Teman Hidupku

Teman Hidupku
Mengunjungi Kampus Impian


__ADS_3

Waktu pulang telah tiba setelah satu hari full kerja, Calista dan Raysa tengah capek dan pegal apa lagi ini awal dari mulainya mereka bekerja.


"List pulang yuk," ajak Raysa yang telah siap berganti pakaian kerjanya.


"Iyah Sa, tapi izin sama kak Mia dulu,"balas Calista.


"Sudah tidak usah List, aku sudah izin kok dan besok kita datangnya sore karena paginya kita mencari kampus untuk mendaftar dulu," Raysa segera menahan Calista dan menjelaskan jika ia telah berpamitan kepada Mia serta minta izin bahwa besoknya mereka datang kerja sore.


"Ohh gitu, ya sudah ayo kita pulang," ucapnya menarik pergelangan tangan Raysa dan bergegas pergi meninggalkan Restoran tempat mereka bekerja.


Raysa mengangguk sembari mengikuti Calista pulang bersama sama.


Hari ini adalah hari paling sial bagi mereka, baru pertama kerja sudah dibuat kesal sama Bos sendiri tak terkecuali Calista yang malah satu hari full ia disiksa bagaikan pembantu oleh si Bosnya.


Sampai rumah pun segera membersihkan diri dan makan malam setelahnya mereka tepar diatas tempat tidur.


Badan dan kaki pegal serta semua otot otot tegang, Raysa dan Calista baru merasakan bagaimana capeknya bekerja satu hari penuh.


......................


...----------------...


(Keesokan Harinya)


Sesuai yang mereka inginkan, pagi ini mengunjungi beberapa kampus untuk memantau mana yang mereka sukai dan mereka inginkan.


"List kamu yang nyetir yah, aku masih ngantuk mataku berat banget," ucap Raysa segera memasuki mobil dan menghempaskan bokongnya di jok samping kemudi.


"Hem, kamu mah ingin yang enak saja," balas Calista mau tidak mau menyetir.


"Hehe carikan kita kampus yang paling wow dan terkeren, aku tidak ingin kuliah di kampus biasa," ucap Raysa berselera tinggi, namanya juga anak sultan tidak mungkin mau kuliah dikampus rakyat jelata.


"Iss sok banget, yang bagaimana lagi yang kamu inginkan jika kampus disini biasa biasa saja," Calista malah tidak mengambil pusing tentang kuliah, mau itu kampus biasa atau bagaimana ia tak pandang bulu yang penting kuliah dan belajar untuk mencari pengetahuan.


Ia juga tak memperlihatkan jika dia itu adalah anak orang kaya, malah sebaliknya ia ingin terlihat dari keluarga biasa saja.


"Sudah ah jangan banyak protes, cepat jalan," Raysa yang sudah tidak sabar ia menyandarkan punggungnya dibalik kursinya dengan mata terpejam memberi perintah kepada sahabatnya.

__ADS_1


"Hem," Calista berdehem kesal dengan kata kata Raysa tapi ia juga tetap melajukan mobilnya.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


(Kampus Termewah)


Calista melajukan mobil dengan kecepatan sedang sambil melihat lihat sekeliling Kota untuk membaca berbagai yang tertulis disana untuk mencari kampus yang seperti Raysa inginkan.


Hampir dalam dua jam mereka menyelusuri Kota dan akhirnya Raysa bertemu mata dengan gedung kampus seperti yang ia impikan.


Kampus terbaik yang menurut Raysa yang selama ini ia inginkan bangunan kampus yang begitu megah dan termewah dari kampus yang pernah ia temui.


"List ayo kita masuk," seketika Raysa bersemangat kegirangan, menarik Calista yang santai memperhatikan gedung kampus itu.


"Wah ini gila, kampus yang baru aku temui" ucap Calista merasa tertegun melihat bangunan yang paling megah itu.


"Ayo kita masuk dan tanyakan syarat pendaftarannya," Raysa sangat ingin dan tidak sabar segera memasuki gedung kampus itu penasaran dengan ruangan ruangannya di dalam.


Disana juga terdapat banyak remaja remaja sebaya mereka mendatangi kampus itu dan sepertinya terlihat dari kalangan atas bukan rakyat biasa, dari penampilan dan kendaraannya dapat dilihat.


"Ahh bodoh amat lah List, mending aku mementingkan kuliah dari pada kerja ditempat yang tidak becus itu," balas Raysa dengan kata menohok menghina Restoran milik Nathan.


"Haha oke lah aku ngikut kamu saja, kamu yang ngatur kita," Calista pasrah dan tidak ingin berdebat lagi.


Mereka pun memasuki pintu gerbang kampus itu tak hentinya Calista dan Raysa mengagumi kampus itu.


Sesampainya disana mereka menghampiri kerumunan banyak remaja yang berkumpul untuk membaca papan pengumuman yang telah ditempel disana.


Disana tertulis mulai dari syarat pendaftaran, jurusan dan biaya kuliah serta sistim masuk kuliahnya, disana juga tertulis menerima kelas karyawan.


Calista dan Raysa membaca dengan teliti dan memahami segela tulisan disana.


Calista yang selama ini mempunyai hobi dalam kejurusan Tata Boga akhirnya pun ia mendapatkannya jurusan itu disana.


"Wah Sa, kayaknya aku tertarik di jurusan Tata Boga nya, sesuai dengan profesi kita kerja disebuah Restoran," ucapnya semangat tersenyum senang kearah Raysa.

__ADS_1


"Ohh iyah List ini kayaknya sangat kebetulan sekali," balas Raysa masuk akal, kedua sahabat ini memang memiliki hobi di bidang memasak, sejak mereka berada di bangku SMP pernah sesekali belajar memasak dan membuat kue di sekolahnya.


"Aku ingin mengambil kelas karyawan saja, kalau kamu gimana?" ucap Calista menanyakan jadwal yang diinginkan Raysa.


"Aku tidak ingin ambil kelas karyawan List, kerja di Restoran Bos gila itu kita sempat sempatkan waktu luang saja, yang terpenting nanti kita ada tempat saat magang saja," usul Raysa tidak ingin terikat dengan kerjaannya, malah yang ia inginkan bekerja sesukanya jika ia punya waktu luang saja.


"Oke sih tapi kita harus konfirmasi dulu kepada Nathan gila itu," balas Calista ogah banget manggil Bos kepada Nathan.


"Itu mah aman, yang terpenting dulu kita mendaftar kuliah disini," Raysa semakin bersemangat.


Mereka mengelilingi semua lapangan kampus untuk sekedar melihat, rasanya mereka tidak sabar ingin cepat cepat mulai masuk kuliahnya.


Ternyata jadwal kuliah dalam satu bulan lagi baru masuk mungkin disana masih belum banyak terdapat maha siswa baru atau bagaimana, mereka pun kurang mengerti yang terpenting dalam waktu cepat ini mereka segera mengantar semua berkas berkas untuk pendaftaran mereka.


...****************...


"List cari makan yuk aku lapar nih," ucap Raysa saat ia melirik jam dipergelangannya sudah menunjuk jam 12:00 siang.


"Hem makan terus yang kamu pikirkan," balas Calista heran banget sama sahabatnya ini banyak makan tapi masih tetap kurus.


"Dari pada aku mati mending aku harus makan terus," jawab Raysa tidak peduli dengan kata Calista yang ia inginkan makan yah tetap ingin makan.


Calista tidak menghiraukan Raysa lagi namun ia tetap mencari Restoran yang memang ada didekat sana saja, langsung saja ia memarkir mobilnya dan mengajak Raysa memasuki Restoran itu.


Raysa langsung saja memesan makanan dan minuman yang menurutnya enak bisa memanjakan lidahnya.


"Kamu mau pesan apa?" ia menyodorkan daftar menu kepada Calista saat ia selesai memberitahukan yang dia pesan kepada pelayan.


"Aku ngikut makananmu saja," balas Calista malas banget membaca menu itu, apa saja makanan ia makan yang terpenting perut kenyang.


Raysa kembali memberitahukan pelayan tentang pesanannya.


"Baik Nona, mohon ditunggu sebentar," ucap seorang pelayan itu bergegas enyah dari sana.


Dalam waktu 30 menit makanan mereka telah tersaji dan siap untuk disantap.


Tanpa ragu pun mereka segera melahapnya serta menikmati makanan yang memang baru merasakan rasanya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG...


__ADS_2