Teman Hidupku

Teman Hidupku
6 Bulan Kehamilan


__ADS_3

"Pah, Mah maaf yah makanan cuman seadanya saja tidak terlalu istimewa menyambut kalian. Tadinya kalau sudah di beritahu kedatangannya tidaklah jadi gini," ucap Calista mewakili suaminya untuk meminta agar orang tua dan mertua mengerti dengan hidangan malam mereka


"Ahh tidak apa apa sayang, ini sudah lebih dari cukup," balas Marya dengan wajah yang tersenyum. "Kalau begitu kita makan," sahut Nathan mempersilakan mereka makan.


Mereka pun semua sibuk mengambil makanan untuk mereka masing masing.


"Ehm jadi kehamilan Calista sudah berapa bulan Nat, kok tidak dikabarin ke kita?" tanya Linda sedikit kesal karena tidak diberitahukan kehamilan Calista kepada mereka.


"Ahhh kebetulan sudah jalan 6 bulan Mah, maaf tidak ngabarin. Sebenarnya aku yang nahan kak Nathan untuk tidak diberitahu dulu, mau kasih kejutan sih sebenarnya tapi ya sudah lah gagal juga," jawab Calista segera memotong pertanyaan Linda agar Nathan tidak menjawab.


"Hmm jadi sudah USG?" tanya Marya. "Belum Mah kata kak Nathan nanti saja kalau sudah dekat lahiran," lagi lagi Calista berbohong saja karena ingin memprivasikan jenis kelamin bayinya.


"Jangan di tunda tunda gitu, sebaiknya di USG agar kita tahu bayinya kayak gimana pertumbuhannya," ucap Arly ikut menyahutin tentang kehamilan menantu nya. "Iyah Pah kami akan periksa nanti," jawab Nathan singkat.


Yang berada disana memang sudah agak kesal dengan mereka, secara hamil tapi disembunyikan. Aneh kan? Bukannya mereka sebagai orang tua juga harus tahu tentang itu.


Mereka ingin membahas lebih dalam lagi soal kehamilan Calista, tapi mereka sadar mereka sebagai orang tua agar tidak terlalu sibuk dengan urusan rumah tangga anak anak, yang terpenting mereka hanya mensport dan ikut bahagia bila ada kebahagiaan yang dirasakan anak


"Sudah lah kita jangan persulit mereka, lagian kita tuh kesini buat senang bukan buat rusuh," ucap Jhon memberi peringatan juga. "Nah gitu kak Jhon aku setuju," sahut Arly mengangguk ikut setuju dengan Jhon.


Mereka yang berada disana malah tertawa namun tidak ada yang lucu.


"Kak Glenka gimana kuliahnya?" tanya Calista yang melihat Glenka hanya diam sedari tadi.


Ia berada diantara ini hanya sebagai pendengar saja, secara ia tidak mengerti dengan urusan rumah tangga makanya ia sok bodoh amat dan tidak terlalu peduli.


Yang penting ia dengar dengan jelas jika Calista hamil, berarti ia yakin jika sebentar lagi ia akan menjadi paman untuk keponakanya.

__ADS_1


"Tinggal nunggu meja hijau, doain semoga kakak lulus," jawabnya sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya. " Amin deh kak, jadi jika sudah tamat kuliah jangan lupa segera menikah," sahut Calista malah mendorong kakaknya untuk menikah saja.


"Ogah ahh aku mah kerja dulu, punya uang punya rumah punya usaha sendiri barulah aku punya istri, iyah tidak Nat?" ucap Glenka malah menunggu tanggapan Nathan dengan kata katanya.


"Betul itu kak Glen, jangan ajak cewek susah deh pokoknya," sahut Nathan dengan tawanya.


Sebenarnya Nathan lebih tua dari Glenka, tapi demi menghargai saja ia pun tetap memanggil Glenka dengan sebutan kakak.


"Ehh tapi jangan salah, dulu Papah mu ngajak aku susah dan aku temanin dari nol hingga sampe tajir saat ini," sahut Linda ikut memberi komentar. "Iyah sih Mah kamu mah nemenin dari nol tapi yang capek aku kan?" sahut Arly malah berdebat soal itu.


"Hahahah, sudah lah kita makan dulu nanti saja berdebat," Jhon dibikin ngakak saja mendengar sahabat dengan istrinya malah bedebat. "Iyah tuh kak Jhon katanya cuman dia yang capek!" sahut Linda sebel sama kata kata suaminya.


Suasana makan malam mereka pun jadi ceria dengan canda dan tawa.


Tidak terbayang dua keluarga bersama dalam satu rumah tapi keduanya sama sama kompak dan sefrenkuensi yang satunya memberi saran lalu yang lainnya menyahutin dan unjungnya pun jadi ngakak dan tawa


Sahabat serta besan sepertinya tidak mudah terjadi konflik diantara mereka, jadi jika di pikir pikir ada baiknya sih mereka yang bersahabat begini menjodohkan anak, gunanya agar silahturahmi antara persahabatan ini tidak putus.


Adem banget deh pokoknya menyaksikan dua keluarga ini, pokoknya yang baca harus jodoh jodohin anak deh sama anak sahabat agar tetap awet persahabatannya!😁


......................


Nathan kebelet ajak ehem - ehem


"Ehhm sayang ajak Mamah tidur yah ini sudah jam 22:00," ucap Nathan yang melihat Mamah dan mertuanya masih saja betah ngobrol, Calista yang ikut menemani pun terlihat menyedihkan.


"Iyah deh sayang," balas Calista menganggukan kepala. "Mah kita tidur yuk, Calista ngantuk nih," ucapnya dengan suara manjanya.

__ADS_1


Serentak kedua besan itu berhenti dengan cerita lucu dan ngakak mereka. " Ya sudah lah sayang, kamu tidur duluan kami masih enakan bercerita nih," sahut Linda malah mengusir Calista agar tidak mengganggu mereka


"Astaga ibu ibu pro, batrenya tahan lama coy," ucap Calista dengan mata melotot menutup mulutnya. " Ngomong apa sih, sudah sana masuk kamar mu suami mu nunggu tuh ditangga," sahut Marya malah pura pura budak saja dengan kata kata Calista.


Calista terlihat bodoh disana, sudah ngomong baik baik malah di cuekin dia. "Ya sudah deh, aku tinggal yah bye," ucap Calista berdiri dari duduknya segera beranjak dari sana.


Nathan tersenyum menang saat Calista mau masuk kamar, padahal pikirannya sudah melayang. Calista tidak mengerti pikirannya malah bodoh mengikuti.


"Nah kenapa malah senyum senyum?" tanya Calista heran dengan suami yang melihat kearahnya senyum sendiri. " Enak banget nih berarti mau dong jadi santapan ku malam ini?" ucapnya dengan suara liciknya.


Calista terbelalak menatap horor kepada suaminya, jadi itu alasannya kenapa ia menyuruh orang tua mereka tidur.


"Yaampun OMES kamu ternyata," pekik Calista meninju lengan suaminya sebel. "Hahah yuk sayang kita masuk istana kita," bisiknya merangkul leher istrinya penuh dengan kebanggaan.


Pria ini dulunya tak pernah sedikit pun tertarik dengan perbuatan itu, semenjak Calista jadi pawang nya malah keenakan sampai ketagihan nagih setiap malam.


Sama dengan Calista dulunya juga gitu, saat pertama malah takut dan katanya belum siap sekarang malah sekarang selalu mengatakan siap siaga dari malam hingga pagi.


Enak memang karena sudah menikah jadi bebas tidak mesti takut ketahuan, pemikiran seperti itu emang baik menurut Nathan karena jika ia berhubungan kepada wanita sebelum halal itu dosa baginya.


"Sayang tahan sampe ronde 3 yah malam nih," bisik Nathan malah semakin memancing Calista. " Jangan gila kamu, ingat aku lagi hamil," balas Calista menjewer telinga Nathan dengan gemes.


"Ow sakit, tapi dua kali boleh?" ucapnya lagi sambil meringis karena telinganya di jewer. "Jadi gimana kita mulai?" tanya Calista malah sangat menginginkan juga.


"Yok gas, buka !!!" seru Nathan dengan semangat tersenyum nakal kearah Calista.


Dan malam itu juga terjadi lah pertempuran hebat diatas ranjang, tak peduli sebesar apa suara ******* yang terpenting malam itu mereka harus tuntaskan sampai kepuasan yang mereka inginkan.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG...


__ADS_2