Teacher And Doctors Love Story

Teacher And Doctors Love Story
Gosip tetangga


__ADS_3

Dengan tergesa-gesa, Zahra pergi dari kediaman Dokter jantung itu. Ia melewati beberapa Ibu kompleks yang sedang ngerumpi sembari belanja sayuran.


"Eh ada istri simpanan pak dokter nih! Mau kemana Bu, pagi-pagi begini, bawa tas lagi! Lagi berantem ya sama pak dokter?"


"Makanya Bu, jangan mau jadi istri simpanan. Bilang sama dokter Yoga untuk meresmikan pernikahannya agar warga juga tahu jika kalian sudah menikah!"


Celetuk para ibu-ibu kompleks membuat telinga Zahra terasa panas, tetapi dia juga tidak bisa menanggapi. Akan lebih berbahaya lagi jika ia mengakui tidak ada hubungan apa-apa dengan Dr Yoga. Bisa-bisa akan tumbuh fitnah keji.


Zahra tidak menghiraukan perkataan ibu-ibu itu, ia semakin mempercepat langkahnya agar celoteh mereka tak lagi kedengaran.


"Zahra... Tunggu!" terdengar suara panggilan dan deru langkah sedang mengejarnya


Zahra menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang, ia merasa tidak percaya kenapa dokter Yoga mengejarnya?


"Mas Yoga! Ada apa?" Ujarnya heran


"Zahra, kenapa kamu pergi? Ayo pulanglah, kamu mau kemana. Tinggallah dirumahku, apakah kamu tidak kasihan dengan Arfan?"


"Tidak, terimakasih Mas. Aku sudah putuskan untuk tidak merepotkan orang lain lagi. Insyaallah aku bisa mencari kehidupan sendiri dan juga Putraku. Terimakasih banyak atas segala pertolongan mas Yoga selama ini." Zahra kembali meneruskan langkahnya.


"Tapi Zahra, bagaimana jika nanti keluarga almarhum suamimu menemukan kamu, dan mereka mengambil Arfan!"


Kata-kata Yoga membuat langkah Zahra berhenti, ia memang tidak memikirkan hal itu. Bagaimana jika benar apa yang dikatakan oleh Yoga, ia benar-benar tidak sanggup harus berpisah dengan putranya.


"Zah, pulanglah. Paling tidak aku masih bisa melindungi kamu dan Arfan, kamu jangan pernah merasa merepotkan aku. Sedikitpun aku tidak merasa di repotkan. Aku senang melihat Rara mempunyai teman dirumah jadi mereka tidak terlalu sepi," ujar Yoga meyakinkan Zahra.


Hati wanita itu bimbang, disisi lain ia ingin pergi agar tak menjadi beban orang. Namun ia juga takut jika nanti Arfan diambil paksa oleh mereka.


"Ayo pulanglah. Sekali lagi aku katakan, kamu jangan pernah merasa menjadi beban bagiku. Kamu dan Arfan sudah ku anggap bagian dari keluargaku," kata-kata itu sedikit membuat hati Zahra lega


Akhirnya ia mengikuti langkah sang dokter untuk kembali ke kediamannya. Namun mereka kembali melewati Ibu-ibu rumpi.


"Eh udah baikan Pa Dokter? Kapan mau diresmikan pernikahannya Pak? masa sih Rara sudah punya adik kami para tetangga nggak di beri tahu. Seharusnya dokter Yoga memberi pengumuman agar kami para ibu-ibu nggak salah mikir! Benar 'kan Ibu-ibu...?" Celetuk salah seorang tetangga yang rumahnya berdekatan dengan rumah Yoga.


"Iya benar..." Sorak ibu-ibu yang lainnya

__ADS_1


Zahra merasa tidak tahan mendengar gosip mereka, maka dia akan mengatakan sesuatu namun bahunya di tahan oleh Yoga sembari menggelengkan kepala untuk memberi kode agar Zahra tidak meladeni mereka.


Akhirnya Yoga dan Zahra berlalu tanpa menghiraukan mereka.


***


Sementara itu di kediaman Fatimah. Gadis itu baru saja mulai bersiap untuk menghadiri sidang pra nikah di KUA bersama Yandra.


"Fatimah..." panggil ibu dari luar.


"Iya,Bu. Ada apa?" jawabnya dari dalam kamar


"Kamu udah siap belum? ini nak Yandra sudah datang!"


Fatimah menatap jam dinding, baru jam 7.15 kenapa Pria itu tidak konsisten dengan janjinya. padahal dia sendiri yang mengatakan akan datang jam sembilan pagi. Gadis itu menggeram sendiri.


Dengan masih menggunakan piyama tidurnya yang lengan panjang dan tak lupa hijab instan, Fatimah keluar dengan perlahan menggunakan kruk menemui Yandra.


"Kok belum siap-siap Dek?" Tanya Pria itu ringan


"Abang yakin jam segini KUA sudah buka? Abang tuh kenapa sih nggak konsist banget jadi orang. masih gelap loh ini, Bang!" Ujar gadis itu sewot


"Tumben Bang, datang pagi-pagi begini!" Celetuk Yusuf yang sudah bersiap pergi ke sekolah.


"Woi, iya dong adik ipar! Udah mau berangkat aja nih? temani Abang cari sarapan dulu yuk," ajaknya pada Yusuf.


"Aduh, aku udah mau berangkat Bang, soalnya hari ini upacara. gini aja aku tunjukkin dimana tempat jual sarapan habis itu aku langsung kesekolah.


"Okey, kamu naik motor?" tanya Yandra


"Iya, Abang ikutin aku dari belakang,"


"Kamu nggak usah naik motor, Abang anterin kamu pekek mobil ke sekolah. Gimana?"


"Tapi nanti aku pulang pake apa kalau aku nggak bawa motor," ujar Yusuf bingung

__ADS_1


"Itu mah gampang. Nanti Abang yang jemput kamu pulang!"


Yusuf menimbang sesaat. Akhirnya ia menerima tawaran dari calon Abang iparnya itu.


"Dek, bilang sama ibu, nggak usah buat sarapan. Abang beliin sarapan diluar, Adek mau apa?"


"Apa aja deh,Bang." jawab Fatimah pasrah


"Yaudah Abang pergi bentar ya, sekalian antar Yusuf ke sekolah," pamitnya pada Fatimah.


Hanya butuh waktu 30 menit Yandra sudah kembali dengan menenteng bermacam sarapan, dari mulai gado-gado, lotek, bubur kacang ijo, hingga bubur ayam.


"Bu, ini aku beli sarapan biar bisa makan bareng," Yandra menyerahkan semua bungkusan itu pada ibu


"MasyaAllah kenapa banyak sekali,Yan? siapa yang mau makan sebanyak ini," ujar ibu heran


"Nggak apa-apa,Bu. Kalo terlalu banyak simpan di kulkas, atau bisa di kasih tetangga kalau ada yang mau."


"Bu, aku mau gado-gado ya," celoteh sibungsu Najuwa.


"Ambil saja Dek, kamu nggak sekolah?" tanya Yandra


"Nanti masuk siang Bang. Oya, Bang Yoga kemana kok nggak pernah datang kesini lagi, aku kangen sama dia. Bang Yandra sering ketemu 'kan dengan bang Yoga?"


Pertanyaan Najuwa membuat Yandra sedikit terkejut. Yang mau jadi Abang iparnya dia, kenapa Yoga yang di tanya? apakah dirinya kurang dekat dengan si bungsu? Hah! bikin mood rusak aja nih pertanyaan bocil.


"Nggak terlalu sering ketemu Dek, soalnya kami sama-sama sibuk," jawab Yandra sekenanya saja.


"Oh, nanti kalo ketemu bilangin suruh datang kerumah ya Bang,"


"Baiklah, sepertinya kamu naksir ya sama dia? hmm, ayo ngaku?" goda Yandra sembari mencolek hidung mancung Najuwa.


"Apaan sih Bang. Iya naksir, tapi sebagai kakak. Karena bang Yoga itu orangnya baik dan pengertian, penyayang lagi. Terus kalau di bawa bicara enak, nggak kaku. Pokoknya apapun yang Cua tanyain selalu mendapatkan jawaban!"


Yandra seperti tersengat listrik mendengar pengakuan calon adik iparnya itu. Memang selama ini dia tidak pernah meluangkan waktu untuk mendekatkan diri dengan bocil yang bijak itu. Dia hanya fokus dengan Yusuf karena mempunyai hobby sama dengannya. Hingga dia nggak kepikiran bahwa ada satu orang wanita cantik lagi yang butuh perhatian darinya.

__ADS_1


Bersambung....


Happy reading 🥰


__ADS_2