
Tring..... Alarm berbunyi, itu tandanya hari sudah pagi. Kiora mengerjap - erjapkan kedua matanya, ia merasakan kepalanya sedikit berat. Dia ingat betul semalam ia tak bisa mengontrol dirinya hingga minum terlalu banyak dan mabuk.
"Pasti abis gini di sidang sama ayah sama bunda." ujar Kiora.
Kiora segera membersihkan diri guna menghilangkan bau alkohol yang masih menempel pada tubuhnya. Setelah selesai dengan ritual mandinya, Kiora turun ke lantai dasar berniat untuk membantu Bundanya memasak. Ketika baru saja keluar dari kamar, ia samar - samar melihat seseorang menikmati sebatang rokok di balkon kamar tamu. Namun Kiora tak menghiraukan sosok itu "pasti damar." pikirnya.
"Selamat pagi Bundaa..." sapa Kiora saat tiba di dapur.
"Selamat pagi sayang, loh.. udah bangun." kata Rena.
"Sudah Bunda.. Kak Aish belum bangun?" tanya Kiora.
"Stt.. udah biarin aja.. kakak kamu mah masih dalam nuansa pengantin baru, jadi makluk kalau bangunnya agak kesiangan, lagi pula ini masih jam 5 pagi." kata Rena. Seketika wajah Kiora yang semula ceria kini kembali meredup, tega sekali sang Bunda mengatakan hal itu tanpa memikirkan perasaannya.
"Bunda.. Biar Kio aja yang masak, Bunda potong - potong sayur aja ya." kata Kiora, memang sejak kecil gadis ini senang sekali berkutat di dapur. Jadi tidak heran jika masakan gadis ini sangat enak.
"Kiora.. bunda boleh ngomong sesuatu nggak?" tanya Rena, ini dia yang Kiora khawatirkan. Pasti sang bunda akan menanyakan perihal semalam.
"Ada apa Bunda?" tanya Kiora berusaha baik - baik saja.
"Kiora jangan sering - sering ya ketempat seperti semalam nggak baik buat anak gadis seperti kio." kata Rena.
"Maaf Bunda.. Kio lepas kendali." kata Kiora menunduk.
"Bunda nggak masalah kok Kio mau ngapain aja, tapi yang kaya semalem agak di kurangin ya." kata Rena
"Iya Bunda.." jawab Kiora. Ia menghela nafas, ia kira akan di sidang habis - habisan tapi ternyata nasip baik masih untuknya.
"Untung saja semalam ada nak Leon, kalau tidak entah apa yang terjadi dengan anak kesayangan bunda ini." kata Rena yang membuat Kiora terkejut.
"Leon? Kakaknya Kak Damar?" tanya Kiora memastikan.
"Iya.. Kio ih.. Bunda malu sebenernya masa nak Leon udah 2x gendong kamu kan kamu berat kasian nak Leonnya." kata Bunda.
__ADS_1
"apa Kio di gendong?" tanya Kiora semakin heran.
"Iya dulu pas kamu pingsan di nikahan kak Aish juga dia yang gendong. Semalam kamu mabuk dia juga yang gendong sampe kamar." jelas Rena.
"Jadi bukan Dian yang anter Kio pulang?" tanya Kiora kaget.
"Bukanlah." kata Rena.
"Astaga.. jangan - jangan Kio merancau yang aneh - aneh waktu mabuk Bun.." kata Kiora khawatir.
"Ya mana Bunda tau. Kiora, bunda heran deh sama kamu. Masak di gendong sama orang setampan Nak Leon malah tidur kaya kebo." ledek Rena.
"Bunda kok gitu sih, tau gitu kiora kan malu bun." kata Kiora dengan pipi merah merona.
"Hahaha.. Lucu banget sih anak Bunda kalau lagi malu." goda Rena sambil mencubit hidung mancung Kiora.
"Bunda..." rengek Kiora bak kanak - kanak.
"Bunda ih.. santai aja kali, kaya kedatangan tamu penting aja." ujar Kiora mengira yang di maksut bundanya adalah Damar.
"Hus.. kalau nggak ada dia kamu semalam udah jadi mangsanya Tubang Kio." kata Rena.
"Maksut bunda apa?" tanya Kiora masih tak mengerti.
"Ya kalau nggak ada nak Leon entah kamu jadi apa Kiora,..." jelas Rena.
"Hah? jadi tuan masih Leon ada di sini?" tanya Kiora kaget.
"Ya iya lah... ya kali Ayah sama Bunda biarin nak Leon pulang jam 3 pagi." kata Rena.
"Jangan bilang kalau yang tidur di kamar tamu lantai 2?" tanya Kiora memastikan.
"Iya kok kamu tau?" tanya Rena.
__ADS_1
"Tadi Kio nggak sengaja liat pintunya terbuka, dia nyantai di balkon Bun.. aku kira Damar.' kata Kiora jujur.
" Jadi dia udah bangun? buruan atu Kio masaknya." kata Bunda. Kiora pun melanjutkan kegiatanya.
Ting.. Tong..
"Siapa ya pagi - pagi gini?" tanya Rena.
"coba Kio lihat dulu ya Bun.." kata Kiora setelah meletakan nasi goreng yang baru di masaknya di meja makan. Kiora pun pergi untuk mengecek siapa yang datang.
"Selamat Pagi Nona.." sapanya.
"Selamat Pagi.. cari siapa ya?" tanya Kiora.
"Maaf sebelumnya Nona, Saya Adistya asisten dari Tuan Leonard, saya ke sini atas perintah Tuan untuk mengantarkan baju ganti untuknya." kata Adis.
"Oh.. begitu ya.. Mari silahkan masuk Tuan.." kata Kiora.
"terima kasih Nona.." kata Adis.
"Siapa Kio?" tanya Rena.
"Oh.. asistennya Tuan Leonard Bund, kesini nganterin baju ganti." kata Kiora.
"Silahakan Duduk Tuan." kata Bunda Antusias.
"Maaf Nyonya, kalau saya berikan dulu baju gantinya bagaimana ya? kalau boleh, soalnya nanti Tuan menunggy terlalu lama." ujar Adis.
"Sudah sini biar saya saja yang mengantarkan ke Tuan Leonard, anda duduk saja dulu." kata Kiora.
"Tapi Nona... Tuan Leon-"
"Sudah sini biar saya yang antar." kata Kiora menyela ucapan Adis. Adis hanya bisa menghela nafas, ia hafal betul jika Tuannya satu ini akan marah jika barangnya tersentuh orang lain.
__ADS_1