Teman Hidupku

Teman Hidupku
Calista Cuek


__ADS_3

Malam berganti pagi setelah gelap di terangi oleh matahari. Pukul 09:00 wib, Nathan masih saja enggan bangun tubuhnya sangat kaku dan matanya sangat berat untuk dibuka.


Ia mencoba meregangkan tangannya dan memaksakan membuka matanya, menoleh kesamping dan baru ia mengingat jika semalam temannya Alfred menemaninya.


Nathan mendudukan tubuhnya pelan dan menguap, ia mengucek matanya serta meraih ponselnya yang tergeletak diatas mejanya.


"Ehh bro kamu sudah bangun, aku kok tidak dibangunin," ucap Alfred mendudukan tubuhnya terbangun saat Nathan bergerak diatas tempat tidurnya. "Aku baru saja bangun, oh yah aku kenapa semalam?" jawabnya tidak mengingat dia kenapa sampai mabukan seperti itu.


"Aku juga tidak tahu, yang pasti kamu sedang kecewa," balas Alfred memberitahu sekedar yang ia ketahui saja. "Thank's Al kamu sudah temani aku semalam," Nathan mengusap wajahnya merasa malu kepada Alfred atas sikapnya.


"Santai saja, ohh yah aku mau pulang bisa kan sopir mu dirumah ngantar aku?" Alfred ingin segera pulang saja saat ia melihat Nathan sudah merasa baikan. "Kamu tidak istrahat dulu atau sarapan?" ajak Nathan karena Alfred terlihat buru buru.


"Lain waktu aku kesini karena hari ini aku ada janji sama teman," ucap Alfred beranjak dari tempat tidur meraih jaketnya dan segera pamit pulang kepada Nathan.


...****************...


(Sore Hari)


"List sebaiknya jangan terlalu nempel kali sama Steven takutnya dia tuh mesum," ucap Raysa sedikit memperingati Calista karena akhir akhir ini ia perhatikan Steven semakin lancang saja meluk dan mencium Calista ditempat umum tanpa mengenal tempat.


"Aduh Sa namanya juga baru baru lah gimana langgengnya kalau tidak mesra kayak gitu," tolak Calista tidak suka Raysa berbicara seperti itu padanya. " Maaf jika aku membuatmu tidak suka dengan omonganku, tapi aku hanya peduli sama kamu agar kamu tidak terjerumus di hal yang tidak baik," balas Raysa mengalah karena akhir akhir ini Calista tak lagi seasyik dulu kepada Raysa sahabatnya.


Setelah menjalin hubungan kepada Steven Calista sering diajak keluar dan jarang menemani Raysa baik dirumah maupun di kampus dan yang lebih bikin Raysa tidak suka dimana saja tempatnya Calista berani bercumbu dengan Steven tanpa ada rasa malu.


"Hm yalah Sa, oh yah gimana saja perasaanmu sama Chef Radit aku siap perjuangi kamu jika kamu mau," Calista malah mengalihkan pembicaraan, tidak mau membahas tentangnya malah ia lontarkan pertanyaan tentang perasaan Raysa kepada Chef Radit


" Aku tidak bisa maksa kak Radit kalau ia tidak menyukaiku," jawab Raysa tidak terlalu berharap tentang perasaan nya kepada Chef Radit, mau itu dibalas atau tidak ia tidak memaksakan keinginannya.


Calista mengangguk dan tidak membahasnya lagi, mereka memasuki ruang ganti pakaian dan bersiap siap mulai beraktivitas.

__ADS_1


"List Raysa kerja hari ini?" tanya Chef Radit saat ia melihat Calista masuk dapur. "Tumben kak Radit tanya Raysa," balas Calista tersenyum mengejek Chef Radit yang baru menanyakan Raysa.


"Tidak usah ngejek gitu, bukannya kamu tuh pengen kalau sahabatmu jadi pacarku," sahut Chef Radit menjetik kening Calista. "Ihh kak Radit sakit, iyah iyah Raysa masuk hari ini dia lagi di depan," Calista segera menepis jari jari Chef Radit yang suka sukanya saja menjetik keningnya.


Chef Radit terlihat bahagia dan gembira hari itu mungkin saja baru memikirkan jika Raysa juga tidak kalah cantik dengan Calista. Raysa juga bisa memikat hati dengan tubuh tingginya yang langsing dan kurus.


"Bisa tidak malam ini aku ajak dia kencan," tanya Chef Radit menatap Calista dengan senyuman. " Tentu bisa dan Calista harap kak Radit tembak saja jantungnya malam ini biar Raysa klepek klepek," balas Calista dengan rasa bahagianya mengukir senyum diwajahnya, harapannya agar sahabatnya tidak lagi kesepian karena ia sudah mempunyai pacar juga tak ada waktu sepenuhnya untuk Raysa.


Chef Radit hari itu terlihat sangat bahagia, ia mengejarkan pekerjaan nya dengan semangat.


......................


"Sa, tunggu!" teriak Calista memanggil Raysa yang hendak pergi dari dapur. Raysa menoleh melihat Calista, " Ada apa List?" sahutnya menghentikan langkahnya menunggu Calista.


" Chef Radit Sa dia mau ajak kamu jalan malam ini, kamu mau kan?" Calista yang sangat tidak sabaran segera memberitahukan kabar gembira ini kepada sahabatnya.


"Ihh List aku kira apa sudah ahh nanti aku pikirin ini kita lagi sibuk,"jawab Raysa mencueki padahal dalam hatinya mmbersorak hore mendengar apa yang dibilang Calista. "Hem oke deh," Calista memanyungkan bibirnya melihat Raysa yang biasa saja tidak seheboh dirinya.


Melihat Raysa meninggalkannya Calista mengedikan bahunya tak acuh dan kembali kedapur Chef Radit.


...----------------...


"Kak Radit jadi ajak Raysa?" tanya Calista yang lagi beres beres karena sebentar lagi pulang. "Jadi dong List, nanti tunggu aku pulang yah biar Raysa ikut nunggu," jawab Chef Radit ingin segera siap dengan pekerjaannya.


"Oke, aku akan menunggu kak Radit," ucap Calista menepuk pundak Chef Radit dengan senyumnya.


...----------------...


"List yuk pulang," ajak Raysa setelah semua pekerjaan mereka beres. " Ntar dulu Sa, kak Radit belum siap lagi ganti pakaiannya," jawab Calista menarik tangan Raysa.

__ADS_1


"Ihh kenapa ditunggu, emang dia mau pulang sama kita?" sahut Raysa pura pura tidak ngerti, padahal sedari tadi pun ia tidak sabar menunggu Radit mengajaknya jalan malam ini.


"Aduh Sa tadi kan sudah aku jelaskan, kalau Chef Radit mau ajak kamu keluar malam ini," balas Calista menarik tubuh Raysa duduk di bangku yang ada disana.


Tak lama setelah itu, Chef Radit keluar dari ruangannya menghampiri Calista dan Raysa.


"Hai Raysa, kamu mau kan keluar jalan bareng aku malam ini?" ucap Chef Radit tanpa basa basi lagi, karena ia yakin Calista sudah memberitahukan Raysa. Calista ikut meyakinkan Raysa, ia melihat Raysa ingin segera menjawabnya.


"Ehhm tapi," jawab Raysa terbata bata. "Sudah deh Sa ayo kalian jalan, aku pulang sendirian," sela Calista, ia segera berdiri dan menarik lengan Raysa karena kelamaan mikir.


"Aduh List kamu yakin?" bisik Raysa melototi Calista. " 100% aku yakin, sudah lah ayo kalian pergi," balas Calista mendorong Raysa didepan Chef Radit dan segera berlari keluar tanpa menunggu Raysa berkata lagi.


Calista akhirnya pulang sendiri malam itu karena ia mengizinkan Raysa pergi kencan bersama Chef Radit


"List kok sendirian Raysa kemana?" teriak Nathan tengah mengendarai mobilnya melihat Calista sedang jalan kaki sendirian. Calista menoleh kearag sumber suara itu dan ia mendapati Nathan disana. Ia terlihat mencueki Nathan tak mau menjawab apa pun.


"Ayo naik biar aku antar," ucapnya lagi karena melihat Calista terus berjalan dan tidak mau menjawabnya.


Nathan turun dari mobil mengejar Calista. "Calista tunggu!" Nathan menarik tangan Calista agar berhenti dan mau masuk kedalam mobilnya. " Lepas kak Nathan aku tidak mau diantar, aku bisa jalan sendiri," balas Calista menepis tangan Nathan dan terus berjalan tanpa menoleh kearah Nathan.


"Kamu kenapa sih List," Nathan tidak putus asa, ia kembali mengejar Calista dan menghentikannya. "Please kak jangan ganggu aku, aku tidak mau kalau pacarku marah dekat sama kak Nathan," balas Calista berbalik menghadap kearah Nathan.


Sementara Nathan terdiam dan bengong saat Calista berbicara seperti itu padanya. Karena Nathan mematung tanpa ada sepatah kata, Calista kembali melangkah tanpa basa basi lagi meninggalkan Nathan yang mematung.


Rasa kecewa dan patah hati pun tumbuh dalam hati Nathan karena ternyata sekarang Calista sudah menerima orang lain dalam hidupnya.


Ia mengurungkan niatnya tak lagi mengejar atau menahan Calista, sekarang ia mengerti kenapa akhir akhir ini Calista cuek dan dingin padanya.


...****************...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG...


__ADS_2