
"Om, Tante permisi sebentar ajak Calista ketaman boleh?" ucap Nathan gugup dan sedikit ada rasa malu, namun bagaimana pun ia juga ingin berbicara tentang perjodohan itu agar ada kepastian, tahun depan sudah mengambil keputusan akan menikah. Jika Calista tidak menerima yah tentu Nathan mencari gadis lain.
"Tentu boleh silakan, Calista sana gih," jawab Marya memberi izin untuk mereka berbicara, orang tua tinggal nunggu apa hasil pembicaraan mereka nanti.
Calista mengangguk dan berdiri dari duduknya mengikuti Nathan yang hendak keluar.
Jhon dan Arly melanjutkan kegiatan bersenang senang mereka, sementara Marya dan Linda mengobrol sepuasnya. Glenka yang merasa kesepian tak punya teman ia hanya duduk menemani kedua ibu ibu itu mengobrol dengan asyik dan tertawa riang.
...----------------...
"Kamu mau bawa aku kemana?" tanya Calista menghentikan langkahnya karena Nathan berjalan kearah yang bukan menuju taman.
"Yah kita ketaman," balasnya berhenti menoleh kebelakang. " Emang kamu tahu taman nya dimana?" tanya Calista melipat kedua tangannya di dada memalingkan wajahnya. " Terus dimana, beritahu kek jangan malah kayak gitu," sahutnya sudah tahu salah malah besar mulut saja.
"Makanya jangan sok tahu, bikin pusing saja," gerutu Calista berbalik badan pergi kearah taman, Nathan dengan linglung menggaruk kepalanya kikuk bikin malu sendiri, dengan lesu mengekori Calista seperti anak kecil yang habis dimarahi.
Calista berjalan dengan elegan dan terlihat santai tanpa menoleh kearah belakang sedikit pun.
Ia pergi kearah kolam yang disana terdapat kursi santai, Nathan terus mengikutinya tanpa sepatah kata pun terucap dibibirnya.
Calista menoleh kearahnya dan mendudukan tubuhnya disana. "Kenapa kamu malah diam dari tadi?" ucapnya duduk sambil melipat keatas satu kakinya.
"Tidak apa apa," jawab Nathan ikut duduk disamping Calista dengan pandangan lurus didepannya. " Jadi kamu sudah tahu tentang perjodohan ini?" Calista langsung saja memulainya tanpa ada basa basinya dulu.
" Hem awalnya Papahku sudah memberitahu, tapi aku tidak tahu jika itu kamu," jawabnya santai memandangi sekilas wajah Calista dari samping.
"Jadi bagaimana menurutmu?" Calista juga ingin tahu tentang perasaan Nathan, takutnya Nathan memang tidak ada niat hanya untuk mengikuti perintah orang tuanya saja.
"Semua tergantung kamu Calista, jika kamu menerima tentu aku bersedia tapi jika tidak aku akan melampangkan dada," balas Nathan berbicara sesungguhnya ia serius, diwajahnya tidak terlihat kebohongan sekalipun.
Calista terdiam menarik nafas seraya mengeluarkannya pelan, ia berdiri dari duduknya berjalan pelan kearah tepi kolam.
"Aku mau menerima mu," sahutnya menoleh kebelakang. Sementara Nathan terdiam serasa tidak percaya dengan jawaban Calista, bukannya dulu ia pernah mengatakan jika ia punya pacar terus kenapa lagi ia malah menerima perjodohan itu.
__ADS_1
"Mungkin kamu tidak percaya dengan kata kata ku, tapi aku tulus mengatakannya," ucap Calista sekali lagi karena tidak ada sahutan dari Nathan.
"Bukannya kamu punya pacar?" tanyanya mengerutkan keningnya menatap bingung kearah Calista. " Kami sudah putus," jawabnya singkat sambil menciprat cipratkan air didalam kolam itu.
Nathan berdiri mendengar kata Calista, ia ikut berjalan ditepi kolam mencoba mendekat dengan Calista.
"Apa kamu masih tidak percaya?" tanya Calista karena Nathan masih diam malah menatapnya aneh. " Apa kamu masih baik baik saja?" Nathan malah kepikiran tentang kehidupan Calista sejak menjalin hubungan dengan pacarnya itu, entah kenapa otaknya malah negatif tinky tentang Calista.
" Jangan pikir aku sudah ternodai, dasar otakmu!" sahut Calista mencipratkan air kewajah Nathan yang terlihat pikirannya melayang.
Calista tertawa sambil terus mencipratkan air kearah Nathan yang masih berdiri bengong disana.
"Akhh syukurlah," ucapnya malah mengusap wajahnya lega dengan jawaban Calista. "Hahaha kak Nathan keseringan nonton film semi kayaknya," seru Calista tertawa keras merasa lucu saja dengan raut wajah Nathan yang terlihat bodoh.
"Jadi kamu serius mau terima perjodohan ini?" Nathan malah tidak menghiraukan Calista ia terus bertanya dan menunggu kepastian tanpa ada candaan dulu.
"Serius, aku malah ingin menikah saja malas kalau tunangan dulu," balas Calista dengan jawaban seperti tidak memikirkan dulu kata katanya. "Gila, kenapa kebelet banget nikah?" Nathan malah tertawa lucu saja dengan jawaban Calista yang tidak ingin tunangan malah ingin cepat nikah saja.
"Aku penasaran dengan surga dunia yang pernah kamu katakan, rasanya gimana?" jawab Calista malah menggoda Nathan, ia berbicara dengan suara berat dan serak.
Calista mengangkat wajahnya melihat kearah Nathan yang berdiri didepannya, ia belum sempat mendengar sepenuhnya apa yang diucapkan Nathan padanya.
"Ngomong apa barusan?" tanya Calista berdiri ditepi kolam, tanpa ia sadari kakinya terpleset dan hampir terjatuh kedalam kolam, "Aaaghhhw," teriaknya melambaikan tangannya kearah Nathan.
Karena kagetnya Nathan segera meraih tangan Calista menariknya kuat sampai Calista menabrak dada Nathan, karena Calista terlalu kuat menabrak tubuh Nathan tidak sempat mempertahankan kakinya m sehingga mereka jatuh dan .
BRUUHHMMM!
(Tergeletak di lantai Jatuh bersama)
Posisi yang intim Calista yang tengah berada diatas Nathan yang terlentang dilantai, bibir mereka juga ikut bertabrakan tanpa disengajai.
Calista yang masih menutup matanya perlahan ia menyimpitkan matanya dan merasakan yang lembut disekitar bibirnya.
__ADS_1
Saat ia membuka matanya lebar menatap wajah Nathan yang sama sekali tak ada jarak dan bibir mereka yang sama sama menempel ia dengan cepat menarik diri melepaskan tubuhnya diatas tubuh Nathan.
"Aahhm, aku minta maaf," ucap Nathan ikut mendirikan tubuhnya saat Calista melepaskan tubuhnya diatasnya. Calista malah diam menunduk malu dan mengusap kedua lengannya, ia menggigit bibirnya seraya menjilatnya. Bayangan Nathan seketika memenuhi pikirannya dan lembutnya bibir mereka saat menempel.
"Kamu tidak apa apa?" Jantung Nathan berdetak hebat saat terlintas dibayangan matanya bibir mereka yang sangat menempel dan wajah cantik Calista.
Ia memberanikan diri dan mencoba untuk biasa saja agar Calista tidak malu padanya.
"Tidak, makasih sudah tolongin aku," sahutnya masih menunduk sambil menautkan kedua tangannya. " Ehm lebih baik kita duduk saja kita masih belum selesai bicara," Nathan berjalan kembali kearah kursinya tadi dan mendudukan tubuhnya sambil menghembuskan nafasnya lega.
"Calista dengan malu mengikutinya dan duduk terdiam tanpa ada bicaranya tidak berani menatap wajah Nathan lagi.
"Jadi sebetulnya apa, mau tunangan atau mau nikah?" Nathan memecahkan suasana tegang ini agar Calista melupakan kejadian ini tanpa ada rasa segan diantara mereka.
"Menikah," jawab Calista masih memberanikan diri, apa yang telah ia pikirkan tentunya itu adalah keputusannya. " Apa sudah memikirkan dalam dalam?" sahut Nathan masih memberikan Calista memikirkan lebih dalam dulu sebelum terlanjur.
" Yang ku ucapkan dahulu tidak bisa aku ubah ubah, mau nikah yah tetap mau. Disuruh untuk memikirkan lagi aku tidak mau," balasnya merasa bodoh amat dan tidak mau ambil pusing lagi.
Nathan kembali tersenyum menahan suara tawanya, Calista emang benar gadis yang sangat keras kepala memilikinya harus siap siap menerima jantungan, darah tinggi, darah rendah, sesak nafas dan mati mendadak.
"Atau kamu tidak ingin, kalau tidak yasudah kita akhiri saja. Malas banget jika harus mengulang ulang kata kata ku," Calista tidak mau basa basi lagi, karena Nathan sepertinya tidak ingin ia berdiri hendak pergi dari sana.
"Tunggu dulu Calista," Nathan ikut berdiri dan menahannya agar tidak pergi dulu dari sana. "Kenapa lagi?" tanya nya menghentikan langkahnya. " Ya sudah aku siap menikahimu jika kamu menginginkannya," ucap Nathan tidak mau lagi Calista lari dari perangkapnya, dia ingin menikah yah sudah dengan senang hati Nathan akan mau karena jarang sekali menemukan gadis yang sat set saja kayak Calista ini.
"Hm okelah, tinggal kita bicarakan ini pada orang tua kita," Calista kembali melangkah tidak mau menunggu Nathan berbicara lagi.
Dengan cepat ia kembali masuk kedalam rumah dan ingin menemui orang tua mereka disana.
Nathan yang ditinggal sendiri dengan langkah berat ia mengikuti Calista masuk kerumah dan harus bersiap untuk memberitahukan ini semua kepada orang tua mereka.
...****************...
......................
__ADS_1
BERSAMBUNG...