
"Duduklah.."Diane mempersilahkan Jean duduk
Jean duduk dan menatap Diane
"Katakanlah yang ingin kamu katakan,aku tidak punya waktu banyak"ucap Jean ketus
"Wah kedengarannya cewek kampung sepertimu bisa sombong juga "Diane tersenyum sinis
Jean mengepalkan tangannya mendengar ucapan Diane namun ia mencoba menahan emosinya
"Langsung pada intinya saja,tidak perlu basa basi"Jean menatap Diane
"Aku dan Ryo akan kembali bersama jadi tinggalkan dia..."
"Cih,hanya itu yang ingin kau sampaikan"Jean membuang muka
"Aku tau latar belakangmu,kamu gadis kampung yang jadi pembantu di rumah Ryo dan menggodanya bukan?itu sebabnya dia bisa menikah denganmu,kamu sama sekali tidak pantas untuknya"ucap Diane dengan nada mengejek
"Aku juga tau perempuan kampung kayak kamu ini hanya mengincar harta.."lanjut Diane
Jean meremas ujung bajunya dan menahan agar air matanya tidak jatuh
"Anda sudah selesai menghina saya,kalau begitu saya permisi"Jean hendak berdiri namun Diane langsung bicara
"Jika kamu tidak percaya Ryo akan kembali padaku datanglah kerumah sakit Medica besok,Ryo akan menemaniku menjalani perawatan"Diane menatap Jean dan tersenyum penuh arti
Diane kemudian berdiri meninggalkan Jean yang masih mematung di tempatnya
__ADS_1
Saat Diane telah menghilang,Jean terduduk di kursi air matanya mengalir,selain penghinaan Diane dengan mengetahui Ryo benar benar berkhianat membuat dadanya sesak
Handphone Jean berdering membuatnya terkejut,Jean buru buru mengangkat teleponnya
"Halo pak..."ucap Jean sambil menghapus air matanya
"Non dimana?"tanya pak Hadi
"Maaf pak saya ada di cafe Mounth,bapak jemput saya disini ya"pinta Jean pada pak Hadi
"Baik non...."
Di perjalanan pulang Jean lagi lagi terdiam dan menatap kosong keluar jendela
Sampai dirumah Jean langsung menuju kamar,disana dia menumpahkan segalanya duduk dilantai dan menangis sekuat yang dia bisa
"Nenek kenapa semua ini terjadi,kenapa disaat Jean sendirian"teriak Jean memeluk lututnya
****
"Apa semua data yang ku minta sudah siap?"tanya Ryo pada seseorang di telepon
"Baiklah kirim file ke saya,jangan sampai ada yang tau"Ryo kemudian menutup telepon
"Kau bicara dengan siapa?"tanya Bagas mengejutkan Ryo
"Sejak kapan kau ada disini?"tanya Ryo dengan nada terbata bata
__ADS_1
"Baru saja.."Bagas pura pura
"Sebenarnya apa yang sedang di cari Ryo,sepertinya ada yang mencurigakan"gumam Bagas dalam hati menatap Ryo
"Kenapa kau menatapku seperti itu?"tanya Ryo sinis
"Memangnya tidak boleh aku menatapmu."goda Bagas
"Cih... kau membuatku geli.."ucap Ryo begidik
Bagas hanya tertawa melihat tingkah sahabatnya itu
"Aku akan menemani Diane kemoterapi besok,jadwal meeting besok pagi batalkan saja"
"Ryo mau Sampai kapan kamu mengurusi wanita itu?"Bagas menatap kesal pada Ryo
"Aku sudah bilang aku hanya membantunya"jawab Ryo cuek
"Lalu Jean bagaimana?apa dia tau?"
Ryo hanya diam dan tak menghiraukan pertanyaan Bagas
"Berikan berkas yang harus ku tanda tangani"Ryo mengalihkan pembicaraan mereka
Bagas yang merasa kesal memberikan berkas dengan setengah melemparnya,Ryo tau sahabatnya itu marah memilih tak menanggapi sikap Bagas itu
Bersambung
__ADS_1
Terimakasih tidak pernah berhenti author ucapkan untuk yang setia membaca dan menunggu bab baru ,like ,komentar dan vote kalian bikin author terus semangat menulis,semoga nanti author bisa update lebih dari 1 bab ya sehari ,💪💪
Dan maaf jika masih banyak kekurangan author dalam menulis 🙏🙏