Terjebak Cinta CEO

Terjebak Cinta CEO
jean,meminta maaf


__ADS_3

***


Dikamar mandi Ryo mematung sambil memegang dadanya


"Kenapa aku memiliki perasaan seperti ini?apakah aku menyukainya?kenapa pelukannya terasa sangat hangat bahkan jantung berdetak begitu kencang saat dia memelukku,sudah sangat lama aku tidak merasakan hal seperti ini "Ryo kemudian mengusap wajahnya dengan air


"Jean kenapa aku merasakan hal seperti ini padamu?Ryo menatap wajahnya di cermin


Ryo lalu mandi setelah mandi Ryo sama sekali tidak keluar kamar


Jam menunjukkan pukul 2 siang tapi Ryo sama sekali tidak keluar kamar bahkan tidak makan siang


Jean merasa khawatir bolak balik didepan meja makan


"A**pakah dia marah itu sebabnya dia tidak mau makan karena tidak ingin melihatku?apa yang sudah kulakukan haruskah aku minta maaf?kalau dia tidak makan dan sakit pasti dia akan menyalahkan ku dan dia pasti akan memberikan hukuman untukku** "


"Jean kenapa kau kelihatannya gelisah?tanya mba Nita mengagetkan Jean


"Hmm mba... tuan Ryo tidak turun makan siang mba ini sudah jam 2 dia belum makan sama sekali "


"Itu sudah biasa Jean, nanti tuan Ryo akan memanggil pelayan atau dia akan turun sendiri kalau sudah mau makan mungkin tuan sedang lelah "


"Tidak usah terlalu khawatir tapi kalau kamu ingin memastikan cek aja kekamar tuan Ryo" kata mba Nita terseyum


Mba Nita merasa senang karena Jean perhatian pada majikannya itu


Jean hanya tersenyum


"Mba Nita gak tau apa aku tadi memeluknya mungkin saja dia sedang marah dan tak mau melihat wajahku" gumam Jean dalam hati


"Aku harus memastikan ini kalau tidak aku akan kepikiran terus,aku gak mau Ryo salam paham sama aku dan aku harus minta maaf " Jean berjalan menaiki tangga menuju lantai 2


Jean melambatkan langkahnya ketika mendekati kamar Ryo

__ADS_1


Jean kembali gelisah,Jean bolak balik di depan pintu kamar Ryo dia tidak berani mengetuk pintu kamar Ryo


"Bagaimana ini " Jean bicara sendiri


"Tapi kalau aku tidak masuk aku gak tau bagaimana keadaan dia dan kenapa dia dalam sana, baiklah Jean kamu harus berani "kata Jean pada dirinya lagi


tok.. tok..


"Tuan ,apakah saya boleh masuk?


Ryo kaget mendengar suara Jean


"Tuan apakah anda tidur ?kata Jean lagi


"Hmm masuklah "kata Ryo


Ryo sudah mempersiapkan wajah datar di depan Jean supaya Jean tidak tau perasaannya


Jean masuk dan berdiri dihadapan Ryo yang duduk di sofa,Jean tidak berani menatap wajah Ryo dia hanya menunduk


"Tidak .. saya sedang tidak selera makan "kata Ryo datar


"Tuh kan dia pasti marah "


"Tapi tuan bisa sakit bukankah tuan adalah bos besar dari perusahaan tuan,kalau tuan sakit nanti tuan tidak bisa bekerja " Jean berusaha mencairkan suasana


Ryo menatap Jean mendengar ucapan itu,sebenarnya ada rasa senang di hatinya Jean perhatian terhadapnya


"Bisakah saat bicara denganku kau melihat wajahku jangan hanya menunduk seperti itu "kata Ryo dingin


"Iya tuan " Jean menatap Ryo


"matamu sangat indah Jean"

__ADS_1


"Apakah tuan marah?kata Jean pelan


"Hmmmm...kenapa aku harus marah?


"Untuk yang tadi aku minta maaf tuan,saya takut tuan tidak selera makan karena tidak mau melihatku "kata Jean pelan kemudian menunduk


"Apa diabilang aku tidak mau melihatmu dan tidak selera makan karenamu,kau ini bodoh atau apa,justru sejak tadi aku tidak turun karena perasaanku kacau sejak kamu memelukku tadi dan bahkan aku bingung harus bagaimana berhadapan denganmu "kata Ryo dalam hati


"Saya benar benar minta maaf tuan saya tidak sengaja,saya sangat takut dengan kecoa jadi saya reflek peluk tuan tadi "Jean sambil meletakkan tangannya didepan dadanya


"Saya akan melakukan permintaan tuan selama minggu ini,seminggu lagi perjanjian kerja saya dengan tuan sebagai pelayan tuan habis, jadi saya akan melakukan permintaan tuan sebagai permintaan maaf dan anggap sebagai ucapan terimakasih kepada tuan selama saya bekerja disini Jean berusaha meyakinkan Ryo


Entah kenapa hati Ryo merasa tidak rela mendengar Jean mengatakan kalau dia akan berhenti kerja tapi Ryo tidak bisa melakukan apapun dia orang yang selalu menepati janji dan tidak mungkin mencari cari kesalahan Jean


"Baiklah lupakan yang tadi kau bisa pergi "


Ryo merasa kesal karena Jean telah membuat perasaannya berubah tapi sekarang Jean malah mengatakan soal perjanjian kerja yang akan segera habis,perasaan Ryo menjadi campur aduk


"Tapi tuan... "


"Pergilah aku tidak ingin memarahimu atau membentakmu sekarang " Ryo menatap Jean dengan tatapan tajam


Jean melihat tatapan Ryo menjadi takut dan melangkah mundur


"Saya permisi tuan sekali lagi saya minta maaf " mata Jean berkaca kaca kemudian berlari keluar dari kamar Ryo


Ryo terdiam melihat Jean meninggalkan kamarnya


"bukan itu maksudku Jean,perasaan ku sedang kacau karenamu"


Jean berlari menuju kamar mandi yang bisa di pakai oleh karyawan dilantai 1


Jean masuk kekamar mandi kemudian menguncinya dan terduduk di balik pintu kamar mandi air matanya jatuh

__ADS_1


aku hanya ingin minta maaf tapi ternyata kau menjadi sangat marah, aku tidak sengaja memelukmu tadi kau pasti sangat tidak suka karena aku menyentuh badanmu "Jean mengusap air matanya


__ADS_2