
Entah apa yang terpikirkan kepada Linda sehingga ia pergi kekamar Nathan untuk sekedar cek dan tidak ada yang lupa untuk mereka bawa.
"Mah mau kemana?" tanya Arly sedikit heran saja sama istrinya mau pergi kekamar Nathan.
"Aku mau pastikan Pah kalau Nathan bawa jamu yang Mamah kasi kedia," sahutnya tidak menghiraukan suaminya.
Arly seketika tawanya pecah istrinya ini benar benar lucu dan polos, yakinlah Nathan tidak akan membawa itu tubuh macho saja masih diragukan, istrinya malah aneh dan ada ada saja.
Tak lama setelah itu Linda kembali dengan wajah murung dan sepertinya lagi kesal. " Ada apa lagi, hem?" tanya suaminya kembali, tawanya tak henti melihat istri bawaannya ngakak terus.
"Bisa tenang tidak Pah jangan tambah aku kesal, Nathan benar benar kebangetan tidak membawa jamu yang Mamah berikan itu padanya, haakkkhhs!!!!" omelnya benar benar lagi sebel dan kesal sehingga suami di didiamin dulu.
Linda segera meraih ponselnya dan menghubungi nomor Nathan.
"Sudah dong Mah jangan ganggu Nathan dulu lagian ini baru jam 17:00 wib mereka belum nyampe," cegah Arly agar istrinya tak mengganggu mereka di perjalanan dulu.
"Cepat kok Pah cuman tanya itu doang sama Nathan," sahutnya tak menghiraukan suaminya, ia segera mencoba menghubungi dan ternyata.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan!"
"Hahaha, apa juga ku bilang!" Arly benar benar ngakak tertawa lepas dengan sikap aneh Linda, suaminya tidak salahkan emang betul mereka belum sampai dia masih ngotot buat hubungi.
"Huufftt, tak apa biarkan aku mengirimnya pesan saja," Linda masih belum putus asa untuk memarahi Nathan karena tidak membawa jamu itu, ia mengetik pesan sepanjang rel kereta tak putus dan lanjut saja kedepan.
Arly memperhatikan nya terus sangking ngakaknya perutnya sakit karena tertawa.
"Mah sudah jangan marahin dia, nanti dia tidak mood bulan madu kalau diganggu terus," sahut Arly mencoba menenangkan istrinya agar tidak terbawa emosi hanya perkara jamu kuat itu, entah dimana pun Linda mengambilnya kedengarannya sangat lucu bikin ngakak saja.
...----------------...
Jam 18:45 Nathan dan Calista sampai di depan rumah yang sangat megah dan mewal milik Nathan, Calista lagi lagi tercengeng memandangi bangunan yang berada di depannya begitu luas dan besar. Sampai ia berpikir buat apa Nathan membeli rumah sebesar itu padahal penghuni tidak banyak.
"Ayo masuk, barang kita biar saja disitu, ada asistenku nanti yang beresin," ajak Nathan menarik tangan Calista pelan, karena Calista diam dan bengong saja disana.
"Ehmm," balas Calista ngikut saja tanpa banyak protes.
Dan takjubnya lagi di dalam semua ruangan penuh dengan dekorasi indah, yang tertulis temanya disana.
__ADS_1
***Welcome To Newlyweds***
(**Selamat Datang Untuk Pengantin Baru**)
"Wow!!!" bibir Calista tak tertahan untuk berkata sangat takjub melihat seisi ruangan yang penuh dekorasi dan bunga bunga yang indah.
Ia menghentikan langkah kakinya untuk memandang sekeliling itu, Nathan tersenyum puas melihatnya. Setidaknya Calista merasa nyaman mendatangi rumah baru mereka.
"Ini rumah kita berdua sayang, apa kamu suka?" ucap Nathan melihat kearah Calista yang terpengangah melihat rumah yang indah itu. "Sukak, aku sangat menyukainya," sahutnya menganggukkan kepala seperti anak kecil yang baru dibelikan mainan baru.
"Ayo kita keatas, biarkan aku tunjukan semua padamu," ajak Nathan kembali meraih tangan Calista untuk dibawanya ke lantai atas.
Calista menurut tapi matanya tak lepas untuk terus memandangi semua seisi rumah itu.
Mereka menaiki tangga yang lumayan tinggi bikin pusing saat dilewati, tapi disana lagi lagi semua terhias dengan indah, lampu warna warni di pajang sekeliling pagar tangga ditambah dengan bunga bunga.
"Kak Nathan, siapa yang mempersiapkan ini semua? tanya Calista sangat penasaran, bibirnya lagi lagi tak bisa ia tahan untuk menanyakan itu.
"Mungkin pelayan dirumah ini, mereka memberi kita kejutan," jawab Nathan berpura pura tidak tahu saja, padahal sebelumnya ia telah meminta untuk mempersiapkan ini semua.
Calista terdiam seraya mengikuti langkah kaki Nathan, yang melewati tangga demi tangga.
"Ohh buat apa rumah semewah ini, orang tak banyak penghuni," balas Calista benar benar heran saja dengan Nathan yang baru saja menjadi suaminya itu.
"Iyah sengaja aku persiapkan bila aku menikah, kamu yang beruntung bisa memiliki rumah ini," Nathan membuat Calista sedikit terkesan, emang iyah Calista sangat beruntung punya suami tajir sudah gitu tampan lagi, tak akan bosan untuk terus menatapnya setiap hari.
"Ini kamar kita, kamu harus hafal dimana letak nya," ucap Nathan menunjuk pintu kamar mereka yang tentunya disana juga telah terhias dan di depan pintu tertulis
"***Welcome To My Wife***"
(***Selamat datang untuk istriku***)
"Heem," Calista berdehem sambil menatap tulisan diatas pintu dengan mata tak berkedip, Nathan tersenyum senyum sendiri melihat tingkah istri kecilnya itu dengan rumah mewah mereka.
Nathan membuka pintu kamar untuk memperlihatkan yang lebih indah lagi kepada Calista.
__ADS_1
TENG-TENG-TENG!
(Suara tombol sandi pintu diketik)
Nathan menekan tombol sandi pintu kamar itu dan otomatis bergeser sendiri, Calista baru memperhatikan ternyata pintu kamar itu sama seperti pintu lift dan mempunyai sandi untuk masuk juga, "Yaampun bisa bisa aku terkunci sendiri kalau sampe tidak hafal sandi tombol ini," batin Calista untuk tinggal dirumah itu sepertinya bikin ribet dan pusing saja
Perlahan pintu bergeser, Calista yang berada di ambang pintu menatap tak sabar bagaimana lagi isi kamar disana.
Lagi lagi membuat mata melotot dengan hiasan dan dekorasi kamar itu, disana juga tertulis,
"***Enjoy Your Beautiful Honeymoon Tonight***"
"**Nathan & Calista**"
"Selamat menikmati bulan madu indah malam ini "
Calista benar benar sudah sangat puas banget dengan hiasan yang luar biasa ini, luas kamar yang tidak mampu dilihat dengan mata begitu sangat luas langsung dengan pemandangan indah di luar.
Bunga kelopak mawar merah yang ditaburin secara terhias diseluruh lantai dengan lilin lilin indah berwarna warni.
Lampu yang remang berwarna emas sangat menambah kesan mewah ruangan itu.
Ranjang yang sangat luas dengan di lapisi spray putih dan sangat manis, bunga bunga bertaburan membentuk LOVE diatasnya.
Lampu kelap kelip warna warni telah tergantung disemua sisi tiang ranjang bersama dengan bunga yang sudah didekor sangat manis dan indah.
Mata Calista tak berkedip dengan mulut mengangah memandangi seisi ruang kamar yang begitu memikat hati rasanya tak sabar ingin segera berhamburan diatas tempat tidur itu.
"Kak ini kok mewah sekali," ucap Calista serasa ia sedang berada di dunia dongeng yang tidak pernah nyata ada di bumi.
Nathan tersenyum dan gemes melihat Calista sangat jujur dengan apa yang ia lihat ini.
"Ini khusus untuk menyambut kita, kamar kita berdua, sebelumnya kamar ini tidak pernah aku tepati," sahut Nathan merasa bangga membuat Calista terkagum dengan dekorasi kamar yang istimewah itu.
Calista menyadari aroma yang sangat harum membuat nya terpikat dan sangat betah disana, sungguh pengharum ruangan itu mampu membuatnya terhipnotis seperti melayang keluar angkasa.
"Ini bukan kamar utama kak Nathan?" tanya nya terus penasaran dan ingin sekali Nathan memberitahu segalanya kepadanya. "Bukan, kamar ini sengaja aku siapkan untuk kamar saat aku telah mempunyai istri," jawab Nathan santai, berjalan kearah kamar mandi sengaja ia cek apakah disana juga terhias indah.
__ADS_1
BERSAMBUNG...