Teman Hidupku

Teman Hidupku
Pacaran Setelah menikah


__ADS_3

"Dia siapa sayang?" tanya Nathan kepo terhadap pria yang berani dekatin istrinya. " Menurutmu dia siapa?" sahutnya malah kembali memberi pertanyaan, dan itu suatu sikap Calista jika ditanya malah nanyak balik, lama lama nanti bisanya bilang "Kamu Nanyek?" 😁


"Mungkin tebakan ku tidak pernah salah jika dia adalah mantamu?" ucapnya bisa ia tebak karena sepertinya pria yang itu tadi seperti sedang memintai Calista agar bisa diterima kembali.


"Hem, tidak usah dibahas dia hanyalah masa lalu," jawabnya sedikit merasa bersalah kepada Nathan. "Santai saja sayang semua orang pasti punya masa lalu," Nathan mengerti dan tidak mempermasalahkan tentang itu, toh Calista masih utuh saat ia miliki jadi ia yakin semasa pacaran bersama pria itu tak ada sikap yang berlebihan.


Nathan mengelus rambutnya lembut penuh dengan cinta, ia sangat bersyukur karena memiliki Calista adalah anugrahnya.


"Kapan aku bekerja sayang, bosan nih kalau dirumah mulu," rengek Calista memohon agar ia bisa bekerja kembali seperti dulu, berada dirumah sama halnya seperti burung di dalam sangkar.


"Kapan kapan, untuk sekarang tidak boleh dulu," jawabnya bilang tidak boleh yah tidak boleh. "Hemmm," sahut Calista mendengus kesal, jika tidak diizinkan kerja dia mau ngapain setelah pulang kuliah. " Nanti kamu boleh deh ikut aku buat pantau pantau saja, sekalian mau umumkan jika kamu sudah sah jadi istriku," ucap Nathan yang melihat Calista kesal, ia segera mencari cara agar Calista tak marah. Ia berharap saat ini mereka harus baik baik, supaya tak ada dusta diantara mereka.


"Tidak ingin pergi kesana kalau aku tidak dibolehin kerja!" tolak Calista terlihat cuek tidak menghiraukan Nathan. "Ahhm kalau tidak bagaimana kalau kita memasak kue bersama dirumah," ide cemerlang terlintas dibenaknya cuman agak ragu siapa tahu calista menolak lagi.


"Serius, kamu suka makan kue sayang?" sahut Calista kembali bersemangat, membuat kue juga salaah satu dari hobi nya yang berkaitan dengan masak memasak ia bakal punya hobi dibagian itu.


"Serius, kita akan membuatnya bersama, aku juga suka makan kue," balas Nathan dan akhirnya Calista berubah mood ceritanya tidak ngambek lagi jadinya.


Calista kembali tersenyum setidaknya memasak dan berada didapur terlalu lama akan membuatnya menyenangkan.


...----------------...


(Sampai dirumah)


"Mau mandi dulu sayang, badanku lengket habis keringat," ucap Calista segera masuk untuk segera membersihkan diri. "Yaps, aku akan menyuruh Bi Sinta untuk menyiapkan semua bahan kue yang kita perlukan nanti.


Nathan punya pengalaman sedikit dibagian membuat kue, dulunya ia mengambil jurusan Tata Boga karena meracik dan membuat resep masakan juga menjadi suatu hobinya. Bisa di bilang 11 12 sama hobi dengan Calista.


Calista yang sudah tak sabar untuk membuat kue dengan cepat ia menyelesaikan kegiatan mandinya pergi kedapur dan melihat semua bahan bahan yang biasa digunakan untuk membuat kue telah tersedia disana.

__ADS_1


"Gimana sayang, ingin buat kue apa?" tanya Nathan yang mengikutinya dibelakang masuk kedapur. "Aku ingin sekali mencicipi kue Hokkaido, kali ini akan aku buat dengan resep yang sedikit berbeda," balasnya tersenyum sambil memikirkan bentuk kue yang dia maksud.


"Ow, salah satu jenis kue yang jarang aku makan. Buatkanlah untuk kita, aku akan mencicipinya nanti," sahut Nathan mengiyakan saja dan harus bersiap siap untuk menemani istrinya berada di dapur dalam beberapa jam kemudian.


Calista mengangguk tersenyum segera memilih bahan apa saja yang ia gunakan, tak lupa juga menimbangnya agar takaran kue nya pas dan hasil tak mengecewakan nanti.


Dengan semangat mulai memadukan bahan kue, Calista terlihat fokus tak ingin di ganggu. Sementara suaminya yang menemani malah menjadi asistennya untuk disuruh mengambil ini itu.


Mau tidak mau Nathan menyemangati dirinya sediri untuk terus mau disuruh suruh demi membuat istri bahagia ia rela menderita.


Ia juga ikut memadukan adonan kue dengan dibantu oleh Calista menuntunnya bagaimana cara mengerjakan.


Sepasang pengantin baru yang tengah berada di dapur saat ini, pernikahan hasil perjodohan orang tua yang awalnya tidak menimbulkan cinta.


Saat sudah menjalani pernikahan dalam beberapa minggu atau hampir satu bulan lama kelamaan keduanya menimbulka rasa cinta dan sayang yang mendalam di hati mereka masing masing.


Berada di dapur, memasak bersama dengan romantis dan sedikit melakukan canda gurau membuat suasana ikut bahagia.


"Aku capek, cium dulu dong," ucap Nathan malah merengek minta cium disela sela keseriusan. "Ehh jangan macam macam deh nanti kuenya bantat!l tolak Calista malah mengoleskan dengan dua jarinya sisa tepung cair di pipi Nathan.


"Ahh sayang, jangan mulai deh!l bentak Nathan dengan candanya ikut mengoleskan tepung hampir diseluruh wajah Calista.


"Oh No!, ini namanya curang!" teriak Calista merasa dicurangi padahal ia hanya mengoles sedikit diwajah Nathan namun ia dibalas hampir memenuhi wajahnya.


"Hahahah," tawa Nathan merasa menang dengan jahilnya. Karena tidak mau kalah Calista hendak kembali mengoleskan tepung kewajah Nathan tapi Nathan dengan curangnya berlari tidak mau membiarkan wajahnya di olesin tepung lagi.


"Awas kamu, aku akan membalasnya!!!" teriak Calista dengan wajah sebel ikut berlari mengejar suami nakalnya itu.


Akhirnya kedua pasangan sejoli ini tengah melakukan keributan di dapur dengan suara tawa dan rengekan. Mereka berlari kesana kemari, Calista yang tidak bisa menangkapnya ia dengan curang melemparin semua tepung dan segala macamnya kearah Nathan sehingga membuat dapur berantakan dan kotor.

__ADS_1


Yang tadinya ingin membuat kue malah berunjung dengan candaan dan bermain, adonan kue yang terpadu tadinya menjadi ditinggal saja disana.


Dengan gembira Calista terus mengejar tanpa lelah, terkadang Nathan mendekatinya namun saat Calista ingin meraihnya ia berlari kembali.


Suara tawa mereka seketika memenuhi ruangan dapur yang lumayan luas dan besar, karena tak kunjung ia dapat Calista capek dan berhenti mengejarnya.


Dengan cepat Nathan memeluknya dan menciumi semua wajah yang dipenuhi tepung itu, membuat Calista tertawa geli dan dengan puas nya ia menggosok semua tepung yang ada ditangnnya kewajah Nathan.


"Hahah aku puas, i like it,! Serunya tertawa lepas merasa puas dengan aksi jahilnya. "Nathan membiarkannya tapi bibirnya yang nakal terus mengecup wajahnya yang becek dengan tepung cair itu.



Gambarannya anggap seperti itu, sebelum mencicipi kue wajib cip cip cipin cip*kan🤣🤣


Setelah puas bermain dan tertawa, Calista baru mengingat jika kuenya masih belum di oven. "Astaga sayang, kue kita!!!" teriaknya panik, dengan cepat segera menyiapkan cetakan dan menuangkan adonan kedalam cetakan.


"Sayang tolong nih masukin dalam oven," ucap Calista berteriak memerintahkan suaminya. "Iyah - iyah sabar jangan panik dong!" sahut Nathan berlari kesana kemari dan kadang bingung apa yang disuruh istrinya padanya.


Membuat kue yang awalnya serius dan fokus tapi pada akhirnya berantakan malah bermain dan saling menjahili.


Pasangan suami istri ini terlihat sangat bahagia yang tidak bisa lagi di ungkapkan dengan kata kata.


Dulu Calista pernah berdoa jika ia ingin diberi jodoh pria yang baik, dan diberi kebahagiaan yang tak henti.


Sekarang terwujud doa doa nya Tuhan telah mengabulkan.


...****************...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2