
"Kalau memang hamil, Alhamdulillah..." Ujar Yoga menanggapi kecemasan sang istri.
"Tapi aku belum siap, Mas. Arfan masih kecil," tukas Zahra
"Kok belum siap, Dek? Arfan sudah hampir setahun. Tidak ada masalah jika dia mempunyai adik lagi. Nanti kita cari babysitter untuk Arfan, agar kamu nggak kecapean."
Zahra hanya diam, dia masih belum percaya akan hamil lagi, perasaan baru kemaren dia melahirkan. Tapi, juga tidak bisa menolak rezeki yang sudah Allah berikan.
"Kamu sudah siap punya baby lagi, Mas?" tanya Zahra memastikan.
"Siap banget, Dek. Kamu tenang saja, aku akan berusaha untuk menjadi suami siaga buat kamu." Yoga mengukir senyum manis.
"Yaudah,deh, Mas." jawab Zahra pasrah.
"Kok, nggak semangat gitu? Harus happy dong!" Yoga menggusal kepala Zahra.
Tak berselang lama pasangan itu sudah sampai di RS Malik. Mereka segera menuju kamar rawat, Fatimah.
"Selamat ya, Fa, akhirnya launching juga baby girl. Udah dapet sepasang," Zahra menyalami Fatimah dan cipika cipiki.
"Alhamdulillah, terimakasih ya, Zah, kamu kapan nyusul?" tanya Fatimah.
"Semoga sembilan bulan kedepan aku gantiin kamu disini," jawab Zahra, yang membuat Fatimah tersenyum.
"Wah, kamu serius?"
"Nggak bisa bilang pasti, sih. Karena belum periksa, karena masih nebak aja, soalnya sudah telat," jelas Zahra.
"Alhamdulillah, jika benar. Aku Do'ain dapat kembar sekalian."
__ADS_1
"Aduh, jangan dong. Nggak sanggup aku, ribet Fa, tapi kalau Allah yang berkehendak ya Alhamdulillah juga." Zahra menimpali.
"Yaudah, biar aku periksa sekarang." tawar Yandra yang tak sengaja mendengar cerita dua wanita itu.
"Nggak, istriku sama Dr Rana saja." Potong Yoga.
"Yaelah, cemburu kamu?" tanya Yandra
"Iyalah. Nggak ada yang boleh menjamah tubuh istriku selain aku." tegas Yoga.
"Dasar posesif." balas Yandra
"Biarin!"
Setelah cukup lama mereka berbincang-bincang. Pasangan itu kembali pulang, tetapi sebelum pulang. Yoga menemui Dr Obgyn, untuk memastikan bahwa Zahra benaran hamil.
"Biar jelas, Dek, kalau benar, kamu nggak boleh terlalu banyak aktivitas. Aku akan segera mencari dua babysitter untuk Rara dan Arfan, jadi kamu biar fokus dengan kandunganmu."
"Ish, nggak perlu berlebihan gitu juga kali, Mas! Aku masih bisa ngurusin anak-anak, satu aja udah cukup," bantah wanita itu tak setuju ide suaminya yang ingin memperkerjakan babysitter sekali dua.
"Yaudah, terserah kamu saja."
"Andini Azzahra!" panggil perawat
"Ya, saya." Zahra dan Yoga segera masuk kedalam ruangan Dr Obgyn.
"Hai, Dok. Ternyata istrinya Dr Yoga," seru Dr Obgyn itu tersenyum ramah. Karena mereka sama-sama bekerja di RS yang sama tentu saja kenal dengan baik.
"Iya, Dok."
__ADS_1
"Ayo timbang dan cek tensi dulu ya, Bu." Asisten Dr itu segera membawa Zahra untuk melakukan pemeriksaan awal sebelum beralih ke bad pasien, untuk melakukan USG.
Sembari menunggu Zahra, Yoga dan Dokter Rana, saling berbincang seputaran medis.
"Ayo mari, Bu." Zahra di temani Yoga segera menuju bad pasien.
"Bagaimana hasilnya, Dok?" tanya Yoga, rasa tak sabar.
"Alhamdulillah, selamat ya. Ibu Zahra sedang hamil, berjalan enam Minggu, janinnya sehat, cuma di trimester pertama ini jangan terlalu banyak bergerak dan kelelahan. Usahakan minum susu hamil, biasanya di bulan ketiga akan terjadi perubahan selera makan, maka dari itu, usahakan untuk tetap minum susu dan vitamin, agar janin tetap sehat."
"Alhamdulillah... Kamu dengar, sayang, kata dokter, kamu tidak boleh terlalu banyak gerak." Yoga mengingatkan sang istri.
"Baik, terimakasih ya, Dok, insyaAllah akan saya ikuti saran dokter," ujar Zahra.
Jika Zahra dan Yoga sedang berbahagia menanti kehadiran buah hatinya. Begitu juga dengan Fatimah dan Yandra. Pasangan itu sedang menikmati menjadi orangtua baru bagi anaknya.
Meskipun Yandra sudah mempunyai anak dari Lyra, tapi, pengalaman mengurus bayi baru kali ini ia rasakan. Karena dulu Yanju Lyra yang mengurus bersama Arman.
Kini Lyra dan Arman sudah balik ke kota Padang, karena Arman yang sangat sibuk, apalagi sekarang dia sudah naik jabatan, sudah jadi Jendra, mendapatkan bintang 2. Jadi, dia harus memboyong istri dan anak kembarnya kembali ke kota Padang, sementara itu atas kesepakatan bersama, Yanju tetap berada di dalam pengasuhan Yandra dan Fatimah.
Setiap waktu libur, Lyra dan Arman akan bertolak ke kota Medan, untuk melepaskan rindu pada putra sulung mereka. Kini pasangan itu sudah meraih kebahagiaan porsi mereka masing-masing.
TAMAT
***Terimakasih yang telah mengikuti kisah mereka 🙏 Silahkan mampir ke kisah anak-anak mereka. Klik profil author dan cari novel yang berjudul (Belenggu cinta istri simpanan Tuan Dokter)
Dan satu lagi. (Istriku Anak Jendral)
Sekali lagi aku ucapkan terimakasih banyak untuk raeder yang masih setia mengikuti karya-karya receh author 🙏 Salam sayang dari jauh🥰🤗***
__ADS_1