
"Mah lihat apa yang kubawa untukmu," seru Calista yang sudah membersihkan diri dan telah mengeluarkan semua barangnya, ia menunjukan oleh oleh yang ia bawa untuk Marya, Jhon dan Glenka.
"Apa sayang," sahut Marya melihat kearahnya dengan semangat. " Untuk Mamah, semoga suka," Calista menyerahkan paper bag lumayan big size untuk Marya sebagai oleh olehnya.
"Makasih sayang," ucap Marya. "Ini juga untuk Papah," Calista mengangguk kearah Marya seraya berjalan menghampiri Jhon dan menyerahkan paper bag seperti yang ia berikan kepada Marya.
"Wah makasih sayang," sahut Jhon meraih dari tangan Calista. " Dan ini untuk kakak ku tersayang," ucap Calista menghempaskan bokongnya di sofa tempat duduk Glenka dan menyerahkan paper bag yang sama.
"Ow thank's my sister, ini adalah hadiah yang paling istimewa tentunya harus disimpan baik baik," sahut Glenka menerima oleh oleh itu dari Calista, ia menyambut dengan riang dan tentunya ia sangat menyukai.
"Besok untuk merayakan musim gugur kita mengikuti festival yang diadakan di Kota," ucap Jhon memberitahukan keluarganya.
Mereka tidak mau melewatkan ini semua tanpa berkumpul dan bersenang senang bersama keluarga.
"Yeeeiihhhh benarkah Pah, rasanya Calista tidak sabar untuk ikut merayakan festival itu," sahut Calista bergembira riang, kini mereka tengah berada di ruang keluarga sedang bercakap hangat dan bercanda riang.
Disela sela kebersamaan dan kebahagiaan mereka, ponsel milik Jhon tengah berdering membuat mereka seketika tenang dan mendengar saat Jhon mengangkatnya.
(Mengangkat Telepon)
Jhon meraih ponselnya dan melihat siapa yang menghubungi.
Sahabat lamanya Arly yang pernah berjanji akan bertamu bersama putra dan istrinya jika pada hari musim gugur.
"Hallo," jawab Jhon singkat meletakan ponsel di daun telinganya. "Ehh Jhon maaf mengganggu, apa tidak sedang sibuk?" sahutan dari seberang sana, sangat bersemangat saat Jhon mengangkat teleponnya.
"Aahm iyah Ly tidak sama sekali, ada apa?" balasnya kembali bertanya, Jhon sebenarnya mengingat janji Arly saat itu bahwa ia menerima jika anak gadis Jhon dijodohkan dengan anak laki laki nya.
Dan mungkin saja Arly menagih ini kepada Jhon.
__ADS_1
"Jika berkenan kami akan bertamu pada malam musim gugur, kebetulan putraku sudah pulang," ucap Arly mengingatkan Jhon tentang semua pembicaraan mereka ditahun yang lalu.
Marya dapat mendengar itu semua, ia diam dan berpikir bagaimana dengan Calista yang baru saja berbaikan dengan Jhon, jangan hanya karena adanya janji perjodohan itu Calista akan membenci Papahnya lagi.
Marya menjadi takut dan menjadi serba salah.
"Pintu selalu terbuka untuk mu sahabatku, datanglah kita akan adakan perjamuan mewah dirumahku," jawab Jhon tidak bisa mengela atau menolak, Arly adalah sahabat lamanya dari masa muda sampai sekarang mereka tidak pernah konflik atau renggang untuk memberi kabar.
Justru Arly dulu waktu Jhon masih belum sekaya itu ia pernah membantu sehingga kekayaan dan kesusksesan Jhon sama dengan Arly sahabatnya.
Persahabatan mereka sangat baik tidak mudah Jhon menghianati atau mengecewakan Arly, Marya juga merasakan itu semua jadi tidak ada alasan mereka menolak Arly datang.
Setelah ngomong basa basi melalui sambungan telepon mereka pun mengakhirinya.
(Telepon berakhir)
"Kapan mereka akan bertamu?" Marya berharap Calista tidak menolak jika Jhon mengatakan yang sejujurnya. "Besok malam kita harus menyambut mereka, Arly adalah orang yang ikut memperjuangkan usaha dan kekayaan kita, kita tidak bisa cuek dengan mereka," jelas Jhon terlihat serba salah saat menoleh kearah Calista.
Marya terdiam seraya menatap Calista. "Bakal rame dong besok malam," sahut Calista yang tidak mengerti apa apa, ia malah senang mendengar kedatangan keluarga sahabat Papahnya.
"Iyah sayang, kamu harus berdandan cantik untuk mereka besok dan ingat kamu harus sopan dan ramah," ucap Jhon menjawab Calista, bukan maksud apa apa ia hanya mengingati Calista agar ia bisa menjadikan dirinya gadis yang terlihat dewasa bukan seperti anak anak lagi.
"Tentu Papah Calista bukan anak kecil lagi, aku akan bersikap sewajarnya," Calista mengerti dan bisa mencerna kata kata Jhon padanya.
Suasana hati Marya menjadi tegang "Semoga saja Calista tidak kecawa lagi dengan Papahnya setelah tahu apa maksud kedatangan Arly besok," batin Marya menjadi gelisah sendiri.
Mereka pun melupakan tentang itu, Calista kembali bercerita banyak tentang pengalaman kuliahnya di Kota Bahagia, ia memberitahu jika disana ada kemewahan yang sangat berbeda di Kota mereka.
Dan masih banyak lagi, ia juga bercerita jika dia bekerja disebuah Restoran mewah. Kedua orang tuanya dan kakaknya mendengarkan sesekali tertawa bersama saat Calista bercerita lucu.
__ADS_1
...****************...
Semua pelayan dirumah dalam beberapa hari itu selalu sibuk membersihkan rumah dan menata semua posisi peralatan disana menjadi baru.
Mereka juga mempersiapkan hidangan yang lezat dan lengkap.
Marya tidak lepas memantau atau memerintahkan para pelayannya, sehingga rumah mereka yang telah dibangun dalam 25 tahun yang lalu menjadi baru dan cerah.
"Mah sini sebentar," seru Jhon memanggil Marya yang sedang sibuk ditaman belakang.
"Iyah Pah ada apa?" balas nya menghampiri Jhon suaminya dan duduk bersama disebuah kursi taman yang ada disana.
"Aku gelisah Mah, bagaimana memberitahu Calista tentang kedatangan Arly besok," ucapnya yang sedari tadi otaknya terus berputar, Jhon benar benar tidak ingin lagi Calista marah dan benci kepadanya, tapi ini adalah janji antara persahabatan nya dengan Arly, bagaimana cara menolak ia juga tidak ingin sahabatnya kecewa padanya.
"Aku juga bingung Pah, yang aku takuti Calista kembali dalam kesedihan lagi," Marya ikut mencemaskan ini juga, sama sekali mereka kasihan dan tidak tega dengan Calista yang baru saja mendapat kebahagiaan dari keluarganya.
"Bujuk dan beri dia pengertian besok Mah, katakan jika sebebarnya Papah tidak ada niat buruk untuk Calista," balas Jhon menerima kenyataan jika nantinya Calista marah dan kecewa padanya.
"Hhmmm sebaiknya kita jangan banyak memikirkan ini semua, semua tergantung dengan takdir yang digariskan untuk Calista," Marya pasrah dan tidak memikirkan terlalu banyak lagi, ia ikut menerima kenyataan jika nyatanya Calista membenci atau tidak menganggap mereka lagi.
"Yaudah gih, Mamah lebih baik masuk dan bersihkan diri lagian ini sudah sore," Jhon mengelus pipi lembut istrinya penuh cinta dan sayangnya. "Iyah Pah bentar aku akan memberitahu Bibi Ery dulu," sahutnya segera beranjak menghampiri pelayan pelayan mereka yang masih saja sibuk dengan pekerjaan masing masing.
Jhon kembali masuk dengan santai tidak mau ambil pusing terlalu dalam tentang kedatangan sahabatnya besok, harapannya saja semoga situasi besok membaik, baik itu sahabatnya dan terlebih lebih Calista.
Anak sahabatnya itu pun Jhon tidak pernah melihat, dan belum tentu akan mau dengan Calista maka dari itu ia tidak perlu menakuti, ini semua hanyalah sebatas angan angan dari persahabatan mereka berdua.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG...
__ADS_1