Teman Hidupku

Teman Hidupku
Ternyata Kamu Jodoh Ku


__ADS_3

Setelah Calista dan Nathan menjelaskan tentang pengenalan mereka, kini Marya mengajak mereka keruang makan untuk sekedar menikmati makanan yang kian telah mereka sajikan untuk menyambut tamu kehormatan mereka


"Mas Arly dan mba Linda sebaiknya kita makan malam dulu yuk kebetulan tadi kami nunggu kalian datang," ucap Marya sambil tersenyum. " Benar Ly, sebaik nya kita lanjut ngobrol dimeja makan saja," sahut Jhon mengajak sahabatnya agar tidak sungkan.


"Ahh baik lah, kami tidak akan menolaknya," balas Arly tidak mungkin juga kan ia menolak, bagaimana dengan perasaan Jhon dan istrinya padahal mereka sudah menyambut baik kedatangan mereka kesini.


Secara bersamaan mereka beranjak keruang makan yang disana telah tersaji berbagai macam makanan dan minuman yang sangat istimewa.


Calista segera mengambil tempat duduk di samping Marya dan bersebelahan dengan Glenka.


Entah itu sengaja atau memang kebetulan juga Nathan duduk pas berhadapan dengan Calista.


Calista menatapnya sambil memutar bola matanya sebel karena Nathan tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya kearah Calista saat pandangan mereka bertemu.


Kegiatan makan malam mereka lakukan, masing masing sibuk mengambil makanannya dan sesekali Jhon dan Arly masih ngobrol walaupun saling mengunyah makanan.


"Oh yah nak Nathan sudah berapa lama buka usaha di Kota Bahagia?" tanya Marya kepada Nathan membuat Jhon dan Arly terhenti dengan obrolannya dan mengalihkan perhatian kepada Nathan.


"Masih belum lama Tante paling baru dua tahun," jawab Nathan sopan sambil tersenyum. " Ohh begitu, kamu hebat yah bisa membuka usaha sendiri," sahutnya memuji Nathan.


"Ahm ini semua juga dukungan dari Papah Mamah ku kok Tante," Nathan jadi serba salah tidak enak dipuji puji terus seperti itu.


"Om suka pria tangguh Nat, lanjutkan!" sahut Jhon ikut mengangkat jempolnya memberi pujian dan semangat kepada Nathan.


Calista yang mendengar ini terasa geli dan tidak suka Nathan dipuji puji orang tuanya didepan kakaknya Glenka, takutnya Glenka tersinggung dengan ucapan seperti itu kepada anak orang lain.


"Makasih loh Om, jangan terlau dipuji seperti itu aku merasa tidak enak," balasnya tersenyum. "Ahh , nanti Om juga biarkan Glenka melakukan usaha sendiri setelah tamat agar mandiri seperti kamu," ucap Jhon sebenarnya ia salut kepada Nathan bukan maksud merendahkan Glenka, nyatanya ia juga kepikiran akan mendorong Glenka dengan hal itu setelah tamat kuliah nanti.

__ADS_1


"Kak Jhon mana minuman kita, aku ingin sekali menghabiskan waktu bersenang senang bersamamu malam ini," ucap Arly tak membahas tentang itu lagi, takut terjadi kesalahan dalam berucap bisa menimbulkan ketidak enakan.


"Ohh iyah, Glen suruh pelayan membawakan minuman yang sudah Papah siapkan," seru Jhon mengiyakan ajakan Arly dan memang sudah ia persiapkan, mereka emang begitu setiap bertemu minuman yang menjadi penghangat persahabatan diantara mereka.


Glenka menurut pergi memanggil pelayan untuk membawa minuman yang dikatakan Jhon.


"Jadi bagaimana kak Jhon tentang perjodohan anak kita?" tanya Linda yang sangat menyukai Calista sampai tak sabar ingin langsung sat set saja membahas tentang itu.


Jhon dan Marya serentak menatap kearah Linda, begitu dengan Calista, ia menghentikan gerakan tangannya menyuap makanan kemulutnya. Matanya melotot memandang kearah Linda yang berada didepannya bergantian menoleh kesamping melihat Marya dan Jhon.


"Ahhmm ini sebaiknya kita tanya bagaimana menurut kedua anak kita mba Linda, jangan kita ambil keputusan sebaiknya kita tanya Nathan dan Calista saja," balas Marya terbata bata, ada rasa deg degan takutnya Calista nyosor membatah dan membuat keributan disana, bisa bisa mereka dibuat malu sendiri.


"Oh benar juga tuh, jadi gimana Nat menurutmu," sahut Linda mempertanyakan ini kepada anaknya Nathan.


Sekarang giliran Nathan, menjadi tegang mendapati pertanyaan seperti itu. Dia terlihat bingung ingin menjawab apa, jika ia menjawab setuju apa tidak malu jika Calista menolaknya.


Waktu itu ia pernah menyimpan perasaan kepada Calista, namun na'as Calista menjauhinya dan tidak mengerti dengan perasaannya. Apa mungkin Calista menerima perjodohan diantara mereka?


"Ahh bagaimana List?" tanya Marya lembut, takut Calista memberontak karena sedari tadi hanya diam tak sedikit pun ia bicara. "Ohh baik Mah, ada benarnya kata kak Nathan," jawab Calista dengan ramah sama sekali tidak memberontak atau berkoak koak menjawabnya.


Marya mengelus dadanya tersenyum menatap suaminya, hatinya adem ayem mendengar jawabab Calista tanpa ada kata kasar dan marah marah, 95% Marya yakin Calista menerima perjodohan itu, sangat kelihatan dengan sikap dan perilakunya.


Malam ini Calista terlihat dewasa dan bisa menjaga tutur kata dan sikapnya, yang diharapkan Jhon padanya terwujud.


Nathan sampai heran melihat perubahan sikapnya dalam dua hari ini, kemarin terakhir mereka bersama sikap Calista masih seperti kekanak kanakan suka bawel dan cerewet.


Tapi ada apa dengannya malam ini? Kenapa tiba tiba Calista terlihat dewasa dan anggun? Apa ia mencari perhatian orang tua Nathan agar sikap jeleknya tidak terlihat?

__ADS_1


Segudang pertanyaan ini terlintas di hati dan pikiran Nathan, ia pun ragu dan curiga jangan jangan Calista mempunyai rencana untuk menjahili Nathan.


Perubahan sikap mendadak ini membuat Nathan takut, Calista sama seperti kuntilanak horor, dibelakang terlihat cantik didepan sangat menyeramkan.


Calista tersenyum menggoda saat Nathan menatap kearahnya tak berkedip, ia mencoba meluruskan kakinya dibawah dan menendang pelan kaki Nathan.


"Ohw!" seketika Nathan kaget tanpa menyadari suara jeritannya. Beberapa pasang mata kearahnya menatap bingung, apa yang terjadi dengannya.


"Kenapa sayang," tanya Linda ikut prihatin kepada anaknya yang tiba tiba menjerit tanpa sebab. "Ahhm oh tidak, ak-aku permisi ingin ketoilet. Tante toiletnya sebelah mana yah?" Jawabnya dengan gugup memberi alasan ingin ketoilet karena ia tidak mungkin memberitahu jika Calista yang menendang kakinya.


"Ohh disebalah sana sayang, disana ada pelayan coba tanya saja," balas Marya menunjukan letak toilet.


Nathan berdiri dengan tatapan sengit dan kesal kearah Calista, sementara Calista tersenyum jahat merasa menang sudah berhasil dengan aksi jahilnya.


"Rasain tuh, enak kali balas dendam dalam suasana seperti ini," batin Calista menatap punggung Nathan dengan senyum nakalnya, mengambil kesempatan membalaskan dendam saat dulu Nathan yang mengerjainya.


"Sial benarkan feeling ku tidak enak sejak tadi, Calista jahilin aku akkhh," gerutunya dengan sebel memukul pintu toilet untuk melampiaskan kekesalannya.


Nathan menyadari jika Calista pasti merasa menang mengambil kesempatan membalaskan dendamnya di tengah tengah seperti ini, tentu saja Nathan mana bisa membalasnya takut dengan orang tuanya.


...****************...


*Terimakasih untuk pembaca setiaku, dukung terus yah jangan lupa tinggalkan jempolmu, vote mu dan subscribe, komentarmu jangan lupa saran kalian author butuh untuk terus semangat membuat cerita menjadi lebih bagus.


Tunggu up episode baru buat teman teman karena cerita selanjutnya bakal seru lagi.


(Salam hangat untuk kalian dari Author tersayang)

__ADS_1


~ Gadis Nias ~


......................


__ADS_2