
"Tapi aku mencitaimu Calista," ucap Chef Radit kembali mendekati Calista. "Stop kak Radit, jangan mendekatiku. Aku mohon kamu mengerti perasaan Raysa, dia sahabatku tidak mau jika ia tersakiti," sahut Calista menghentikan Chef Radit, pikirannya menjadi kacau, ia tidak habis pikir betapa sakitnya Raysa jika mendengar ini semua.
Chef Radit terdiam mematung disana memandangi Calista sendu. "Jadi aku harus bagaimana?" ucapnya pasrah, tidak mungkin ia juga memaksa Calista, ini adalah privasinya tidak mau jika sampai terdengar diluar.
"Lepaskan perasaanmu padaku, dan buka ruang hatimu untuk Raysa," balas Calista dengan mata berkaca kaca memohon kepada Chef Radit.
Chef Radit yang berumur sudah 28 tahun itu tentunya sudah dewasa dalam percintaan, sebenarnya jika ia memikirkan terlebih dahulu ada benarnya kata Calista dia itu seperti kakak kepada Calista bukan malah punya perasaan seperti ini.
"Aku minta maaf Calista, maaf atas kekhilafanku," ucapnya lesu, ia mendudukan tubuhnya dilantai menyesali semua perasaan sukanya terhadap Calista.
"Aku memafkan kak Radit tapi aku mohon kak Radit buka hati untuk Raysa, dia tulus menyukai mu dia selalu memintaku untuk memperjuangkanmu padanya," Calista dengan ekspresi sedih memohon agar Chef Radit mengerti dengan perasaan sahabatnya, membuka sedikit ruang hati untuk Raysa karena sebenarnya Raysa yang menyukai Chef Radit bukan Calista.
"Baiklah aku akan mencoba menerima Raysa, tapi aku mohon maafkan aku Calista," balas Radit dengan penuh sesal. "Aku akan memafkan kak Radit dan melupakan semua kejadian ini," Calista tidak ingin mempermasalahkan ini semua, bagaimana pun Chef Radit adalah guru masaknya, menjadi asisten selama 7 bulan ia sudah mulai menguasai segala bahan dan resep masakan.
Radit mengangguk dan mencoba melupakan kejadian itu, ia kembali menyelesaikan pekerjaannya seperti biasa dengan Calista yang menjadi asistennya.
...****************...
"List tolong dong antarkan kopi dan cemilan untuk Tuan Nathan," seru Mia dari pintu dapur, serentak Calista dan Chef Radit menoleh kearah Mia.
Calista terdiam sembari memandangi Chef Radit. Chef Radit mengangguk isyarat mengizinkan Calista.
"Baik kak Mia, mana kopinya," sahut Calista setelah diberi izin oleh Chef Radit. "Ini diluar, tolong yah diantar," balas Mia berlalu meninggalkan dapur Chef.
"Kak Radit, aku permisi sebentar," pamit Calista mengangguk kepada Chef Radit. "Hmm," balasnya dengan deheman saja dan mengangguk.
Calista segera mengambil napan itu dan membawanya kelantai atas untuk Nathan.
__ADS_1
...----------------...
"Permisi kak Nathan," ucap Calista kali ini memanggil Nathan dengan sebutan kakak bukan Tuan atau Bos.
"Masuk Calista," sahut Nathan tersenyum mendengar Calista memanggilnya kakak. "Ini kopinya," Calista meletakan gelas itu diatas meja dihadapan Nathan.
"Makasih yah," balas Nathan berdiri dari duduknya. "Sama sama, apa aku boleh keluar?" jawab Calista dan bertanya kembali, karena pekerjaan dapur bersama Chef Radit sedang ramai.
"Sebentar Calista," ucap Nathan ingin menahan langkah kaki Calista. "Ada apa lagi?" balas Calista berdiri mengerutkan keningnya.
"Kamu sudah jadian sama Chef Radit?" tanya Nathan ragu ragu tapi ini pertanyaan yang ia lontarkan karena penasaran saja. "Hahaha kak Nathan tanya apa, kok lucu banget?" jawab Calista malah tertawa lucu saja dengan pertanyaan itu.
"Kenapa, apa aku salah tanya?" sahutnya mengerutkan keningnya bingung melihat Calista malah menertawakannya. "Kak Nathan tahu dari mana itu?" Calista malah semakin bertanya tanpa menjawab semua pertanyaan Nathan dengan ngakak sendiri.
"Hmm, baiklah kamu boleh pergi jika pertanyaanku membuatmu lucu," ucapnya mengedikan bahunya dan kembali duduk di kursinya.
"Hm asal iyah saja," jawab Nathan sambil meneguk kopinya. "Loh emang kenapa sih?" tanya Calista heran saja dengan sikap Nathan yang seolah olah cemburu pada kedekatan mereka Chef Radit.
"Aku pernah memberitahumu, untuk selalu berhati hati dan jaga diri dari godaan pria pria di Kota ini," balasnya, untuk alasan karena Calista malah mempersulitnya.
"Apa Chef Radit pria bejat juga?" Calista menarik cerita Nathan agar menceritakan tentan Chef Radit, karena bagaimana pun jika Chef Radit seperti itu Calista memberitahukan kepada Raysa untuk tidak melanjutkan tentang perasaannya itu kepada Chef Radit.
"Hm mungkin saja, tapi sekarang sudah jarang aku melihatnya mengembat pelayan pelayan disini," mungkin Nathan ada benarnya, namanya juga kehidupan di Kota itu yah tentu Chef Radit yang penghuni asli Kota itu pasti ada sikap seperti itu.
"Ahh sudahlah, aku harus memperhatikannya dulu sebelum aku memperjuangkannya untuk Raysa," ucap Calista berdiri mematung sedang berperang dengan pikirannya.
Sementara ia dan Steven sudah menjalin hubungan pacaran, dan Steven berasal dari Kota itu yah tentu juga ia mewarisi sikap yang ada di Kota itu, tapi kok ia tidak kepikiran dulu tentang itu sebelum menerima Steven, masa bodoh lah pikir Calista. Yang penting di jalani dulu, jika mereka meminta sesuatu itu yang lebih yasudah tidak usah diladeni. Begitu juga lah kira kira Raysa jika sudah menjalin hubungan dengan Chef Radit.
__ADS_1
"Kalian lah yang tau apa yang terbaik untuk kalian, aku mah cuman mengingatkan," sahut Nathan mendengar ucapan Calista padanya.
"Aku permisi kak Nathan," Calista ingin pamit segera enyah dari sana tidak mau lagi membahas tentang itu. " Oke silakan Calista," balas Nathan mengangguk dan mengangkat tangannya.
Calista tanpa sepatah kata lagi ia berlalu meninggalkan ruangan Nathan kembali kedapur Chef Radit.
Nathan yang mendengar penjelasan Calista merasa lega, ia menarik nafas dan mengeluarkannya pelan. Rasa cemburunya mulai menghilang karena ternyata Chef Radit bukan mengungkapkan perasaannya kepada Calista.
Perasaan Nathan memang suka dan cinta kepada Calista, tapi ia tidak berani mengungkapkan ia takut jika sia sia bila diucapkan, ia takut bila Calista malah tidak menerimanya dan membuatnya malu sendiri.
Nathan menjadi dilema sendiri dengan perasaannya yang tak kunjung ia ungkapkan, perasaan bercampuraduk dan gelisah membuat hidupnya tidak tenang.
Calista yang tidak bisa menebak isi hati Nathan merasa bodoh amat dan membuat Nathan semakin tersiksa.
Andai saja Nathan mengetahui jika Calista sudah menerima orang lain dalam hidupnya, entah bagaimana lagi rasa sakit hati Nathan tentang itu.
Kenapa Calista begitu memikat hati para pria?Sebenarnya apa keistimewaan yang ia punya?
Chef Radit, Tuan Nathan dan Steven pria yang tergila gila dengannya, apa masih ada lagi nanti yang hadir dalam hidup Calista? Dan siapa sebenarnya cinta sejati Calista yang sesungguhnya diantara mereka itu?
......................
Buat teman teman yang masih setia membaca terus ikuti dan tunggu up selanjutnya, karena ceritanya masih berlanjut dan bakal ada yang seru nya lagi!.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG...
__ADS_1