Teacher And Doctors Love Story

Teacher And Doctors Love Story
Mengetahui yang sebenarnya


__ADS_3

"Dek, tatap mata aku! Coba kamu katakan dengan jujur, apakah kamu melihat seseorang disana?"


Zahra menatap mata Yoga dengan dalam, dan coba memastikan bahwa dugaannya tidak salah.


"Kak Adit?" Panggilnya dengan sedikit ragu


"Benarkah? Apakah kamu tidak salah orang?" Tanya Yoga memastikan.


Zahra menggelengkan kepalanya, hanya Pria itu yang dia lihat ada pada diri Yoga. Senyum, mata, sikapnya yang begitu perhatian.


Yoga tersenyum kembali merangkum kedua pipi Zahra sekilas mengecup bibir wanita itu.


"Ya, akulah Aditia mu itu!" Ucapnya mengakui


Seketika Zahra menutup mulut dengan mata yang berkaca-kaca. Dia masih belum percaya jika dugaannya itu adalah benar.


"Ka-kamu tidak bohong 'kan, Mas? Benarkah kamu kak Aditia, apakah aku tidak sedang bermimpi? Hiks... Jahat sekali kamu Mas, kenapa baru sekarang memberitahukan yang sebenarnya?"


Zahra mendekap tubuh Yoga begitu erat sembari memukul punggung Pria itu dengan geram bercampur bahagia. Bahkan Zahra tak ingin melepaskan dekapannya.


"Aku kangen banget sama kamu, Mas, kangen banget! Hiks..." Ucapnya dengan tangis yang semakin keras.


"Apakah cinta Raraku ini masih ada untukku? Hmm?" Tanya Yoga sembari merenggangkan pelukannya namun, wanita itu enggan untuk melepaskan.


"Mas Adit, aku mohon biarkan aku seperti ini dulu. Aku kangen banget, kamu jahat Mas, kenapa kamu tidak mencariku selama ini? Apakah kamu tidak mencintai aku? Apa memang hanya aku yang mencintai kamu, Mas? Jawab Mas?" Ujarnya sembari memukul dada bidang Yoga


Yoga terkekeh melihat tingkah manja istri kecilnya.Ternyata wanita itu masih sama seperti dulu tingkat kemanjaan Zahra tak pernah berubah kepadanya.


"Sayang, dengarin Mas dulu! Saat mendengar yayasan panti asuhan itu kebakaran, maka aku berusaha mencari dirimu di luar kota seperti informasi yang Mas dapatkan, tapi aku tidak menemukan petunjuk apapun dimana keberadaanmu," ujarnya jujur


Puas berada dalam dekapan Pria itu, Zahra melerai pelukannya. Kembali ia menatap Yoga begitu dalam, tatapan kerinduan itu masih tercipta.


"Mas, aku sangat mencintai kamu. Jangan tinggalkan aku lagi, bawa aku kemanapun kamu pergi. Maaf jika pertemuan kita tidak seperti dulu lagi. Maaf jika aku sudah mengingkari janjiku, karena aku merasa sudah tidak ada harapan lagi untuk bertemu dengan kamu, sehingga aku berusaha membuka hati untuk Mas Arif," ucap Zahra sembari terisak.


"Ssshh... Sayang, udah, jangan sesali segala yang telah menjadi takdir hidup kita! Aku juga seperti dirimu, puas berharap dan berusaha mencari keberadaan kamu namun, aku merasa tak ada harapan untuk bertemu lagi maka aku juga berusaha menerima kehadiran wanita lain dalam hidupku," jelas Yoga


Zahra kembali memeluk Yoga dengan penuh kasih sayang, entah begitu rindunya wanita itu sehingga tanpa malu lagi memberi kecupan di bibir sang suami.


"I love you so much," ucapnya di telinga Pria itu.


"I love you too my wife," balas Yoga sembari membalas kecupan hangat di bibir Zahra.


Zahra tersenyum bahagia, kedua tangannya masih mengalung di leher Yoga, ia masih menatap wajah tampan itu begitu dalam sehingga yang di tatap menjadi salah tingkah.

__ADS_1


"Dek, kamu kenapa sih sampai segitunya natap aku? Kamu sekarang udah nggak malu lagi?biasanya kamu tidak berani menatapku begitu lama," herannya dengan gadis kecilnya itu


Zahra tersenyum begitu menawan melihat tingkah suaminya yang salting saat di tatap olehnya.


"Mas?"


"Ya, Sayang?"


"Nggak usah ke RS hari ini ya, aku ingin menghabiskan waktu bersamamu seharian!" pintanya dengan suara manja, membuat iman Pria itu goyah di pagi hari saat mendapat godaan dari sang istri.


"Hehe... Kamu kenapa genit begini sih? Jika aku tidak ke RS, kamu mau kasih aku apa?" Goda Yoga dengan senyum nakal


"Aku akan berikan seluruh jiwa raga aku Mas," ujar Zahra yang membuat iman lelaki itu lemah.


Yoga tersenyum sumringah. "I like it my dear! Okey, aku akan mengikuti keinginan kamu Sayang, kita akan menghabiskan waktu bersama."


Yoga mengikuti keinginan sang istri, ia segera menelpon pihak RS untuk menggantikan jadwalnya hari ini pada dokter lain.


Zahra masih setia berada di sisi suaminya, tangannya masih bergelayut manja di lengan Yoga, wanita itu benar-benar merasakan kebahagiaan yang tiada tara.


"Okey, sudah selesai. Apa rencana kamu hari ini Sayang?" Tanya Yoga sembari mengecup kening Zahra


"Mas, maunya apa?"


"Sekarang?" tanya Zahra


"Ya, kita mulai pemanasan."


"Hihi... Baiklah, apapun yang kamu inginkan akan aku penuhi suamiku, Sayang,"


Yoga segera menyambar bibir Zahra dengan lembut tapi menuntut. rasa cinta dan rindu membuat wanita itu begitu agresif membalas segala sentuhan yang diberikan oleh Yoga.


"Dek, kita pindah kamar lain yuk, takutnya disini membangunkan bayi mungil itu," ujar Yoga memberi solusi


"Hmm, baiklah. Ke kamar aku saja ya Mas," Akhirnya pasangan suami istri itu memulai aktivitas pagi untuk menuju surgawi.


Yoga, benar-benar menghabiskan waktu untuk istri dan anak-anaknya. Setelah lelah olahraga pagi, maka pasangan itu memutuskan siang harinya untuk jalan-jalan bersama anak-anak mereka.


***


Siang ini Yandra memberi kabar tidak bisa menjemput Fatimah di sekolah, karena masih banyak pekerjaan di RS yang harus dia selesaikan.


Akhirnya Fatimah punya ide untuk memberi kejutan buat Yandra. Wanita itu akan datang ke RS tapi sebelum itu ia pulang dulu untuk mengganti pakaian.

__ADS_1


Fatimah sengaja berpenampilan beda, ia menggunakan pakaian gamis dan hijab syar'i, dan menggunakan masker.


Saat tiba di RS ia segera menuju ruangan sang suami namun, ruangan itu kosong. Fatimah bingung mau cari kemana, ingin telpon takutnya ketahuan jika dia sedang di RS.


Akhirnya Fatimah memutuskan untuk bertanya pada perawat yang menjaga di ruang rawat inap di bagian persalinan, dia berpikir tentu saja mereka tahu, secara Yandra adalah dokter mereka.


"Permisi Sus?"


"Ya, ada yang bisa saya bantu Bu?


"Saya mau tanya, Dokter Yandra ada dimana ya? Kok diruangannya tidak ada?"


"Ibu siapa? Apakah sudah buat janji dengan Dr Yandra? Karena jam prakteknya sudah selesai Bu, silahkan datang kembali besok," jelas perawat itu.


Fatimah sedikit tertegun mendengar pernyataan perawat itu. Ternyata susah juga menemui suami sendiri. Akhirnya Fatimah membuka masker berharap sang perawat mengenali dirinya, karena rasanya dia pernah melihat perawat itu datang ke acara pernikahannya.


"Sus, saya istrinya Dr Yandra. Apakah suster bisa beritahu dimana suami saya sekarang?"


"Ya ampun, Bu Fatimah! Kirain siapa tadi, maaf ya Bu," ujarnya merasa tidak enak


"Ah, iya tidak apa-apa, Sus. Kalau boleh tahu Dr Yandra dimana ya?"


"Oh, Dr Yandra sedang di ruang operasi Bu, ada pasien darurat yang segera di tangani," jelas perawat itu memberi tahu dengan ramah.


Setelah berterima kasih kepada perawat, Fatimah segera menuju ruang operasi. setibanya di depan ruang operasi Fatimah ikut bergabung duduk di antara keluarga pasien.


Lima belas menit menunggu akhirnya pihak medis memberi kabar pada keluarga pasien bahwa operasinya berjalan lancar dan akan segera dipindahkan di ruang rawat.


Setelah para keluarga pasien meninggalkan ruang tunggu itu, kini tinggal Fatimah sendiri disana, wanita itu masih setia menunggu sang suami keluar dari ruang operasi.


Sekitar sepuluh menit, akhirnya sosok tampan itu keluar juga namun, ia tidak melihat kehadiran sang istri yang sedang memperhatikan dirinya.


Yandra segera ngoyor menuju ruangannya. Fatimah yang tak ingin membuang kesempatan, ia mengikuti langkah Pria itu.


Fatimah mengikuti Yandra hingga masuk kedalam ruangan pribadinya. Terlihat Pria itu bersiap untuk pulang, ia menyambar Snelli dokternya di kursi kebesarannya.


Saat Yandra ingin berbalik menuju pintu ia di kagetkan oleh seorang wanita yang menggunakan pakaian yang begitu tertutup dan serba syar'i.


"Maaf, anda siapa? ada keperluan apa?" Tanya Yandra sedikit curiga.


Bersambung....


Happy reading 🥰

__ADS_1


__ADS_2