
Sedang asyiknya mengobrol dan tertawa bercanda gurau, tiba - tiba dering ponsel Calista menyadarkan mereka.
"Sayang ponselmu bunyi tuh," ucap Nathan dengan suara kecilnya sempat mendengar bunyi ponsel milik Calista yang berdering.
Calista menyadari menghentikan tawanya, meraih ponsel dari tasnya melihat siapa yang tengah menghubunginya.
"Dari Mamah aku," ucapnya segera mengangkat telepon Marya.
(Bertelepon)
"Hallo Mah," ucap Calista meletakan ponsel di daun telinganya. " Ehh halo sayang bagaimana kabar kalian, apa sudah kembali di Happy City" balas Marya dengan suara lembutnya.
Disana mereka merindukan Calista, Jhon dan Glenka ikut mendengar Calista berbicara lewat telepon Marya.
"Sehat Mah, kami baru kemarin sampai di Happy City. Kalian juga bagaimana, sehat kah? sahut Calista, seketika kerinduan tumbuh dalam hatinya saat mendengar suara Marya. "Ahh kalau kami sehat, cuman Papah Mamah dan kak Glenka kangen tahu sama kamu," Marya benar benar emang merindukan Calista, sangat terdengar dari suaranya yang pura pura senang saja padahal ia lagi sedih.
Calista menutup mata dan menarik Nafasnya berat mendengar kata kata Marya, jelas saja ia merasakan hal yang sama.
Siapa yang tidak merindukan keluarga jika sudah berumah tangga sendiri, pasti masa manja manja bersama keluarga pasti Calista kangenin. Apa lagi Glenka kakak yang sangat sayang sama Calista seberat apa pun rintangan ia tak pernah meninggalkan Calista.
Jhon yang baru berbaikan padanya dan baru baru saja menunjukan kasih sayang nya pada anak gadianya, Calista malah belum puas di perlakukan manja sama Jhon sekarang sudah berpisah semua itu Calista rindukan.
"Calista juga Mah," sahutnya dengan suara berat dan rasa ingin menangis. " Aah jadi bagaimana bulan madunya, berjalan lancar?" ucap Marya segera mengalihkan pembicaraan karena ia tahu Calista pasti sedih. Untuk memecahkan suasana sedih ia segera mencari topik yang lain saja.
Nathan dan Raysa yang tengah mendengar percakapan Marya dan Calista, mereka diam serta menunggu apa tanggapan Calista tentang pertanyaan Marya.
Begitu pun dengan Jhon dan Glen mereka mendengar pertanyaan Marya kepada Calista membuat mereka siap siap tutup telinga jika Calista lancang bercerita tentang pengalaman malam pertamanya.
"Huuftt menyebalkan, Mamah tega membuatku kewalahan dengan baju baju murahan yang Mamah simpan di koperku," Calista tak menjawab ia malah seketika mengingat soal baju baju Dinas yang di berikan Marya di dalam kopernya.
__ADS_1
Jhon dan Glenka bingung apa maksud Calista, apa itu baju murahan? Mereka pun tidak mengerti sama sekali.
Begitu pun dengan Raysa, menangkap sedikit apa maksud perkataan Calista, ia memperlihatkan senyumnya dengan melotot kearah Nathan.
"Ah hahah kenapa sayang, tapi bagus bukan? Nathan pasti tergila gila padamu," Marya malah tak menghiraukan Calista, ia malah tertawa dan memuji baju itu.
"Ogah Mah, Calista malah seperti sedang jual diri memakainya," ucapnya serius tanpa ada tawa sedikut pun, ia pun sangat kesal melihat baju baju itu.
Jhon Glenka baru mengerti, mereka seketika tertawa lucu. Dan firasat mereka tidak enak, pasti ada kerjaan Marya yang tidak beres lihat saja Calista dibuat kesal.
"Astaga, kamu ngomong apa? Pakailah Calista yakin Nathan pasti tergiur melihat mu seksi," tambah Marya semakin membuat Calista sebel mendengar.
Raysa ikut tertawa, Marya sangat polos di tengah kerumunan berani mengajarkan anak nya soal urusan ranjang.
"Terus dengarin Mamah, malam pertama akan sakit dan kamu tahan lama lama juga kamu akan terbiasa," ucapnya malah tanpa ada rasa malu.
"Ihh sudah deh Mah Calista malas bahas, malu tahu disana Papah sama kak Glen dengar Mamah malah bicara trang terangan," sahut Calista sedikit malu karena Raysa juga ada disana
Ia menghembuskan nafasnya kasar memasuki dengan sembarangan ponsel kedalam tasnya.
"Hahaha List Nyokap mu seru juga, baju yang kayak mana sih yang harus dipakai jika malam pertama?" Raysa malah penasaran dan terngiang ngiang ingin bertanya tentang baju yang dikatakan Marya.
"Astaga Raysa buat apa sih kepoin baju kayak gitu," gerutu Calista seketika berubah mood.
"Ihh aku juga ingin tahu biar nanti aku pakai saat malam pertama bersama kak Radit," ucap Raysa polos dan jujur, tak menghiraukan Nathan yang tengah mendengarkan mereka disana.
Nathan yang tak tahan tertawa lepas seperti orang gila saat mendengar perkataan Raysa.
Kedua sahabat itu memandang horor kearah Nathan, jadi takut ia yang tiba tiba tertawa jangan - jangan sudah kerasukan disana.
__ADS_1
"Oh my God suami kamu kenapa List?" tanya Raysa sedikit panik. " Aku juga tidak tahu Sa, kesurupan kali yah," sahut Calista ikut panik dan merinding mendengar tawa itu.
"Hahah, aku ngakak dengan percakapan ini semua," ucapnya tak bisa menghentikan tawanya. "Kenapa sayang, kamu baik baik saja kan?" tanya Calista memastikan, ia mendekati Nathan meletakan telapak tangannya di dada.
"Aku tidak kesurupan cuman lucu, emang begini yah jika wanita sudah ngumpul," jawabnya sambil mencubit pipi Calista yang sedari tadi kebingungan padanya.
Raysa dan Calista menghembuskan nafas lega, padahal tadinya mereka mengira Nathan sedanh sakit jiwa.
"Hemm sudahlah Sa, kalau mau ambil baju baju itu ada dirumah aku malas pakainya," Calista kembali membahas dan inginnya memberikan kepada Raysa karena menurutnya itu tidak berguna.
"Ahh oke aku akan mengambilnya kapan kapan," sahut Raysa bertepuk tangan bersorak gembira mendengar jika Calista memberikannya baju itu, rasa penasaran pun menguasai dirinya.
"Oh iyah Sa antar aku kekamar dong, aku mau ambil barang dan pakaian yang masih tertinggal," Calista sudah tidak mood lagi, ingin segera pulang saja jika bercerita tentang itu ia tidak suka dan membuatnya malu.
"Ayo beb aku antar," ajak Raysa segera beranjak dari duduknya. " Sayang aku tinggal bentar yah," pamit Calista kepada suaminya. Ia segera menyusul Raysa untuk berberes semua barang dan pakaiannya yang masih tertinggal dirumah Raysa.
"List kabarin aku yah kalau mau kemana mana, aku pengen banget belanja cuman malas karena tidak ada teman," ucap Raysa, sangat merindukan sahabatnya itu pergi keluar jadi malas karena tak ada teman lagi.
"Besok besok deh Sa, aku juga pengen belanja nih baju baju aku sudah ketinggalan di rumah Papah Mamah ku," sahut Calista.
Mereka pun buat janji akan pergi jalan bersama untuk menghikangkan rasa rindu mereka.
Setelah mengumpulkan semua barangnya Calista langsung pamit kepada Raysa, ia meminta Raysa agar bertamu kerumah Nathan suaminya.
Mereka tidak mau berlarut larut sedih karena berpisah, sebentar lagi akan masuk kuliah pasti akan bareng walau tidak seatap.
Sebelum Calista pulang mereka kembali berpelukan dan saling cipika cipiki.
...****************...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG...