
"Kak bawa Calista jalan jalan dulu, kangen banget pengen keliling Kota," Calista bergelayut manja kepada kakaknya Glenka setelah dalam satu tahun berpisah. "Ya sudah sana siap siap, kakak akan membawamu keluar sore ini," balas Glenka tidak tega menolak ajakan adiknya yang suka manja padanya sesekali mereka jalan bareng sebelum Calista pergi lagi.
"Kak nanti jangan pulang malam, ingat kita ada tamu," Marya mengingatkan Glenka karena tidak enak saja jika kedatangan tamu lebih dulu dari pada anaknya yang baru pulang. "Iyah Mah cepat kok, Calista hanya ingin keliling doang ntar," sahut Calista mengecup pipi Marya dan berjalanan menaiki tangga.
Marya menatap punggung Calista dengan penuh senyum dan senang, selama ini Calista bersikap dingin pada mereka tapi sekarang jauh lebih baik itu yang selalu Marya syukuri keluarganya kembali utuh dalam kebahagiaan.
Glenka pun membawa Calista pergi keluar untuk sekedar jalan jalan dan keliling Kota untuk membuat Calista bersenang senang, sebagai anak gadis satu satunya dalam keluarga Glenka tahu bagaimana cara memperlakukan adiknya agar selalu terlihat bahagia dengannya.
...****************...
Marya segera bersiap membersihkan diri setelah satu hari full sibuk mempersiapkan ini itu bersama dengan pelayannya, saat selesai ia baru merasa lega dan bersantai sejenak untuk menghilangkan penat.
"Glen dan Calista kemana Mah?" tanya Jhon yang baru siap dari kamar mandi untuk membersihkan diri juga. " Tadi diminta Calista untuk jalan jalan, tapi ini kok lama banget yah mereka," balas Marya, berdiri untuk memastikan diluar Calista dan Glenka pulang atau belum.
"Kok tidak diingatkan tadi Mah," Jhon mendudukan tubuhnya di sofa sembari membuka layar ponselnya. " Sudah, mungkin mereka lagi dijalan tuh Pah," sahutnya santai, lagian baru jam 18:30 malam dan Marya yakin tamu mereka masih lama.
Dan benar saja, saat Marya hendak duduk kembali Calista dan Glenka pulang dan memasuki rumah.
"Ehh kalian pulang sayang, sana kalian mandi gih takutnya tamu kita datang," seru Marya yang melihat kedatangan kedua anaknya. "Iyah Mah, kami keatas dulu bentar," sahut Glenka menaiki tangga untuk kekamarnya begitu pula dengan Calista, ia segera masuk kamar dan bersiap mandi.
"Mah coba lihat siapa yang datang," Jhon menyadari diluar sepertinya ada orang lagi yang datang, ia sangat yakin jika itu Arly sahabatnya Jhon bersama istrinya segera keluar untuk menyambut mereka.
Marya segera membuka pintu dan benar yang datang adalah Arly bersama istri dan anak laki lakinya. "Salam kak Marya," ucap Arly memberi salam kepada Marya saat mengetahui ia membuka pintu.
"Ehh salam mas Arly mba Linda, ayo masuk masuk!" sahut Marya menyambut tamu kehormatan suaminya.
Jhon ikut menyambut kedatangan sahabat bersama keluarganya, tak lupa mereka berpelukan sebagai tanda rindu karena baru bertemu kembali.
"Kak Jhon, apa kabar?" ucap Arly memanggil sopan kepada Jhon karena ia lebih muda dari Jhon. "Sehat Arly seperti yang kamu lihat," sahutnya memeluk sahabatnya itu.
Mereka pun masuk tak lupa dengan anak mereka yang ikut hadir disana. " Salam Om dan Tante, kenalin aku Nathan!" ucap anak Arly memberi salam dan memperkenalkan diri.
__ADS_1
Dan sangat kebetulan sekali, ternyata selama ini Nathan adalah anak dari sahabat Jhon yang tak lain adalah Papah Calista sendiri. Nathan yang dimaksud pria yang akan di jodohkan kepada Calista. Entah bagaimana reaksi Calista jika melihat kenyataan ini nantinya?.
"Ahm salam nak Nathan ternyata kamu tampan banget yah, baru pertama kali ini tante jumpa padamu," sahut Marya sembari memberi pujian kepada Nathan, ucapan Marya emang nyata Nathan adalah pria tampan dan menawan. Tubuh tinggi kekar dan kulit putih mampu memikat hati para wanita.
"Ehm iyah tante makasih," balas Nathan malu malu mengekori Arly dan Linda yang ikut masuk bersama Marya dan Jhon. Ia sesekali melihat sekeliling ruangan rumah milik Jhon dan sebelumnya pun ia tidak pernah mendatangi rumah ini. Memang Arly dan Jhon sudah lama berteman tapi Nathan tidak pernah diajak jika mereka dulunya bertemu.
Kini mereka berlima tengah duduk diruang tamu Jhon bersama Arly dan Linda bersama Marya sekedar berbincang dan saling bertanya tanya kabar.
Diantara itu Nathan hanya duduk disana mendengar obrolan orang tuanya, karena bosan sendiri ia bermain dengan ponselnya karena bagian pembicaraan orang tua ia sama sekali tidak mengerti.
Tak lama setelah itu pelayan mengantarkan beberapa minuman untuk menyambut tamu, kembali Marya dan Jhon mempersilakan mereka minum.
"Kak Jhon anak anak kemana?" tanya Arly yang sedari tadi ia memperhatikan tak ada satu pun anak Jhon datang menyambut mereka. " Ohh ada Ly, mereka baru pulang dari luar bentar lagi mereka kesini," balas Jhon menjelaskan agar mereka tidak tersinggung karena kedua anaknya sama sekali tak menyahuti kedatangan tamu.
"Glen ayo nak beri salam sama Om Arly dan Tante Linda, mereka baru saja datang," seru Marya yang melihat Glenka turun menghampiri mereka.
Glenka mengangguk dan tersenyum. " Salam Om dan Tante, kalian apa kabar?" ucap Glenka memberi salam kepada sahabat Papahnya, tak lupa ia menyalami Nathan yang ada disana.
"Iyah mba Linda, tidak terasa dia sudah berumur 22 tahun, bentar lagi tamat kuliah," balas Marya tersanjung dengan anaknya yang dipuji.
Glenka mengambil duduk bersebelahan dengan Nathan, sikap Glenka yang ramah dan mudah bergaul mencoba untuk mengobrol dengan Nathan untuk sekedar menemani nya disana.
Jhon dan Arly kembali mengingat dan membicarakan masa masa mereka yang dulu, Marya dan Linda ikut menyahut nyahutin pembicaraan itu dan sesekali mereka tertawa saat ada cerita yang lucu.
Calista yang baru selesai mandi memakai dres mini berwarna hitam dengan panjang diatas lutut dan model kerah terbuka, ia sedikit memoles bibirnya dengan lip balm dan menguncir rambutnya yang ikal pirang.
Kali ini Calista terlihat sangat feminim, dewasa dan sangat cantik. Ia berjalan menuruni tangga niatnya untuk menyambut tamu Papahnya dan tentunya ia harus menjaga sikap seperti yang di ucapkan Jhon padanya.
Semua yang berada di ruang tamu sedang asyik ngobrol tanpa menyadari Calista menghampiri mereka.
Pandangan Calista tertuju kepada Arly dan istrinya tanpa menyadari Nathan yang tengah asyik ngobrol kepada kakaknya Glenka.
__ADS_1
Ia pun menghampiri dan memberi salam. " Salam Om dan Tante," ucapnya sopan ia tersenyum dan menunduk membuat kedua pasangan suami istri itu berhenti dengan ceritanya dan beralih menatap Calista.
"Ehh iyah salam sayang," sahut Linda berdiri menyambut Calista tak segan segan ia mencium dengan gemes pipi Calista. " Hallo Om," seru Calista bergantian menyalam Arly setelah Linda melepas cipika cipiki nya.
Arly menyambutnya dan tersenyum, pertama mereka melihat Calista memberikan kesan baik dan sangat tertarik karena kecantikan dan ayunya Calista.
Nathan masih tidak menyadari Calista yang tengah sibuk memberi salam kepada orangtuanya, posisi Calista yang membelakangi Nathan berbalik badan hendak menyapa Nathan juga.
Ia terhenti dan berdiri mengerutkan keningnya dihadapan Nathan, ia kaget dan tidak percaya jika yang sedang mengobrol dengan Glenka adalah Nathan Bos ditempat kerjanya.
" Kak Nathan," ucapnya dengan suara kecil, spontan Nathan menoleh kearahnya dan begitu terkejutnya saat ia menyadari jika itu adalah Calista.
"Calista," sahutnya dengan mata tak berkedip dan mulut mengangah, semua yang ada disana ikut menarik perhatian mereka karena sama sama menyebut nama berarti ada kemungkinan mereka saling mengenal.
"Apa kalian saling kenal?" seru Arly memberi pertanyaan kepada Nathan. "Benar, kami saling kenal," sela Calista segera menjawab sebelum Nathan membuka suaranya.
"Ahh bagaimana mungkin," ucap Linda tak percaya, padahal mereka sendiri baru kali ini melihat Calista. "Ahm sayang duduk dulu sebentar," ucap Marya menegur Calista yang masih berdiri di hadapan Nathan. Calista menyadarinya dan segera mendudukan tubuhnya di sofa yang berhadapan dengan Nathan.
"Nat, kalian kenal dimana?" tanya Arly sekali lagi karena Nathan tak kunjung buka suara saat ia di tanyai. "Ehmm itu loh Pah, Calista kebetulan jadi asisten Chef di Restoranku di Kota Bahagia," jawab Nathan terbata bata memandang Calista bergantian memandang Papahnya.
"Ohh benarkah kak Jhon, nak Calista berada di Kota Bahagia juga?" sahut Arly masih tidak mempercayai kata kata Nathan.
"Ehm benar begitu Ly Calista emang cerita ia bekerja di Restoran, mungkin ini hanya secara kebetulan saja," balas Jhon tersenyum dan mengangguk.
Jhon dan Marya menghembus nafas secara bersamaan, Calista dan Nathan saling kenal apa mungkin Calista menerima Nathan jika dikatakan mereka ditunangankan, Marya yakin Calista tak mau menolak secara Nathan mempunyai usaha sendiri, Restoran suatu hoby Calista memasak di dalamnya mungkin saja ia akan menyukai dan menyetujui nanti.
...****************...
......................
BERSAMBUNG...
__ADS_1