
" List kalian kemana saja semalam?" tanya Raysa kepada Calista saat mereka pergi ngampus di pagi itu. " Dia membawaku di Dermaga untuk sekedar berbincang disana," jawab Calista berjalan sedang menenteng tas kuliahnya.
"Dia tidak ngapa ngapain kamu kan List," tanya Raysa menarik tubuh Calista dan meraba raba untuk memastikan apakah tubuh Calista tidak ada lecet.
"Ihh tidak lah Sa, kamu pikir aku ini cewek apaan?" balas Calista memberontak mencoba menepis tangan Raysa yang hampir meraba seluruh tubuhnya.
"Aku tuh khawatir List sama kamu," kebetulan sekali Raysa sudah tertidur saat Calista pulang diantar Nathan semalam, maka dari itu ia menginterogasi pagi ini. "Aku mah bisa jaga diri lagian dia baik samaku," tambah Calista menjelaskan lagi agar Raysa percaya sepenuhnya.
"Okelah aku percaya," sahutnya ia mengangguk mempercayai perkataan Calista.
...----------------...
"Hai Calista," serentak mereka terhenti untuk membahas tentang semalam, secara bersamaan mereka menoleh kearah sumber suara pria yang memanggil Calista. "Ohh hai Steven," balas Calista tersenyum kikuk saat ia tahu ternyata Steven menghampiri mereka, cuman karena keributan Raysa mereka tidak menyadari kedatangan Steven sejak kapan berada disana.
"Hm kita boleh ke kantin sebentar?" Ajak Steven berbicara dengan suara lembutnya, penampilannya hari ini terlihat cool dan keren. "Ahh gimana yah?" jawab Calista memalingkan wajahnya melihat kearah Raysa untuk memberi isyarat bertanya.
"Ya sudah List aku tunggu kamu dikelas, aku duluan yah," lagi lagi Raysa mengerti ia membiarkan Calista menerima tawaran Steven untuk pergi kekantin.
Raysa segera berlalu meninggalkan Calista dan Steven disana, ia sama sekali tidak menghalangi.
"Ehm ayo Stev," ucap Calista saat Raysa meninggalkan mereka berdua disitu. "Oke ayo," sahut Steven bergegas melangkah bersama Calista menuju kantin.
Semenjak pemberitahuan Nathan semalam padanya, Calista memang sudah mulai was was biarpun ia menerima ajakan Steven tapi ia juga harus waspada agar tidak terjadi hal yang tidak ia inginkan.
"Kamu mau pesan makanan apa?" ucap Steven menawarkan Calista untuk memesan makanan untuknya. "Tidak lagi deh Stev, tadi aku sudah makan dirumah," tolak Calista emang ia tidak berminat untuk makan karena sebelum ngampus tentu saja pelayan dirumah telah menyediakan makanan untuk mereka.
"Oke, atau mau cemilan biar ku bantu ambilkan," tawar Steven lagi, ia memberikan beberapa stick coklat dan permen coklat untuk Calista.
__ADS_1
"Ya sudah, yang ini aku mau," balas Calista meraih beberapa cemilan yang diberikan Steven padanya.
Calista menyantap coklatnya dengan pelan sesekali ia mengusap bibirnya, tanpa ada suatu pembahasan yang ia bicarakan bersama Steven disana.
"Jam berapa kamu selesai les pagi ini?" tanya Steven saat keheningan terjadi diantara mereka. "Jam 10 sudah kelar, emang kenapa?" jawab Calista balik bertanya kepada Steven. "Ehm kalau tidak ada les mu lagi bisa kamu temani aku ke taman nanti?" balas Steven mengajak Calista berduaan lagi namun kali ini ia minta di taman.
Calista sedikit ragu, antara ingin pergi atau ia menolak. Seketika ia diam untuk memberi jawaban yang pas kepada Steven. "Hei, Calista kamu dengar aku kan?" seru Steven kembali saat Calista diam tidak menjawabnya.
"Ahhm iyah iyah aku dengar, by the way kita ngapain disana?" ucap Calista bertanya basa basi, karena ia harus pamit dulu kepada Raysa kalau memang ia menerima ajakan dari Steven
"Tidak ngapa ngapin sih kita bersantai saja disana, pasti kamu belum pernah ketaman di Kota ini kan?" balas Steven santai saat Calista terlihat gugup.
"Belum aku masih belum pergi kesana, ya sudah nanti aku chat kamu saja kalau jadi karena aku harus pamit sama bestie ku agar dia tidak nyari aku ntar," jawab Calista beralasan harus izin sama Raysa dulu.
"Oke no problem, aku akan menunggu Chatmu nanti," lagi lagi Steven harus menunggu kepastian dari Calista, semalam dan hari ini masih diberi jawaban menunggu.
Tapi Steven sama sekali tidak menyarah ia selalu sabar menunggu hingga akhirnya Calista mau dengan ajakannya.
Calista tersentak melotot kearah Steven saat ia menyadari tangan Steven megusap pipinya lembut.
"Ada apa?" tanya nya dengan mata melotot dan mematung. " Tidak, aku hanya membersihkan sisa coklat di pipimu," balas Steven segera menarik tangannya dari pipi Calista.
Calista jadi salah tingkah malu malu kucing, ia menunduk dan kembali mengusap pipinya yang barusan Steven usap dengan jari jari lembutnya.
"Aku minta maaf jika aku lancang," ucap Steven saat ia melihat Calista terdiam dan menunduk. " Tidak masalah, makasih yah," balasnya memberanikan diri mengangkat wajahnya memandang kearah Steven.
Hati Calista jadi dag dig dug salting di buat karena tingkah Steven yang mulai membuatnya semakin klepek klepek, ketampanan Steven salah satu yang membuat hati Calista terpikat berkeinginan untuk segera Steven menyampaikan isi hatinya pada Calista, tanpa ragu Calista pasti akan menerimanya.
__ADS_1
"Ya sudah ayo aku antar kamu di kelas, bentar lagi kalian masuk kayaknya," ajak Steven berdiri dari tempat duduknya kembali menggendong tas kuliahnya di punggung.
Ia mengulurkan tangannya kepada Calista untuk membantu Calista berdiri. "Hem thank's," ucap Calista menerima uluran tangan itu ia tersenyum kearah Steven lalu ikut berdiri.
Mereka berjalan menuju kelas Calista, namun genggaman tangan Steven tak ingin ia lepas, Calista merasa tidak enak karena disana banyak pasang mata maha siswa lainnya memandangi kearah mereka.
Namun Steven merasa biasa saja tidak menghiraukan mata yang mengarah kepada mereka, ia malah menggandeng Calista dengan bangga.
Wanita wanita yang melihat itu merasa iri kepada Calista, mereka yang mengagumi dan menyukai Steven tidak pernah di perlakukan seperti itu.
"Apa mereka sudah jadian?" bisik bisik maha siswa lainnya yang merasa iri dengan keromantisan mereka. "Tau tuh, belum kita dengar sudah berani gandengan saja," sahut sahutan yang melihat mereka sepanjang melewati pintu pintu kelas menuju kelas Calista.
Steven dengan senyuman gantengnya memperlihatkan kepada banyak wanita yang ia lalui disana, sementara Calista merasa malu dan gugup tidak berani menatap teman teman sekitar yang memperhatikan mereka.
"Kok kamu diam saja," tanya Steven menoleh kearah Calista, ia menunduk sedikit melihat Calista karena tubuhnya yang tinggi sehingga Calista hanya berada di ketinggian ketiaknya.
"Aku malu Stev lihat tuh pada lihatin kearah kita, tanganku lepas dong," balas Calista memohon agar Steven melepaskan genggaman tangan mereka.
"Ngapain malu biasa saja, aku akan buktikan sebentar lagi jika kamu adalah pacar aku," sahut Steven membuat jantung Calista berdetak terasa copot.
"Kamu masuk gih, Raysa lagi nunggu kamu," Steven baru melepaskan tangan Calista saat mereka sampai didepan pintu kelas Calista, Steven membiarkan Calista masuk setelahnya ia pergi dari sana.
Harapannya saat ini semoga Calista menerima ajakannya untuk pergi ketaman berdua siang nanti, mungkin saja Steven ingin menyampaikan perasaannya kepada Calista.
......................
...----------------...
__ADS_1
...****************...
BERSAMBUNG...