
Pagi ini Fatimah sudah mulai masuk sekolah untuk mengajar, setelah izin cuti nikah selama satu minggu. Sebenarnya Yandra ingin sekali honeymoon tetapi Fatimah sudah tidak mempunyai jatah libur lagi, apalagi setelah Fatimah resmi menjadi PNS maka dia harus konsisten dalam mengemban tugas, dan Pria itupun harus menunda keinginannya.
"Dek, apakah nggak ada lagi jatah cuti ya?" Tanya Yandra sembari memeluk Fatimah dari belakang dan mengecup lehernya.
"Nggak ada lagi,Bang, kan sekarang guru tidak memiliki cuti tahunan, kecuali cuti hamil dan melahirkan, jika ingin libur ya harus bersamaan dengan murid yaitu libur semester awal dan akhir," jelas Fatimah pada suaminya.
"Bang, awas dulu Adek belum selesai menggunakan pakaian," usirnya pada sang suami yang sedari tadi nempel kaya perangko.
"Bentar dulu Dek, masih pengen ngendus wangi leher kamu."
"Ya ampun Bang, udah dong, aku mau cepat karena hari ini upacara!" Wanita itu merasa risih oleh kelakukan Yandra yang meresahkan.
"Tapi bendera aku udah berdiri duluan Sayang," ujarnya sembari menggesekkan sesuatu yang mengeras dibelakang Fatimah.
"Abang Ngeselin deh! Kenapa mesum banget sih! Nggak bosan apa itu mulu!"
"Kalau soal itu Abang nggak pernah bosan Dek, abisnya kamu bikin kecanduan."
"Iya, candu bin doyan!" kesal Fatimah segera menggunakan pakaian dinas secepatnya agar terlepas dari lilitan anakonda.
"Hehe... Benar doyan banget malah," kekehnya mengesalkan.
Keluarga Malik itu sarapan bersama, kebetulan Arman juga baru pulang semalam jadi keluarga mereka lengkap.
"Fa, kapan kamu bisa libur kembali?" Tanya Mama di sela sarapan.
"Mungkin setelah ujian semester akhir Ma," jawab Fatimah
"Kapan itu, Nak?"
"Kalau tidak berubah jadwalnya senin depan sudah mulai ujian, emang kenapa Ma?" tanya Fatimah penasaran
"Jika senin depan sudah mulai ujian, berarti satu minggu ujiannya ya Fa?"
"Benar, Ma."
"Begini, Mama dan Papa sudah menyediakan tiket Cruise liner untuk kalian berempat, jadi tinggal menunggu waktu dari kamu saja," jelas mama Anggi.
"Maksud Mama?" Fatimah masih belum mengerti.
"Maksudnya, Mama sudah menyediakan tiket untuk kalian berdua honeymoon, sekalian menyampaikan impian kakakmu untuk liburan menggunakan kapal pesiar," jelas Mama kembali
__ADS_1
Lyra dan Arman salaing bertatapan. Begitu juga Yandra dan Fatimah, seketika Pria itu tersenyum sumringah.
"Bagaimana Lyra? apakah kamu setuju?" tanya Mama pada Lyra.
"Aku setuju Ma, tapi ngikut Mas Arman saja," jawab Lyra sembari menatap sang suami.
"Kenapa Mama pesan tiket buat kita Ma, aku juga sudah pesan tiket Cruise liner di teluk Bayur, yang rencananya keberangkatan minggu depan," jelas Arman yang ternyata sudah merencanakan keberangkatan mereka.
"Kamu serius? Yah terus gimana dong? padahal tiketnya sudah deal udah lunas juga, tinggal menentukan tanggalnya saja," ucap Mama sedikit kecewa
"Yaudah untuk Mama dan Papa saja, sekalian liburan," solusi dari Lyra
"Papa nggak bisa, Papa sedang fokus penelitian sebuah obat," sanggah Papa.
"Terus gimana dong?" tanya Mama lagi bingung
"Yasudahlah Ma, kamu berikan saja tiket itu pada staff RS siapa diantara mereka yang baru menikah, hitung-hitung reward buat mereka," solusi Papa.
"Benar juga tuh ide Papa. Kamu berikan ya, Yan, pada staff di RS yang baru menikah," titah Mama.
Yandra berpikir sejenak, siapa staff di RS yang izin nikah bulan ini. Tiba-tiba dia mengingat Dr Yoga. Sepertinya hal yang bagus bisa pergi bersama rival untuk memperbaiki hubungan yang sempat memburuk dengan dokter ahli jantung andalan RS nya itu.
"Dr Yoga, Ma," jawab Yandra yang membuat semua orang terdiam sejenak
"Ya, Pa. Yoga sudah menikah."
"Loh, kok mereka tidak mengundang kita?" tanya Mama heran
"Mereka nikah secara siri Ma, karena istrinya harus mengurus surat kematian suami pertamanya."
Akhirnya Yandra menceritakan tentang Dr. jantung itu pada keluarganya, karena selama ini orangtuanya belum begitu mengetahui tentang kehidupan keluarga Yoga. Mereka hanya berpikir jika semua keluarga Yoga itu juga berada di kota yang sama.
Setelah mengetahui yang sebenarnya maka reaksi Mama Anggi begitu respect perhatian dan terhenyuh dengan perjalanan hidup seorang dokter Tampan yang penuh perjuangan itu.
"Yasudah kamu berikan tiket itu pada mereka. Bilang jika itu adalah bentuk apresiasi keluarga Malik atas segala kerja kerasnya dalam mengemban tugas di RS," jelas Papa.
"Jadi minggu depan kalian sudah berangkat?" tanya Mama pada Arman dan Lyra.
"Iya, Ma, rencananya pas aku balik besok sekalian bawa Lyra," jawab Arman
"Oya, Fa. Yanju biar ikut sama kakak saja ya. kan umurnya sudah 7 bulan jadi sudah bisa minum susu formula," ujar Lyra minta pendapat, karena ia tidak ingin merepotkan pasangan pengantin baru itu
__ADS_1
"Loh kenapa Kak? kalau selama itu Yanju tidak ASI berarti dia sudah berhenti. Biarkan Yanju bersama aku saja Kak, kami akan membawanya ikut liburan, ya Kak?" mohon Fatimah.
"Bukan, apa-apa Fa, kakak tidak ingin dia membuatmu repot, padahal kalian niatnya ingin honeymoon," jelas Lyra
"Aku sama sekali tidak merasa direpotkan, malah aku khawatir kakak yang repot, karena sekarang kehamilan kak Lyra sudah besar, nanti kakak kecapean. Udahlah kak! Yanju biar ikut dengan kami saja, kasihan harus berhenti ASI," mohon Fatimah kembali.
"Kalian serius tidak direpotkan oleh bayi mungil itu?" Tanya Arman
"Ya nggaklah Bang, kami senang bisa liburan bersama Yanju. Udah sekarang Abang dan kakak ipar tidak perlu pikirkan soal Yanju, yang penting nanti saat liburan jaga kesehatan kakak ipar dan jangan lupa minum obat dan vitamin yang aku berikan," ujar Yandra meyakinkan.
Akhirnya sarapan selesai setelah di iringi obrolan ringan, Yandra dan Fatimah izin kepada keluarga untuk berangkat tugas.
Mobil menepi di depan gerbang sekolah, Fatimah menyalami tangan sang suami.
"Adek masuk dulu ya, Abang kerja hati-hati," ujarnya sembari mencium tangan Yandra dan dibalas kecupan hangat di keningnya.
"Nanti siang pulang jam berapa? biar Abang jemput."
"Jam satu Bang, tapi nanti kita mampir ke rumah ibu dulu ya Bang, udah kangen ama mereka."
"Okey, sekalian Abang juga ada perlu dengan Ayah."
"Ada perlu apa Bang?" tanya Fatimah penasaran
"Mau minta terimakasih karena sudah memberikan Abang istri yang cantik dan Sholeha ini," jawabnya sembari mencolek hidung mancung Fatimah.
"Ih, apaan sih Bang, pinter banget gombalnya," refleks wanita itu mencium pipi sang suami saking gemasnya. "Yaudah Adek masuk dulu ya," ucapnya segera ingin membuka pintu mobil namun, lagi-lagi keisengan suaminya itu kembali datang.
Yandra mengunci pintu mobil itu. Tentu saja menimbulkan kecurigaan dari Fatimah, ia menatap Yandra dengan penuh tanda tanya apa lagi yang di inginkan Domesnya itu?
"Why?" tanyanya
"give me another kiss!"
"Ya ampun! 'kan udah tadi suamiku Sayang!" Kepala wanita itu pening melihat tingkat kemesuman sang suami.
Mau tidak mau dia harus memberi kecupan di bibir seksi dokter Tampan Itu dan dibalas dengan luma tan oleh Yandra, sehingga nafas mereka tak beraturan.
Karena ulah Yandra Fatimah harus memperbaiki lipglossnya yang hampir pudar maka ia memoles sedikit lagi di bibir mungilnya.
Bersambung....
__ADS_1
Happy reading 🥰