
Setelah selesai mencarikan kampus, mereka beristirahat sebentar dan sorenya sesuai janji mereka kepada Mia masuk kerja seperti kemarin lagi.
Calista dan Raysa langsung saja memasuki ruang ganti pakaian yang terletak dibelakang dekat dapur.
Mereka memang karyawan baru disana namun karyawan lain masih bisa menghafal wajah mereka berdua.
Saat Calista hendak memasuki pintu ruangan kebetulan sekali ia berpapasan kepada Chef Radit yang sempat berkenalan dengannya kemarin.
"Ehh Calista, kok baru datang," ucap Radit menghentikan langkahnya seraya memandang Calista secara bergantian juga memandang Raysa .
"Ahmm kak Radit, tadi kami ada urusan penting makanya baru datang," balas Calista berhenti dan tersenyum sambil mengangguk di hadapan Chef Radit.
"Ohh begitu, ya sudah kalian ganti pakaian dulu nanti kamu kedapurku yah, aku ingin kamu menemaniku membuat resep makanan sore ini," Radit ingin sekali jika Calista menjadi asistennya di dapur entah kenapa ia tertarik saja dengan watak Calista.
"Ahh baik deh kak, Calista akan kesana nanti," ucap Calista bersemangat mendengar kata Chef Radit padanya.
Radit mengangguk dan tersenyum berbalik badan meninggalkan Calista dan Raysa disana.
"List, kalian sudah kenal," tanya Raysa yang bingung saja kok Chef Radit sudah seakrab itu dengan Calista.
"Baru juga kemarin Sa, ia ingin menjadikan ku sebagai asistennya. Kemarin aku minta Chef Radit untuk mengkonfirmasi dulu kepada Bos gila kita," jawab Calista memasuki ruang ganti dan membuka pintu raknya untuk mengambil baju seragamnya.
"Enak kamu yah List dijadikan asisten Chef, bisa dapat pengalaman dibagian resep makanan," balas Raysa sedikit iri, ingin juga sebenarnya bekerja di dapur Chef.
"Santai saja Sa, nanti biar aku rekomendasikan kamu sama Chef lain deh atau Koki disini," Calista mah tidak ambil pusing tentang itu, pengalaman kerja itu tergantung sejauh mana kita mengetahui dan menguasainya.
Mereka pun segera berganti pakaian dan bergegas dari ruangan ganti.
Raysa dan Calista berpencar dengan tugas masing masing mereka.
Sesuai yang diungkapkan Chef Radit Calista segera memasuki dapur tempat Radit berada.
"Maaf kak Radit aku sedikit kelamaan," ucap Calista memasuki dapur Chef Radit dengan pelan.
"Tidak apa apa, santai saja," balas Radit menoleh kearahnya yang sedang menyediakan berbagai macam peralatan masaknya.
"Apa yang harus aku bantu," tanya Calista yang baru juga mengenal dapur itu.
"Tunggu sebentar Calista biarkan aku menyediakan semua peralatan ku dulu," balas Chef Radit agar Calista tidak buru buru.
Calista mengangguk mengerti ia berdiri disana sambil memperhatikan apa saja peralatan yang disediakan Chef Radit di dapurnya.
__ADS_1
Sementara Raysa tengah sibuk melayani Customer pengunjung di Restoran itu.
"Apakah kalian baru datang?" tanya Nathan yang tiba tiba saja berada dibelakang Raysa yang tengah menyiapkan pesanan.
Raysa menoleh kearah suara itu dan mendapati Bos yang mereka juluki sebagai Bos Gila.
"Iyah ada apa?" jawabnya jutek malas sekalin menanggapinya.
"Enak yah kalian, kayak punya sendiri suka suka kalian saja," ucapnya menyindir Raysa.
"Iyah emang suka suka kami jadi tidak ada urusanmu, minggir aku mau lewat!" balas Raysa dengan wajah cemberutnya berjalan melewati Bosnya dengan pesanan diatas napan.
Sedikit pun tidak ada rasa segannya kepada Nathan, lagi lagi Nathan yang dinamakan Bos pemilik Restoran itu masih tidak dianggap oleh kedua orang karyawan baru nya itu.
Nathan dengan senyum sesaknya sambil mengusap dada, dan mencoba bersabar.
Yang ia hadapi gadis yang baru juga menetas anggap saja gadis kecil yang masih belum mengerti aturan.
Dan itu salahnya juga mencoba mengganggu Harimau yang sedang tidur, padahal dia telah diberitahu Mia jika sebenarnya Calista dan Raysa memang minta izin datangnya sore.
Karena Raysa tidak memperdulikannya, ia dengan terpaksa keluar dari sana menyuruh Mia untuk memanggil Calista menghadap diruangannya sekarang.
......................
"Permisi Chef, maaf izin Calista di panggil Tuan Nathan diruangannya sekarang." ucap Mia sopan kepada Chef Radit yang kebetulan tengah sibuk mengajari Calista untuk menyiapkan resep makanan.
Serentak Chef Radit dan Calista menoleh kearah Mia yang sedang berbicara pada mereka.
"Apakah penting," balas Chef Radit ingin menolak karena memang mereka sedang sibuk didapur.
"Ehm aku kurang tau," ucap Mia gugup.
"Tolong Mia sampaikan sama Tuan Nathan, bahwa Calista akan datang dalam satu jam lagi," Chef Radit bersikeras tidak mengizinkan Calista dulu.
"Baik Chef, aku akan sampaikan," Mia pun bergegas dari sana dan memberitahukan kepada Tuan Nathan jika Calista sibuk bersama Chef Radit.
Nathan yang mendengar itu seperti ada rasa cemburu dan tidak suka saat Mia mengatakan jika Calista tengah sibuk di dapur bersama Chef Radit.
"Loh kok aku malah gelisah kayak gini sih," batinnya yang tengah duduk melamun menggigit unjung jari telunjuknya.
"Astaga, apa yang sedang aku pikirkan!" ucapnya berbicara sendiri setelah sadar dari lamunannya.
__ADS_1
Nathan mengusap wajahnya berdiri dari kursi kebesarannya, perasaannya seperti sudah lengket kepada sikap Calista yang selalu membantahnya.
Ia berjalan mondar mandir dalam ruangannya entah apa yang ia pikirkan, perasaannya yang membuatnya tersakiti sendiri.
"Tidak mungkin kan aku jatuh hati sama gadis ingusan itu, kenapa secapat itu,?" ucapnya sendiri bertanya pada dinding, kursi, meja dan semua benda yang ada diruangannya itu tapi sayang tidak ada yang jawab.
Perasaannya yang gelisah tak menentu akhirnya ia memutuskan untuk mendatangi ruangan dapur Chef Radit.
Saat ia hendak memasuki lift langkahnya terhenti, entah apa lagi yang terlintas di dalam pikirannya akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk pergi kesana dan kembali ke ruangannya.
"Tidak, aku tidak boleh kesana, apa aku sudah gila," gerutunya menggaruk kepalanya frustasi sendiri.
......................
"Calista ini adalah masa trainingmu menjadi asistenku di dapur jadi kamu cukup memperhatikan dulu peralatan yang aku butuhkan, dan mengikuti apa yang aku perintahkan," ucap Chef Radit mengajari dan memberitahukan Calista segala pekerjaan yang harus ia lakukan.
"Baik Chef Radit, mohon bimbingannya," balas Calista.
"Loh, panggilnya biasa saja, kak Radit tidak usah Chef," Radit menyela ucapan Calista rasa tidak nyaman jika dipanggil Chef oleh Calista.
"Ohh maaf deh, kalau begitu aku panggil kak Radit saja," balas Calista.
Mereka bekerja di dapur Chef Radit sambil sesekali tertawa saat mengobrol.
Keduanya terlihat akrab, Calista tidak menyangka Chef Radit bisa menariknya menjadi asistennya.
Kemarin sempat ia kesal dipekerjakan di bagian mencuci piring, namun nasib baik setelah itu menghampirinya.
Tapi apakah selamanya ia jadi asisten Chef Radit, apa Tuan Nathan tidak mengusik hidupnya lagi?.
Calista pun tak tahu yang terpenting dulu sekarang ia telah aman bekerja menjadi asisten Chef.
Ia juga kembali bersemangat untuk bekerja sambil mencuri pengalaman yang diajarkan Chef Radit padanya.
Dan harapannya semoga juga Raysa ia rekomendasikan kepada Chef lain atau Koki disana, agar Raysa juga mendapat pengalaman baik dalam dunia memasak, karena rencana yang mereka ambil dalam jurusan kuliah adalah Tata Boga, dan ada baiknya dari sekarang pun mereka mulai belajar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
BERSAMBUNG...
__ADS_1