Teacher And Doctors Love Story

Teacher And Doctors Love Story
Salah paham


__ADS_3

Fatimah, kamu Dimana? kok kamu sudah check out?" suara teman Fatimah dari seberang sana


"Maaf,kak Hesti. aku sengaja check out karena ingin menginap di kediaman saudara yang tidak jauh dari hotel. maaf banget ya,Kak. tolong beritahu yang lainnya!" Ucap Fatimah terpaksa berbohong.


Ternyata teman-teman Fatimah yang lainnya tidak ada yang mengetahui peristiwa itu. ya, tentu saja mereka menutup rapat masalah itu, karena itu adalah perilaku keji Bos mereka sendiri.


Setelah bicara dengan temannya, Fatimah masih termangu di sofa. Sementara Yandra ingin menelpon pengacaranya.


"Bang..." panggil Fatimah mengalihkan perhatian Yandra.


"Ya, ada apa,Dek?" Tanya Yandra sembari duduk di sisi gadis itu


"Kalau boleh kasus ini tidak usah diperpanjang. karena itu akan membuat Keluarga merasa cemas, apalagi Ibu dan ayah! Adek juga tidak siap untuk bertemu lagi dengan Pria itu, jadi adek mohon lupakan saja masalah ini. Adek tidak ingin membayangkan hal itu lagi, Bang!" ujar Fatimah memohon.


"Tapi dia sudah melecehkan kamu,Dek. Abang tidak terima!" Yandra bersikukuh


"Tapi dengan memperpanjang kasus ini, maka kesempatan Adek bertemu dengan pria itu semakin banyak saat di persidangan. dan semua orang akan tahu prihal ini. Adek juga tidak mau datang gosip, itu akan berpengaruh pada keluarga Abang. mereka berpikir jika Adek Abang nikahi sudah tak suci lagi!" kembali Fatimah menjelaskan alasannya.


Lama Yandra memikirkan ucapan calon istrinya itu. memang ada benarnya juga. dengan adanya gosip menyebar maka orang-orang akan memandang hina pada Fatimah. yandra juga tidak ingin merusak karir Fatimah yang akan baru saja dimulai.


"Baiklah, Sayang. Abang akan batalkan untuk menuntut Pria breng**k itu! tapi Abang akan menemani Adek selama mengikuti ujian ini!" tegasnya


Fatimah yang merasa sangat terlindungi oleh Yandra maka ia menerima tawaran sang dokter.


"Tapi apa alasan Abang dengan keluarga, karena tidak pulang dalam beberapa hari ini?" tanya Fatimah ragu


"Tenanglah! Abang akan katakan ada pekerjaan di RS luar kota!" jawab Yandra tanpa beban


"Hmm, baiklah." ujar gadis itu tersenyum.


"Ayo, sekarang kita tidur!" ajak Yandra.


"Baiklah." Fatimah segera beranjak menuju tempat tidur. namun Pria itu mengekor di belakangnya


"Eh, Abang mau ngapain?" tanya Fatimah curiga


"Hehe... mau tidur lah,Dek," pria itu nyengir kuda.


"Jangan macam-macam ya,Bang! jangan cari kesempatan dengan kejadian ini. ingat Adek tidak akan mau tidur bareng sebelum kita menjadi halal. sebenarnya kita sekamar seperti ini adalah dosa. tapi Adek tidak ada pilihan asalkan kita mempunyai prinsip, yaitu tidak akan seranjang sebelum halal! Abang ngerti?" tegas gadis itu

__ADS_1


"Ok, teacher, I understand!" jawab Pria itu paham


"Very good!" balas Fatimah mengedikkan bahunya


Namun Pria itu masih saja mengikuti langkah Fatimah, sehingga gadis itu menatapnya curiga. "Abang, mau ngapain lagi ngikutin Adek? apakah Abang tidak nyaman tidur di sofa? kalau begitu Abang tidur disini, biar Adek yang disana."


"Kenapa kamu takut sekali sih,Dek. Abang gemes banget sama kamu. Abang hanya mengantarkan kamu untuk tidur. ayo berbaringlah. Abang akan memastikan kamu tertidur dengan pulas!" jelas Pria itu begitu perhatian.


"Adek, nggak mau. takutnya Abang modus!" tolak Fatimah dengan curiga


"Astaghfirullah... Adek tidak percaya dengan Abang? kamu itu sebentar lagi akan menjadi milikku, jadi untuk apa aku modusin kamu. ayo tidurlah!" titahnya


Fatimah menatap Pria itu untuk melihat kesungguhannya. bagaimana bisa dia percaya begitu saja. bukankah dulu dia juga sangat mencintai kak Lyra, tapi mereka melakukannya di luar pernikahan.


Lama gadis itu termangu menatap wajah pria yang ada dihadapannya. Fatimah masih ragu untuk berbaring dengan adanya Yandra di sisi ranjangnya.


"Kenapa Adek menatap Abang begitu?" tanya Yandra heran


Fatimah segera merangkak naik ke atas tempat tidur. tatapan mereka bertemu. gadis itu masih penasaran tentang masalalu Yandra dengan Lyra, kenapa mereka bisa melakukan hal itu sebelum menikah.


"Bang, boleh Adek tanya sesuatu?"


"Kenapa dulu Abang pernah melakukannya dengan kak Lyra? bukankah kalian juga saling mencintai?"


Pertanyaan gadis itu membuat raut wajah Yandra berubah seketika. sepertinya Yandra tidak suka jika Fatimah membahas masalalunya.


Yandra berdiri dan menatap Fatimah dengan aura dingin. "Ayo tidurlah!" Yandra menarik selimut tebal menutupi gadis itu hingga sebahu, lalu mematikan lampu utama dan menggantinya dengan lampu wall lighting. cahayanya yang tamaram sehingga menampilkan remang-remang. lalu ia menuju sofa panjang yang tak berapa jauh dari ranjang itu.


Sementara itu Fatimah hanya terdiam saat melihat perubahan sikap Yandra. ia berpikir apakah dirinya salah menanyakan hal itu? apakah Yandra masih menyimpan perasaan dengan Lyra? gadis itu tidur dengan gelisah.


Fatimah berusaha melupakan semuanya ia memejamkan mata namun tidak bisa pikirannya tidak tenang, entah berapa kali ia mengubah posisi tidurnya mencari posisi yang nyaman, namun tetap saja tidak bisa. Fatimah masih memperhatikan Pria yang berbaring di atas sofa itu.


Fatimah gelisah bukan karena ia takut dengan Pria itu, melainkan ia merasa bersalah karena sudah salah bicara. bagaimana jika besok Yandra pergi meninggalkannya.


***


Pagi sudah menjelang. rasanya gadis itu baru beberapa menit terlelap, namun ia merasa ada yang mengguncang bahunya dengan lembut.


"Dek, ayo sholat subuh." Yandra membangunkan Fatimah

__ADS_1


Fatimah yang mendengar suara itu segera membuka matanya dan berusaha mengembalikan alam kesadarannya dengan sempurna. ia menatap Yandra sudah berdiri dihadapannya dengan menggunakan sarung dan peci hitam yang difasilitasi oleh pihak hotel .


"Abang, sudah sholat?" tanya gadis itu dengan suara serak


"Sudah. sekarang bangunlah sholat subuh dulu!" jawabnya masih dengan nada datar segera berlalu dan duduk di sofa sembari memainkan ponselnya.


Yandra segera menghubungi Dr Evan, ia memintanya untuk menghandle semua tugasnya untuk dua hari kedepan. Yandra juga mengatakan bahwa dirinya ada tugas di cabang RS yang ada di luar kota. jadi untuk dua hari ini jadwal prakteknya di tunda bagi pasien yang sudah membuat janji agar digantikan oleh Dr Obgyn lainnya dulu.


Setelah selesai sholat subuh, Fatimah menghampiri Pria itu. ia harus menyelesaikan kesalapahaman tadi malam. Fatimah duduk disisi Yandra namun Pria itu cuek tanpa menoleh sedikitpun.


"Apakah Abang masih marah?" tanya gadis itu menatap wajah tampan calon suaminya dari sisi samping.


Yandra menoleh sesaat lalu kembali fokus dengan ponselnya. ia tak menggubris pertanyaan Fatimah.


"Bang, bicara dong! jangan diam saja. Adek minta maaf jika Abang tersinggung dengan pertanyaan Adek semalam!" mohon gadis itu.


Yandra menutup layar ponselnya dan menghirup udara sepenuh dada. dengan nafas berat ia berusaha bicara.


"Dek, dari awal tentu kamu sudah tahu dengan masa lalu Abang. namun kamu masih menyimpan perasaan cinta untuk Abang. Abang berusaha bangkit dari masalalu dan memilih Adek untuk melabuhkan segenap cinta dan kasih sayang. walaupun Adek bukanlah yang pertama dalam hidupku. tapi Abang sudah berjanji adeklah cinta terakhir. tapi jika Adek tidak bisa menerima masalalu Abang untuk apa kita melangkah sejauh ini?"


Pertanyaan Yandra membuat Fatimah terkesiap. apakah sebegitu menyakitinya pertanyaan itu?


"Apakah pertanyaan Adek, begitu menyakiti Abang? apakah Adek tidak boleh tahu sedikit saja tentang masalalu Abang. atau jangan-jangan Abang masih mencintai kak Lyra?" pertanyaan gadis itu kembali membuat Yandra kecewa


"Fatimah, Abang sudah katakan bahwa Abang mencintai kamu, dan itu berarti Abang sudah tidak ada perasaan apapun lagi kepadanya. tapi Abang tidak mau masalalu Abang ini akan menjadi pemicu masalah di dalam rumah tangga kita nanti. seharusnya kamu tidak mengingatkan Abang lagi dengan masalalu itu. jika kamu benar-benar cinta dan sayang, maka berusahalah untuk tidak mengingat hal itu lagi. mari kita melangkah menuju bahagia tanpa ada bayangan masalalu yang akan merusak kebahagiaan kita, dan cobalah untuk percaya!" tegas Yandra


Fatimah hanya menunduk, sudut matanya terasa panas. ia menyadari kesalahannya. apa yang dikatakan oleh calon suaminya itu benar. seharusnya ia tak perlu mengungkit hal itu lagi. karena mereka sudah mempunyai kehidupan masing-masing. kak Lyra juga sudah bahagia bersama bang Arman. tidak seharusnya ia merusak kebahagiaan mereka dengan mengungkit masalalu itu. bukankah setiap manusia tak luput dari salah dan dosa.


"Bang, maafkan kesalahan Adek! maaf, jika Adek sudah menyakiti Abang. tapi aku hanya wanita biasa,Bang. yang tidak lepas dari rasa yang mendominan setiap wanita manapun termasuk Adek. yaitu sikap cemburu. terkadang rasa cemburu membuat nalar tak bisa berpikir secara jernih. mulai sekarang Adek akan berusaha untuk mengubahnya. Adek janji tidak akan mengungkit hal itu lagi!" ujar gadis itu bersungguh dengan deraian air mata.


Yandra merangkum kedua Pipi Fatimah dan menghapus air mata di pipi itu dengan jarinya. "Dek, dengarkan Abang! Adek jangan pernah meragukan perasaan Abang. karena Abang sangat mencintai Adek, jadi Abang tidak akan pernah mau menyakiti perasaan orang yang Abang cintai. Abang hanya ingin hidup bahagia bersamamu dengan anak-anak kita kelak! jadi tolong percaya dengan Abang dengan sepenuhnya." ujar Yandra dengan lembut sehingga membuat gadis itu menangis hingga tergugu.


"Maafkan Adek, Bang!"


"Sstth... udah jangan nangis lagi ya. Abang sudah maafkan Adek. sekarang ayo kita cari sarapan." ujar Yandra mengakhiri kesalahpahaman mereka.


Bersambung....


Jangan lupa dukungannya agar Author tetap semangat Update walaupun dalam keadaan kurang sehat 🤧

__ADS_1


Happy reading 🥰


__ADS_2