
Jean terus mempercepat langkahnya dia tidak memperdulikan hujan yang mulai membasahi tubuhnya.
Jean berjalan sambil menangis, entah mengapa kalimat ryo yang menginginkannya untuk menjadi kekasihnya dengan membayarnya membuat hatinya terasa begitu sakit.
"Apakah karena dia kaya dia selalu seperti itu,bahkan harga diri orang lain mau dia bayar dengan uang "gerutu Jean sambil mengusap air hujan yang mengalir di wajahnya
"Aku membecimu Ryo "teriak Jean di tengah hujan deras
"Aku tidak mungkin jatuh cinta padamu kan tuan sombong, kau orang yang kasar dan angkuh aku tidak mungkin memiliki perasaan apapun padamu "
Duuuuaaaaarrrrrr...
"Aaaaaaaa "teriak Jean sambil menutup kupingnya
Jean berteriak karena kaget mendengar suara petir jean langsung menepi dan berteduh di emperan toko yang sudah tutup.
"Ini semua karena kamu Ryo "
Jean mulai merasa kedinginan,tubuhnya mulai gemetar Jean terus menggosok kedua tangannya agar merasa hangat.
"Gak mungkin aku tetap disini,ini sudah malam akan berbahaya kalau semakin malam aku tetap disini,Jean kemudian memutuskan untuk berjalan lagi menuju tempat dimana dia bisa mencari angkutan untuk pulang.
Jean akan menyebrang tiba tiba ...
tiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttt..,..
Suara klakson mobil keras berhenti tepat 1 meter dari tubuh Jean
Jean yang kaget hanya terdiam sambil memegang tas yang dia jadikan sebagai penutup kepalanya badannya sudah gemetar sejak tadi karena kedinginan.
"Apa apaaaan ini " Ryo berteriak
Ia melihat kearah orang yang hampir di tabraknya matanya terbelalak melihat orang yang ada di depan mobilnya.
"Jean " Ryo bergegas membuka pintu mobil dan berlari menuju Jean yang mematung di tengah jalan.
"Jean kamu gak papa "kata Ryo dengan nada khawatir
"Saya tidak apa apa tuan " jean sambil melepaskan kedua tangan Ryo yang memegang bahunya
Ada perasaan marah luar biasa yang Jean tahan saat melihat wajah Ryo di hadapannya,Jean kemudian melangkah untuk meninggalkan Ryo
"Jean aku antar kamu pulang ya ini hujan dan sudah malam " Ryo memegang tangan Jean berusaha menghentikan langkah Jean.
"Tuan saya bisa pulang sendiri "Jean menarik tangannya
"Jean "Ryo mempererat genggaman tangannya
"Tuan tanganku sakit "Jean mencoba menarik tangannya lagi
"Jean kamu pulang sama aku " Ryo dengan nada kesal menarik tangan Jean untuk naik ke mobil
__ADS_1
Jean yang badannya gemetar karena kedinginan tiba tiba ambruk, untung Ryo masih menggenggam tangannya membuat Jean tidak sampai jatuh mengenai aspal.
"Jean kamu kenapa? Ryo menepuk wajah Jean
Ryo panik karena tidak ada respon dari Jean,Ryo menggendong Jean dan membawa Jean kedalam mobil mendudukkan Jean dikursi depan kemudian Ryo masuk dan segera mengemudi mobilnya menuju rumah.
Ryo yang panik melihat keadaan Jean meraih ponselnya
"Bagas segera suruh Adit ke rumahku sekarang Jean pingsan "kata Ryo pada Bagas setelah itu langsung menutup teleponnya
Tidak sampai 20 menit Ryo sampai dirumah langsung masuk dan memakirkan mobil segera turun dan langsung menggendong Jean kedalam rumah.
"Biar saya bantu den "kata pak Hadi mengikuti Ryo yang menggendong Jean
"Jangan sentuh dia!tunggu saja dokter Adit disini kalau dia datang langsung suruh dia kekamarku"
"Baik Den "
"Mba Nita ikut saya kekamar "kata Ryo pada Nita
Nita langsung mengikuti langkah tuannya,Ryo membaringkan tubuh Jean ditempat tidurnya
"Ganti pakainnya mba Nita ambil baju di lemari kamar sebelah disana banyak baju wanita"perintah Ryo
Kamar yang dimaksud Ryo dulu merupakan kamar yang di persiapkan Ryo untuk Diane,dia bahkan menyediakan segala kebutuhan dan baju untuk Diane dikamar itu.
"Baik tuan "Nita bergegas mengambil baju yang di maksud oleh Ryo kemudian kembali untuk menggantikan pakaian Jean.
Nita kemudian mengganti pakain Jean lalu keluar kamar
"Sudah tuan "
Di depan kamar sudah ada Ryo dan juga dokter Adit
"Ayok masuk dit periksa Jean sekarang "kata Ryo pada dokter Adit
Mereka berdua kemudian masuk ke kamar,Adit kemudian memeriksa kondisi Jean.
"Dia tidak apa apa Ryo hanya demam karena kehujanan ini resep untuknya "kata Adit memberikan selembar kertas
"Apa dia pacarmu? tanya dokter Adit
"Dia calon istriku "kata Ryo singkat
"Wah akhirnya kamu bisa move on juga,jaga dia baik baik dia cantik pasti banyak yang mau dengannya,lebih lembutlah pada wanitamu Ryo "kata Adit tersenyum
"Apa maksudmu? tanya Ryo dengan nada kesal
"Ya kalau kamu selalu dengan egomu akan seperti ini,pacarmu saja sampai pingsan kehujanan " Adit dengan nada meledek
"Aku pamit ya Ryo jangan lupa beli obatnya"Adit melangkah keluar kamar
__ADS_1
"Mba Nita tolong suruh pak Hadi beli obat ini ke apotek dan mba Nita tolong buatkan Jean bubur.
"Baik tuan "
Ryo kembali kekamar dan duduk di samping tempat tidur dia menarik selimut menutupi badan Jean
"Maafkan aku Jean "kata Ryo pelan
*****
3 hari sebelum kejadian Jean pingsan,papa dan mama Ryo datang ke kantor
"Papa dan mama mau ajak makan malam sama anak pak Hendro " mama Ryo memulai obrolan
"Ma.. aku sudah bilang aku gak mau di jodoh jodohkan seperti itu "kata Ryo
"Kita cuma mau kamu cepat menikah nak dan tidak memikirkan Diane terus "papa Ryo mencoba menasehatinya
"Pah aku udah kenal Siska dan aku gak suka sama dia "
"Tapi dia suka sama kamu dia juga baik dan cantik " mama Ryo mencoba membujuk anaknya itu
"Ma..pa.. aku gak lihat wanita dari cantiknya saja, aku akan menikah sekali seumur hidup dan aku harus memilih perempuan yang aku cintai untuk jadi pendamping ku "
"Tapi mau sampai kapan? tanya papa Ryo
"Pa..ma.. aku sudah punya orang yang aku sukai tapi aku belum bisa kenalin ke mama dan papa sekarang".
"Ah itu alasan kamu aja kan untuk menolak Siska".
"Pa..ma..aku baru memulai hubungan dengan dia, aku gak mau dia terpaksa menikah denganku dia juga masih kuliah jadi aku tidak bisa buru buru menikah dengannya,Ryo akan kenalkan pada mama papa secepatnya tapi mama papa tidak boleh memaksa kami untuk cepat menikah "Ryo mencoba meyakinkan kedua orang tuanya itu
"Baiklah kalau begitu, kalau itu benar papa dan mama akan tunggu kamu perkenalkan wanita itu "
"Tapi kalau sampai tahun depan kamu tidak memperkenalkan pacarmu, mama akan menjodohkanmu dengan Siska dan kamu tidak boleh menolak "
Ryo hanya diam mendengar ucapan mama dan juga papanya
"Baiklah mama dan papa pulang dulu, kalau tidak sibuk datanglah makan malam kerumah "kata papa Ryo menepuk bahu Ryo
"Apapun pilihanmu mama akan mendukungmu selama itu membuatmu bahagia " kata mama Ryo kemudian melangkah meninggalkan ruang kerja putranya itu.
Ryo kemudian memikirkan Jean bagaimana cara meyakinkan Jean untuk menjadi kekasihnya,ini tidak akan semudah yang dipikirkan Ryo karena perjanjian kerja dengan Jean sebentar lagi habis dan Ryo juga tidak tau apakah Jean memiliki perasaan yang sama dengannya "Ryo mengusap wajahnya kasar
"Jean aku akan melakukan apapun untuk menjadikanmu milikku "gumam Ryo dalam hati
(nah udah tau kan kenapa Ryo langsung nembak Jean di ruang kerja )
***
mohon maaf ya author baru update karena lagi sibuk banget
__ADS_1