Teman Hidupku

Teman Hidupku
Sampai Happy City


__ADS_3

"Pah, masih hafal jalannya kan?" tanya Linda kepada suaminya. "Hafal Mah, lagian bangunan disini masih belum jauh berbeda dari sebelumnya," jawab Arly sedang dalam perjalanan.


Jhon dan Marya mengikuti mereka saja,hari itu kali pertama mereka berkunjung di Kota itu. Bangunan megahnya juga baru mereka rasakan.


"Pantas Calista senang tinggal disini, ternyata Kota nya ramai dan mewah," ucap Marya takjub dengan apa yang dia lihat," ahh betul kak Marya sedangkan Nathan sangat betah disini," sahut Linda segera merespon kata kata Marya.


"Sesekali lah kalian bawa kami jalan jalan ke Mall atau pantainya nanti," balas Marya sangat mengagumi Kota itu. "Ahh oke lah kak Marya, lagian yah kita kesini emang mau jalan jalan jadi tidak boleh pulang sebelum puas," sahut Linda sangat kegirangan.


Kedua bestie ini merasa sangat bahagia sekali bareng bersama, sehingga suami suami mereka diam dan mendengar saja tak mau mengganggu ke akraban yang mereka jalin.


...----------------...


Satu jam berlalu, mereka sampai didepan halaman rumah Nathan dan Calista.


Hati Jhon yang melihat bangunan megah itu dihadapannya menjadi adem dan tenang, tidak nyangka saja jika ia tidak salah pilih mencari suami untuk anak perempuannya.


Pria tajir, baik hati, pekerja keras dan tentu nya sangat menyayangi istrinya. Semua nya sempurna itu yang dimiliki Nathan


Yakin saja Calista pasti bahagia berdampingan dengannya.


"Kak Jhon ayo kita masuk, ini rumah anak kita Nathan," ajak Arly menunjuk rumah yang sangat mewah itu dihadapan mereka. "Ahh baik Ly, rumahnya sangat besar di dalamnya lagi pasti paling keren," sahut Jhon tak bisa menahan diri untuk tidak memuji rumah itu dihadapan mereka.


"Kak Marya ayo kita masuk," ajak Linda menarik tangan Marya berjalan menghampiri depan pintu rumah Nathan. Marya mengangguk tersenyum seraya mengikuti langkah Linda


Begitu juga dengan Glenka ia hanya mengikuti mereka dari belakang tanpa berkata sedikit pun.


"Permisi," teriak Linda sambil menekan bel di depan pintu rumah." Iyah, tunggu sebentar," sahut Bi Sinta dari dalam berlari membuka pintu.


DING!


(Tombol Bel pintu terbuka)

__ADS_1


"Wahh Tuan besar dan Nyonya besar ternyata hari ini datang?" sambut Bi Sinta mengetahui kedua orang tua Nathan karena ia memang sudah lama bekerja disana.


"Ahhh iyah Bi Sinta, apa Nathan dan Calista ada ?" sahut Linda menyapa Bi Sinta. "Ohhh ada Nyonya, mari kalian masuk," ucap Bi Sinta mempersilakan Arly dan Linda beserta Jhon, istrinya dan Glenka.


"Silakan duduk dulu biarkan aku panggilkan Nona Calista," Bi Sinta mempersilakan mereka duduk seraya berjalan menuju kamar Calista dan Nathan


"Ehh Bi, tolong jangan kasitahu jika kami yang datang. Suruh saja bilang ada tamu yang datang," seru Linda memperingati Bi Sinta agar jangan lah dulu dikasitahu jika mereka yang bertamu.


"Ehh baik Nyonya," Bi Sinta mengangguk dan kembali melangkahkan kakinya.


"Aduh tidak sabar banget yah bagaimana reaksi mereka jika kita datang tidak ngabarin!" ucap Linda tersenyum sambil menautkan kedua telapak tangannya didepan dagunya.


"Benar Jeng Lin, aku juga sudah tidak sabar melihat mereka," sahut Marya ikut deg degan menunggu kedatangan Calista dan Nathan menyambut mereka.


Bi Sinta langsung saja memanggil Calista yang tengah rebahan dikamar, namanya yang baru hamil pasti badan bawaannya lemes tak berdaya.


"Siapa yang datang Bi?" tanya Calista dengan suara lembutnya. "Tamu Non, aku juga tidak kenal," jawab Bi Sinta berpura pura karena Linda memperingatinya tadi jika tidak boleh untuk diberitahukan Calista dulu dengan kedatangan mereka.


Calista pun turun kelantai bawah untuk menyambut tamu mereka. Matanya terbelalak mrlihat sosok mertua dan orang tuanya, seketika senyum bahagia terpancar dari wajahnya


"Ohh my God Papah Mamah, kapan kalian datang?" teriak Calista berlari kecil menghampiri mereka.


Pertama Calista berhamburan dalam pelukan Marya, dan Jhon barulah ia memberi salam kepada Arly dan ikut mencium memeluk Linda ibu mertuanya.


Tak lupa Calista juga memberi salam memeluk dan mencium kakaknya Glenka.


"Yaampun kalian datang kok tidak bilang bilang ?" ucapnya mendudukan tubuhnya ditengah tengah Marya dan Linda. "Ini adalah suprise untukmu, kagetkan melihat kami?" balas Marya tersenyum dan memeluk Calista.


"Ehhh tapi sepertinya ada yang berubah di tubuh Calista kan kak Marya?" ucap Linda sedikit memperhatikan tubuh Calista yang sudah mulai gemukan dan perutnya besar.


Kata kata Linda menarik perhatian mereka semua yang ada disana, dengan seksama mereka menatap serentak ke arah Calista.

__ADS_1


"Ahhh benar, Calista sudah sangat gemuk sekarang,"sahut Marya ikut memperhatikan Calista. " Dan lihatlah perutnya membesar, atau jangan jangan dia lagi hamil," seru Linda mengelus perut Calista


Sementara Calista diam dengan wajah nya yang tersenyum ria memandangi semua wajah yang ada disana.


"Yaampun Calista benarkah kamu sedang mengandung sayang ?" tanya Marya tidak sabar menunggu jawaban Calista padanya .


Calista terdiam menarik nafasnya dalam dalam mempersiapkan diri untuk memberitahukan tentang kehamilannya.


"Hemm betul aku sedang mengandung, maaf kan kami tidak memberitahu kalian. Niat kak Nathan ingin memberi kalian kejutan," jelas Calista menatap semua wajah yang berada disana.


Wajah semua yang ada disana tidak bisa menyembunyikan perasaan mereka bahwa mendengar ini mereka sangat gembira


"Aaaaaah... Dugaan ku benar, aduh rasanya tak sabar ingin segera menimang bayi," teriak Linda sangat bahagia


Ternyata yang mereka inginkan terwujud, cucu yang mereka mau akan sebentar lagi terlahir di dunia.


"Ya Tuhan terima kasih atas kado istimewa yang telah engkau berikan kepada anakku yang baru membentuk keluarga baru," Marya dengan gembira melantungkan doa untuk kebesaran Tuhan pada anaknya.


Jhon dan Arly juga ikut bahagia tentang ini, dan sebentar lagi akan mempunyai cucu dan disitulah mereka ingat usia jika sudah tua.


"Nathan kemana Calista?" tanya Jhon yang sedari tadi memantau semua ruangan itu namun tak satu pun ia menemukan orang. "Ehh iyah Pah, kak Nathan pergi ia sangat sibuk memantau Restoran," jawab Calista dengan lembut.


"Hm gitu, mungkin kalau kita sudah ngabari pasti dia nunggu kita," sahut Arly menoleh kearah Jhon. "Benar Ly, ya sudah lah kita tunggu dia datang saja," balas Jhon, lagian mereka masih lama disana tidak apa apalah jika ia pulang nanti saja.


"Aku akan menelefonnya," ucap Calista meraih ponselnya. "Ahh jangan sayang, tidak apa apa biar dia kerja dulu," cegah Maryak tak ingin mengganggu Nathan, biarlah saja dia kaget melihat keluarganya datang diam diam dibelakangnya.


Calista mengurungkan niatnya karena Marya menolak.


Tak lama Bibi Sinta membawakan minuman untuk mereka, sambi ngobrol mereka sesekali menyeruput minumannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2