
Kiora tampak terkejut saat menyadari jika ada dua orang pria tengah melihat ke arahnya, Ia tergesa - gesa masuk ke rumah karena malu. Entah seperti terkena sengatan listrik saat melihat wajah tampan Leonard, bahkan jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.
"Sepertinya aku harus periksa jantung." gerutu Kiora.
Drrttt... Drrttt...
"Eh... Copot!!!" ujar Kiora terkejut saat ponselnya berbunyi.
"Ishh.. Dian ini kenapa lagi coba." gerutu Kiora sebelum mengangkat telepon.
"Iya.. Halo Di!!! ada apa?" tanya Kiora.
"..."
"Astaga.. sumpah gue lupa Di!!!! ya udah gue siap - siap dulu, abis gitu otw ya... Bye!!!" kata Kiora menutup telepon sepihak. dengan cepat kilat Kiora sudah tampil cantik mempesona meskipun sederhana.
"Ayah.. Bunda... Kio pergi sama Dian dulu ya." kata Kiora berpamitan.
"Mau ke tempat kayak semalam?" tanya Dodi dingin.
"Enggak kok Yah.. Kio mau nemenin Dian ke salon aja kok." jawab Kiora jujur.
"ya sudah sana, pulangnya jangan malam - malam. Jangan aneh - aneh dan jangan kelewatan." kata Dodi.
"Siap bapak negara, kio berangkat dulu ya." kata kiora mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
.
.
.
__ADS_1
"Jadi lu sengaja ninggalin gue sama Leon?" tanya Kiora.
"Ya... kan lu bilang mau deketin dia, jadi itu cara gue bantuin elu Ra.." jawab Dian jujur.
"Arghh... Dian!!! gimana kalo waktu gue mabuk gue merancau nggak jelas hah.. kan malu!!!" kata Kiora sambil menutup muka dengan kedua tangannya.
"Emang lu merancau sih, tapi dikit." kata Dian.
"What!!!! gue merancau gimana Nj*ng?" tanya Kiora Syok.
"Lu cuma bilang kalau Tuan Lee tampan, terus lu nyusupin tuh kepala lu ke dalam dada bidang tuan Lee dan bikin semua orang yang ngelihat lu merasa iri." jawab Dian.
"Astaga ada yang aneh - aneh nggak soalnya-" kata Kiora menggantungkan ucapannya.
"Soalnya apa?" tanya Dian. Kiora pun melirik ke kanan dan ke kiri, perlahan ia membuka sedikit plaster yang ada di leher jenjangnya, ternyata ada bekas kissmark di sana.
"What???? lu.. lu.. lu udah nggak perawan Ra?" tanya Dian setengah teriak. sontak membuat para pengunjung caffe melihat ke arah ke duanya.
"Ish.. Dian!!! lu kalo ngomong nggak bisa di rem sih..."
"Sumpah lu... hah? lu udah nggak perawan?" tanya Dian yang kali ini volume suaranya sedikit berkurang.
"Gue juga nggak tau nj*ng, perasaan sama aja. cuma ya itu ada bekas kissmark di leher gue." kata Kiora.
"Gila kalian ngelakuin di mana njir??" selidik Dian.
"Dimana Matamu!!! orang kita di rumah tidur terpisah juga." kata Kiora.
"What???"
"Leon yang tidur di rumah gue cu.." jelas Kiora.
__ADS_1
"Plis.. Plis.. Plis... Kiora!!! gue hampir kehabisan nafas dengernya." kata Dian heboh.
"Gue malu anj*ng goblok!!!" ujar Kiora kesal.
"Sorry.. Sorry.. gue cuma syok aja dengernya." kata Dian.
"Au ah... jadi ke salon nggak nih, kalo engga gue pulang." kata Kiora.
"Woillah.. Santuy boscuu... Jadi dong yuks, gue mencium bau - bau di traktir ini.' kata Dian.
" Traktir kepalamu, kau yang udah kerja kau pula yang minta traktir.' dengus Kiora.
"Bercana Anj*ng!!!" kata Dian ngegas.
"Ya udah.. Hayukk!!!" kata Kiora
Venus Beauty Salon
Terlihat kedua gadis tengah melakuhkan beberapa treatmen kecantikan. Tampak Kiora merubah gaya rambutnya yang semula berwarna hitam legam kini berubah warna menjadi blonde. Setelah melalui beberapa treatmen tak lupa Kiora dan Dian singgah ke salah satu Mall terbesar di surabaya untuk membeli beberapa baju yang modis.
"Yakin mau beli baju kaya gini?" tanya Dian menunjuk dress yang biasa orang bilang kurang bahan.
"Come on Dian!!!! lu yang minta gue berubah jadi plis lu harus dukung gue." ujar Kiora. Dian tersenyum senang mendengar jawaban dari sahabatnya itu.
"Okey.. Okey... oh ya, abis dari sini kita kemana?" tanya Dian.
"pulang aja deh, gue sebelum berangkat tadi udah di tegur jangan pulang malem - malem." ujar Kiora.
"Takut amat sih.. " ejek Dian.
"Biar ayah sama bunda lupa dulu kejadian semalem.abis itu ajakin gue main kesana lagi.' kata Kiora.
__ADS_1
" Dasar licik!!" ujar Dian.
"Ya Bodo amat..' kata Kiora, keduanya pun tertawa terbahak - bahak.