
"Hallo kak Marya, ada apa pagi pagi sekali sudah menghubungi," ucap Linda besan Marya dibalik telepon. " Eh jeng Linda, aku mau nanya nanya kabar kalian saja," sahutnya dengan suara lembut.
"Aduh kami baik baik saja kok, kapan main kesini, sesekali lah boleh kak Marya, " kedua besan ini sudah sangat akrab dan sefrenkuensi bila sudah bertemu bawaannya sama sama ngakak dan lucu.
"Ehh ya jeng besok besok lah kami main kesana, sekarang aku telefon untuk menanyakan apa kalian ingin pergi berkunjung di tempat anak kita?" sahut Marya, mereka sudah merencanakan untuk pergi mengunjungi Calista dan Nathan agar lebih seru mereka juga mengajak besan.
"Ahh kebetulan sekali kami juga punya rencana kesana, jadi ada baiknya lah kak kita pergi bareng," balas Linda sangat kegirangan mendengar jika besan mereka juga akan berkunjung kerumah Calista dan Nathan.
"Bagaimana kalau lusa saja, kita kan bisa mengatur penerbangan dulu," ucap Marya dengan gembira. "Ahh aku setuju biarkan aku beritahu suamiku dulu," sahut Linda to the point saja menyetujui dengan girang.
"Oke baiklah, kalau begitu aku tutup yah jeng," Marya langsung saja mengakhiri telepon setelah sepakat untuk pergi berkunjung ke Happy City untuk sekedar melihat bagaimana kabar kedua anak mereka.
...----------------...
"Pah, mas Arly sama istrinya memang ada niatan untuk berkunjung ke Happy City, kami sudah buat janji kita sama sama pergi kesana," Dengan wajah ceriah Marya memberitahukan pada suaminya Jhon
"Ahh syukur Mah, nanti Papah yang atur jadwal kita," sahut Jhon menenangkan hati Marya
Marya tak lepas dengan wajah ceriah nya, membayangkan akan bertemu dengan anaknya dan menantunya.
Mereka tak memberi kabar dulu jika mereka punya rencana untuk berkunjung.
Memberi suprise agar Calista dan Nathan kaget akan kedatangan mereka nanti.
"Aduh gimana yah kabar Calista, apa Nathan berhasil sudah hamili Calista?" ucap Marya sedang berkhayal saja tentang anaknya hamil dan sebentar lagi punya cucu.
Jhon mengangkat wajahnya melihat kearah istrinya yang sedang mengkhayal ini, benar benar lucu sehingga ia tersenyum senyum saja melihat wajah istrinya.
"Sabar Mah, mereka pasti punya anak kok," sahut Jhon mengingatkan Marya, lagian kedua anak mereka sama sama sehat. "Ahh sudah lah aku mau siap siap saja dulu biar lusa kalau pergi sudah beres semua," balas Marya beranjak dari duduknya meninggalkan suami yang sedang asyik dengan gad ged nya.
__ADS_1
Sementara itu Glenka baru pulang dari kampus. "Eh kak Glen sudah pulang?" ucap Marya yang hendak pergi melihat anak laki laki nya masuk kedalam rumah.
"Baru saja Mah," sahut Glenka menyalami Papah dan Mamahnya. "Jadi gimana Glen, Skripsi mu berjalan lancar?" tanya Jhon yang melihat Glenka duduk disebalahnya.
"Huuffftt masih sedikit lagi Pah, Dosen itu tidak hadir hari ini terpaksa lah besok aku balik padahal tinggal satu mata kuliah lagi," jelas Glenka menghembuskan nafasnya lesu.
"Semangat, yakinlah hasil kerja kerasmu sebentar lagi membuahkan hasil," ucap Jhon memukul bahu anak laki laki nya memberikan semangat. "Thank's Papah, oh iya aku dengar sama Mamah kalian pergi berkunjung ke Happy City?" tanya Glenka mengingat jika Marya memberitahunya dan berharap ia ikut disana
"Betul seandainya kamu sudah siap menyelesaikan Skripsi mu kamu boleh ikut," sahut Jhon, juga ikut mengajak Glenka, karena bagaimana pun mereka tak tega meninggalkannya sendiri dirumah
"Aku usahakan besok siap, biar aku bisa pertimbangkan jika mau ikut atau tidak," balas Glenka memang ada rasa kepengen untuk ikut kesana, ia juga merasa kangen kepada adiknya Calista.
...----------------...
Dua hari setelah itu dimana waktu yang mereka atur telah tiba untuk pegi berkunjung Kota yang ada anak anak mereka.
Glenka yang tidak ingin ditinggal mengusahakan saja meluangkan waktunya juga untuk hadir kesana.
"Pah coba hubungi mas Arly, kok mereka masih tidak kelihatan," ucap Marya sedikit mencemaskan Linda dan Arly padahal penerbangan akan di mulai sebentar lagi.
"Iyah nih Mah aku hubungi dulu yah," balas Jhon meraih ponsel mencari kontak Arly untuk di hubungi.
(Sedang Bertelepon)
"Halo Ly kalian dimana kami sedari tadi nunggu kalian," ucap Jhon ingin mempercepat Arly dan Linda. "Ini sudah memasuki ruang tunggu, lihatlah kebelakang," sahutnya emang sudah sampai.
Jhon berbalik dan segera mendapati Arly melambaikan tangan kearahnya.
Seketika Jhon tersenyum dan merasa sudah tenang melihat sahabatnya sekalian besan sudah datang.
__ADS_1
"Hai kak Marya," seru Linda berhamburan memeluk Marya. "Ehh jeng Linda, aduh kok cantik sekali kamu," sahut Marya memeluk dan bergembira riang melihat besan berasa bestie nya.
"Ohhhh kak Marya sama juga sangat cantik makin awet saja," balas Linda mencubit pipi Marya. "Ahahaha, sudah lah jangan terlalu di puji malu tahu. Ayo duduk!" ucap Marya menarik Linda duduk dikursi ruang tunggu
Jhon dan Arly serta Glenka melihat kedua ibu ibu kece ini sangat seru dan akrab, melihat mereka sangat adem karena sama sama baik, lucu dan sefrenkuensi tentunya.
Tak hampir dalam satu jam mereka menunggu penerbangan, mereka langsung saja berangkat tanpa menunda nunda lagi.
......................
Sementara Calista dirumah perutnya sudah mulai kelihatan dan badannya menjadi gemuk sedikit karena selalu mengonsumi vitamin dan susu hamil.
"Sayang kamu boleh kan aku tinggal sebentar?" ucap Nathan memeluk dan mencium Calista dengan gemes. "Hmm boleh tapi jangan lama lama, takut nanti aku mual siapa yang urus aku? Balas Calista ikut mengecup bibir seksi suaminya.
"Oke aku akan kembali dalam satu jam," Nathan berjanji akan pulang dalam waktu yang cepat, karena keadaan Calista yang masih mual dan cenderung alergi dengan barang barang tertentu, Nathan selalu cemas terkadang ia tak jadi jika hendak ingin pergi.
"Baik lah, aku akan janji demi dedek didalam perut Mommy nya Daddy akan cepat pulang. Tapi ingat jangan nakal yah sayang, muah," ucap Nathan jongkok di depan perut buncit Calista dan mencium serta mengelus ngelus baby nya.
"Hem siap Daddy," sahut Calista meniru suara anak kecil. " Hehehe, oke sayang aku pergi dulu yah?" Nathan tertawa geli mendengar Calista malah menjawab dengan suara anak kecil.
Ia berjalan keluar rumah, sebelum pergi Calista wajib lah menyalami suami dan berucap kata agar Nathan hati hati dalam perjalan.
"Dahh sayang," seru Nathan melajukan mobilnya.
Calista melambaikan tangan dengan senyum diwajah dan dengan tangan yang satu mengelus elus perutnya.
Setelah mobil suaminya menjauh ia kembali masuk kekamarnya, ia sering mengunci diri jika tak ada Nathan. Ia takut kalau misalnya pergi pergi dalam ruangan rumah ia mual dan muntah lalu siapa yang nolong dia jika tak ada suaminya.
...****************...
__ADS_1
BERSMBUNG...