Teacher And Doctors Love Story

Teacher And Doctors Love Story
Ujian selesai


__ADS_3

"Sayang, kita jadi berangkat besok 'kan? Soalnya tadi Dr Yandra menanyakan hal itu, tapi Mas belum memutuskan sih! Semua terserah kamu saja!" Tanya Yoga memastikan pada sang istri.


"Mas, yakin kita pergi bersama mereka?" Tanya Zahra sedikit ragu, wanita itu masih sibuk dengan aktivitasnya merapikan pakaiannya di dalam lemari.


"Tentu saja,Dek. Emang kenapa? Jangan bilang kamu akan cemburu dengan Fatimah, hmm?" Yoga memeluk Zahra dari belakang


Zahra menghentikan aktivitasnya sejenak, karena mendapat serangan dari sang suami di lehernya yang membuat darahnya berdesir hebat.


"Mas, awas dulu, aku masih belum selesai merapikan pakaian kamu nih!" Rengeknya dengan suara berat.


"Nanti saja lanjutnya,Sayang, aku kangen," ujar pria itu dengan nafas memburu, merasakan ada sesuatu yang menantang dibelakang.


"Sayang, kamu itu capek pulang kerja. Ayo buka jas kamu, dan mandi sekarang biar aku siapkan air hangat agar tubuh kamu Rileks!" Zahra merangkum kedua pipi suaminya itu dan memberi kecupan lembut.


Zahra tahu bahwa suaminya sedang lelah, hari ini ia pulang sudah sore karena banyak pasien yang kritis, maka Yoga harus menyediakan tenaga ekstra untuk mengatasi segala keluhan pasiennya yang rata-rata bermasalah dengan jantung.


"Tapi Sayang, kalau soal itu aku masih kuat kok! percaya deh, nggak akan lemes!" Ujarnya cemberut.


"Iya, Mas, aku tahu kemampuan kamu soal ranjang, aku akan melayani kamu.Tapi tidak sekarang, nanti malam ya! Sekarang Mas mandi , habis itu aku siapin makan untuk kamu! Okey suamiku yang tampan? Muuach!"


Zahra berusaha membujuk suaminya itu, agar tubuhnya rileks dan istirahat, lagipula ia masih banyak kerjaan yaitu memandikan kak Rara dan adik Arfan, ditambah sang Daddy yang ikut rewel, maka wanita itu harus bisa mengatasinya.


"Baiklah, janji ya! Awas kalau mangkir Mas kasih Doble kamu. Muuach!" Yoga membalas kecupan sang istri. "Eh, tapi gimana soal liburan itu Dek?" Tanyanya kembali ingin memastikan karena Zahra belum memberi jawaban.


"Kapan berangkatnya,Mas?"


"Lusa Dek. Kalau jadi nanti Mas kabari Dr Yandra."


"Baiklah, tapi kita harus bawa anak-anak semua ya Mas!"


"Kamu yakin, Sayang? Mas, sempat mikir jika kak Rara tinggal bareng Bik Nur, tapi kasihan juga." Ujar Pria itu bimbang


"Makanya anak-anak kita bawa saja Mas, kasihan kalau di tinggalkan."

__ADS_1


"Tapi apa kamu tidak repot?"


"Kita bawa suster satu Mas, kita tinggal beli tiket Cruise liner buat susternya, biar bisa bantuin aku selama kita liburan," ujar Zahra memberi pendapat.


"Baiklah, sepertinya ide kamu bagus juga! Kamu memang guru yang smart."


"Apaan sih Mas, Lebay!"


"Eh, nggak lebay kok' kamu memang pintar dan cantik, pokoknya banyak nilai plusnya buat Adek," jelasnya.


"Ya, baiklah. Terimakasih atas segala nilai plusnya ya Pak dokter. Hehe..."


Sore hari itu momen yang cukup bahagia dan penuh kehangatan dari pasangan suami istri itu, Yoga juga tidak membiarkan sang istri mengurusi anak-anak mereka sendiri. Pria itu selalu ikut andil jika waktunya senggang. Meskipun lelah namun ia selalu menyisihkan waktu untuk anak-anaknya.


***


Sore ini Fatimah dan Yandra baru saja pulang kerumah keluarga Malik. Fatimah segera mengambil Yanju yang baru selesai mandi dan bermain bersama Bibik.


"Hai, anak Ayah udah haus banget kayaknya nih! Sini sayang Ayah dulu, uuu... wangi banget kamu Sayang." Yandra menyayangi putranya itu sepertinya mereka merindukan Yanju karena seharian berpisah.


Yandra mencium bayi mungil itu sehingga sang bayi menjadi tidak fokus dan kesannya bermain-main saat ASI, sebentar lepas sebentar nyedot lagi, bayi itu juga tak lepas dengan tawa cekikikan karena merasa geli terkena bulu-bulu halus yang ada di wajah sang Ayah.


"Bang, jangan digangguin anaknya! Biarkan dia ASI sampai kenyang dulu! Punya aku tidak nyaman udah padat banget!" intrupsi Fatimah merasa sang suami menjadi pengganggu.


"Yaudah nanti kalau Yanju nggak sanggup habisin biar Ayah yang bantuin ya!" Ujarnya tersenyum nakal sembari mengedipkan matanya.


"Bang! Apaan sih! Mesum banget ngomong begitu dekat anaknya!" Sanggah Fatimah melihat kelakukan suaminya yang meresahkan.


"Hehehe... Sensi banget sih! Gemes lihat tuh bibir, apalagi yang ini!" Yandra menyentuh milik Fatimah yang sedang dikuasai oleh Yanju.


"Ya Allah, kenapa suamiku semesum ini sih? Benar-benar meresahkan, udah sana Ayah mandi! Bentar lagi magrib lho. Siap-siap sholat ke masjid!" Titah wanita itu.


"Okey, sayang dulu!" Yandra mengecup istri dan anaknya secara bergantian, lalu segera menuju kamar mandi.

__ADS_1


Fatimah tersenyum menatap punggung suaminya yang hilang dibalik pintu kamar mandi. Rasa syukur tak pernah lupa ia panjatkan, semoga rumah tangganya akan selalu bahagia seperti ini.


Setelah Yandra dan Papa pulang dari sholat magrib, mereka segera makan malam bersama. kini hanya mereka berempat, karena Arman dan Lyra sudah berangkat Minggu kemarin ke kota Padang. Mereka juga sudah memberi kabar telah berangkat liburan terlebih dahulu.


"Sudah selesai ujiannya ,Fa?" Tanya Mama di sela makan malam


"Sudah,Ma. Semua nilai sudah aku serahkan, jadi aku tidak perlu lagi masuk sekolah karena hari Senin besok tinggal pembagian lapor," jelas Fatimah.


"Wah bagus kalau begitu. Jadi kapan kalian akan berangkat?" Tanya Mama terlihat senang.


"Lusa, Ma, besok kami harus siap-siap dulu. Emang Mama ambil tujuan kita kemana liburannya?" Tanya Yandra sedikit penasaran karena tiket Cruise liner itu Mama yang memboking.


"Singapore dan Thailand," jawab Mama memberi tahu.


"Kenapa Mama pilih kesana?" Tanya Yandra penasaran dengan pilihan


"Ya, menurut Mama hanya itu negara yang tidak terlalu lama memakan waktu, karena Mama tahu bahwa Fatimah hanya memiliki libur dua mingguan, ya pilihan yang tepat sepertinya cukup keliling Asia saja yaitu di negri tetangga."


"Baiklah, terimakasih ya Ma, Pa, sudah memberikan hadiah pernikahan kami," ujar Yandra pada kedua orangtuanya.


"Ingat, nanti pulang harus bawa kabar gembira buat Papa dan Mama," kini giliran Papa Malik yang ikut menyambung percakapan mereka.


"Oke, siap! Akan aku usaha semaksimal mungkin agar membuahkan hasil!" Balas Yandra yang mendapatkan cubitan halus dari Fatimah.


Mama Anggi hanya geleng-geleng kepala sembari tersenyum mendengar percakapan Ayah dan anaknya itu. Dasar duo Domes!


Setelah menidurkan Yanju, Fatimah ikut berbaring, sementara Yandra masih ngobrol dengan Evan diruang tamu, mereka membahas tentang tugas yang harus di emban oleh wakil direktur dan sekaligus sahabatnya itu.


Sepertinya Evan cukup bekerja ekstra mengambil tugas Yandra yang akan cuti cukup lama. sementara untuk tugas Dr Obgyn harus digantikan oleh Dr Obgyn lain. Mereka juga membahas tentang tugas Dr Yoga yang juga harus digantikan oleh Dr jantung lainya.


Bersambung....


Happy reading 🥰

__ADS_1


__ADS_2