
"Kak Jhon semua sudah aku persiapkan, tinggal undangan yang sebentar lagi kita sebarkan," ucap Arly menemui Jhon untuk memberitahukan semua persiapan yang sudah siap untuk pernikahan Nathan dan Calista nanti.
Beberapa minggu itu mereka sibuk untuk mengurus segala nya, agar pernikahan itu sesuai dengan yang mereka angan angankan.
Arly ayah dari pihak laki laki tentunya berperan dalam mengatur semuanya. Dan sesuai harapan ia menyusun segalanya penuh dengan keindahan.
"Undangan telah siap Ly tinggal disebarkan saja, aku akan membaginya nanti untuk undangan kalian," sahut Jhon juga ikut berperan dalam mempersiapkan ini, anak mereka yang menikah jadi mereka melakukan yang terbaik agar tamu tidak kecewa dan tidak membicarakan mereka nanti di luar.
Jhon dan Arly pun terus membahas tentang pernikahan itu, kedua sahabat ini yang sebentar lagi akan menjadi besan rasanya mereka tidak sabar menunggu waktu yang indah itu.
----------------
"Kak Glen tidak sedih berpisah dengan ku nanti?" tanya Calista yang beberapa minggu itu terus bergelayut manja kepada kakaknya.
"Sedih lah Calista tapi dibalik itu kakak bahagia," balasnya memeluk Calista yang sedari tadi bersandar didadanya. " Kenapa kakak bahagia?" tanya Calista, terus terusan menyelidik kakanya.
" Kakak bahagia kamu menikah dan doa mu terkabul, Nathan kan orang baik kakak sudah membaca sikapnya," jelasnya, ia mengingat dulu Calista pernah meminta suatu hari semoga Tuhan memberinya suami seperti sikap kakaknya, Glenka telah mengaminkan dan sekarang Calista menerima hasilnya.
" Itu semua karena Tuhan berpihak padaku, aku sudah percaya dan nyata dalam hidupku jika pelangi akan datang sehabis hujan," sahut Calista baru kepikiran segalanya, doa doanya selama ini terkabul juga. Ia telah mengakhiri segala penderitaan dan kesedihan, yang ia rasakan sekarang adalah kebahagiaan yang tiada hentinya.
(Marya heboh sendiri)
"Calista kemari sebentar, ada yang Mamah perlihatkan padamu," seru Marya dari dalam kamarnya yang baru saja pulang dari Mall untuk membeli segala kebutuhannya dan kebutuhan Calista.
"List, di panggil Mamah," ucap Glenka memberitahukan Calista. " Ohh oke, Calista tinggal dulu," Calista segera berdiri berlari kearah kamar Bokap Nyokapnya.
"Ada apa Mah?" tanya Calista yang menghampiri Marya. "Sini Mamah tunjukan baju padamu," balas Marya tersenyum lucu kepada Calista. " Apa sih Mah kok senyum senyum, bikin curiga saja," Calista mendekat tapi ragu ragu takutnya Marya jahil padanya.
__ADS_1
"Taraaaa, suprise!" serunya, menunjukan baju dinas pada Calista, mungkin pikir Marya untuk persiapan nanti jika bulan madu Calista dan Nathan, tapi dasar o'on nya Calista malah tidak ngerti malah jijik sendiri melihat baju itu.
" Euy, ini baju apaan sih Mah," sahut Calista tertawa geli melihat baju itu. "Huufft, dasar bodoh! Ini tuh baju untuk persiapan bulan madu mu bersama Nathan nanti, hadeh!" jelas Marya menghembuskan nafasnya kasar, yah tapi maklum sih Calista mana mengerti namanya juga tidak pernah mengalami itu.
"Hahaha, ogah deh Calista tidak mau terlihat murahan," tolak Calista malah tidak suka dengan baju dinas yang dibelikan Marya itu.
" Hem nanti juga kamu mengerti, baju ini nanti yang membuat suamimu tergila gila padamu," gerutu Marya, ia menyimpan diam diam nanti di koper Calista agar ia bisa membawa dan mengenakan di waktu yang tepat.
................
(Linda ikut heboh)
" Pah, Nathan kemana?" tanya Linda sedang menenteng paper bag yang entah apa saja itu isinya. " Lagi nge Gym mah, coba lihat di ruangan olahraganya," jawab Arly yang sudah merasa lega, sedikit demi sedikit undangan telah tersebar.
Linda segera pergi dari sana tanpa menjawab suaminya lagi, akhir akhir ini Linda juga ikut sibuk seperti Marya terus berbelanja untuk persiapan pernikahan anak mereka.
" Nat," serunya memasuki ruang nge Gym Nathan. " Ada apa Mah?" jawab Nathan menghentikan kegiatannya. " Coba lihat yang Mamah bawa, ini untukmu," ucap Linda penuh dengan semangat dan kegirangan. " Apa itu," tanya Nathan penasaran, ia mengerutkan keningnya menatap paper bag yang sedang dibuka Mamahnya.
Nathan tertawa ngakak dengan apa yang dibawa Linda untuknya.
"Hahaha, Mah dari mana di ambil ini?" sahut Nathan tertawa terbahak bahak mengangkat botol jamu dan beberapa macam rempah rempah untuk fudding.
" Dari teman arisan Mamah, kemarin anaknya menikah ia juga kasi ini sama anaknya," jelas Linda , berharap banget Nathan mengambilnya.
"Haha Mah ini lucu banget, kayak zaman siti nurbaya, dijodohkan plus jamu kuat, hahahah!!" Nathan malah terus terus tertawa ngakak dan mengejek Mamahnya.
Lucu sih, orang tua yang tidak mau dikecewakan oleh anak yah beginilah sikapnya. Mungkin pikirnya jika dikonsumsi itu akan cepat berkhasiat dan pasangan bakal cepat hamil.
__ADS_1
Nathan ngakak dan kikuk kepada Linda, tubuh dan otot kekar full olah raga gitu masih saja di ragukan.
" Ahh sudah lah, nah Mamah tinggal disini kamu bawa nanti," gerutu Linda kesal dengan Nathan sudah serius malah dianggap main main.
Linda dengan penuh kesal pergi keluar dari ruangan Gym Nathan, malas mendengar Nathan yang seperti orang gila terus tertawa.
"Astaga Mamah lucu banget, ngapain buang buang duit beli yang tidak jelas ini," Nathan meneliti jamu dan rempah rempah itu, merasa lucu sendiri dan merasa kasihan juga kepada Mamahnya yang sebenarnya tulus melakukan ini demi kesenangan anaknya.
Nathan menghembuskan nafasnya kasar mengembalikan botol jamu itu kedalam papet bag.
Acara nikah tinggal satu minggu lagi dan itu artinya masa lanjangnya sebentar lagi akan berakhir.
Harapannya semoga pernikahannya dengan Calista lancar dan keluarga yang akan ia bentuk nanti semoga Tuhan memberkati.
Ia keluar dari ruangan itu berjalan kekamarnya untuk membersihkan diri, karena tak tega dengan Linda ia terpaksa membawa paper bag itu, mau dipakai atau tidak yang penting ia menghormati pemberian orang apa lagi itu dari Mamahnya.
"Nat tunggu bentar," teriak Arly menahan Nathan. " Iyah Pah ada apa?" Nathan berhenti menoleh kearah Arly. "Kemari sebentar," ucap Arly melambaikan tangannya.
Nathan menghampiri dan ikut duduk di sofa tempat Arly duduk. " Kenapa Pah?" tanya Nathan memandangi Arly. " Ini surat undangan, jika mau undangan teman temanmu kirim secepatnya," sahut Arly menyerahkan surat undangan yang lumayan banyak telah disiapkan.
"Oh oke Pah, aku akan menyuruh asisten Asep nanti mengirimkannya," balasnya meraih semua surat undangan itu hendak ia bawa.
"Apa itu?" mata Arly beralih di paper bag yang sedang di jinjing Nathan. "Ahm aku juga tidak tahu , coba Papah lihat saja," jawab Nathan mulai tertawa dan memperlihatkan kepada Arly.
Arly meraih dan melihat. " Astaga Mamah mu ada ada saja, hahaha," ucap Arly ikut tertawa merasa lucu saja dengan istrinya itu.
...****************...
__ADS_1
......................
BERSAMBUNG...