
"Sayang jam berapa kamu ingin kerumah Raysa?" tanya Nathan yang telah bersiap siap ingin pergi meninjau Restoran mewahnya yang sudah hampir dua bulan tak dipantau.
"Aku belum menghubunginya, aku akan mengabarimu jika aku kesana nanti," balas Calista, yang sudah merapikan diri dan tengah duduk santai disofa ruang tamu.
"Jangan pergi sendiri aku akan menemanimu kesana," ucap Nathan sekarang menunjukan rasa perhatiannya kepada Calista. "Iyah - iyah aku akan mengabarimu," sahut Calista memanyungkan bibirnya.
"Aku pergi dulu, sini peluk," ucap Nathan berdiri di hadapan Calista dan membuka kedua tangannya untuk menyambut istrinya berpelukan.
Calista beranjak dan tersenyum, tanpa ragu ia menghempaskan tubuhnya berhamburan dalam pelukan suami.
Nathan memeluknya erat sambil menutup mata merasakan hangatnya tubuh sang istri. " Hati hati di jalan, dan jangan nakal!" ucap Calista mengangkat wajahnya melihat wajah suaminya dari bawah.
"Aku hanya nakal padamu, percaya lah!" sahutnya menunduk memandangi wajah gemes istrinya.
Ia membungkuk menempelin bibir seksinya diatas bibir milik sang istri. Calista meresapi ia menutup matanya seakan meminta untuk berlama lama menautkan bibir mereka.
"Jangan memintaku, sabar lah sampai malam!" Nathan menyadari kenakalan istrinya, ia segera melepaskan tautannya dan mengelus pelan bibir Calista. "Iiihhhh,,!!" Calista malah merengek untuk menghilangkan rasa malunya karena Nathan yang menegurnya.
"Dahh sayang," Nathan mengecup seluruh wajah istrinya memberi salam dan segera pergi dari sana, karena jika masih berlama - lama Calista bisa menghalangi langkahnya dan akan memulai peperangan lagi.
Calista dengan berat melepas suaminya, padahal baru sehari ia merasakan kenikmatan masih belum puas ingin lagi dan lagi.
Saat melihat suaminya pergi raut wajahnya menjadi kusam kembali mendudukan tubuhnya di atas sofa dengan lesu.
......................
Ia meraih ponselnya mencari kontak Raysa untuk dihubungi.
(Sedang Bertelepon)
"Hallo Sa, kamu lagi dimana?" ucap Calista di balik teleponnya. " Hei beb aku sudah kembali di Happy City, kalau kamu beb masih berada dimana?" sahut Raysa meresponnya dengan gembira.
__ADS_1
" Sama aku dan kak Nathan sudah balik di Happy City, aku kesana yah Sa mau ketemu sama kamu!" ucap Calista ikut kegirangan dan bersemangat.
"Ow tentu boleh beb, ayo aku lagi bete nih jadi kangen bareng sama kamu lagi," sahut Raysa dengan senang hati ia menunggu kedatangan Calista.
"Oke beb tunggu yah, sebentar lagi aku dan husband akan kesana," ucap Calista suatu kata yang berbeda, dulu saat bersahabat masih sama sama gadis mana pernah mengucapkan kalimat kalimat seperti itu.
Raysa merasa ada yang mengganjal dihatinya, sesak ia rasa mendengar ucapan Calista. Sebenarnya ia tak rela ditinggal nikah oleh sahabat sejatinya.
Lambat laun ia akan berusaha terbiasa tanpa sahabat yang setiap saat bersamanya lagi, sedih memang namun bagaimana? Tak mungkin juga mereka tidak mencari kehidupan baru dalam kehidupan mereka.
Raysa tak putus asa berapa bulan lagi ia juga akan menikah dan kesendiriannya akan segera berakhir.
"Datang saja List, pintu rumah akan selalu terbuka untuk kalian," balasnya, dan segera mengakhiri percakapan mereka.
...----------------...
Calista dengan semangat bergegas dan bersiap siap untuk pergi kerumah Raysa siang itu, telah mengirim pesan kepada Nathan suaminya untuk ia tunggu dan pergi kerumah Raysa bersama.
Tanpa menunggu lama Nathan segera datang untuk menjemput Calista. "Sayang kamu sudah siap, yuk kita jalan!" seru Nathan sambil memasuki Istana nya mencari istri tercinta.
Calista segera berlari menghampiri sumber suara yang ia yakinkan jika itu suaminya. " Iyah sayang aku sudah siap, oke kita Go!" sahutnya dengan wajah ceriah nya.
"Come here baby," ucapnya merangkul Calista kembali keluar rumah memasuki mobil dan segera pergi.
(Dalam perjalanan)
"Kamu sudah menghubungi Raysa sayang?" tanya Nathan sambil fokus menyetir. " Sudah kok, dia lagi dirumah nunggu kita," ucapnya dengan wajah yang bahagia. " Ohh, Chef Radit kirim salam buat kamu katanya kapan kamu kembali bekerja," kebetulan Nathan yang telah bertemu kepada Chef Radit, sedikit menanyakan Calista, mungkin saja ia tak sabar untuk melihat Calista kembali bekerja menjadi asistennya.
"Jadi kapan aku bisa kerja," sahut Calista, sebenarnya juga masih ingin kerja tapi ia harus menunggu persetujuan suaminya. "Nanti kita akan pikirkan, kamu harus jadi Chef tak usah jadi asisten Radit lagi," usul Nathan, sekarang Calista telah menjadi istrinya dan punya pengalaman dibagian Chef, tentu sesuka hatinya ia memperkerjakan istrinya sebagai apa saja di usaha miliknya.
Calista bersorak hore dan bergembira mendengar Nathan mengatakan soal itu padanya, ia sungguh tak sabar bekerja menjadi Chef dan mempunyai dapur sendiri di dalam restoran suaminya.
__ADS_1
......................
( Kediaman Raysa )
Calista segera turun dari mobil berlari memasuki rumah Raysa tanpa menunggu Nathan dan tanpa menyadari rasa perih yang berada sibawah tubuhnya.
"Raysa !!!" teriaknya tak segan segan masuk nyosor tanpa mengetuk pintu lagi.
Nathan yang melihatnya geleng geleng saja, Calista masih saja membawa sikap kekanak kanakannya jika bertemu dengan sahabatnya.
Sikap Calista benar benar unik, kadang ramah, kadang terlihat cuek, kadang terlihat dewasa dan terkadang bersikap seperti anak anak.
Dengan gembira Raysa menyambutnya berpelukan seperti teletubbies yang saling menyayangi satu sama lain.
"Aduh beb, aku rindu berat padamu," ucap Calista memeluk erat Raysa melompat kegirangan. " Apa lagi aku, aku kesepian List tidak ada teman curhat, teman gila, dan teman pergi kemana mana," balas Raysa malah menunjukan raut wajah yang sedih saat memikirkan status Calista yang telah menjadi istri orang, ia sangat yakin Calista pasti sibuk tak punya waktu lagi untuknya.
"Maaf yah Sa sebenarnya aku tidak tega denganmu, tapi bagaimana ini takdirku mendahuluimu untuk menikah," sahutnya ikut bersedih, sebenarnya ada perasaan tak rela berpisah dengan sahabatnya, tapi Raysa sebentar lagi juga akan menikah ya sudah pasti nanti tak sesepi ini lagi.
"Sudah lah mau dikata apa semua sudah ada yang ngatur, mending kalian duduk. Kak Nathan silahkan duduk!" ucap Raysa mempersilakan Nathan duduk yang baru ia ingat berdiri dipojok pintu masuk menyaksikan mereka yang berpelukan haru.
"Oh terima kasih Raysa," sahutnya tersenyum bodoh, mengangguk mengikuti Calista duduk disofa yang sama.
"Aduh List kamu enak deh nikah sama Bos sendiri, bebas mau ambil kerja apa saja lah sekarang di Restoran kak Nathan," Raysa sedikit iri melihat Calista yang menikah langsung kepada Bos tempat mereka bekerja, andai saja Radit juga mempunyai restoran sendiri, ia bakal senang mau bekerja di bidang apa saja.
"Kamu gantikan posisiku jadi asisten kak Radit saja Sa, aku dan kak Nathan mempertimbangkan lagi aku mengambil pekerjaan apa nanti," balasnya ingin Raysa yang menggantikannya, ada baiknya jika Raysa yang akan menjadi asisten Radit, jika wanita lain takutnya Chef Radit berpaling ke hati yang lain.
Calista dan Raysa mengobrol seputar pekerjaan dan kuliah, juga Calista bertanya tanya tentang pernikahan Raysa dan Radit kapan di langsungkan.
...****************...
BERSAMBUNG...
__ADS_1