
Setelah Calista mengetahui sikap dan latar belakangnya Steven, sekarang ia kembali menjadi pendiam dan jarang menemui Steven.
Sementara Raysa yang baru baru merasakan cinta ia semakin bahagia dibuat Radit yang menunjukan ketulusannya mencintai Raysa.
"List kamu kenapa beberapa hari ini cuek sama Steven," tanya Raysa bingung dengan Calista yang tiba tiba saja akhir akhir ini ia suka menyendiri tidak mau setiap hari dengan Steven.
"Tidak Sa, aku lebih baik jaga jarak sama Steven agar aku tidak merasa patah hati jika ia menduakanku," jawabnya datar tanpa ekspresi.
"Cerita padaku List, ada apa? Raysa semakin bingung dan merasa ada yang tidak beres dengan hubungan Calista dan Steven. " Benar katamu, Steven itu otaknya mesum, dia suka nafsuan," Calista dengan biasa saja menceritakan hal ini karena ia yakin Raysa adalah sahabatnya yang baik cerita seburuk apa pun ia tidak akan mengumbar.
"Apa dia melecehkanmu? Sahutnya segera menghampiri Calista dan meraba raba tubuh Calista dengan panik. " Astaga belum Sa, apaan sih megangi tubuhku semua," seru Calista menepis jari jari Raysa yang hampir membelai semua tubuhnya.
"Aku kasihan samamu kalau misalnya kamu terlanjur ternodai List," balasnya, emang mencemaskan sahabatnya karena rasa sakit Calista pasti ia merasakan.
"Dia hanya mengajakku tapi aku menolak, dan aku yakin cintanya akan pudar buat aku," Calista bisa menebak sikap Steven karena Calista tidak bisa masuk keperangkapnya maka dengan mudah ia akan mencari perempuan lain.
"Dia bukan yang terbaik untukmu, jangan duluan minta putus padanya biarkan saja dia yang mulai," sahut Raysa memeluk sahabatnya bisa merasakan sakit yang tengah Calista rasakan saat ini.
Calista dengan sakit dan terpuruk, air matanya tak tertahankan. Sakit yang mendalam yang baru ia rasakan dalam percintaannya, Steven adalah pria yang pertama mengajarkannya tentang arti cinta dan dia juga yang memberi rasa perih dalam hati Calista.
Cinta nya yang tulus dan besar untuk Steven tidak mudah ia lupakan, bayang bayang wajah dan perilaku Steven yang membuatnya semakin tergila gila sudah susah ia lupakan.
Kesedihan ia mulai rasakan lagi setelah hampir setahun pergi meninggalkannya.
"Kenapa hidupku serumit ini Tuhan, sebenarnya apa salahku?" batinnya teriksa dalam tangis dan sedih, selama hidupnya tidak pernah lepas dari rasa menyakitkan.
Dia telah digaris bawahi jika dia tergolong orang yang menyedihkan di dunia. Kemana pun ia pergi tidak terhindar dari tangis dan kesedihan.
"Kamu masih semangat kuliah hari ini?" tanya Raysa yang selalu ada buatnya baik duka maupun suka. " Masih kok Sa, tunggu yah aku siap siap dulu," balasnya memaksakan diri melawan rasa pedih itu dan memaksakan diri untuk bangkit agar tidak berlarut larut dalam kesedihan.
__ADS_1
Raysa mengusap pundaknya seraya memberi semangat untuk sahabatnya yang selalu berada dalam masalah rumit. Baik dalam keluarga maupun dalam percintaan Calista tidak pernah mendapat kebahagiaan didalamnya.
...****************...
(Di Kampus)
" Sa bisa kamu tinggal kami dulu sebentar," Steven segera menghampiri Calista dan Raysa yang baru saja nongol di halaman kampus mereka.
"List bagaimana?" tanya Raysa dulu sebelum ia menyetujui perkataan Steven.
"Iyah Sa, kamu duluan nanti aku nyusul," jawab Calista datar tanpa ada rasa bahagia dalam dirinya. Biasanya jika ia melihat Steven bawaannya tersenyum senang dan tentunya kecupan manis yang selalu mendarat di wajahnya yang cantik.
Raysa mengangguk dan pergi membiarkan Calista bicara empat mata kepada Steven.
"Sayang kamu ikut aku yah," ucap Steven menarik tangan Calista menuju mobilnya hendak membawa Calista pergi lagi dari kampus. " Kamu membawaku kemana lagi, apa kamu tidak lihat aku baru juga sampai," balas Calista malas, ia memutar bola matanya dan menahan kakinya agar tidak mengikuti Steven.
"Sudah deh hari ini kamu bolos saja," sahut Steven tanpa ragu ragu, ia menggendong Calista dan segera memasuki kedalam mobilnya. "Ihh Stev lepas, turunkan aku!" teriak Calista meronta ronta dalam gendongan Steven
Dan netizen pasti yakin hubungan mereka sedang renggang, ada yang merasa gembira melihatnya dan ada juga yang menyumpahi Calista agar merasakan patah hati.
" Kamu tenang, kita akan ketaman sekarang," ucap Steven berlari dan segera masuk setelah ia meletakan Calista di dalam mobilnya.
"Jangan perkosa aku!" ucap Calista lancang tidak mau basa basi lagi dengan Steven. "Hahah, kamu ngomong apa sih?" sahut Steven malah tertawa lucu melihat Calista dengan wajah lugu dan jujur.
"Siapa sih yang memperkosa kamu, aku kan cuman ajak kamu jalan karena beberapa hari ini kamu cuek samaku," jelas Steven tertawa menoleh kearah Calista ia mengelus lembut kepala Calista sambil memegang setir mobilnya.
Calista mulai tenang dengan ucapan Steven, ia juga sebenarnya sudah kangen banget dengan Steven namun karena takut dengan sikap Steven ia tidak berani terang terangan lagi.
......................
__ADS_1
(Taman Kota)
"Ayo turun sayang, kok masih diam ," ajak Steven membuka pintu mobil untuk Calista. " Aku tidak mau Stev," balasnya melipat kedua tangannya didada dan memanyungkan bibirnya malas.
Dengan cepat Steven menggendongnya kembali dari dalam mobil, " Stev turunkan aku tidak!" bentak Calista memukul dada Steven dan berteriak.
" Dari pada aku lama nunggu kamu tidak mau turun yaudah aku gendong sampai dibawah pohon rinding itu," sahut Steven terus melangkah tidak menghiraukan tangan Calista yang memukulinya.
Setelah sampai ia menurunkan Calista pelan dan tak lupa mengecup bibir Calista yang sedari tadi cerewet tidak bisa diam.
Calista segera mendorong wajah Steven dan mengusap bibirnya bekas yang dikecup Steven.
"Idih sudah tidak mau lagi dicium ini ceritanya?" ucap Steven mencubit pipi Calista. " Aku benci sama kamu Stev," sela Calista menepis tangan Steven di pipinya. "Aku kangen sama kamu sayang," Steven malah tidak menghiraukan bicara Calista, ia malah mengatakan jika ia kangen, ia merangkul pundak Calista dengan erat mendekati wajahnya tepat di depan wajah Calista.
"Kamu mau apa Stev," Calista membentak Steven tidak suka berhadapan sedekat jengkal dengan pacarnya itu lagi setelah ia mengetahui jika Steven benar benar mesum.
Dengan cepat Steven membekap mulut Calista dengan bibirnya, ia mengecup kuat dan **********.
Calista hampir kehabisan nafas, ia memberontak sambil menarik rambut Steven kasar agar melepaskan tautan bibirnya.
"Stev stop!" teriak Calista menarik diri dari dekapan Steven, dia yang tidak ada pengalaman dibagaian itu ia malah terlihat sangat menyedihkan tidak bisa mengatur nafasnya.
"Kamu kenapa sih sayang, masa ciuman saja juga tidak boleh," ucap Steven sebel dengan Calista yang serba tidak bisa. "Aku tidak bisa melakukannya Stev tolong jangan maksa aku," jawabnya sesegukan, Calista malah menangis histeris merasa Steven telah melecehkanya.
"Astaga sayang, husst jangan nangis orang pada ngelihat kita tuh," Steven menutup mulut Calista yang terus menerus mengeluarkan suara tangis.
Steven benar benar dibuat kesal dengan Calista baru kali ini ia mendapatkan pacar seperti Calista yang apa apa menolak dan menangis, sebenarnya ia tidak tega tapi bagaimana juga ini yang ia inginkan dalam hubungannya adalah ingin sedikit merasakan kenikmatan agar ia selalu betah dengan pasangannya.
...****************...
__ADS_1
BERSAMBUNG...