
Nathan sedang bersiap siap dengan pakaian rapi dan menata style yang keren dan cool. Ia merapikan diri karena hari ini beribu pasang mata pasti mengarah padanya, ia tidak mau jika sampai dibuat malu jika penampilannya yang kurang dimata para tamu.
Ia memandangi dirinya di cermin dan tersenyum, sungguh tidak menyangka hari ini hari melepasnya masa lajangnya dan bersiap melangkah menjadi seorang suami yang penuh tanggung jawab untuk membentuk suatu keluarga yang baru.
"Calista, ternyata kamu jodohku," ucapnya yang tiba tiba saja bayangannya terlintas dalam pikiran Nathan.
Ia masih senyum senyum membayangkan mereka di atas Altar nanti sungguh kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan. Entah Calista merasa hal yang sama hari ini atau sebaliknya.
Saat melamun ponsel miliknya yang menyadarkannya, ia segera membuka isi chat yang ternyata dari temannya Alfred ia memberi selamat dan memberitahu jika ia sudah berada di luar.
Nathan segera membalas dan meminta Alfred menemuinya di kamar.
"Alfred aku senang kamu datang,huufftt..!" ucapnya dengan wajah bahagia, kembali memasukan ponsel kedalam sakunya.
......................
"Nat aku boleh masuk?" ucap Alfred yang berada di depan pintu kamar Nathan. " Silakan bro!" sahut Nathan segera menyambut temannya. " Hari ini kamu terlihat cool men, siapa sih calonmu?" tanya Alfred juga memberi pujian kepada Nathan.
" Nanti kamu akan melihatnya, tidak usah tanya tanya terus," jawab Nathan malah tertawa. " Akhh, tenaganya sudah disiapkan kah ini?" ucap Alfred mengajak Nathan sedikit bergurau dulu. " Hahah kenapa, apa kamu punya obat kuat untukku?" sahutnya ngeledek temannya.
"Hahaha, punya mu tidak kuat apa? Alfred menyahuti dan ikut tertawa.
Begitulah jika teman sudah berkumpul cerita pasti unjung unjungnya mengarah disana.
"Aku sumpahin kamu secepatnya menikah Al, tidak usah ngeledeki ku mulu," ucap Nathan terus tertawa dengan temannya yang ikut hadir hari ini.
" Hahah, oh yah teman teman yang lain kayaknya sudah datang, bersiap dengan ledekan yang seru lagi," sahut Alfred memberitahu jika teman temannya yang lain juga ikut hadir.
Alfred termasuk teman kuliahnya yang masih setia saja padanya sampai saat ini, mereka merantau ditempat yang sama dan juga menjadi teman buat Nathan saat ia tengah dalam kesedihan.
Nathan terus menyahut nyahutin dan tertawa lepas bersama Alfred, biasalah dalam keadaan seperti ini pasti ada ada saja yang diucapkan mau tidak mau harus dihadapi.
__ADS_1
...----------------...
"Sayang kamu sangat cantik," puji Marya yang melihat anak gadisnya berpakaian dan telah berdandan secantik mungkin.
Calista tersenyum dan tidak lepas didepan cermin untuk terus meliriknya. " Makasih Mah, ini semua ide cemerlang Mamah," balas Calista memeluk dan mencium Marya, salon yang super bagus yang telah disiapkan Marya benar benar dengan hasil yang puas dan tidak mengecewakan.
Marya dan anak gadisnya tidak bisa mengungkapkan lagi rasa bahagia mereka, senyuman manis terukir terus diwajahnya.
" Mamah juga sangat cantik dengan dandanan ini terlihat muda," puji Calista kepada Mamahnya yang juga ikut berdandan cantik seperti Calista.
Ibu dan anak sama sama terlihat cantik dan anggun, pakaian termewah yang mereka kenakan menambah kesan memukau bisa memanjakan mata yang melihatnya.
"Kamu harus bersiap sebentar lagi calon mu menjemputmu," ucap Marya mengelus lembut pipi Calista, ia mencubit gemes dan menciumnya.
"Apa mereka sudah memberitahu Mah?" tanya Calista deg degan saat Marya mengatakan itu. " Papah mertua mu sudah menghubungi Papah sayang," jawab Marya.
"Oh gitu, aduh aku jadi deg degan Mah," Calista malah seketika kaku dan merasa denyut jantung yang sangat kencang, mungkin terbawa suasana.
Calista mengangguk seraya menarik nafas dan mengeluarkannya pelan, ia harus mempersiapkan diri dan memberanikan diri agar tidak terlihat gugup jika nanti Nathan datang dan bergandengan dengannya di atas Altar.
Wajar saja jika Calista seperti itu, hari ini pasti semua undangan ikut hadir dan tentunya mata pasti tertuju padanya, jadi pikiran itu terus terlintas di otaknya.
Apa lagi saat bersama Nathan ia merasa sedikit malu dan deg degan bergandengan diatas Altar membuatnya gugup saat memikirkan itu.
"Mamah tinggal sebentar sayang, kamu tunggu disini Raysa sudah datang biarkan Mamah panggil kesini," ucap Marya meninggalkan kamar Calista.
Calista baru mengingat kepada sahabatnya, ternyata ia datang juga menghadiri pesta pernikahan ini, Calista tidak sabar Raysa menemuinya ia penasaran bagaimana reaksi Raysa dengannya yang tiba tiba sudah mau nikah sama Bos mereka pula.
"Iyah Mah, bilang Calista menunggunya disini dengan cepat!l sahut Calista tertawa merasa bahagia banget.
Marya mengangguk dan berlalu pergi dari sana segera turun dan memanggil Raysa.
__ADS_1
......................
"Beb, kamu gila sudah mau nikah saja, aying ku kira kamu bohong waktu kita berteleponan itu," teriak Raysa nyosor masuk tanpa permisi dulu.
Raysa berlari dan melompat kegirangan, ia berhamburan memeluk Calista sangking bahagianya.
"Hahaha ini kejutan, sengaja aku tidak memberitahumu," balas Calista ikut memeluk dan melompat kegirangan menyambut sahabat tergilanya itu.
"Aahhngg,, kamu cantik banget beby, aku jadi iri," ucap Raysa bergelayut memandangi wajah Calista yang super cantik bak bidadari. " Ihh bentar lagi juga kamu menikah, tentu berdandan cantik seperti ini," balas Calista mencubit kedua pipi sahabatnya dengan gemes.
"Eh by the way bagaimana ceritanya List kok bisa nikah sama kak Nathan, apa kalian tertangkap basah saat pulang bareng?" otak Raysa bekerja cepat tapi encer, pikirannya malah berada diluar nalar, masa ia menuduh yang tidak tidak.
"Otakmu Raysa kok encer, enak aja bilang tertangkap basah," gerutu Calista menepuk kepala Raysa gemes, coba saja kalau Raysa musuhnya ia sudah pasti mencabik cabik muka itu karena geram mendengar ucapan yang tidak bermutu.
"Hahaha ngakak, terus bagaimana cerita yang sebenarnya," sahut Raysa malah tertawa lepas seperti orang gila, merasa lucu banget melihat Calista terpancing emosi.
"Papah ku dan Papahnya sahabat Sa, sudah merencanakan kian untuk menjodohkan kami. Aku dan kak Nathan tidak tahu sama sekali karena ini permintaan orang tua yo wes aku tidak nolak," jelas Calista, agar Raysa tidak berpikir yang aneh aneh lagi.
"Ohh gitu enak yah nikah sama kak Nathan, membayangkan tubuhnya yang wow saja sudah merinding aku," ucapnya lagi malah tertawa mengeledek Calista.
"Astaga otak mesum kau Raysa!!!" teriak Calista geram sama sahabatnya yang sudah mulai otaknya bekerja kearah itu. " Hahaha, malam pertama say persiapkan dirimu," sahut Raysa malah terus terusan ngeledikin Calista.
Mau tidak mau Calista ikut menyahuti saja, namanya juga sahabat tergilanya dengan keadaan seperti ini harus siap menghadapi ini.
Mereka bercanda gurau dan melepas tawa bersama, tak terasa Calista juga berpisah dengan sahabatnya ini, menjalani pernikahan harus lah siap meninggalkan semua yang ia sayang termasuk Raysa.
Walaupun persahabatan mereka tetap berlanjut tapi pasti ada perbedaan, Calista juga pasti akan sibuk untuk suaminya nanti.
...****************...
......................
__ADS_1
BERSAMBUNG...