
Setelah mendapatkan vitamin disiang hari, Yandra segera membawa sang istri beranjak dari RS. Mereka akan mampir di sebuah restoran untuk makan siang.
Setelah mereka berada di parkiran, Yandra membawa Fatimah menaiki sebuah mobil pick up baru yang sudah terparkir disana.
"Loh, ini mobil siapa Bang?" tanya Fatimah heran.
"Ini mobil Ayah, jadi kita anterin mobil ini dulu kerumah orangtua kamu, setelah itu baru pulang,"
"Hmm, baiklah!" Ujarnya tersenyum segera naik.
"Adek aman 'kan, naik mobil ini?" Tanya Yandra memastikan
"Apaan sih Bang, ngomongnya begitu? Adek tu mau naik apapun tetap aman terkendali," jawab Fatimah yakin.
"Hehe... Bisa aja kamu Dek, muuach." Yandra memberi kecupan di kening Fatimah, lalu segera melajukan kendaraannya.
"Dek, mau makan apa?" Tanya Yandra yang masih fokus dengan kemudinya.
"Nasi Padang kayaknya enak deh Bang!"
"Okey, kita cari restauran Padang."
Setelah sampai di restauran Padang, mereka turun, Yandra merangkul pinggang Fatimah dengan mesra dan segera menggiring masuk kedalam.
"Yandra?"
Seseorang menyapa, maka pasangan itu secara bersamaan menoleh. Seketika ekspresi wajah Yandra berubah menjadi datar.
"Dek, kita cari tempat makan yang lain saja!" Ujarnya sembari menggandeng tangan Fatimah untuk keluar.
"Yan, tunggu dulu!"
Dengan tidak mempunyai rasa malu wanita itu bergerak meraih tangan Yandra, sehingga Fatimah terkesiap melihat keberaniannya.
"Yan, aku ingin bicara denganmu! Tolong beri aku kesempatan untuk bicara!"
"Maaf Dania, aku tidak bisa, ayo Sayang, kita pergi!" Ajak Yandra pada Fatimah merangkul pinggangnya dengan mesra.
"Tapi, Yan, Tunggu dulu!"
"Maaf, Mbak! tolong jaga sikap Anda! Apakah anda tidak mendengar bahwa suami saya tidak ingin bicara dengan anda!" Ujar Fatimah merasa gerah melihat tingkah wanita yang bernama Dania itu.
"Apa?! Suami?" Tanyanya tidak percaya
"Ya, kami sudah menikah! Tolong jaga sikap kamu!" Ujar Yandra membenarkan, ia segera menggandeng Fatimah untuk pergi.
Diperjalanan Fatimah menatap Yandra yang terlihat kesal. sebenarnya ia ingin bertanya siapakah wanita itu? kenapa dia begitu mengenal suaminya.
__ADS_1
"Bang?"
"Dia, mantan tunangan Abang!" Pria itu segera memberi jawaban, karena dia sudah tahu apa yang ingin dipertanyakan oleh sang istri.
"Tunangan?!" Jantung Fatimah berdegup kencang. "Tunangan kamu yang mana Bang? Kok Abang tidak pernah bicara sama aku!"
"I-iya Abang lupa," jawab Yandra sedikit gugup, sepertinya ia akan mendapat interogasi hari ini.
Fatimah menatap Yandra untuk meminta penjelasan, namun, sepertinya Pria itu enggan untuk membahasnya sekarang.
"Dek, nanti Abang jelasin ya! Sekarang kita cari makan dulu, soalnya Abang udah lapar banget nih!"
"Kenapa harus nunggu nanti sih Bang? Emang terlalu panjang ya ceritanya?"
"Enggak juga sih. Tapi Abang benaran udah lapar, kalau bicara dengan Adek pasti butuh tenaga yang ekstra untuk menjelaskannya," ujar Yandra dengan senyum menggoda, namun, menjengkelkan bagi Fatimah.
"Apa sih? Nggak jelas banget!" Sungut wanita itu memalingkan muka.
"Hehe... Biasa aja Dek, nggak usah manyun gitu," kekeh Yandra sembari mengusap kepala Fatimah dengan lembut.
Akhirnya Yandra menepikan kendaraan roda empat itu dengan sabar ia mencurahkan segala kisah masalalu yang sebenarnya sudah malas untuk dibahas. Namun, mengharuskan agar tak tumbuh kesalapahaman diantara mereka.
Setelah mendengarkan semua penjelasan Yandra, maka Fatimah baru merasa lega karena mengetahui bahwa Yandra tidak pernah ada perasaan, tunangan itu terjadi atas permintaan sang mama.
"Gimana? udah percaya belum? kalau belum coba intrupsi di bagian yang mana, Abang masih sabar kok buat ngejelasin," ujarnya dengan lembut diiringi senyum ramah lingkungan.
"Adek percaya kok Bang!" jawab Fatimah dengan senyum malu.
"Hihi... Ayo kita cari makan!" Ujarnya nyengir
Setelah selesai makan siang, pasangan suami istri itu segera mengantarkan mobil pick up kerumah orangtua Fatimah.
"Assalamualaikum..." ucap Fatimah dan Yandra berbarengan.
"Wa'alaikumsalam..." Pak Eko menjawab salam dan melihat keluar.
"Eh, Yandra, Fatimah. Ayo masuk!"
"Ayah apa kabar? Ibu dan adik-adik mana Yah?" Tanya Fatimah sembari menyalami tangan sang ayah
"Ibumu pergi wirid, Najuwa ikut juga. Dan Yusuf katanya ada tugas kelompok," jelas Ayah.
"Nggak ke kebun hari ini Yah?" Tanya Yandra sembari duduk di sofa ruang tamu.
"Ke kebun, ini baru saja pulang. Hari ini Ibumu tidak ikut, jadi Ayah makan siang terpaksa harus pulang."
"Yah, aku dan Fatimah datang kesini untuk mengantarkan mobil yang aku janjikan kemaren," ujar Yandra memberitahu.
__ADS_1
"Maksud kamu?" Tanya Ayah belum mengerti
"Itu mobilnya sudah aku bawa kesini Yah, tadi pagi diantarkan orang showroom ke RS, mari lihat dulu Yah," ajak Yandra.
Ayah dan Yandra kembali keluar untuk melihat kondisi mobil baru itu. Ayah memeriksa bagian-bagian tertentu untuk memastikan keamanan dan kenyamanan.
"Bagaimana,Yah? Apakah ada yang perlu di ubah?" Tanya Yandra memastikan untuk kenyamanan Ayah mertuanya.
"Tidak perlu, Yan. Semua sudah bagus dan nyaman. Jadi bagaimana cara pembayarannya?" Tanya Pak Eko memastikan
"Begini, nanti uang angsurannya Ayah berikan saja pada Fatimah, biar Fatimah yang melakukan pembayaran ke showroom, karena mobil ini atas nama Fatimah," jelas Yandra tentu saja berbohong demi kebaikan.
"Baiklah kalau begitu! Terimakasih ya Yan, Ayah benar-benar merasa sungkan karena sudah merepotkan kamu,"
"Tidak perlu sungkan Yah, aku sama sekali tidak merasa direpotkan, hanya ini yang dapat aku lakukan untuk meringankan beban Ayah."
"Ini sudah cukup bagi Ayah, Nak. Semoga Allah melimpahkan rezeki kamu," Do'a Ayah dengan tulus
"Aamiin..."
***
Hari ini ujian semester akhir telah usai, karena Fatimah guru agama, maka dalam satu Minggu ia sudah bisa menyimpulkan hasil nilai ujian selama satu semester. Baik itu dari nilai harian, ulangan, tengah semester. telah di satukan.
Akhirnya rencana liburan akan segera terleksanakan. Hari ini Fatimah pulang cukup lama dari jam pulang sekolah biasanya, karena harus menyelesaikan segala tugasnya di sekolah.
Saat dia sudah keluar dari gerbang sekolah, sang kekasih halal sudah sabar menantinya, terlihat diwajah Pria yang berusia 30 tahun itu sangat bahagia menyambut kedatangan sang istri.
"Udah dari tadi, Bang? Maaf ya, habisnya Adek harus selesaikan segala tugas dulu," ujarnya sembari menyalami tangan sang suami.
"Nggak papa, Sayang. Karena hari ini Abang sangat bahagia," balas Yandra sembari membukakan pintu mobil untuk Fatimah.
"Bahagia kenapa,Bang?"
"Ya bahagia dong, kan sebentar lagi kita akan berbulan madu. Jadi kita mempunyai waktu banyak untuk berduaan, mana tahu pulang dari sana kita mendapatkan kabar bahagia," bisiknya pada Fatimah.
"Maksud Abang?"
"Maksud Abang, Yanju akan mempunyai adik."
"Abang serius kita tidak perlu menundanya? Tapi kasihan Yanju, Bang! Dia masih terlalu kecil."
"Dek, walaupun kamu hamil, kasih sayang kita tidak akan pernah berkurang, toh selama ini Yanju tidak pernah kekurangan kasih sayang dari kita maupun Abang dan Lyra," ujar Yandra meyakinkan.
"Baiklah jika itu keputusan Abang, Adek ikut saja."
"Terimakasih,Sayang," ujar Yandra sembari mengecup bibir Fatimah.
__ADS_1
Bersambung....
Happy reading 🥰