Teman Hidupku

Teman Hidupku
Anak Gadis Mamah Sudah Dewasa


__ADS_3

(Sedang bertelepon)


"Hhmm halo Sa?" Calista yang masih berada didalam selimutnya dibangunkan oleh telepon Sahabatnya Raysa yang mungkin saja kangen dengannya karena sudah beberapa hari saling pulang kampung.


"Lagi apa List jangan bilang kamu masih belum bangun, sudah jam berapa ini woy!" seru Raysa dibalik teleponnya yang mendengar suara Calista bagaikan kodok didalam tempuruk.


"Hem emang benar aku masih belum bangun," sahutnya menempelin ponsel didaun telinga sambil menutup mata. " Dasar yah emang tukang malas," gerutu Raysa bikin greget saja sama sahabatnya itu. " Biarin lah, by the way angin apa yang kamu bawa pagi pagi begini?" tanya Calista masih saja tidak ingin lepas dari tempat tidur kesayangannya.


"Tidak, aku cuman mastiin kamu sudah sampai dengan selamat atau enggak," balas Raysa. "Yalah aku sudah sampai dari kemarin lusa, gimana kak Radit masih disanakah?" sahutnya bertanya tentang Radit yang katanya mau berjumpa kepada orang tua Raysa untuk melamar.


"Masih, dia juga sudah bicara sama Papah Mamah ku mereka setuju dan kami tunangan dulu List. Aku mau ngundang kamu minggu depan acaranya," Jelas Raysa, ia menghubungi Calista sebenarnya untuk mengundangnya di hari pertunangannya bersama Chef Radit.


"Wow selamat beb kak Radit benar serius ternyata, ehm kayaknya aku tidak bisa datang deh disini juga aku sibuk ada yang ngelamar aku, wkwkw!" sahut Calista berkata jujur sih sebenarnya tapi Raysa yang mendengarnya serasa lagi ngelawak doang tidak benar adanya.


"Huhh, mimpi dulu di siang bolong biar jadi nyata," Raysa benar menganggap Calista sedang bergurau padanya. " Hahaha, nanti kamu pasti akan kaget!" ujarnya emang berkata benar tapi mana mungkin Raysa percaya karena sebelumnya Calista tidak membahas itu.


"Akhh sudah lah, aku mana percaya mulut sahabatku ini yang lagi gila ngelawak saja kerja nya," ucap Raysa tidak menghiraukan kata kata Calista.


Banyak pembahasan diantara mereka, setelah selesainya Calista memutuskan sambungan teleponnya.


Hendak ia meletakan ponselnya kembali tiba tiba ponselnya kembali berbunyi notifikasi chat masuk.


DING-DING!


(Bunyi Notifnya)


Calista kembali meraih ponselnya dan melihat siapa yang ngechat dia lagi. Ternyata dari Nathan, ia mengucapkan selamat pagi juga mengajak Calista keluar siang nanti.


"Huuuhhf kirain apa, sudah ah nanti saja dibalas biar mikir dulu kalau mau atau tidak," ucap Calista tidak memperdulikan chat itu. Ia kembali tidur meletakan ponsel kesembarangan arah diatas tempat tidurnya.


......................


"Bi Surty!" seru Marya memanggil pelayan dirumahnya. " Iyah Nyonya ada apa?" sahut Surty menghadap Marya dengan kepala menunduk. " Bangunin Calista dong Bi, suruh dia sarapan," ucapnya menyuruh agar Calista sarapan bersama dengan mereka.


"Tidak usah dibangunin Mah, kalau tidak Bi Surty bawa saja sarapannya di kamar," Jhon menghentikan Surty tidak ingin Calista di ganggu siapa tahu dia lagi tidak enakan makanya tidak ikut sarapan dimeja makan.

__ADS_1


"Hmm ya sudah Bi, tolong yah sarapannya dibawa," Baik Nya," sahut Surty segera menyiapkan sarapan untuk Calista seperti yang diperintahkan Jhon, setelah semua disusun diatas napan oleh Surty ia segera membawa ke kamar Calista.


"Calista semalam larut malam tidur Mah, pasti lagi malas buat turun kesini. Tidak apa apa lah biarkan dia makan dikamar sambil santai," ucap Jhon setelah Surty berlalu dari sana.


" Ya sudah, Papah makan gih," sahut Marya mengiyakan saja ucapan suaminya.


......................


Tok-TOK-TOK!


(Mengetuk pintu)


"Non Calista," ucap Surty mengetuk pintu kamar Calista sambil membawakan napan yang berisi makanan untuk Nona kecilnya.


Beberapa kali Surty mengetuk pintu tak ada sahutan, ia mencoba menarik ganggang pintu dan ternyata belum di kunci


CEKLEK!


(Membuka pintu)


"Non Calista, bangun Non!" ucap Surty membangunkan dengan mengoyangkan lengan Calista pelan.


Calista menggeliat dan terbangun menyadari ada orang yang tengah berada disana.


"Ohh Bi Surty ada apa?" ucapnya kaget dengan cepat mendudukan tubuhnya menatap kearah Surty.


"Maaf Non, Nyonya dan Tuan menyuruhku untuk membawa sarapan untukmu," Surty berdiri dan membungkuk minta maaf kepada Calista.


"Ohh yaampun, kenapa tidak dibawah saja aku sarapan Bi?" balas Calista melihat sarapan nya yang ada di atas meja. " Kata Tuan tidak enak kalau Nona tidak mau, makanya dibawa kesini," balasnya menjelaskan agar Calista tidak marah padanya.


"Bi, Calista sarapan dibawah saja, tolong makananya dibawa kembali," Calista tidak ingin terlalu di manja seperti itu, bagaimana jika ia benar menikah nanti kepada Nathan perilaku seperti ini belum tentu dilakukan lagi padanya.


Sekarang Calista harus bersikap dewasa beranjak dari sikap kekanak kanakannya.


Ia segera turun dari tempat tidur masuk kekamar mandi untuk sekedar cuci muka dan bersiap untuk pergi kebawah.

__ADS_1


...----------------...


"Kenapa di kembalikan Bi?" tanya Marya mengerutkan keningnya kearah Surty yang kembali membawa sarapan Calista.


"Maaf Nya, kata Nona kecil ia sarapan di bawah saja tidak mau dikamar," sahut Surty menunduk dan meletakan kembali semua sarapan yang telah dibawanya tadi.


"Kenapa tidak disuruh buat bangunin saja tadi Mah?" sela Calista yang berjalan menghampiri Marya dan Jhon di meja makan.


Mereka menoleh kearah Calista terkaget karena tiba tiba saja sudah sampai disana.


"Ohh iyah sayang, Papah pikir kamu lagi malas buat turun kesini makanya Bi Surty bawain kamu sarapan," balas Jhon segera menjawab ucapan Calista.


"Benar sayang, kita cuma khawatir saja sama kamu," Marya ikut menyahuti, ia tersenyum saat melihat Calista ikut duduk bersama mereka di meja makan.


"Yaampun Pah, Mah Calista bukan anak gadis kecil lagi loh tapi anak gadis kalian sudah dewasa," Calista dengan senang mengatakan itu, sembari mengambil makanan nya sendiri.


Jhon dan Marya saling memandang dan saling melempar senyum, rasanya senang sekali mendengar Calista berkata seperti itu.


Beberaa hari ia pulang sikapnya sudah sangat jauh berbeda dari sebelumnya, dulu Calista suka membatah dan malas seperti kekanak kanakan sekarang ia malah terlihat dewasa seperti gadis yang sudah berumur diatas dua puluhan.


"Nanti siang kak Nathan ajak aku keluar, boleh kan Pah, Mah?" Calista mengingat soal chat Nathan tadi dan tentunya ia meminta izin dulu kepada kedua orang tuanya agar nanti ia tidak di cariin.


"Ya sudah pergi lah nanti sayang, kalian juga harus kenal lebih jauh dulu sebelum kalian menikah, benar tidak Pah?" Sahut Marya mengiyakan dan menyuruh Calista untuk jauh mengenal Nathan dulu.


"Hem betul sayang," Jhon ikut mengiyakan, ia mengangguk dan tersenyum kearah istrinya. " Ahh kak Nathan tidak usah diragukan loh Mah, Calista sudah tahu sikapnya, dia baik dan dewasa," Calista sudah mengenal Nathan dan tentu bisa menebak sikap baik buruknya juga.


"Oh yah kak Glen kemana?" Calista menyadari jika disana tidak ada kakak tersayangnya ikut sarapan bersama mereka. " Ngampus sayang, jadwal kuliahnya pagi banget," ucap Marya memberitahukan Calista tentang anaknya Glen yang sudah sedari pagi tadi pergi kuliah.


Calista mengangguk dan terus mengunyah makanannya, Marya dan Jhon senyum senyum sambil memandang. Mereka rasa bahwa Calista sudah jauh beda, suatu hal yang perlu mereka syukuri dengan perubahan sikap anak gadis mereka. Tidak nyangka setahun berpisah dan merantau ia dapat mengambil sikap baik disana dan meninggalkan sikap buruknya.


...****************...


......................


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2