
"Sudah mau berangkat kamu,Fa?" tanya Mama Anggi saat melihat Fatimah baru datang dengan menggendong Yanju.
"Iya, Ma, sekitar setengah jam lagi Bis rombongan berangkat,"
Lyra menghampiri Fatimah dan mengambil Yanju dari gendongan ibu susunya itu.
"Kak, ini stok ASI buat Yanju. seperti yang Mama bilang, jangan telat drivernya untuk menjemput stok ASI yang setiap hari akan aku titipkan," jelas Fatimah sembari menyerahkan stok ASI yang sudah dia sediakan.
"Baiklah, Fa. kamu hati-hati ya. jaga diri baik-baik, semoga ujian kamu berjalan lancar,"
"Aamiin Terimakasih ya,Kak." Fatimah mengecup wajah bayi mungilnya. entah kenapa ia merasa sedih untuk berpisah dengan putranya walaupun hanya tiga hari. ia benar-benar merasa menjadi ibu kandung untuk Yanju.
"Sayang, ibu pergi ya,Nak. Anju sama Bunda dulu, ibu nggak lama kok Sayang. ibu pasti kangen banget sama Anju," ujarnya dengan sedih.
Ya, Fatimah masih memberikan Yanju ASI, namun melalui botol, karena dia hanya bisa menitipkan ASI pada driver yang di utus oleh keluarga Malik khusus menjemput ASI. kebetulan jarak kota dan tempat Fatimah ujian hanya memakan waktu sekitar Satu jam perjalanan.
"Ma, Pa. aku pamit ya," ujar Fatimah sembari menyalami kedua calon mertuanya dan juga pamit dengan calon Abang iparnya, Arman.
"Kamu hati-hati ya,Nak. semoga urusan kamu berjalan lancar." ujar Mama Anggi
"Aamiin..."
Setelah berpamitan dengan semua keluarga Malik. Yandra Kembali mengantarkan Fatimah menuju sekolahnya, karena Bus rombongan akan menjemput di sekolah masing-masing.
"Dek, Abang saja yang anterin kamu,Ya?" ujar Yandra
"Nggak usah,Bang. aku sudah janji berangkat bareng rombongan guru yang lainnya, jadi nggak enak nanti," tolak Fatimah
"Adek, kenapa ngeyel banget sih? lagian Adek kan bisa cari alasan. yang penting ketemunya disana!" ujarnya masih maksa
"Ya Allah, Bang. yang ngeyel Abang atau Adek sih? kenapa Abang mendadak Bucin begini?" tanya Fatimah tersenyum manis
"Adek nggak suka jika Abang jadi Bucin begini? ini semua gara2 Adek!" sungutnya
"Ihh, jelek banget kalo ngambek begitu. Abangku, dengerin ya! Adek tuh perginya bareng kru dan kami sudah buat janji. setelah sampai kami akan menempati penginapan yang sudah ditentukan oleh pihak sekolah. dan jam dua kami sudah mengikuti seminar. jadi... kalau Abang yang nganterin aku, maka aku pastikan akan terlambat," jelas Fatimah panjang lebar agar calon suami ngeyelnya itu paham
"Ya nggak mungkinlah Adek terlambat. Abang pastikan kita lebih dulu sampai dari mereka," ujarnya percaya diri
"Yakin Abang nggak ngerecoki aku sampai disana?"
"Eh, yakinlah! mau ngerecoki apa coba? kita belum halal. kalau sudah halal Abang pastikan adek gagal ikuti latihan itu," ujarnya mulai mengarah kesana
__ADS_1
"Awas... jangan mulai ya Bang, tuh otak oleng," peringatan Fatimah
"Hehe... oleng-oleng dikit gapapa lah,Dek. asal jangan oleng akut," ujarnya nyengir
"Udahlah,Bang. adek pergi sama rombongan aja ya. Adek mohon Abang ngertiin Adek dong! Adek tidak ingin dikatakan tidak konsisten." mohon Fatimah dengan wajah melas
Yandra menatap wajah calon istrinya yang tampak tidak ingin direcoki. ia baru sadar seharusnya dirinya memberi dukungan agar Fatimah segera menyelesaikan ujiannya.
"Baiklah, tapi Adek janji ya, nggak boleh dekat dengan Pria manapun!" kembali peringatan posesif nya datang
"InsyaAllah Adek janji, Abang tidak perlu khawatir. tapi adek boleh nggak menginginkan hal yang sama seperti Abang?"
"Maksudnya gimana? Abang nggak boleh dekat dengan wanita manapun 'begitu?" tanya Yandra memastikan maksud calon istrinya
"Hmm, ya begitu!"
"Ya, nggak bisalah!"
"Kok nggak bisa? kenapa Abang egois sekali!" Fatimah cemberut dan memalingkan wajahnya
Yandra tersenyum. "Sayang, Abang nggak bisa janji jika kamu minta Abang untuk tidak dekat dengan wanita manapun. kan Adek tahu sendiri profesi Abang seorang dokter obgyn, ya sudah jelas Abang selalu dekat dengan wanita-wanita hamil, karena mereka semua pasien Abang," jelas Yandra panjang lebar
Fatimah segera menyadarinya ia menoleh dan menatap Yandra dengan wajah sedikit malu.
Yandra mengusap kepala Fatimah dengan lembut. "Abang janji,Sayang. tidak akan pernah ada lagi wanita yang mengisi hati Abang selain Adek!"
"Makasih ya, Bang!" Fatimah tersenyum bahagia, dia selalu bersyukur karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan lagi. ternyata mencintai dan dicintai sangatlah membahagiakan.
***
Setelah sampai ke sekolah. Fatimah segera menghampiri para guru lainnya yang sudah bersiap untuk berangkat dan bus rombongan sudah standby.
"Dek, ini kopernya. Abang langsung ke RS ya. nanti kalau sudah sampai jangan lupa kabari Abang. kalau ada keperluan sesuatu segera telpon," jelas Yandra kepada Fatimah, sembari menyerahkan koper bawaannya tadi.
"Iya, insyaAllah,Bang, Terimakasih, Abang juga hati-hati ya," balas Fatimah dengan senyum simpul
"Eh, Dokter Yandra 'kan?" tanya salah seorang guru yang ada disana.
"Ya, apakah kita pernah kenal?" tanya Yandra dengan ramah
"Yaelah Dok. sama pasien sendiri lupa. saya pasien dokter, bahkan kedua anak saya lahirannya dengan,Dokter." jelas teman sejawat Fatimah itu
__ADS_1
"Oh benarkah? maaf ya saya lupa. karena terlalu banyak pasien,"
"Iya tidak apa-apa,Dok. ngomong-ngomong dokter ada hubungan dengan Bu Fatimah?"
"Ya, saya calon suami Fatimah. dua minggu lagi kami akan menikah, lebih lengkapnya biar Fatimah saja yang menjelaskan. kalau begitu saya permisi dulu!" Yandra mengakhiri percakapannya dengan mantan pasiennya itu.
"Dek, Abang pergi ya, hati-hati dijalan!" pamitnya sekali lagi
Setelah Yandra pergi Fatimah mendapatkan puluhan pertanyaan dari teman-temannya. sehingga gadis itu harus membenarkan ucapan sang dokter agar jiwa kepo kaumnya itu tak meronta-ronta lagi.
"Ciee... yang sebentar lagi dinakahi oleh seorang dokter Tampan dan senior lagi. wih pasti senang banget tuh,Bu Fatimah." ujar salah seorang teman sebangkunya.
Fatimah hanya tersenyum malu mendapat komentar dan seloroh para teman seprofesinya.
"Udah ah, aku jangan digodain terus! malu nih!" ujar Fatimah merengek pada teman-temannya.
"Hahaha... udah dong woii. besok kita nggak diundang sama Bu Fatimah!" salah seorang temannya yang dibelakang mereka.
"Tapi benaran, kami ikut senang atas kebahagiaan kamu,Fa. semoga diberikan kelancaran ya hingga hari H."
"Aamiin Terimakasih ya, pokoknya besok semua teman aku undang. harus datang ya!" balas Fatimah
"Ya pastilah kami datang, secara rugi jika tidak menyaksikan kebahagiaan kamu,"
Kini Bus rombongan itu terdengar riuh oleh celotehan para CPNS itu. ya memang semua yang ikut para guru perempuan.
***
Kini mereka sudah sampai ditujuan. mereka istirahat sejenak, karena acaranya akan dimulai nati siang sekitar jam dua.
Fatimah segera mengirim pesan pada Yandra. dia tidak mau jika nanti timbul pertanyaan beruntun dari Pria yang sekarang hampir menjadi posesif itu.
"Assalamualaikum... Bang, adek sudah sampai."
Setelah mengirim pesan pada Yandra, ia segera menelpon ibunya, dan Mama Anggi. agar mereka tidak cemas.
Cukup lama pesan belum di buka. mungkin Yandra sedang sibuk dengan pasiennya. maka Fatimah putuskan untuk istirahat sejenak sebelum mengikuti acara seminar itu.
Bersambung....
Jangan lupa dukungannya ya 🙏🥰
__ADS_1
Happy reading 🥰