Teacher And Doctors Love Story

Teacher And Doctors Love Story
Kejutan di RS


__ADS_3

"Maaf anda siapa dan ada keperluan apa?" tanya Yandra sedikit curiga, secara tidak ada pasien yang berani menemuinya di dalam ruangan pribadi seorang direktur RS.


Fatimah berusaha untuk tetap tenang dan merubah gaya bicara agar sang suami tidak curiga.


"Maaf Dok, saya ingin konsultasi, karena ada masalah pada kesehatan saya," ucapnya dengan suara di rubah sedikit sengal


Yandra menaikkan alisnya mengamati ucapannya. Ia menatap mata wanita itu tetapi sedikit ragu karena alisnya seperti dibentuk, sebenarnya rasa curiga sudah ada.


"Baiklah, silahkan berbaring disana! Akan saya periksa!" Ujar Yandra sembari menunjuk bad pasien


"Ah, tapi saya hanya ingin konsultasi dulu,Dok," tolaknya yang takut akan ketahuan.


"Saya tidak bisa melayani konsultasi jika pasien belum diperiksa! Ayo berbaringlah!" Titahnya kembali yang membuat Fatimah tak mempunyai pilihan lain.


Wanita itu dengan ragu berbaring, sembari mengamati gerak-gerik sang dokter. Yandra segera mengambil alat stetoskop dan menghampiri pasien misteriusnya itu.


"Maaf ya, saya izin untuk memeriksa, apakah bisa dinaikkan pakaiannya sedikit?" Ujarnya yang membuat Fatimah terkesiap pikiran curiga langsung bertengger di kepalanya. Apakah begini tabiat suaminya saat memeriksa para pasiennya? Hah dasar Domes.


"Maaf Dok, saya tidak mengizinkan!" tolaknya dengan cepat.


"Okey, tidak masalah. Kalau begitu saya periksa dari luar saja."


Dokter itu memeriksa perut, setelah itu berpindah bagian dada untuk memeriksa detak jantung.


"Baik, sudah cukup. Ayo duduklah! Atau perlu saya dudukkan?" Ujarnya kembali yang membuat Fatimah gemas melihat perlakuan suaminya saat memeriksa pasiennya.


Fatimah segera duduk dengan kaki menjuntai. Dia melihat sang dokter masih menatapnya dengan lekat.


"Apa penyakit say Dok?" Tanya Fatimah pada intinya


"Menurut pemeriksaan saya, dirahim anda ada calon-calon buah cinta yang mulai tumbuh dan berkembang. Untuk jantung, ada debaran yang tak menentu bila berhadapan dengan Pria tampan dihadapan anda, kalau hati ada penyakit perasa kurang cinta dan kasih sayang. Bisa anda buka masker? Soalnya saya ingin memeriksa mulut anda yang takutnya ada penyakit lain dibibir lain dihati," Dokter itu menjelaskan jenis penyakit yang ada pada diri pasiennya.


"Pppffft Hahahah... Nggak usah ngaco kamu Bang, penyakit apaan yang begitu!" Akhirnya Fatimah tak bisa menahan tawanya saat mendengar anogsa ngarang sang suami.


Wanita itu mendekap tubuh Yandra yang sedang berdiri dihadapannya, dan menyembunyikan wajahnya di dada sang suami, dengan perasaan malu dan gemas.


"Eh, anda tidak sopan ya? Maaf nyonya, jangan peluk-peluk, karena saya sudah punya istri. Anda kenapa genit sekali," ujarnya masih ingin menggoda Fatimah sembari menahan tawa melihat tingkah istrinya itu.


"Udah nggak usah pura-pura, Bang, gemas Adek!" Fatimah mencubit dan menggelitik pinggang Yandra membuat dokter itu tertawa lepas.


"Hahaha.... Udah Dek, geli, makanya jangan usil jadi orang, pake ngerjain Abang segala! Emang Adek kira Abang tidak bisa mengenali istriku yang jelek ini?"


Akhirnya Fatimah membuka maskernya dan kembali tertawa, Yandra segera menyambar bibirnya, sehingga membuat wanita itu susah bernafas.

__ADS_1


"Kok Abang bisa ngenali Adek?" tanyanya penasaran


"Sayang, aku ini sudah mengenalimu dari luar hingga dalam, jadi, walau bagaimanapun kamu mencoba mengelabui tidak akan bisa!"


"Ish... Segitunya saking hapal," cibir Fatimah.


"Iya dong, dari mata Adek saja Abang sudah tahu, walau sedikit ragu, lagian genit banget sekarang, ngapain tuh alis pake di ukir segala? Hapus ah, nggak suka Abang!" titahnya sedikit sebal


"Kenapa? Wong cantik kok!" Balas Fatimah usil


"Tunggu disini! Abang ambil alkohol!"


"Eh, buat apa?" Tanya Fatimah heran


"Buat hapus alis mata kamu!"


"Aduh, jangan dong Bang! sadis amad pake alkohol segala


"Makanya, mau hapus sendiri atau Abang yang hapus? Alis kamu itu sudah cantik tanpa dibentuk lagi, alami.


"Iya, iya. Nanti Adek hapus deh! Biarin sekarang Adek tampil beda dulu," Ujarnya sembari tersenyum genit.


"Nakal Adek ya! Sini dihukum dulu!" Yandra kembali melu mat bibir sang istri, nafasnya sudah tak beraturan.


"Ngamar? Maksud Abang?" tanya Fatimah tidak mengerti


"Masuk kamar Sayang,"


"Bukankah ini sudah dikamar?"


"Bukan, Sayang, ini ruang kerja Abang, kalau kamar ada disana!" Tunjuk Yandra sebuah pintu yang ada diruangan itu.


"Bukannya itu pintu kamar mandi?" Tanya wanita itu masih tidak mengerti


"Itu kamar Dek, didalam kamar itu baru ada kamar mandinya," jelasnya kembali


"Ayo dong, Sayang, sakit nih kepala! Habisnya Adek yang mancing-mancing Abang!" Tuduhnya mencari kesempatan


"Eh, kok Adek yang disalahkan? Mana ada Adek yang mancing! Adek hanya nyamperin Abang kasih kejutan!" Elak Fatimah


"Yah! kalau kasih kejutan yang berkesan dong Dek, Bercinta disini baru namanya kejutan dengan suasana baru, pasti kesannya sangat indah," ujarnya dengan rayuan


"Tapi Adek lapar, Bang, kita bisa makan dulu nggak?" Pinta wanita itu dengan manja

__ADS_1


"Abang makan Adek dulu ya, janji nggak lama, main sigap aja. Habis itu baru kita cari makan. Gimana? Mau ya Dek? Please!" Ujarnya meresahkan


Tak ada pilihan, niatnya ingin membuat kejutan malah dirinya sendiri terperangkap oleh kejutan omesnya.


Pergulatan sengit itu terjadi dengan kurun waktu singkat namun, mengesankan, membuat wajah Pria matang itu tersenyum sumringah mendapatkan vitamin disiang hari.


***


Siang ini Yoga dan Zahra bersiap pergi jalan-jalan ke mall yang ada di kota Medan. Tak ada rasa malu ataupun gengsi diantara keduanya saat membawa putri mereka yang memang tidak normal seperti anak umumnya.


Setelah mobil terparkir, Yoga segera menurunkan kursi roda untuk Rara, sementara itu Zahra menggendong Arfan.


"Udah Dek, kamu dorong Rara biar Mas yang gendong Arfan," ujar pria itu agar sang istri tidak capek.


"Mas, nggak papa?" tanya Zahra sungkan


"Iya, Sayang, biar kamu nggak capek, soalnya tadi tenaga kamu sudah banyak terkuras," ujar Yoga dengan senyum genit.


"Ihh, Mas Adit! Apaan sih bahas itu disini. Udah ayo kita jalan!" Ujarnya tersenyum malu


Yoga tersenyum sekilas mengecup puncak kepala sang istri, lalu mereka berjalan beriringan


"Dek, mau beli apa?" Tanya Yoga masih menggitari pusat perbelanjaan itu.


"Apa ya, Mas? Kita cari makan dulu ya Mas, Adek udah lapar, kak Rara juga belum makan dan minum obat siang ini," jelas Zahra


"Okey, ayo kita cari restauran."


Sebuah restauran Seafood pilihan mereka. Zahra mengambil Arfan dari gendongan Yoga, ia membiarkan sang suami untuk makan terlebih dahulu, sementara itu Zahra menyambi menyulang kak Rara makan.


Saat mereka sedang fokus dengan kegiatan makan, tiba-tiba ada seorang perempuan menghampiri mereka.


"Zahra!"


Wanita itu terperanjat melihat siapa yang ada dihadapan mereka. Seketika jantungnya ingin lompat.


Bersambung....


Happy reading 🥰


Jangan lupa mampir juga di novel baru author ya, silahkan klik profil author 🙏🤗


__ADS_1


__ADS_2