Teman Hidupku

Teman Hidupku
6 Bulan Sudah Menikah


__ADS_3

"Bi Sinta, tolong dong Nona Calista dibangunin," ucap Steven kepada pelayan dirumah. "Baik Tuan," sahut Bi Surti mengangguk seraya berjalan membungkuk pergi untuk membangunkan Calista.


Pagi itu adalah hari minggu, Calista masih saja keenakan tidur sementara Nathan telah bangun duluan.


Kebiasaannya di hari libur ia suka berenang, dan pagi itu niatnya ingin mengajak Calista berenang bareng bersamanya.


......................


"Permisi Non, aku disuruh Tuan untuk membangunkan Non Calista," seru Bi Surti di balik pintu kamar sambil menekan tombol bel di pintu.


Karena suara bel yang nyaring dan keras Calista cepat terbangun.


"Ehhm ada apa Bi?" sahutnya dengan suara berat dan serak. " Tuan memanggil Non diluar," jawab Bi Surti lagi. "Ia Bi, aku akan segera kesana,"


Padahal Calista masih tidak mau bangun, ia kembali membungkus tubuhnya di dalam selimut.


"Non mau dibuatkan susu?" tanya Surti yang ternyata masih belum pergi dari sana. "Hm yah, buatkan saja untuk ku Bi," balasnya sambil menutup mata malas.


Bi Surti kembali di lantai bawah, dan segera membuatkan susu hangat untuk Nona istri Tuannya.


...----------------...


Hampir beberapa menit Calista tak kunjung turun kebawah, sementara Nathan tengah menunggunya di dalam kolam. Karena tak ada respon ia kembali memanggil Bi Surti.


"Bi, Nona Calista kemana sih, apa belum di pangggil juga?" teriak Nathan dari luar kepada pelayan rumahnya. Bi surti dengan cepat berlari menghampiri dan memberitahunya.


"Maaf Tuan, Nona sudah aku bangunkan dan telah ku buatkan susu untuknya. Tapi kurang tahu kenapa masih tidak mau turun," jelas Bi Surti agar ia tidak di marahin. " Kalau gitu panggil dia lagi," suruh Nathan kembali ia memerintahkan kepada Bi Surti agar Calista dipanggil.


Bi Surti kembali mengangguk dan segera berlari untuk memanggil Calista lagi, walau pun ia capek jalan mondar mandir menaik turunkan tangga yang sangat tinggi tapi ia tetap semangat karena ini adalah sebuah pekerjaan.


"Aduh Non, Tuan kembali memanggil. Bangun dong nanti Bibi kena omel," ucao Bi Surti dengan suara sedihnya mencari perhatian Calista agar ia terbangun


Calista kembali membuka matanya dan melirik jam ternyata sudah jam 10, pantas Nathan mendesaknya bangun.


"Hem baik lah Bi, aku akan bangun!" sahutnya mau tidak mau terpaksa beranjak dari tidurnya.

__ADS_1


Ia mendudukan tubuhnya yang selalu polos tak berbenang bila berada di atas ranjang bersama suaminya.


Kelakuan Nathan yang sekarang sudah jauh beda dengan kelakuannya yang dulu.


Hampir saja tiap malam ia mengguncang hingga sampai pagi. Calista tidak pernah menolak secara ia juga ketagihan dengan kenikmatan surga dunia itu.


Ia memungut kembali pakaiannya dan segera mengenakan


Dengan langkah yang masih memalas ia keluar dari kamar menuju dapur tak lupa ia mengambil gelas susunya yang hampir sudah dingin karena lama tak di teguk.


"Bi, Tuan dimana" tanya nya sambil menyesap susunya. " Di luar Nona, Tuan berpesan jika Nona bangun susul dia di kolam," jelas Bi Surti.


"Baik lah," jawab Calista mengangguk, melatakan gelas susunya segera pergi dari sana.


Ia sudah 6 bulan bersama Nathan di rumah itu dan sejal itu ia mulai menghafal semua letak rumah mereka


Pernah dulu Calista nyasar di ruangan ruangan itu sampai ia menangis, tapi sejak itu ia sering mencoba berkeliling bersama Bi Surti semenjak itu ia menghafal semua ruangan.


"Ada apa sayang?" serunya saat berada ditepi kolam. Nathan melihatnya dari atas memancarkan senyum di bibirinya. " Ayo berenang bersama," sahutnya sambil mencipratkan air kearah Calista.


Ia menggeleng mengerutkan keningnya tak suka. "Enggak, malas aku!" tolaknya mendudukan tubuhnya di kursi santai yang terletak disana.


Karena Calista tak mau, Nathan kembali diatas permukaan. Ia berjalan dengan memakai boxer pakian berenang.


Tubuhnya yang kekar dan gagah memancarkan aura keseksian, ditambah tubuhnya yang tengah kebasahan, perut kotak kotak bak roti sobek itu sangat terlihat jelas.


Sangat seksi dan tampan, suatu bentuk disukai Calista pada tubuh prianya. " Kamu terlihat seksi jika sedang basah seperti itu," ucap Calista dengan bibir tersenyum memuji sang pangerannya.


"Jangan menggombal ku, kemari lah ayo kita bersenang senang," sahutnya, dengan paksa menggendong Calista dengan sigap melombat bersama di dalam kolam.


"Aaahhhhhhkkk! Sayang stop, aku tidak ingin!" teriak Calista memberontak dan memeluk erat tubuh Nathan yang telah bersama sama denganya di dalam kolam.


"Sudah terlambat, sudah lah kita berenang," balasnya mencium Calista. Dengan wajah cemberut Calista mematung malas di tengah kolam.


Sementara Nathan berenang dengan semangat. "Sayang, aku malas berenang," ucap Calista tidak enak badan.

__ADS_1


Saat ia melompat bersama Nathan ia serasa mual dan tidak enakan.


Pikirnya mungkin karena habis minum susu jadi belum steril sampai kedalam perut.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Nathan kembali menghampiri dengan wajah yang mulai cemas. " Aku tidak enak badan," alasannya agar Nathan kasihan dan mengembalikannya diatas. "Ahh ya sudah sebaiknya kita naik keatas," ajaknya menarik Callista pelan sambil berenang untuk menaiki permukaan kolam.


Benar saja Calista sangat tidak nyaman, rasa mual menguasai dirinya. Mungkin jika ia tak tahan semua isi perut telah keluar berhamburan diatas air kolam.


"Yang kamu rasakan apa sayang," ucap Nathan mendudukan Calista dengan pelan. "Aku mual," balasnya dengan raut wajah cemberut. "Ya sudah kita ganti pakaian, mungkin kamu masuk angin karena tak mengenakan pakaian bila malam," sahutnya merasakan kecemasan.


"Itu karena kamu!" gerutu Calista mencabik cabik rambut Nathan gemes. "Ahh maaf, ayo kita kekamar mandi," Nathan tanpa basa basi mengangkatnya pergi kekamar mandi.


Calista terdiam dan tersenyum seraya menahan rasa mualnya. Tubuhnya pun terasa sakit dan pegal, seperti ada yang mengganjal di dalam perutnya.


Pikirannya mungkin benar kata suaminya ia merasa mual masuk angin karena selalu polos tak berbenang jika tidur.


Karena takut dan cemas, Nathan dengan cepat mengganti pakaian Calista dan menyuruh Bi Surti untuk menyiapkan makanan dan minuman hangat.


"Makan yah sayang, takutnya kamu masuk angin," ucapnya dengan penuh kasih sayang nya menyuapkan istrinya. Calista mengangguk hendak membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Nathan.


Tapi lagi lagi ia mual menutup mulutnya segera berlari kearah wastafel untuk membilas wajahnya.


Nathan dengan wajah heran dan mengangah, ia berlari mengikuti dengan lembut ia mengusap punggung Calista.


"Kamu kenapa sih sayang?" ucapnya lembut. Calista menggeleng mengusap bibirnya. Ia kembali mengatur nafasnya,dengan mata yang sudah mulai berkaca kaca.


"Aku tidak tahu," balasnya dengan suara rengekan, ia membalikan tubuhnya dan berhamburan dalam pelukan Nathan sambil merintih.


Nathan ikut cemas dan takut, jika Calista sakit ia tidak bisa melakukan apa apa.


Ia memeluk istrinya mengusap kepala memberikan sedikit ketenangan dan kehangat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2