Teman Hidupku

Teman Hidupku
Jebol


__ADS_3

"Kamu sudah siap?" bisik nya di daun telinga Calista. Hembusan nafasnya membuat sekujur tubuh Calista menjadi kaku dan tegang, tanpa ragu ia mengangguk membalik tubuhnya menjadi posisi tidur terlentang.


Nathan semakin bersemangat, dengan aksi liar nya ia menaiki tubuh mungil sang istri, malam itu juga haruslah di tuntaskan malam pertama yang indah dan penuh kepuasan.


Calista benar benar takut dan gugup di malam pertamanya baru mendapat pengalaman pertama tentang melayani suami.


Apa lagi dengan Nathan, pria yang disebut masih utuh walaupun tubuhnya seksi dan menggiurkan namun malam itu pun ia baru mendapat pengalaman pertama untuk menjadi sang suami yang bisa memberi kesenangan kepada istri.


......................


Satu jam berlalu mereka mengakhiri perang kuda yang baru pertama kali dua insan itu merasakan


indah dan nikmatnya surga dunia sehingga keduanya lemas tak berdaya.


Nathan di pengalaman pertama sedikit membuat ngakak yang sama sekali tidak mengetahui tentang kunci surga dunia dari wanitanya.


Kewalahan dan bercucuran keringat, membuatnya sedikit malu kepada Calista yang ikut bingung dengannya.


Jika saja ada yang menyaksikan, malam itu tak menegangkan malah menjadi ngakak.


Lucu dan gemes sama sama tak ada pengalaman dibagian itu.


Calista beruntung pria yang menyentuhnya masih suci tak ternodai.


Kini keduanya tidur terlentang diatas ranjang dengan tubuh yang polos, nafas yang ngos ngosan tak berarturan dan keringat yang membasahi tubuh.


Saling memandang dan berpegang tangan senyum manis dari bibir menandakan kepuasan diantara mereka.


"Kamu milikku seutuhnya" ucap Nathan dengan suara beratnya mengubah posisi nya menyamping menghadap kearah Calista untuk memandangi wajah sang bidadarinya.


"Kamu hebat dan juga ngakak," sahut Calista, padahal ini lagi romantis romantisnya malah memulai percakapan ngakak saja.


Natha tersenyum mengusap wajah Calista gemes. " Namanya juga pria p3rj4ka harusnya kamu bersyukur aku utuh untukmu," balasnya merasa malu saat membayangkan aksi yang lucu itu.

__ADS_1


"Hahaha, tentu aku bersyukur dan bikin terus ngakak bila memutar memoriku bersama mu malam ini," Calista malah tertawa tak henti seakan mengejek suaminya yang sama sekali tak berpengalaman diatas ranjang .


"Yang penting kamu puas," ucapnya kembali mengagetkan Calista saat Nathan melompat naik keatas nya membekap tubuh mungil itu lagi, rasa ingin dan ingin terngiang ngiang dalam tubuh Nathan.


Calista luluh tanpa ada penolakan, dan kembali lah lagi memulai peperangan kuda yang sangat memanas dan menegangkan.


Malam itu penuh dengan suara jeritan kenikmatan sehingga sampai pada pencapaian ke 5 kali hingga sampai pagi.


Pengantin baru malam pertama puas dan melemas. Kini mata hari kembali bersinar menerangi bumi yang gelap gulita.


Namun kedua pasangan ini tak menyadari, mungkin karena capek dan tubuh yang lemas.


Nathan yang berperang hebat membuatnya tak berdaya, otot ototnya kaku tak ingin lepas dari kasur yang empuk itu.


Begitu pun dengan Calista, pagi itu ia menyadari jika diluar sudah terang namun ia masih tidak kuat berdiri.


Tubuhnya yang dihantam kuat oleh Nathan membuat kakinya tak bisa melangkah, tubuhnya yang terasa ada yang robek dan pedih.


Pengalaman yang luar biasa nikmat dan pedih terlalu dalam.


Karena sedikit bising dan ribut, Nathan terbangun dan menyadari jeritan Calista. " Kamu kenapa sayang?" tanya nya panik, ia segera duduk dan merangkul tubuh polos istrinya.


" Sakit dan perih," ucapnya dengan suara manjanya. " Maaf mungkin semalam aku tidak melakukannya dengan lembut, kamu ingin kemana?," balasnya memeluk dan mengelus kepala Calista penuh dengan kasih sayang.


"Aku ingin ke kamar mandi," rengek nya manja semakin menjadi jadi karena Nathan yang perhatian padanya. " Aku antar yah," Nathan beranjak dari tempat tidur berdiri dengan tubuh yang polos, ruangan yang sudah menerang Calista dengan jelas baru mengetahui segala bentuk tubuh polos sang suami, rasa malu sedikit menguasainya. Ia menunduk tak berani menatapnya.


Nathan tak menghiraukan ia mengangkat tubuh Calista dalam gendongan segera mengantarnya ke kamar mandi.


Kembali dengan keromantisan yang menyambut pagi itu, mata Nathan tak lepas dengan tubuh mungil sang istri. Baru ia memperhatikan jika di tubuh Calista terdapat tanda lahir yang sangat besar dan hitam pekat.


"Apa kamu geli dengan tahi lalatku?" tanya Calista yang menyadari mata Nathan terus mengarah ke tahi lalatnya. " Siapa bilang, aku malah gemes menambah keseksian tubuhmu," jawabnya malah memuji dan menyukainya.


Tahi lalat hitam pekat yang berada dibawah pusar Calista membuat Nathan semakin bergejolak memenginginkan tubuh mungil itu.

__ADS_1


"Hem jangan coba coba nakal lagi pagi ini," sahut Calista menebak apa yang sedang ada dalam pikiran suaminya yang mulai nakal itu.


"Tidak, aku akan menahannya. Kasihan kamu yang semalaman aku guncangin," ucapnya meletakan Calista di dalam Bathtub dengan pelan ia menyalakan kran mengisi dengan air hangat dan busa sabun.


"Berendam sebentar sayang agar rasa perihnya sedikit berkurang," ucapnya mengecup kening Calista dengan lembut. " Kamu ingin kemana?" sahut Calista yang melihat Nathan ingin beranjak dari sana.


"Aku keluar sebentar, mau minta Bi Sinta untuk menyediakan sarapan untuk kita," jawabnya berhenti dan menoleh kearah Calista. " Tidak ingin mandi bersama?" ajak Calista, perasaannya sekarang malah tak ingin jauh dari Nathan bergelayut manja dan menempel terus yang ia inginkan.


" Kamu berendam dulu nanti aku kembali, tunggu disana," ucapnya menjelaskan, ia kembali melangkah kearah Calista dan mengecup sekali lagi kening milik istrinya.


"Yaampun balutin lah tubuhmu dengan handuk, aku merinding melihat belut nakal itu," seru Calista mencipratkan air ketubuh Nathan dan merasa tubuhnya menegang membayangkan belut nakal itu. "Haha baiklah aku akan berpakaian, tidak mungkin aku telanjang menemui Bi Sinta," sahut Nathan malah tertawa, ia menarik handuk kimono yang digantung disana dan segera mengenakannya.


Calista tersenyum senang, ia menarik nafasnya dan mengeluarkannya pelan. Bersantai diatas bathtub yang hangat, tubuhnya yang sedari tadi kaku menjadi fresh.


Rasa perih dibawah tubuhnya sedikit membaik namun kakinya tidak terlalu lincah bergerak karena masih merasakan sakit.


Nathan kembali setelah berpesan untuk mengantar sarapan dan menyuruh para pelayan untuk membersihkan dan mengganti sprey yang terdapat bercak darah yang lumayan menumpuk disana.


Sesuai dengan janjinya ia kembali untuk menemani istrinya yang cantik dan gemes untuk mandi bersama.


Saat Calista mengetahuinya datang ia memancarkan senyum indah kearah suaminya.


"Bagaimana perasaanmu, perihnya mendingan?" tanya Nathan kembali membuka handuk kimono nya dan segera menaiki bathtub yang ada Calista. " Mendingan sedikit, cuman masih kaku bila bergerak," jawabnya bersemangat saat Nathan menghampirinya.


"Nanti rasa sakitnya akan hilang sendiri, bersiaplah lagi nanti kita akan berperang," ucapnya mencipratkan air kewajah Calista.


"Dasar suami mesum!" sahut Calista ikut mencipratkan air kearah Nathan.


Pagi itu mandi bersama untuk pertama kalinya, sambil menunggu sarapan dari pelayan mereka bersantai dan bermain penuh canda dan tawa di dalam kamar mandi.


Pengantin baru tentu menciptakan hal baru agar keluarga yang mereka bangun akan bertahan sampai tua hingga maut memisahkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2