Teman Hidupku

Teman Hidupku
Ibu Rumah Tangga


__ADS_3

"Calista mulai sekarang berhentilah menangis yang berlalu kita lupakan, masa depan kita pikirkan," ucap Nathan yang masih memeluk erat Calista, ia memberi ketenangan seraya mengusap pipi istrinya yang basah karena air mata.


Calista mengangguk dalam keadaan yang masih sesenggukan. "Apa kamu sudah memafkan aku dan tidak marah padaku lagi?" balas Calista menatap wajah suaminya dalam dekat dengan raut wajahnya yang sangat menyedihkan.


Nathan menggigit bibirnya sembari mengangguk dan berkata. "Aku memafkan segala kesalahanmu, kita memulai dari awal lagi," sahutnya menahan tangis agar Calista berhenti dalam kesedihan.


Mereka saling berpelukan merasa nyaman aman dan tenang saat ini. Seandainya dari kemarin mereka saling berucap maaf seperti ini mungkin Calista tidak berlarut dalam kesedihannya.


Saat suasana sudah mulai tenang, Nathan melonggarkan pelukannya menuntun tubuh Calista kembali duduk. "Kamu sebaiknya makan lagi, aku tidak mau melihatmu sekurus ini," ucap Nathan kembali mengambil piring yang berisi makanan tadi dan menyuapkan lagi kepada Calista


Calista menurut sambil sesenggukan menerima suapan dari suaminya.


Malam itu hatinya kembali sehat dan bersemangat, kekhawatirannya yang sedari kemarin kini hilang. Ternyata Nathan memaafkannya dan kembali menerima bahkan ia meminta untuk memulai kembali lagi.


Dalam hati Calista yang paling dalam ia telah berjanji untuk tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama, ia juga berjanji untuk menjadi istri yang baik dan penurut kepada suami. Keegoisan dan keras kepalanya ia buang jauh jauh.


...----------------...


(Ziarah ke makam Baby Angel)


Pagi hari mereka telah bersiap siap untuk pergi kemakam yang telah mereka namai BABY ANGEL.


Seperti yang dikatakan Nathan ia ingin mendatangi dan ingin melihat keadaan makam itu.


Mereka sudah menyiapkan bunga tabur dan bunga buket serta air dalam botol.


Wajah Calista kembali berseri, walaupun hari ini pertama kali ia menjenguk makam setelah dikubur tapi ia tidak terlihat sangat sedih lagi, mengingat Nathan yang sudah baikan padanya dan ditambah dengan kata kata motivasi untuk menguatkan hatinya


"Yuk sayang kita berangkat," ajak Nathan merangkul pundak Calista melangkah keluar dari mobil.

__ADS_1


Calista mengangguk sambil tersenyum mengikuti langkah suaminya.


Mereka berjalan melewati beberapa kuburan setelahnya sampai di makam Baby Angel mereka.


Dalam satu bulan tidak dijenguk rumput liar mulai tumbuh diatasnya. Nathan dan Calista menatap dengan diam sembari jongkok dengan pelan.


"Ohh sayang, Daddy dan Mommy datang hari ini menjengukmu," ucap Calista mencabutin rumput rumput itu dengan senyumnya. "Hei, bagaimana kabarmu disana sayang?" ucap Nathan ikut mengucapkan kalimat, ia tersenyum sembari menatap kuburan itu dengan wajah yang sedikit terlihat sedih.


"Kamu sudah tidak sakit lagi kan sayang, dan Daddy yakin kamu sekarang sudah bahagia bersama malaikat malaikat disurga. Daddy dan Mommy doakan yang terbaik untukmu My Angel," ucap Nathan dengan suara serak menahan nafasnya agar tidak menangis.


Calista menatapnya dengan sedih, sambil menaburkan bunga diatasnya. "Dan doain Mommy supaya Mommy hamil lagi dan punya anak untuk menggantikanmu agar Daddy dan Mommy tidak sedih sedih lagi,"ucap Calista meringis dengan mental kuat mengatakannya.


Sebenarnya ia tidak bisa menahan tangis tapi ia berpikir alangkah baiknya semua suasana ini dibawa santai agar tidak berlarut lagi dalam tangis dan kesedihan


Nathan ikut menaburkan bunga diatas makam baby nya dan meuangkan air didalam botol.


"Istirahat yang tenang nak, Daddy dan Mommy tidak bisa menjaga mu sepenuhnya disini," ucapnya lagi seraya beranjak berdiri. "Daddy dan Mommy akan sering sering menjengukmu disini sayang, jangan marah jika kami pergi," ucap Calista memeluk dan mencium batu nisan Baby Angelnya


Dengan cepat ia merangkul tubuh Calista seraya menarik pelan agar secepatnya berlalu dari sana.


"Tunggu sayang, kita harus doakan dia," cegah Calista menahan suaminya berniat ingin membacakan doa dulu sebelum mereka pergi


Natha mengangguk dan melepaskan genggaman tangannya di pundak Calista, ia nurut mengikuti Calista untuk berucap doa di hadapan makam baby mereka.


...----------------...


Hampir dalam 30 menit berada disana, mereka akhirnya pulang, kelegaan dalam hati mereka kini sudah terasa. Setidaknya mereka telah mengunjungi dan mengetahui keadaan makam itu.


"Kita ke RS sayang untuk cek kondisimu," ucap Nathan yang sedang menyetir keluar dari parkir makam. "Ehhm untuk apa?" tanya Calista mengangkat alisnya. "Aku ingin memastikan apa keadaan mu sudah pulih sepenuhnya atau belum," jawab Nathan ingin memastikan saja apa Calista sudah tidak ada luka atau penyakit lainnya lagi.

__ADS_1


"Ohh baiklah, kita ke Dokter Mahen?" ucapnya kembali bertanya. "Yah lebih baik kesana," jawab Nathan mengangguk sambil memegang setirnya.


Calista pun setuju dengan ide Nathan, ia pun ingin tahu apa ia diperbolehkan hamil lagi dalam jarak yang dekat. Hatinya sangat nekad agar secepatnya hamil dan ingin segera mendapat pengganti Baby Angel yang telah Tuhan ambil darinya.


Mereka tak putus asa, sebab Calista dan Nathan yakin jika Tuhan telah menyediakan kado yang lebih istimewa lagi untuk melengkapi kebahagiaan dalam keluarga kecil mereka.


Saat ini yang mereka harapkan semoga dijauhkan dalam penyakit apa pun, di jauhkan dari mara bahaya, dijauhkan dari kebangkrutan dan diberikan kesehatan.


Nathan pun segera membawa mereka ke RS yang mereka tunjuk, langsung saja membuat janji untuk bertemu kembali kepada Dokter Mahen.


Mereka menjelaskan seputar yang mereka tanyakan dan yang mereka periksa.


Dan betapa senangnya Calista saat Dokter Mahen berkata agar jangan menunda kehamilan dulu, akhirnya Calista bisa hamil dalam waktu dekat dan yang terpenting harus menjaga diri untuk tidak terulang kesalahan yang pernah terjadi


"Aku senang banget sayang ternyata kita bisa punya calon baby lagi," ucap Calista dengan girang melompat memeluk erat suaminya


Nathan tersenyum ikut bahagia melihat Calista pertama kali tertawa bahagia sejak dalam satu bulan berada dalam kesedihan


Dengan erat ia membalas pelukan itu dan mencium dengan dalam pipi Calista.


"Jadi harus ingat untuk jaga diri juga," sahutnya pun kembali mengingatkan agar Calista tak lagi lalai dalam keadaan apa pun nanti.


Calista mengangguk tersenyum dengan girang ia pun mencium suaminya. "Jadi kamu harus bersiap untuk menghamili aku lagi," bisiknya dengan nakal. "Tanpa kamu minta aku akan melakukannya," balas Nathan dengan senyum nakal mencubit hidung Calista dengan gemes.


Dokter Mahen tak lupa memberikan Calista vitamin untuk penyubur dan menjelaskan bagaimana waktu berhubungan yang sewajarnya.


Dokter juga menyarankan Nathan untuk tetap menjaga kesehatannya, karena jika ingin hamil bukan hanya istri yang menjaga kesehatan, suami juga perlu dan berolah raga rutin serta mengonsumsi makanan sehat agar keseburan tetap aman.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2