
Kini sepasangan suami istri ini kembali dalam keadaan yang ceria saat melalui keadaan yang menyedihkan.
Hari hari mereka lalui dengan santai seperti sebelumnya, Calista kembali bersemangat dan perlahan sudah mulai menghilangkan tentang bayinya yang telah hilang.
Tak terasa pernikahan mereka sudah menginjak satu tahun, dalam waktu itu terasa sangat singkat dan dipenuhi dengan tangis bahagia di dalamnya.
Tepat pada malam hari itu Nathan sudah menyiapkan jauh jauh hari untuk sekedar merayakan hari pernikahan mereka yang sudah menginjak satu tahun.
Malam itu Nathan sengaja mengajak Calista untuk sekedar keluar untuk makan malam padahal tanpa ia sadari ia menyiapkan kejutan yang istimewa untuk mereka.
"Sayang aku ingin kamu memakai gaun yang cantik ini, aku mau ajak kamu dinner bersama," ucap Nathan memberikan sebuah kotak yang berisikan gaun yang sengaja ia persiapkan untuk Calista. "Hah, kita ingin kemana?" tanya Calista sedikit bingung sama sekali tidak menyadari jika hari itu adalah hari memperingati ulang tahun pernikahan mereka.
"Sudah jangan banyak tanya, kamu sana mandi berdandan yang cantik dan kenakan gaun ini," jawab Nathan menyerahkan kotak itu kepada Calista.
Tanpa ragu lagi Calista tersenyum dan mengangguk segera saja ia bersiap siap untuk mandi dan berpakaian seperti yang disuruh suaminya.
Nathan malam itu tampak mengenakan kemeja hitam berblazer merah maron, dengan gaya rambut yang macho dan cool serta maskulin yang harumnya menarik perhatian para wanita disekitar.
Ia tampil terkesan tampan dan berwibawah membuat Calista semakin terpana dan cinta terlalu dalam padanya.
Sangat serasi perbaduan gaun Calista dengan blazer Nathan, Calista mengenakan gaun cantik itu berwarna dongker agak terang menambah ke cantikan dan keseksian tubuhnya.
"Apa kamu sudah siap sayang?" tanya Nathan memandangi istrinya dari unjung kaki sampai diunjung kepala. Calista mengangguk. "Sudah siap, ayo kita berangkat," jawabnya mengulurkan tangannya untuk disambut Nathan.
Dengan senang hati Nathan meraih tangan Calista dan meninggalkan kecupan manis dipunggung tangan mulusnya itu.
"Silahkan naik Nona Putri," ucapnya membukakan pintu mobil dengan membungkuk badan layaknya seperti ajudan sang putri.
Calista tersenyum sembari mencubit pipi Nathan dengan gemes sambil menaiki mobilnya."Kamu bikin aku gemes," ucap Calista tersenyum.
Nathan membalas senyumnya dengan cepat berlari mengikuti masuk dari pintu mobil sebelahnya, dan bersiap untuk melajukan mobilnya.
"Kamu sangat tampan bila berpakaian seperti ini sayang," ucap Calista tidak bisa menyembunyikan perasaannya melihat suami yang sangat tampan malam ini. "Iyah dong ini spesial untukmu malam ini dan tentunya aku harus tampil lebih tampan dari sebelumnya," sahutnya merasa bangga karena pujian sang istri.
Nathan menyisir rambutnya dengan jari jari lincahnya seraya memandangi Calista dengan godaannya.
"Heheh kamu terlihat lucu," Calista malah tertawa geli melihat tingkah suaminya yang jauh bahagia malam itu. "Hmmm kita langsung saja jalan," ucapnya menginjak pedal gasnya dan melajukan mobilnya
Dalam 6 bulan terakhir saat mereka kehilangan sang buah hati ini kali pertama lagi mereka kencan berdua dengan romantis, Calista memang sudah lama merindukan kebersamaan seperti ini jadi malam ini juga tercapailah apa yang pernah ia minta dalam hatinya.
__ADS_1
Nathan menyetir dengan sangat pelan sambil sesekali curi pandang menatap Calista, dan ia sangat yakin jika Calista benar benar lupa akan tanggal ulang tahun pernikahan mereka. Nathan dapat merasakan dari tampang Calista yang sama sekali tidak menyinggung itu, ia menghela nafas panjangnya dan berucap dalam hati "Kalau begitu kamu akan dikagetkan dengan kejutan malam ini," batin Nathan dengan senyumnya.
...----------------...
Satu jam dalam perjalanan sehingga mobil membawa mereka kesebuah Hotel yang terlihat sangat mewah dan megah.
Nathan memarkir mobilnya dan benar saja Calista tak mempercayai ini yang ada di depan matanya. Ia menutup mulutnya sembari memalingkan wajahnya kearah suaminya
"Sayang ngapain kita kesini, menginap kah?" tanya nya dengan polos. Nathan tersenyum kecut sembari membuka pintu mobilnya menuju pintu yang ada Calista.
"Kamu turun dulu, tidak salah juga kan kalau kita nginap disini kan kita sah sah saja," sahutnya mengulurkan tangannya agar Calista menyambutnya untuk keluar di dalam mobilnya.
"Aku tidak percaya kamu telah menyiapkan tempat yang indah untuk kita malam ini, tapi untuk apa?" balas Calista tampak berpikir untuk apa Nathan memberikan yang sangat spesial malam ini.
Otak Calista masih lelet tidak terus terang menanggapi untuk apa sebenarnya Nathan malam ini menyediakan yang sangat istimewa ini
Dengan bodohnya ia mengikuti Nathan berjalan gontai sambil mengalunkan tangannya di lengan suaminya.
"Bagaimana menurutmu, apa hotel ini sangat menarik?" tanya Nathan sembari menekan tombol lift menuju tempat yang telah ia sediakan. "Sangat menarik dan ini aku sangat menyukainya," jawabnya sambil tersenyum kearah suaminya
"Baiklah kamu akan tunggu bagaimana keindahan selanjutnya nanti," ucap Nathan mencium pucuk kepala Calista.
"Kita kemana lagi, kenapa suasana disini terlihat beda," ucapnya memegang erat lengan Nathan mungkin karena takut saja. "Aku lebih suka tema yang remang seperti ini, kesannya sangat romantis," sahut Nathan malah memberi pujian dengan suasana ruangan tanpa menjawab pertanyaan Calista.
Tanpa berkata apa pun ia melangkah sambil menarik Calista pelan kearah kanannya, disana ada tangga yang lumayan tinggi namun masih terlihat remang disana.
"Sayang aku takut kayak ada aura aura horornya," bisik Calista mendekatkan tubuhnya disamping Nathan. "Tidak usah takut disini tak ada hantunya kecuali aku," jawabnya sambil meninggalkan kecupan lagi dipipi Calista. "Sebenarnya kita mau ngapain disini sih?" tanya Calista berjalan pelan mengikuti langkah Nathan menaiki tangga demi tangga.
"Jangan banyak tanya, tunggu saja apa yang bakal kamu lihat disana nanti," ucap Nathan masih betah membingungkan Calista.
Setelah jauh melangkah menaiki tangga, kini mereka sampai ditempat tujuannya
Disana masih terdapat pintu yang pas menghadap kearah mereka.
Nathan menekan tombol pintu itu untuk membuka pintu rahasia yang ada dihadapannya.
DING!
(Bunyi tombol pintu)
__ADS_1
Perlahan pintunya terbuka, dan
WOW!
Begitu sangat terkejutnya lagi Calista melihat pemandangan yang indah itu.
Disempanjang lantai telah tersusun rapi lilin lilin kecil yang membentuk gambar hati serta ada tulisan disana.
Calista memperhatikan tulisan itu dan merasa sangat kaget saat ia baru menyadari jika lilin lilin itu menuliskan huruf
***Happy Commemoration Of Our Wedding Day***
(Selamat memperingati hari pernikahan kita)
Calista melongo menatap suaminya tak percaya, ia baru teringat jika hari itu adalah tanggal pas pernikahan mereka sudah berjalan dalam satu tahun
"Oh my God padahal ini aku tidak menyadarinya," ucapnya sambil menggelengkan kepalanya. "Kamu terlalu sibuk sehingga tidak menyadarinya," sahut Nathan sembari berjalan membawa Calista hingga keunjung ruangan yang terbuka di depan mereka.
Calista mengikutinya dengan pandangan yang menatap semua yang ada disana, disini ia merasa bodoh dan bingung, padahal yang sebenarnya selalu peka terhadap hal ini adalah istri bukan suami.
"Maafkan aku sayang, aku benar benar tidak memikirkan tentang Anniversary pernikahan kita," ucapnya menarik bahu Nathan agar berbalik badan menatapnya.
"Aku maklumi karena memori otakmu selalu kurang ruang penyimpanan," balas Nathan menatap Calista dengan sensual. "Aku janji lain kali untuk tidak lupa lagi," sahutnya tersenyum mendekatkan diri pas dihadapan Nathan.
Suasana ruangan yang sangat romantis bernuansa remang membuat jiwa Nathan bergejolak untuk segera mencicipi mangsa yang ada di depannya saat ini.
Dengan cepat ia menanggapi apa maunya Calista, perlahan ia mendekatkan tubuhnya tepat didepan Calista, tanpa menunggu lagi ia menunduk dan perlahan menautkan bibirnya diatas bibir Calista yang lembut dan seksi.
Tanpa ragu Calista menyambutnya membiarkan bibir dan lidah Nathan yang bekerja, sehingga yang tadinya remang dan hening menjadi terang benderang karena keributan dalam bercinta yang mereka ciptakan.
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
BERSAMBUNG...


__ADS_1