Teman Hidupku

Teman Hidupku
Pemandangan Indah


__ADS_3

"Sebaiknya kamu mandi setelah itu kita makan malam," ucapnya lagi, sebenarnya ada niat ingin mandi bersama namun bibirnya berat untuk berucap. " Mandi berdua?" sahut Calista malah bikin tercengeng saja, Nathan dengan cepat menatapnya dengan wajah penuh tanda tanya. Rasanya seperti Calista sedang mengetahui isi pikirannya.


"Apa kah kamu menginginkannya?" sahut nya memancing, jika Calista ingin yah mana bisa ditolak. Calista tersenyum dan terlihat seperti mencandai Nathan.


"Kebelet banget yah ternyata," ucap Calista memberanikan diri mengusap wajah Nathan dengan jahil lalu dengan cepat ia berlari dan menutup diri di dalam kamar.


Calista tertawa lepas didalam kamar mandi suaranya terdengar horor seperti kuntilanak yang sedang melintas seisi ruangan itu.


Nathan sampai merinding dan gemes mendengar Calista, kalau saja hasratnya tak ia tahan mungkin saja sudah ikut nyosor masuk kekamar mandi tak peduli Calista mengizinkan nya atau tidak.


Ia kembali kelantai bawah untuk memerintahkan pelayan untuk menyiapkan makan malam mereka juga memerintahkan asisten nya untuk mengambil semua barang mereka untuk dibawa kekamar.


Perasaan Nathan menjadi bercampur aduk gelisah dan juga deg degan, pikirannya dipenuhi dengan suasana bulan madu yang akan segera di lakukan.


Gejolak hatinya merontak rontak tak sabar banget menunggu waktu itu.


...----------------...


Sesuia dengan perintahnya para pelayan telah menyajikan berbagai menu makanan yang memang istimewah dan lezat untuk mereka berdua.


Begitu juga dengan asistenya membatu untuk membawa semua barang mereka dikamar, pelayan ikut membantu mengeluarkan segala pakaian Calista untuk membuatnya cepat nanti jika keluar dari kamar mandi.


Nathan tidak menunggu Calista selesai mandi dikamar mereka, ia memilih untuk mandi saja di kamar yang biasa nya ia tempati sebelumnya.

__ADS_1


Calista selesai dengan kegiatan mandinya dan keluar dari kamar mandi dengan melilit handuk setinggi dadanya, ia membuka pintu dengan pelan dan mengintip dulu diluar apa Nathan masih disana atau tidak, hati nya lega saat melihat ruangan kosong selain pelayan disana ia dapati.


"Hai Bibi, makasih yah sudah bantu keluarin semua pakaian dan barangku," ucap Calista masih malu malu, tangannya menutup sedikit atas dadanya yang tidak terbungkus oleh handuk.


"Ehh hai Non maaf jika aku lancang, tapi ini perintah tuan," balas pelayan itu menghentikan kegiatannya membungkuk memberi hormat pada Calista.


"Ahh tidak apa apa, makasih Bi, by the way kenalin nama aku Calista," sahutnya lagi dengan ramah mengulurkan tangannya untuk sekedar berkenalan dengan pelayan rumah, dan seharusnya juga ia mengenal pelayan disana karena ia sudah menjadi Nyonya di dalam rumah itu.


"Ahh iyah nama ku Sinta Non, selamat yah buat Non Calista sudah menjadi istri Tuan Nathan," Pelayan itu juga menyambut uluran tangan Calista, dan tak lupa ia mengucap selamat kepada mereka yang baru menempuh hidup baru.


"Makasih Bi, oh yah pakaian ku semua di masuki dimana Bi?" tanya Calista keadaannya yang tengah telanjang gitu tidak enak ngobrol, bagaimana jika handuknya melorot lepas kan bikin malu sama pelayan itu.


"Ohh sini Non biar aku tunjukan," ucap pelayan itu berjalan kearah Walk in closet ternyata ia telah merapikan disana baju baju dan barang barang Calista.


Calista mengikuti Sinta dan yang tadinya ia tak sempat melihat ruangan Walk in closet ini lagi lagi membuatnya tercengeng, disana juga ruangannya sangat besar, ditambah adanya tempat santai disana. Gila kan kamar saja sudah setara dengan ruangan utama di dalam rumah yang biasa saja.


"Baik Non permisi," pelayan Sinta kembali membungkuk dan berjalan keluar sesuai perintah Calista pada nya.


Calista membuka lemari itu dan melihat semua baju bajunya yang telah tergantung rapi disana, dan matanya melotot kaget saat disana ia banyak mendapati baju baju dinas yang kian Marya pernah memperlihatkan padanya.


Ia kaget dan heran kenapa bisa ikut di dalam kopernya, padahal ia tidak mengambil saat Marya memberikan padanya.


Perlahan ia meraih satu baju yang berwarna merah dengan model yang sangat terbuka dan menerawang, jika dikenakan pun masih bisa terlihat semua bentuk tubuh dengan jelas.

__ADS_1


"Baju macam apa ini kenapa pula ikut dibawa, bukankah kemarin aku tidak mengambil ini sama Mamah," ucapnya sendiri dan bertanya sendiri, dengan wajah yang mengerutkan kening, membolak balik bentuk baju itu. Sangat membuatnya geram dan pikirnya Nathan pasti nafsuan banget jika ia mengenakan itu.


Ia coba mencari lagi baju baju yang lain, dan ternyata kebayakan baju yang terpajang disana semua modelnya seperti itu, Calista benar benar dibuat emosi melihat itu.


"Ohh my God apa apaan Mamah ku ini, lalu baju apa yang harus aku kenakan untuk tidur, tak mungkin kan aku pakai baju untuk ngampus dan untuk kerja buat tidur," gerutunya mengomel terus, ia merasa dibikin naik darah kepada Marya, ternyata baju tidur yang biasa saja tidak dimasukan kedalam kopernya, baju yang terlihat murahan itu malah dimasukan semua.


Calista kesal dan lesu mendudukan tubuhnya di sofa yang ada disana dengan memegang baju dinas itu dari Marya, tanpa menyadari handuk yang melilit tubuhnya sedikit longgar dan mulai terlepas.


Sedang melamun dalam kekesalannya malah di kagetkan lagi dengan kehadiran Nathan yang tiba tiba nyosor masuk keruang ganti itu.


"Kamu sedang apa?" tanya Nathan menghampiri Calista yang sedang terduduk lesu disana. Calista kaget dan segera berdiri tanpa menyadari handuk yang membalut tubuhnya terlepas saat ia berdiri tanpa sadar tubuhnya polos tanpa sehelai benang.


Nathan dengan mata melototnya menyaksikan pemandangan indah ini didepannya. "Ka-kamu tidak memancingku kan?" ucapnya terbata bata sedikit gila melihat Calista dengan tubuh polos seperti itu.


Calista menyadari kata kata Nathan, memandangi tubuhnya seketika ia kaget. "Aaahhhhh, keluar dari sana tidak!" teriaknya dengan cepat melempar kewajah Nathan baju dinasnya yang tadi dan segera meraih handuknya cepat cepat ia kembali membalutin tubuhnya.


Nathan kaget dengan teriakannya dengan cepat berbalik badan meraih baju yang terlempar kearah wajahnya.


"Aku tidak sengaja maaf," ucapnya malah ia merasa bersalah sendiri dan minta maaf. Calista diam dan merasa malu demi apa pun mendapati tubuhnya polos didepan Nathan.


"Kamu keluar, aku mau ganti pakaian," sahutnya dengan wajah sebel dan jantung dag dig dug. " Baiklah, aku akan menunggu mu untuk makan malam," balas Nathan segera enyah dari sana, ia menutup matanya kuat dan anehnya bayangan tubuh polos itu sudah terekam di ingatannya.


"Astaga, jiwa dalamku semakin merontak rontak saja kamu buat Calista," batinnya menghembuskan nafasnya kasar seraya melangkahkan kakinya disana.

__ADS_1


...****************...


BERSAMBUNG...


__ADS_2