan mereka karena mereka sudah mempunyai kehidupan yang sempurna sedangkan putriku dia juga ingin hidup di dunia ini dengan kondisinya. Aku yakin apapun kondisinya terlahir, itu semua sudah perjanjiannya dengan Rabb-Nya. Allah tidak akan melahirkan putriku kedunia ini tanpa persetujuan putriku sendiri.
Akhirnya pernikahanku kandas setelah putriku lahir. Bahkan Alda sama sekali tak ingin melihat wajah putrinya walaupun sekilas, seakan kehadiran putriku bagaikan momok menakutkan baginya.
Aku memutuskan untuk berhenti bekerja di RS Papa mertuaku, dan mencoba mengajukan diri di RS Malik Saputra. Alhamdulillah sekali lagi Allah memberiku kemudahan, Dengan senang hati Prof Malik Saputra menerimaku sebagai ahli jantung di RS nya.
Aku membeli sebuah rumah berada di kompleks yang cukup elite dari hasil kerja kerasku. Aku memboyong putriku tinggal disana dan memperkejakan seorang art yang kini sudah ku anggap sebagai ibuku sendiri.
Sudah dua bulan usia putri kecilku namun aku belum memberinya nama, maka aku memutuskan untuk menaminya Rara Prayoga. Sengaja kupilihkan nama itu agar aku selalu mengingat gadis kecilku yang dulu.
Tiga tahun perjalanan hidupku menyandang status seorang Duda, aku memutuskan untuk menutup hatiku untuk wanita lain kecuali suatu saat nanti bila aku menemukan kembali gadis kecilku itu.
Namun semua diluar dugaanku. Aku jatuh cinta dengan seorang guru cantik sederhana yaitu anak dari supir Prof Malik Saputra. Tetapi aku sudah salah menaruh perasaan, ternyata wanita itu tidak mencintai aku. Dia hanya menganggapku sebagai teman, dan aku juga sudah mengetahui bahwa wanita itu mencintai Putra prof Malik yaitu pemimpin di RS itu sendiri.
__ADS_1
Aku berusaha untuk merelakan gadis itu yang sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan dengan Dr Yandra direktur utama di RS tempat aku bekerja.
Dalam keputusasaan aku bertemu dengan seorang wanita muda yang sedang hamil tua. aku membantu wanita itu dari mulai proses persalinan hingga aku memberikan mereka tempat tinggal di kediamanku sendiri
Saat aku mendengarkan perjalanan hidupnya ternyata dia juga seorang anak yatim-piatu, awalnya aku tidak begitu peduli dengan kehidupannya, aku hanya menganggap dia senasib denganku.
Namun suatu ketika tanpa sengaja aku mendengarkan percakapannya dengan bik Nur, bahwa dia juga seorang guru SLB di sebuah yayasan panti asuhan.
Pagi itu aku sengaja izin untuk tidak praktek, aku ingin membuktikan bahwa dugaanku tidak salah. Aku mulai mencari tahu identitas Zahra yang sebenarnya.Maka tanpa sepengetahuan Zahra aku mendatangi yayasan panti asuhan dimana tempat dia mengajar sebagai seorang guru SLB sebelum dia menikah.
Setelah mengetahui yang sebenarnya aku merasa bersyukur kepada Allah. Aku benar-benar tak kuasa menahan air mataku. Ternyata beginilah takdir cintaku, apapun keadaannya sekarang aku tidak akan pernah membiarkannya pergi dari hidupku lagi.
"Zahra Sayang, aku tidak akan pernah membiarkan kamu pergi dari hidupku lagi. Kita akan hidup bersama untuk selamanya." gumamku di sepanjang perjalanan pulang.
Tanpa pikir panjang aku mengutarakan keinginanku untuk menikahinya. Aku tidak peduli jika dia menolakku, namun aku tidak akan pernah membiarkan dia pergi. Aku sengaja tidak memberitahu siapa aku yang sebenarnya, tentu saja dia tidak tahu karena dia hanya mengenal lelaki yang di cintainya sebagai Kak Aditia.
Aku ingin dia mencintai aku seperti dulu. perlahan aku akan membuat dia menyadari siapa aku yang sebenarnya.
Ternyata dia menerima lamaranku mungkin dia terpaksa dengan tuntutan dari warga komplek dan ketua RT yang mendesak.
Aku merasa sangat lega. Bagaimana mungkin aku mengatakan diantara kami tidak saling cinta, padahal cinta itu sudah mendarah daging dalam qalbu ku.
Selamat datang kembali gadis kecilku. Aku akan membahagiakan kamu seumur hidup, akan aku habiskan waktuku bersamamu dan anak-anak kita kelak.
POV end
Bersambung....
Happy reading 🥰
__ADS_1