
"Hai sayang," ucap Steven melambaikan tangannya memanggil Calista dari kejauhan. Calista dan Raysa berjalan kearahnya, Calista yang sedang berbunga bunga pada Steven tentu saja hatinya sangat bahagia melihat Steven menyambutnya.
"List pacar kesayangan mu kayaknya nungguin kamu, sana gih samperin dia," ucap Raysa menghentikan langkah kakinya. "Kamu tidak ingin temani aku Sa?" tanya Calista ikut berhenti disamping Raysa.
"Ngapain aku temani, sorry lah yah aku tidak mau jadi antik nyamut kalian disana," balas Raysa memutar bola matanya malas ngikuti Calista yang mau pacaran dengan Steven.
"Idih, gitu kali ngomongnya," Calista malah kesal mencubit kedua pipi Raysa dengan gemes. "Sudah deh Steven lagi nungguin kamu tuh, mending samperin!" bentak Raysa melepas tangan Calista dipipinya dan mendorong tubuh Calista berjalan pergi dari situ.
Dengan berat kaki Calista melangkah menyamperin Steven yang tengah menunggunya, sebenarnya ia tidak tega hampir tiap hari ia meninggalkan Raysa sendiri demi Steven.
Calista emang tidak sengaja karena Raysa yang selalu menyuruhnya dan seolah olah membiarkannya bersama dengan Steven.
...****************...
"Hei sayang, kok malah cemberut saja," sapa Steven saat Calista mendekatinya yang terlihat manja dari jauh. "Hem, tidak apa apa," balas Calista berlagak manja bak anak umur 5 tahun yang sedang merajuk.
Steven tersenyum memegangi kedua pipi Calista dengan gemes dan meninggalkan kecupan manisnya disana.
"Iih Stev jangan nakal, tidak malu apa kita dilihatin tuh," Calista dengan cepat menepis bibir Steven yang sudah mengecup pipi manisnya. "Bodoh amat, toh semua sudah tau kita pacaran," balas Steven merangkul pinggang Calista berjalan melewati siswa siswi lainnya disana.
"Jangan terlalu romantis ini kampus tahu Stev," bentak Calista berbisik menarik tangan Steven dipinggangnya. " Sudah deh biarin saja, semua maha siswa disini mah bebas pacaran," Steven malah tidak peduli dengan Calista yang selalu menegurnya.
Steven malah semakin mengeratkan pelukannya dipinggang Calista dan mengecup sekilas pucuk kepala Calista, membuat para wanita yang mengaguminya semakin iri dengan Calista.
"Sayang kamu itu sudah jadi milikku dan semua maha siswa dikampus ini tau bahkan ada Dosen yang mengetahuinya," bisik Steven kepada Calista.
__ADS_1
"Kok bisa gitu," tanya Calista menoleh kearah Steven dan mencubit perut seksi itu dengan gemes. "Ow sakit, itu aku sudah publikasikan lewat IG ku," balas Steven sambil menjerit geli karena Calista yang mencubit perutnya.
Calista semakin bersorak bahagia, ternyata Steven tidak memprivasi tentang hubungan mereka, dan itu artinya Steven emang serius dengannya dan Steven sama sekali tidak mempunyai wanita selain Calista.
"Apa foto foto kita kemarin di post di IG mu?" tanya Calista mengangkat wajahnya melihat wajah tampan kekasihnya. "Sudah dong, sekarang kamu buka IG nya dan cek saja disana apa komentar orang yang mengetahuinya," jawab Steven menyerahkan ponselnya kepada Calista untuk diperiksa.
"Aku tuh percaya sama kamu Stev, sudah lah aku tidak ingin memeriksa ponselmu," tolak Calista tidak mau terlalu mengekang Steven atau harus mengetahui segala privasi Steven.
"Aku tahu kamu percaya sama ku, tapi aku ingin kita saling terbuka tidak mau ada yang harus di tutup tutupi lagi," Steven terlihat santai dan ingin terus meyakinkan Calista, agar Calista semakin mencintainya dengan sepenuhnya.
"Oke lah," balasnya meraih ponsel Steven dan mulai membukanya. " Sandinya tanggal lahirmu," ucapnya saat Calista membuka layar ponsel itu dan dimintai sandinya. "Segitunya kali kah sayang?" Calista tersenyum menoleh kearah Steven rasa senangnya tidak bisa ia sembunyikan saat Steven memberitahunya lagi jika sandi ponselnya adalah tanggal lahir Calista.
Steven mengangguk tersenyum merasa bahagia melihat Calista kegirangan seperti itu, ia mengusap rambut Calista dengan lembut menyaksikan betapa bahagianya wajah Calista saat ini ia buat.
"Raysa apa betul sahabatmu Calista sudah jadian dengan Steven?" tanya seorang perempuan yang sekelas dengan mereka. "Benar lah Din, mereka baru jadian," jawab Raysa kepada teman bangku disebelahnya yang bernama Dinda.
"Suruh Calista hati hati saja deh, kayaknya aku dengar Steven itu playboy loh Sa," ucap Dinda sedikit pemperingati agar Calista tidak sakit hati nantinya.
"Okelah Din nanti aku sampein," balas Raysa tersenyum kearah Dinda, tidak mau membahas tentang Calista ia juga tidak mau jika unjung unjungnya Dinda ini menarik cerita Calista dari Raysa untuk di jadikan bahan gosip di kampus itu, karena berita hangat di kampus ini seputar jadiannya Calista dan Steven yang hampir seluruh kampus telah mengetahuinya.
Dinda mengangguk dan tersenyum tidak mau berbicara lagi karena Raysa terlihat mencuekinya.
Banyak pasang mata yang berada di dalam kelas itu saat melihat Calista tengah diantar Steven masuk di dalam kelasnya.
"Sayang aku tinggal dulu yah belajar yang rajin, nanti pulang aku antar," ucap Steven dengan penuh perhatian, tak lupa ia mengecup pipi Calista yang membuat teman teman Calista yang melihat itu jadi iri dan tumbuh rasa benci kepada Calista
__ADS_1
"Baik sayang," Calista mengangguk tersenyum dan mendorong bibir Steven yang terus terusan mengecupnya. Calista malah dibikin malu saja saat mata semua tertuju pada mereka.
Steven mengacak rambut Calista gemes setelahnya berlalu pergi dari sana, Calista merasa bahagia dan melayang atas perlakuan gemes Steven, ia masuk kelas dengan wajah yang berseri bahagia.
Menduduki tubuhnya dibangku dekat Raysa tidak mau ambil pusing lagi tentang teman temannya yang memperhatikan mereka.
"Sa, kamu sedang apa?" tanya nya memeluk sahabatnya itu. " Tidak, aku sedang membaca komentar ini di IG, banyak juga ternyata yang iri dengan hubungan kalian," balas Raysa sedikit ngakak membaca komentar komentar netizen tentang foto foto Calista bersama Steven kemarin ditaman.
"Sini aku lihat," ucap Calista penasaran karena Raysa kelihatan ngakak saja. " Nih baca saja sendiri," Raysa menyerahkan ponselnya kepada Calista dan menyuruhnya untuk membaca komentar yang lebih puluhan ribu itu.
"Astaga bagaikan artis saja diriku ini banyak banget netizen yang ngehujat," Calista malah tertawa geli dengan komentar yang menohok dari netizen iri.
"Lucu sih aku tapi aku salut saja Steven berani mempublikasikan tentang hubungan kalian, padahal banyak wanita yang mendekatinya loh List," Raysa juga kagum dengan keberanian Steven padahal disana banyak wanita yang mengejarnya.
"Entah lah Sa, aku jadi takut jika berita ini sampai di Kota kita dan kak Glen tahu bisa jadi masalah lagi nih," Calista jadi kepikiran karena Steven yang ternyata Selebgram bisa bisa gosip ini sampai di Kota sebelah dan Glenka tahu, bisa kena marah lah lagi Calista nanti.
"Itulah derita mu pacaran sama Selebgram, harus siap kena hujatan dari netizen," ucap Raysa malah tertawa lucu melihat Calista jadi tegang seperti itu.
Calista mengusap wajahnya mengehembuskan nafasnya pelan lalu ia membenamkan wajahnya diatas meja belajarnya untuk mengsterilkan pikirannya yang sedang kacau balau tentang percintaannya ini dengan Steven.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG...
__ADS_1