
Tidak berselang lama, mobil yang dikendarai oleh Yandra sudah sampai di sebuah rumah yang terletak di kompleks elite. Yandra menatap Fatimah masih tidur pulas.
Dengan perlahan Yandra membopong tubuh sang istri untuk masuk kedalam rumah itu. Dan dirumah itu sudah tersedia art dan tukang kebun.
"Mbak, tolong bukakan pintu kamar saya," ujar Yandra pada art yang bekerja di rumah itu.
Yandra segera membaringkan Fatimah di atas tempat tidur dengan perlahan, setelah itu ia kembali keluar untuk menelpon seseorang, agar segera mempersiapkan kejutan buat Fatimah setelah bangun nanti.
Yandra juga menelpon seluruh anggota keluarganya untuk ikut serta memberi kejutan pada sang istri.
Ya, Yandra telah membelikan sebuah rumah untuk Fatimah, sebagai hadiah pernikahan dan kini telah mengandung buah cinta mereka.
Tepat jam lima Fatimah terbangun dari tidur nyenyak, ia menatap sekeliling kamar yang sedang di tempatinya.
Karena merasa asing, Fatimah segera berdiri dan membuka pintu kamar, ada rasa takut dihatinya. Saat ia membuka pintu, tak menemukan seorangpun di rumah itu.
"Bang..." Panggil Fatimah mencari keberadaan Yandra, ia segera membuka pintu keluar, tetapi pintu itu di kunci dan tak bisa di buka.
Fatimah mulai cemas, ia merasa telah di culik oleh seseorang, tapi ia kembali mengingat tadi pulang sekolah ia di jemput oleh Yandra, tapi dimana suaminya itu sekarang?
Kenapa dia berada di tempat asing ini. Seketika wanita itu mengingat ponselnya, ya, dia harus menghubungi suaminya. Fatimah segera mengambil ponselnya yang ada di tas.
__ADS_1
Fatimah segera menghubungi Yandra dengan perasaan takut. Cukup lama dan berulang kali ia mencoba baru telpon itu diangkat.
Assalamualaikum, Sayang
"Wa'alaikumsalam... Bang, kamu dimana? Adek dimana ini? Kenapa Abang tinggalkan Adek sendiri. Adek takut, Bang." Wanita itu sudah menahan tangis.
Abang tidak pergi kok, Dek. Abang ada disni.
"Disini dimana? Adek buka pintu nggak bisa, seluruh ruangan ini kosong. Abang dimana?" Tanya Fatimah resah.
Abang ada di taman belakang, Sayang. Ayo buka pintu belakang. Abang tunggu kamu disini
Telpon itu terputus, Fatimah segera menuju pintu yang menghubungkan ke arah taman belakang.
"Selamat datang di istana kecil kita"
Fatimah masih bingung belum mengerti dengan semua yang ada di hadapannya.
"Bang, ini apa maksudnya? Adek tidak mengerti." Tanya Fatimah pada Yandra.
"Ini rumah baru kita,Sayang, Adek pernah punya impian untuk mempunyai sebuah rumah sederhana 'kan? Nah sekarang rumah ini sudah menjadi milik Adek, ini hadiah pernikahan kita dari Abang, Terimakasih Adek sudah mau menjadi ibu dari anak-anakku." Ungkap Yandra penuh perasaan.
__ADS_1
Seketika air mata Fatimah luruh begitu saja, semua perasaan bercampur baur, bahagia pastinya.
"Bang, terimakasih banyak. Kenapa Abang selalu saja membuat aku terharu atas segala perhatianmu. Sungguh aku sangat bahagia bisa menjadi istri dan ibu dari anak-anakmu. I love you my husband." Fatimah memeluk Yandra dengan erat.
"I love you too dear." Yandra membalas pelukan Fatimah dengan penuh kasih sayang. Seketika terdengar tepukan tangan dengan riuh. Fatimah merenggangkan pelukannya dan melihat semua keluarganya telah berada disana.
"Selamat ya, Sayang... Kami semua sangat bahagia atas kehamilan kamu. Semoga persalinan nanti ibu dan bayinya sehat tanpa kurang suatu apapun," ucap Mama Anggi mewakili perasaan keluarga yang lainnya.
Fatimah tersenyum bahagia dalam rangkulan Yandra. "Terimakasih, Mama, Papa, Ibu, dan Ayah, juga Abang Arman dan kak Lyra. Terimakasih sudah menyayangi aku."
Satu persatu Fatimah menyalami tangan kedua orangtua dan mertuanya. Mereka saling berpelukan memberi ucapan selamat.
Setelah acara mengharu biru itu, mereka mengakhiri makan bersama di taman belakang dengan makanan yang telah di pesan oleh Yandra.
Kini Keluarga Malik Saputra dan keluarga Pak Eko, sangat bahagia karena sebentar lagi mereka akan dikaruniai seorang cucu lagi dari Putra kedua Malik dan anak pertama dari Pak Eko.
Kebahagiaan keluarga itu sudah lengkap. Tak ada dendam dan perselisihan lagi, Walaupun diawal kisah mereka sangat penuh drama dan air mata.
Pada akhirnya Tuhan memberikan kesempatan untuk mereka menjadi lebih baik dan melimpahkan kebahagiaan untuk keluarga kecil mereka masing-masing.
Bersambung....
__ADS_1
Happy reading 🥰