
Kedua pasangan orang tua mereka telah berpindah tempat berada diruang keluarga dengan suasa yang masih ramai dan gembira.
Jhon dan Arly telah menghentikan minumannya karena sudah merasa sedikit pening dengan minuman keras
Mata mereka beralih kearah Calista dan Nathan yang kembali datang dan menghampiri mereka. Linda yang melihat mereka seperti tidak sabar, dengan senyum yang mengembang kearah kedua pasangan sejoli itu.
"Ah kalian sudah membicarakannya sayang?" seru Linda segera memberi pertanyaan tanpa menunggu Calista dan Nathan duduk dulu.
"Aduh sayang sabar dong, biarkan mereka duduk dulu," tegur Arly menghentikan istrinya yang sangat tidak sabar itu. Calista dan Nathan duduk, semua pandangan kearah mereka dan bersiap mendengar apa jawaban yang akan mereka beritahu tentang perjodohan ini
"Calista terima Pah, mah, tapi dia langsung ingin menikah tak mau tunangan lagi!" ucap Nathan memberitahu mereka yang sedari tadi tidak sabar menunggu jawaban itu.
Linda dan Arly tersenyum senang mendengar ucapan Nathan, sementara Jhon dan Marya serta Glenka mematung dengan mulut mengangah tak percaya dengan Calista yang ingin menikah.
"Sayang, itu benar?" tanya Marya berbisik kepada Calista masih tidak percaya. "Benar Mah aku ingin menikah saja, ribet kalau tunangan dulu," jawab Calista menoleh kearah Jhon dan Marya.
"Terus bagaimana dengan kuliahmu ?" tanya Glenka ikut menyahuti perkataan Calista. " Bisa diatur kok kak, lagian kak Nathan punya Restoran dan aku asisten Chef didalamnya tanpa kuliah aku bisa menjadi Chef disana," jawabnya, dan benar saja tebakan Marya Calista pasti sangat tertarik dengan profesi Memasak dan memiliki suami yang mempunyai Restoran seperti sudah pernah terbayang di pikirannya Calista dan akhirnya terwujutkan.
"Wah Calista, Tante suka dengan gadis sepertimu berani banget ngambil keputusan," sahut Linda kegirangan mendengar Calista mau menikah saja dengan Nathan, bukankah itu hal yang lebih baik.
"Apa ini sejujur jujur mu Calista?" tanya Jhon ikut memastikan karena ucapan ini seperti lelucon saja, emang Jhon dulu pernah mengatakan ia ingin Calista menikah tapi hanya kalau tidak mau kuliah sementara Calista sudah kuliah, kenapa sekarang malah kebelet nikah lagi.
"Pah apa Calista terlihat berbohong, atau kalian tidak mengizinkanku?" balas Calista kembali memberi pertanyaan kepada Papahnya.
"Kami tentu mengizinkan dan memberimu restu sayang, jika begini hati Papah tenang sudah ada yang menjagamu," jawab Jhon, pernah mengatakan akan menuruti apa pun keinginan Calista, ia ingin menikah tentu ia menuruti alangkah baiknya saja begitu karena Calista berjauhan dengan mereka, takutnya jika lama sendiri dan bebas dari keluarga ia terjerumus di dunia yang bebas.
__ADS_1
"Kak Jhon setuju dengan rencana kedua anak kita?" tanya Arly mendengar kepastian dari mulut Jhon agar mereka bisa merencanakan jadwal pernikahan dalam waktu yang tepat saja.
"Setuju Ly, dan lebih baik kita tunggu mereka saja kapan dan tanggal berapa mereka melangsungkan pernikahan," sahut Jhon mengiyakan semua ini.
Mereka yang berada disana menghembuskan nafas lega dan merasa puas atas jawaban dan kesepakatan yang tengah mereka bicarakan.
Anak anak ingin menikah suatu kebahagiaan orang tua jika mendengarnya, siapa yang tidak ingin cepat punya menantu dan besan, dan siapa yang tidak ingin cepat punya cucu, tentunya semua orang tua di dunia ini mereka menginginkan semua itu sebelum hembusan nafas terakhir dalam hidup mereka.
Calista dan Nathan saling memandang seperti memberi isyarat bertanya" Kapan?"
"Lebih baik dalam 3 minggu lagi, karena bulan depan aku sudah mulai masuk kuliah," sahut Calista kayak kebelet banget entah apa yang sedang terlintas dipikirannya sehingga nekad tidak mau menunda nunda waktu.
Kembali menatap kearah Calista rasanya ini seperti lelucon menikah dalam waktu dekat tanpa memikirkan jauh jauh hari.
"Aku seteju dengan Glen, kita harus mempersiapkan dulu," Arly juga kepikiran seperti itu dan ia menyetujui apa yang dikatakan Glenka.
"Terus bagaimana Calista? " tanya Marya. " Ya sudah aku iyakan saja," jawab Calista tidak membatah dan menuruti saja.
Nathan terdiam hanya menyaksikan mereka yang memberi saran dan yang menyahut nyahuti.
Pikirannya sedang bekerja terus menanyakan "Ada apa dengan Calista?" Sebenarnya yang dipikirin Nathan adalah tunangan dulu baru nanti tahun depan menikah, tapi Calista kebelat dan tidak sabar yo wes lah gas, siapa yang tidak mau kalau gadisnya kepengen. 😁
Padahal Calista menerima ini semua untuk menghilangkan kekesalan dan kekecewaannya terhadap sikap Steven yang menyakitinya.
Ini bukan soal melampiaskan tapi ini soal trauma, Calista menjadi trauma menjalin hubungan kepada pria tanpa status yang jelas itulah alasannya kenapa ia memilih menikah dari pada harus tunangan dan menjalin hubungan setelah itu.
__ADS_1
Menikah adalah jalan pintas, lagi pula Nathan terlihat sangat dewasa tentu akan maklum dan suka mengalah dengan sikap Calista yang kekanak kanakan itu.
......................
Setelah selesai dengan pembahasan itu, sudah menentukan semua jadwal jadwal pelaksaan pernikahan, Arly dan keluarga kecilnya pamit pulang kepada sahabatnya Jhon.
Waktu juga sudah hampir dini hari, tanpa menunggu waktu lagi mereka pulang tinggal menyisakan keluarga Jhon dirumah nya.
"Mah Pah besok yah kita bahas, aku sudah ngantuk banget nih pengen langsung istirahat ," Calista pamit kekamarnya setelah Nathan dan keluarganya pulang. "Ya sudah sana istirahat," sahut Marya mengangguk sambil mengelus kepala anak gadisnya.
Calista pun masuk kamarnya begitu juga dengan Glenka, kini menyisakan Marya dan Jhon masih duduk diruang keluarga.
"Mamah tidak ngantuk?" Jhon melihat Marya masih belum mau pergi kekamar ia bingung ada apa dengan istrinya. " Ngantuk Pah, ya sudah ayo kekamar," balas Marya, padahal inginnya membahas tentang Calista yang ingin cepat menikah padahal Calista tidak cerita jika dia pernah punya pacar kok kebelet seperti itu, apa dia tidak ingin pacaran dulu, jalani dulu kek biar tahu sifat satu sama lain, semua itu menumpuk di pikiran Marya ingin cerita sebenarnya kepada suaminya namun Jhon terlihat ngantuk berat apa lagi sudah sedikit mabukan karena minum bersama Arly tadi.
Marya dengan terpaksa saja balik kekamarnya mengekori suaminya dari belakang.
...****************...
BERSAMBUNG...
(Tunggu up episode baru yah teman teman cerita selanjutnya bakal ada yang seru lagi, jangan lupa tinggalkan like mu, vote mu, subscribe komentar dan dukunganmu author tunggu)
Salam dari author
~ Gadis Nias ~
__ADS_1