Teman Hidupku

Teman Hidupku
6 Bulan kemudian


__ADS_3

Kini Calista dan Raysa sudah masuk kuliah dari 4 bulan yang lalu, seperti yang mereka inginkan kuliah di kampus impian sangat membuat mereka bersemangat.


Apa lagi disana banyak cowok tampan dan keren dan rata rata berasal dari keluarga berada.


"List lihat tuh cowok yang kamu naksir," ucap Raysa menunjuk seorang pria yang sedang bermain basket di lapangan kampus.


"Hem aku tidak ingin mempunyai rasa terlalu dalam padanya Sa, siapa tau dia punya cewek," balas Calista dengan pandangan mata yang tak terlepas kepada pria itu.


"Ah sudah lah dia juga punya rasa kayak nya sama kamu List, lihat saja dia sedari tadi curi curi pandang kearah kamu," Raysa pun berharap pria itu memberi harapan kepada Calista agar sahabatnya itu tidak kecewa.


"Hem tapi sampai sekarang cowok itu tidak berani mendekatiku," Calista malah bodoh amat dengan perasaannya sama pria itu, mau di balas atau tidak perasaannya ia tidak peduli.


Steven adalah salah satu maha siswa di kampus itu juga dan termasuk kategori pria tampan yang disukai banyak wanita disana.


Termasuk Calista dia diam diam menyimpan perasaan kepada Steven tapi sampai saat ini ia tak kunjung mengatakannya ia hanya mengagumi pria itu dari kejauhan saja tanpa berharap pria itu akan mengungkapkan perasaan yang sama ia rasa.


"List kita kan tidak ada mata kuliah lagi yah, apa kita tidak pulang?" Raysa melihat jadwal kuliah mereka ternya tidak ada lagi hari ini, ia ingin pulang dan segera pergi kerja karena disana juga ia diam diam mengagumi seorang pria yang tak lain adalah Chef Radit.


"Ihh bentar dulu lah kita pulang, kayaknya kamu sudah kebelat banget yah sama Chef Radit haha," balas Calista masih tidak ingin pulang, ia malah meledeki Raysa yang menyukai Chefnya.


"Jangan meledeki ku, apa salahnya aku menyukai Chef Radit harusnya kamu sebagai sahabatku perjuangkan aku," Raysa memang tidak sedikit pun tersinggung karena memang ia benar menyukai Chef Radit.


"Sabar yah aku pasti akan memperjuangimu, tapi tunggu kita bentar lagi pulang," balas Calista memohon kepada Raysa mungkin saja ia masih ingin berlama lama melihat Steven dari sana.


Steven yang tak sengaja melihat kearah Calista yang sedang duduk di dibangku teras kampus, dan secara bersamaan pandangan mereka saling bertemu.


Calista memberanikan diri tidak memalingkan pandangan nya malah ia memandang lekat dan menunjukan senyumannya kepada Steven.


Steven yang melihatnya terhenti dengan gerakannya, ia juga menyambut senyuman Calista, ia mengangguk kearah Calista.


Raysa menyadari itu, ia melihat keduanya saling bergantian dan ia pun ikut tersenyum senang.

__ADS_1


"Aduhai, saling pandang memandang ini bah ternyata, huhui," ledeki Raysa sambil tertawa sendiri melihat sahabatnya mulai berbunga bunga kepada pria impiannya.


"Sa dia arah sini tau, coba lihat ia kesini woy," ucap Calista seperti kesabar petir dad dig dug bercampur aduk, rasa gugup menghampirinya saat ia melihat Steven semakin berjalan dekat kearahnya.


"Santai saja beb, jangan kelihatan kamu menyukainya biasa saja nanti dia malah mempermainkan mu," Raysa juga memperingatkan sahabatnya agar berhati hati dulu sebelum hubungan dijalani.


Calista mendengarnya, ia memperbaiki posisi duduknya dan terlihat kalem saat ia mengetahui jika Steven benar kearahnya.


"Hai, apa aku boleh duduk disini," ucap Steven berdiri dihadapan Calista. " Ohh tentu boleh, silakan," balas Calista terlihat santai menyambut Steven ia menggeser tubuhnya memberi tempat duduk untuk Steven.


Steven mendudukan tubuhnya saat Calista memberikan sedikit tempat duduk untuknya, "Thank's yah, by the way nama kamu siapa," ucap Steven mengulurkan tangannya ingin berkenalan dengan Calista.


"Ehm aku Calista," jawabnya menyambut uluran tangan Steven dan mengangguk tersenyum. " Ohh namamu Cantik, tak jauh seperti wajahmu," puji Steven membuat Calista salah tingkah sendiri.


"Heheh biasa saja kok, ehm terus nama kamu siapa?" balas Calista saat tangannya masih dalam genggaman Steven namun ia tak memberitahukan namanya.


"Ahh iyah maaf, namaku Steven," ucap Steven memberitahukan namanya dan segera melepaskan genggaman tangannya ditangan Calista.


Calista mengatur pernapasannya agar tidak terlihat gugup berdekatan dengan pria idamannya saat ini.


"Ehh List aku kekantin sebentar yah, aku kayaknya haus nih," ucap Raysa yang sedari tadi menyaksikan drama itu, ia seperti cancing kepanasan tidak tahan melihat orang sedang saling jatuh hati itu, ia segera mencari alasan untuk pergi ke kantin dan menyisakan Calista dan Steven disana.


"Sa kamu tidak ngajak aku?" balas Calista menarik tangan Raysa saat ia hendak melangkah. " Tidak mungkin kan kamu tinggalin Steven yang baru juga duduk disana sama kamu," Raysa menepis pelan tangan Calista dan mengedipkan sebelah matanya kepada Calista, ia memberi isyarat kepada sahabatnya untuk berduaan sama pria idamannya itu.


Raysa tidak mengambil pusing ia tetap meninggalkan Calista bersama Steven disana. Keheningan terjadi saat mereka tinggal berdua disana, Steven yang masih terlihat gugup juga tidak tau harus memulai cerita yang bagaimana.


Calista yang melihat kegugupan itu, ia segera mencari topik cerita untuk memecahkan suasana tegang diantara mereka.


"Ehm kak Steven sudah semester berapa?" ucapnya sambil menoleh kearah Steven. "Ahh iyah aku baru semester 6 kok, kalian anak baru kan?" jawab Steven seraya kembali bertanya kepada Calista.


"Betul kami baru disini," jawab Calista menganggukan kepalanya. "Pantes aku baru melihat mu," Steven ikut menoleh dan memandang wajah Calista dengan dalam.

__ADS_1


"Sial baru aku bertemu dengan cewek ini padahal dia cantik banget," batin Steven memandang wajah Calista tak sedikit berkedip.


"Kak Stev are you oke?" Calista heran saja karena Steven memandangnya begitu lama tak berkedip.


"Ahh, sorry - sorry," balasnya tersentak kaget segera memalingkan wajahnya saat Calista menegurnya.


Calista kembali mengangguk dan tersenyum ia tidak bisa menebak kenapa Steven salting kepadanya.


Mereka makin lama asyik mengobrol disana, sampai mereka berganti nomor ponsel, Steven meminta nomor ponsel Calista alasan agar lebih dekat atau ingin berteman dengan Calista.


Dengan senang hati Calista memberikan karena harapannya pun ia ingin mereka lebih jauh dekat tidak hanya sekedar teman saja.


Banyak hal yang mereka obrolin sampai saat Raysa meminta Calista untuk pulang karena takut kelamaan mereka masuk kerja, mau tidak mau Calista mengakhiri obrolan itu kepada Steven, ia pamit untuk pulang duluan tak lupa dengan lambaian tangan kepada Steven.


Raysa geleng geleng merasa lucu melihat sahabatnya ini tengah berbunga bunga, ia lun berharap Steven tidak hanya sekedar memberi Calista harapan, ia tidak ingin sahabatnya ini kecewa atau tersakiti dengan perasaannya yang tak kunjung di balas oleh Steven.


...----------------...


...****************...


BERSAMBUNG...


......................


...----------------...


(Thanks buat kalian yang menyempatkan diri untuk membaca novelku, silakan ditunggu up episode baru, dan jangan lupa dukangan dari kalian untuk tinggalkan 👍 dan vote juga di + subscribe.


Salam hangat dari Author


(Gadis Nias)

__ADS_1


👋👋👌👌


__ADS_2