Teman Hidupku

Teman Hidupku
Janji Suci


__ADS_3

Nathan bersama keluarga besar mendatangi rumah keluarga Jhon untuk menjemput calon istrinya.


Gedung Aula tempat pernikahan sudah diatur dan telah dipersiapkan seindah mungkin.


Disana para undangan telah hadir tinggal menunggu kedua mempelai datang dan acara pesta pernikahan di mulai.


"Sayang, Calon mu sudah datang, bersiap lah dia menjemputmu kesini," ucap Marya dengan gembira memberitahukan Calista.


"Aduh Mah Calista gugup, pengen pipis," sahut Calista, sangking deg degannya dengan tubuh bergetar dan berkeringat dingin rasanya ingin pipis. 😁


"Astaga sayang ya sudah pipis dulu, jangan bikin malu Calista," sahut Marya sedikit ngakak, ia dengan cepat mengantar Calista ketoilet dulu sebelum ia keluar kamar.


Sementara Jhon menjemputnya untuk menyerahkan Calista kepada Nathan yang akan sah hari ini menjadi suami dan menggantikan posisi Jhon untuk menjadi pemimpin Calista.


Saat Jhon menyerahkan anak gadisnya kepada Nathan itu tandanya apa pun semua yang terjadi dikehidupan Calista Nathan yang akan bertanggung jawab.


"Mah, Calista sudah siap?" tanya Jhon memasuki kamar Calista. " Bentar Pah, Calista lagi di kamar mandi," sahut Marya berteriak dibalik kamar mandi. " Cepat, Nathan telah menunggu," ucapnya lagi. " Oke tunggu!" sahutnya segera merapikan kembali Gaun Calista dan bersiap membawanya diluar.


"Nathan dan keluarganya sudah datang Mah, ayo kita antar Calista," ucap Jhon tersenyum kearah istri dan anak gadisnya. "Ya sudah, ayo sayang," sahut Marya menoleh kearah Calista.


Calista mengangguk dan tersenyum, ia mengalunkan tangannya di lengan Jhon. Mereka berjalan keluar menuju pintu utama, di luar Nathan telah menunggu nya.


Saat Jhon dan Calista menurunin tangga mata Nathan begitu bersinar memandangi wajah Calista yang sangat cantik dan anggun. Selama ini wajah cantik yang ia miliki tak pernah ia tunjukan dan hari ini Nathan menyaksikannya.


Tak hanya ia yang terkagum dengan kecantikan Calista, Arly dan Linda menatap menantu mereka dengan wajah bersinar tak salah lagi mereka memilih Calista menjadi mantu di keluarganya.


Calista berjalan sangat anggun langkah yang begitu lambat dan wajah tertunduk, ia melirik sesekali kearah luar dimana Nathan sedang menunggunya. Hatinya dag dig dug dan terasa sesak, pernikahan yang sangat meriah dan disaksikan banyak orang ini sama seperti yang pernah ia baca di dalam dunia dongeng.


"Selamat datang nak Nathan, mulai sekarang kamu sah jadi suami Calista, aku serahkan ia padamu bertanggung jawab lah atas nya," ucap Jhon saat sampai membawa Calista dihadapan Nathan.


Nathan mengangguk dan tersenyum " Terimakasih atas kepercayaan Papah kepada Nathan, dengan semampu ku akan bertanggung jawab padanya," balas Nathan sedikit ada rasa gugup karena disana ada keluarga besar yang menyaksikan.

__ADS_1


Jhon mengangguk seraya menoleh kearah Calista yang masih memeluk lengannya dengan wajah yang menunduk.


" Calista jadi lah istri yang baik dan yang patuh kepada suamimu, hari ini Papah melepas tanggung jawab padamu, hiduplah bersama suamimu," ucap Jhon kepada Calista, memegang tangan Calista dan mengulurkannya kepada Nathan.


Calista mengangguk dan mengangkat wajahnya pelan, ada sedikit haru dengan ucapan Jhon padanya.


Nathan menyambut tangan Calista dan mencium punggung tangan lembut dan halus itu.


Mereka berjalan menuju mobil pengantin dengan Calista yang mengalunkan tangan dilengan Nathan dan memegang bunga ditangan yang satu.


Dari belakang di ikuti oleh kedua orang tua Nathan dan Calista, begitu pun dengan keluarga besar yang lainnya.


Mereka memasuki mobil dengan Nathan mempersilakan pengantinnya duduk di jok depan dan diikuti olehnya duduk dibalik kemudi.


Keduanya terlihat gugup dan malu, Calista masih tidak berani menatap wajah Nathan malah jantungnya yang masih saja berdetak hebat.


"Apa kamu sudah siap Calista?" ucapnya memulai percakapan untuk menghilangkan kegugupan diantara mereka.


"Hem," jawab Calista berdehem dan mengangguk masih tidak menoleh kearah Nathan. " Di Aula tempat resepsi pernikahan lebih banyak orang, terlihat santai lah jangan gugup," balasnya sambil menyalakan mobilnya dan langsung saja ia lajukan menuju Aula yang telah mereka persiapkan.


" Aku akan mencoba untuk tetap tenang," sahutnya dengan suara lembut dan terdengar manis sama seperti wajahnya. Nathan mengangguk dan membalas senyum itu.


Sepanjang perjalanan hening sama sama tak ada yang berani memulai percakapan lagi, hati Calista yang tidak berhenti dag dig dug membuat sekujur tubuhnya berkeringat dingin.


Tanpa mereka sadari mobil telah membawa mereka sampai didepan Aula, dengan diikuti mobil dari kedua belah pihak keluarga lumayan banyak sampai puluhan mobil ikut terparkir di depan Aula.


Nathan segera turun dan menyambut pengantinnya membukakan pintu mobil untuknya dan mengulurkan tangannya.


Calista menjinjit kakinya keluar dan menyambut uluran tangan Nathan padanya.


Aula yang sangat besar dan megah terhias indah dan sangat keren, membuat orang yang berada disana sangat nyaman dengan dekorasinya paling istimewah. Tak diragukan jika ini dikatakan resepsi pernikahan anak sultan, semua nya lengkap dan sangat memuaskan hati dan mata melihatnya.

__ADS_1


Masih dengan posisi tangan yang mengalun dilengan Nathan, mereka berjalan pelan memasuki aula dengan disambut para undangan yang telah duduk dikursi tersusun rapi disana.


Langkah kaki mereka diiringi dengan melodi musik yang indah dan menyentuh, beribu pasang mata menatap kearah mereka para tamu di undang berdiri untuk menyambut kedatangan sang pangeran dan permaisuri.


Seluruh undangan memuji dan terkagum pada mereka dalam penilaian Nathan dan Calista sangat cocok dan serasi sama sama tampan dan cantik.


Calista tidak lepas dari senyum manisnya dan sedikit mengangguk kepada setiap orang yang berpapasan memandangnya, kelihatan sekali jika ia adalah sosok gadis yang ramah dan sopan, para undangan sangat menyukainya dan gemes padanya.


Di depan Aula telah tersedia tempat khusus untuk kedua mempelai, mereka akan menuju kesana, Calista mencoba untuk menoleh sedikit kesamping untuk melirik wajah tampan Nathan, namun tanpa sengaja Nathan pun menoleh sehingga pandangan mereka bertemu, Calista tersenyum malu sendiri.


Nathan sangat terlihat santai dengan penampilannya yang berwibawah, banyak para remaja yang menyaksikan mereka dan sangat iri melihat Calista bersanding dengan nya.


Raysa dan Radit serta keluarga Raysa yang ikut hadir dalam pesta mewah ini ikut terkagum, apa lagi Raysa rasanya sudah tidak sabar akan segera dinikahi oleh Radit karena melihat Calista yang sudah duluan mendahuluinya.


"Sayang aku jadi tidak sabar ingin cepat nyusul seperti mereka," ucap Raysa bergelayut manja kepada Radit.


Radit tersenyum dan mencubit hidung mancung Raysa dengan gemes. " Sabar, waktunya akan segera tiba," sahutnya menenangkan hati Raysa agar jangan terlalu buru buru.


Raysa dengan wajah gemes nya memeluk dengan manja lengan Radit sambil menyaksikan pernikahan sahabatnya yang super super istimewa ini.





Gambaran


CALISTA DAN NATHAN


😁😁😍😍😋😋

__ADS_1


...****************...


BERSAMBUNG...


__ADS_2