
Hampir sore mereka sudah berada di dalam rumah Nathan, Calista memberikan mereka kamar masing masing untuk beristirahat sebentar sambil menunggu malam.
Seperti yang di janjikan Nathan kalau dia akan cepat pulang tidak harus menunggu malam
"Sayang aku pulang, " serunya mencari Calista di ruang keluarga. Kebetulan Calista disana sedang bersantai sendirian karena kedua keluarga yang baru sampai sedang beristirahat sebentar.
Nathan yang tidak sabar, memeluk dan mencium Calista tanpa menunggu sahutan Calista. Ia menggendong Calista dan mendudukannya diatas pangkuannya dengan posisi saling berhadapan.
"Aduhh kak Nathan hati hati dong perutku sakit," rengekan Calista sambil memeluk leher Nathan. "Aku kangen, maaf jika aku telat sedikit," bisiknya lembut, dengan nakal ia mengecup bibir Calista
"Hem, aku bete tahu dirumah," balas Calista dengan suara manjanya mendekatkan wajahnya diatas wajah Nathan berharap kecupan di bibirnya itu bertaut lama.
Nathan yang sudah kehabisan akal sehatnya dengan sigap mencubui Calista dengan liar, Calista yang sangat menginginkan itu juga ia menerima tanpa ada penolakan.
Keduanya sama sama terbuai sehingga cumbuan mereka bertahan lama tanpa menyadari jika disekitar mereka ada yang memperhatikan.
Kebetulan karena ada suara terdengar diluar, kedua pasang orang tua mereka menyadari jika Nathan sudah datang.
Namun saat mereka hendak menghampiri, wajah mereka dibuat bingung dengan apa yang mereka lihat.
Mulut mengangah dan mata melotot menatap kearah sepasang anak mereka yang tengah bercumbu mesra ini.
Linda yang ikut terbuai memeluk Arly sambil mengelus perut, begitu juga dengan Marya ia menggigit jarinya dan memegang erat tangan suaminya.
Sementara kedua pasangan sejoli yang sama sama dimabuk asmara cinta dengan liarnya mereka bercumbu mesra, tangan Nathan yang mulai nakal meremas bok*ng istrinya dengan penuh gairahnya.
"Astaga, pemandangan yang indah," ucap Linda yang sungguh tidak menyadari suaranya yang meninggi.
Suara itu terdengar sangat familiar di telinga Nathan, karena sedikit menyadari ia segera melepas tautan bibir mereka dan segera menoleh kearah sumber suara itu.
"Ohhh my God!!!" dengan kagetnya ia segera berdiri dengan posisi menggedong Calista dengan mata tebelalak.
__ADS_1
"Ahh Papah Mamah, kapan kalian kemari," ucap Nathan menyadari jika disana juga ada Ayah dan Ibu mertuanya
"Ahahaha, kalian sangat romantis Mamah jadi membayangkan masa muda saat bersama Papah," ucap Linda malah ngakak saja tanpa mau menjawab Nathan.
"Sayang, turunkan aku," bisik Calista mencubit telinga Nathan agar ia tersadar, mukanya yang sudah memerah semu menahan malu karena orang tua dan mertua yang melihat mereka sedang bercumbu liar disana.
"Ahhh iyah iyah, maaf!" sahut Nathan menyadari segera menurunkan Calista.
Wajah mereka sangat terlihat malu, Calista tak berani menatap sekeliling disana. "Ahh Pah, Mah, maaf atas sikap kami," ucap Nathan dengan wajah kikuk terasa sangat memalukan, sampai ia melangkah kecil sambil menyalami orang tuanya dan mertuanya dengan wajah bodoh.
"Eheheh tidak apa apa, kami yang minta maaf sudah mengganggu," sahut Marya menyambut uluran tangan Nathan sambil mengelus pundak.
"Aduh, aku jadi tidak enak hehe," bisik Nathan dengan wajah tersenyum malu menggaruk tekuknya yang tidak gatal, sedikit ada rasa deg degan saat Ayah mertua menatapnya.
"Pantes saja Calista cepat hamil, Nathan suka main nyosor saja, hahah!" ucap Linda malah tidak menghiraukan rasa malu anaknya ia malah berbicara lancang saja.
Jhon dan Arly sebenarnya sedikit ada rasa canggung menatap Nathan yang sudah memerah tomat wajahnya karena malu, mereka harus mencari topik pembicaraan agar Nathan merasa slow dan tidak segan lagi.
Nathan mengelus dadanya dan menarik nafas dalam dalam mengeluarkan pelan agar sekujur tubuhnya terasa rilex.
"Baguslah, maaf jika kedatangan kami membuat kalian kaget. Sebenarnya kami sengaja tidak mengabarin kalian," sahut Jhon menjelaskan tentang kedatangan mereka di Rumah Nathan.
"Ahh tidak masalah Pah, ngomong ngomong sejak kapan kalian datang?" tanya Nathan dengan wajah kikuk sesekali melirik kearah Calista yang masih tersipu malu di sampingnya. "Tadi siang, kami tadi beristirahat sebentar sambil menunggumu pulang," ucap Arly ikut menyahuti pertanyaan Nathan. " Iyah benar nak Nathan," Jhon ikut mengiyakan dengan anggukan dan senyum.
...----------------...
Nathan yang tadinya sangat malu dan gugup akhirnya merasa lega saat Jhon dan Arly mengajaknya ngobrol seputar pekerjaan dan bisnisnya.
Mereka sesekali tertawa riang jika menceritakan hal lucu dan saat Linda dan Marya menanyakan hal konyol kepada Nathan dan Calista.
"Ehhmm Pah, Mah Nathan tinggal sebentar mau mandi dulu, nanti aku kembali kita akan makan malam bersama," ucap Nathan yang menyadari jika diluar sudah gelap sementara ia masih mengenakan pakaian kantornya.
__ADS_1
"Ya sudah sayang silakan," sahut Linda mengiyakan. "Sayang siapin pakain untuk ku," ucap Nathan saat hendak berdiri dari duduknya menoleh kearah Calista
"Hem iyah sayang," sahut Calista ikut berdiri mengikuti Nathan. " Aku juga permisi mau siapin pakaian kak Nathan sebentar," pamit Calista dengan penuh senyumnya.
"Iyah iyah sayang, kami tunggu kalian disini," sahut Marya dan Linda serentak.
Keduanya beranjak dari sana meninggalkan orang tua dan mertua yang masih saja asyik bercerita.
......................
"Sayang gantung yang tadi, lanjut yuk!" rengek Nathan kembali meminta Calista, padahal tadinya hasratnya memuncak tapi karena kedatangan orang tua membuatnya batal.
"Iihh enggak mending mandi sana, nanti Papah sama Mamah kita curiga lagi ," tolak Calista tidak ingin lagi terulang hal yang memalukan itu. "Sebentar saja sayang," Nathan terus bergelagak manja memeluk Calista dari belakang.
Ia menggoda Calista mencium tekuk dengan lembut sambil mengelus ngelus perut buncit istrinya.
Sementara Calista yang sudah merinding lama lama terbuai dan tidak bisa menolak, karena rayuan Nathan berhasil dengan cepat tanpa menunda nunda lagi menggendong Calista dan menghempaskan di atas tempat tidur dengan sangat pelan dan lembu.
Dan terjadi lah gempa buatan yang mengguncangi seluruh ruangan kamar besar itu.
Calista sejak kehamilannya memang sangat sensitif dan selalu menginginkan kesenangan itu, apa lagi Nathan yang melihat tubuh istrinya yang terlihat seksi dengan perut buncitnya, ia tidak bisa menolak dengan ajakan itu.
Dan terkadang Nathan yang tidak tertahankan ia pun sering melakukan serangan secara tiba tiba seperti saat saat pulang dari tempat kerjanya.
Kedua insan itu terus berlanjut hingga mencapai kepuasan yang tiada tara, sudah merasa sangat puas dan lemas.
Akhirnya dengan berat langkah mereka mandi bersama, mengingat orang tua juga sedang menunggu mereka
Padahal hari hari sebelumnya jika mereka melakukan itu Nathan masih meminta hingga sampai yang ketiga kali.
...****************...
__ADS_1
BERSAMBUNG...