Teacher And Doctors Love Story

Teacher And Doctors Love Story
Menerima lamaran


__ADS_3

Setelah Yanju terlelap, Fatimah dan Lyra segera keluar karena pihak laki-laki ingin bertanya kepada calon mempelai wanita mengenai bentuk hantaran.


Saat pihak keluarga Yandra bertanya Fatimah tidak meminta apapun. dia hanya ikut acara adat istiadat yang ada saja. ia juga belum paham tentang lamaran, jadi semuanya ia serahkan kepada ibu dan ayahnya.


Maka terjadilah kesepakatan diantara kedua orangtua dan mulailah mereka menentukan tanggal pernikahan. maka Fatimah segera menjelaskan tentang ujian yang harus ia ikuti.


"Begini,Ma. tadi aku dapat pemberitahuan dari pihak sekolah bahwa aku harus mengikuti Diklat untuk menjadi ASN. ujian itu diadakan selama tujuh hari. jika boleh tanggal pernikahan dibuat setelah aku selesai mengikuti ujian ini." jelas Fatimah pada orangtua calon suaminya itu.


"Kapan kamu akan mengikuti ujian itu,Nak?" tanya Mama Anggi.


"Dimulai dari besok pagi,Ma. tapi ujian awal selama tiga hari akan diadakan diluar kota sembari mengikuti seminar. dan empat hari sisanya disekolah kami sendiri." jelas gadis itu lagi.


Yandra menatap Fatimah dengan kening sedikit berkerut. sepertinya pria itu sedikit keberatan dengan keputusan calon istrinya itu yang akan keluar kota.


Akhirnya permintaan Fatimah disetujui oleh keluarga Malik Saputra. mereka memang tidak pernah mempersulit. Mama Anggi dapat melihat betapa besarnya keinginan gadis itu untuk meraih cita-citanya. meskipun Fatimah akan menikah dengan putranya yang mempunyai segalanya, namun mereka juga tidak ingin memupuskan harapan gadis itu.


Akhirnya acara lamaran itu selesai. ditutup dengan makan bersama. sepakatan yang diambil yaitu mereka akan melangsungkan akad satu Minggu setelah Fatimah menyelesaikan ujiannya.


***


Setelah selesai makan. mereka ngobrol bersama. membahas mengenai pekerjaan Pak Eko.


"Pak Eko. mulai sekarang pak Eko tidak perlu menjadi supir atau tukang kebun lagi. mulai sekarang Yandralah yang bertanggung jawab atas pekerjaan kamu. karena kami tidak ingin menjadikan besan sebagai seorang supir dikediaman kami sendiri," ujar Papa Malik


"Tapi saya tidak apa-apa,Tuan. jika saya masih bekerja sebagai supir,"


"Hmm, sepertinya mulai sekarang panggilan kamu harus ditukar. jangan panggil saya tuan lagi. karena sebentar lagi kita akan menjadi besanan. sepertinya aku lebih tua darimu. jadi kamu bisa panggil aku Abang. dan aku akan panggil namamu saja!" jelas Papa Malik kembali


"Benar itu Pak Eko. saya setuju. sebentar lagi kita akan menjadi keluarga besar. jangan menganggap kami ini sebagai majikan lagi. kita adalah saudara. jadi apapun kesulitan pak Eko dan Ida jangan sungkan untuk berbagi pada kami," sambung Mama Anggi.


"Terimakasih atas segala kebaikan, Bang Malik dan kak Anggi. kami sangat bersyukur karena Allah mempertemukan orang sebaik keluarga Kakak," balas Bu Ida


"Sama-sama,Ida. kami juga bersyukur karena kalian juga orang baik yang selalu banyak membantu keluarga kami. semoga tali silaturahmi kita ini akan terjalin kuat."


Setelah cukup lama mereka bercengkrama. akhirnya pihak keluarga pamit untuk pulang. namun Yandra masih ingin disana ada hal yang ingin mereka bicarakan.


Setelah keluarganya pulang. Fatimah dan Yandra izin untuk ngobrol berdua di teras rumah.

__ADS_1


Agak lama mereka saling diam. entah apa yang ada dalam pikiran pria itu. seharusnya dia bahagia karena semua sudah di tetapkan hari, tanggal, dan Bulan pernikahan mereka. namun di wajahnya terlihat tidak tenang.


"Abang, Kenapa?" tanya Fatimah melihat ekspresi wajah calon suaminya itu terlihat agak murung.


"Nggak kenapa-kenapa." jawabnya singkat


"Tapi kenapa wajah Abang terlihat tidak semangat dan gelisah begitu? apakah Abang tidak bahagia dengan rencana pernikahan ini?" tanya gadis itu sedikit ragu


"Kenapa Adek bicara begitu. tentu saja Abang sangat senang dan bahagia. tapi..." ucapan Pria itu menggantung


"Tapi kenapa bang?" gadis itu semakin penasaran


"Kamu kenapa harus keluar kota, Dek? kenapa kamu tidak minta latihannya di sini saja?" rupanya itulah yang membuat perasaan Pria itu gelisah


"Oh, jadi itu yang membuat Abang gelisah?"


"Iyalah, Abang gelisah. Abang takut jika calon istri Abang di dekati oleh Pria lain," jelasnya jujur


"Abang cemburu?"


"Yaelah pake ditanya lagi!"


"Kok seneng,Dek? kamu niat mau buat Abang cemburu?"


"Niat banget malah. biar Abang tahu rasanya cemburu itu gimana,"


"Ceritanya Adek balas dendam?"


"Hmm, gimana ya?"


"Abang akan ikut menemani Adek!" ucapnya mantap


"Eh, nggak bisa,Bang. mana boleh begitu!" tolak Fatimah tak setuju


"Kenapa? biasanya bagi guru-guru yang sudah menikah boleh kok ditemani oleh pasangannya!"


"Ya ampun,Bang. mereka sudah resmi menikah. lah kita! ya nggak mungkinlah!" ujar Fatimah sewot

__ADS_1


"Soal itu mah gampang,Dek. kita sewa kamar hotel dua. nggak usah takut, Abang nggak akan makan Adek sebelum halal,"


"Ish.. apaan sih,Bang. nggak perlu Abang ikut, Adek nggak mau timbul fitnah. lagian mana boleh sama keluarga. pokoknya udah ah, Abang nggak perlu takut. aku tidak akan dekat dengan Pria manapun. Abang harus percaya bahwa cinta dan sayang aku hanya untuk Abang seorang!" akhirnya gadis itu bicara dengan serius untuk menghilangkan kegundahan hati calon imamnya itu.


"Adek serius dengan ucapan Adek itu?" tanya Yandra penuh harap


"InsyaAllah aku serius,Bang. kalau tidak serius kita tidak akan sampai di titik ini!"


Yandra menatap Fatimah dengan dalam dengan perasaan lega. "Terimakasih, Sayang. Abang percaya dengan kamu."


Fatimah hanya tersenyum menanggapi ucapan Yandra. ia merasa bahagia, Pria yang dulu sangat dia cintai secara diam-diam. kini begitu takut kehilangan dirinya. rahasia Allah tidak akan ada yang tahu.


Ya muqalibal qulub. Engkau maha membolak-balikkan hati seseorang. terimakasih ya Rabb Engkau telah mendengar Do'aku selama ini. jadikan rumah tanggaku kelak. sakinah mawadah warahmah. jaga hati kami agar selalu dalam agamaMu. Fatimah bergumam Do'a dalam hati.


***


Pagi-pagi sekali Yandra sudah datang menjemput. Fatimah sebelum berangkat ia harus mengantarkan Yanju terlebih dahulu ke kediaman Malik, sekalian berpamitan dengan mereka.


"Sudah siap semua,Dek? nggak ada yang ketinggalan lagi?" tanya Yandra sembari memasukkan koper kecil kedalam bagasi mobil.


"Sudah, Bang. lagian cuma tiga hari kok,"


"Tiga hari menurut adek sebentar tapi bagi Abang sangat lama!" ujar Pria itu yang semakin hari semakin Bucin


"Nggak usah lebay deh,Bang!" sela Fatimah


"Eh, ngatain calon suami Labay! nggak boleh. nanti kamu akan merindukan kelebay an Abang ini!" ucapnya yakin


"Iya, deh iya! Adek minta maaf!"


"Wah makin banyak kemajuan nih! udah bisa panggil "adek" Kediri sendir. gitu dong semakin hari semakin intim biar makin mesra," godanya


"Ish... udah ah. yuk jalan sekarang. nanti aku telat!"


Setelah berpamitan pada keluarganya, Fatimah dan Yandra segera menuju kediaman keluarga Malik. untuk mengantarkan Yanju.


Bersambung....

__ADS_1


Happy reading 🥰


__ADS_2